
Para wanita itu sedang berselfi ria dengan banyak pose. Mereka ingin memamerkan foto mereka bersama sang idola di jaringan sosial media.
Sedangkan para suami yang melihat para istrinya, nampak sedang menekuk wajah mereka. Perhatian istri mereka berpindah kepada sosok pria muda yang tiba-tiba saja datang ke sana.
Berbeda dengan James, Ia ingin sekali minta tolong kepada Vio agar bisa keluar dari para wanita itu. Namun Vio malah tertawa terbahak melihat James saat ini.
"Kenapa anak itu bisa datang kemari?," Ucap Kai heran.
Sedangkan Vio yang mendengar ucapan Kai pun menghentikan tawanya.
"Oh iya James, kenapa tiba-tiba Kau datang kemari?, Apa suamiku yang menghadirkan mu?," Tanya Alexa.
"I-itu sebenarnya..."
"Dia teman yang menelpon ku tadi kak," ucap Vio yang menghampiri mereka.
Semua orang pun menatap ke arah Vio, terutama para suami yang sejak tadi terabaikan semenjak kedatangan James.
"Kenapa Kau tidak mengatakan kalau temanmu adalah James Arthur Vi, kakak pikir temanmu perempuan," ucap Lexa yang tadinya berfikir bahwa yang menelpon Vio adalah teman perempuannya.
"Kalau begitu, kita ajak James makan siang sekalian saja. Ayo James,anggap saja di rumah sendiri." Ucap Ajeng dan menggiring James untuk ikut bergabung dengan yang lainnya.
James duduk di sebelah kanan Vio, dan Kai berada di sebelah kiri Vio. Kini Vio berada di tengah diapit oleh dua pria yang sama-sama mencintainya. Tapi tunggu dulu, mungkin hanya James yang mencintai Vio. Karena Kai belum mengakui perasaannya kepada Vio.
James merasa canggung karena para suami suami itu terus saja menatapnya. Namun kecanggungannya sedikit terobati karena gadis di sampingnya.
Sementara Kai, sejak kedatangan James menjadi lebih diam. Ia seakan tengah memikirkan sesuatu, sesekali Ia melihat Vio yang masih terkekeh.
"James, kenapa Kau bisa mengenal Vio?," Tanya Nani.
"Itu,saya tidak sengaja menabrak Vio bibi, waktu itu saya sungguh kagum saat pertama kali melihatnya. Saya pikir Vio adalah seorang bidadari dari surga yang turun khusus untuk ku," celetuk James terkekeh, membuat Vio menatapnya tajam.
Sedangkan Alexa yang mendengar jawaban dari James seketika langsung menatap Kai. Alexa ingin melihat ekspresi Kai saat ada pria yang memuji Vio.
Alexa tahu bahwa Kai sebenarnya mencintai Vio, tapi hanya saja Kai belum bisa menyadari akan perasaannya. Namun saat Ia melihat Kai, Kai hanya terlihat begitu datar.
"Sayang lihatlah, sepertinya saingan Kai sungguh berat," bisik Alexa di telinga suaminya, membuat Ars sedikit merasakan geli karena bibir Lexa yang sedikit menempel di telinganya. Namun Ia berusaha menahannya.
__ADS_1
"Apa maksudmu sayang?," Tanyanya pelan.
"Apakah kau tidak menyadari bahwa Kai itu sebenarnya ada rasa pada Vio. Tapi kau lihat sekarang, dia pura-pura bersikap biasa saja melihat Vio dipuji oleh James." Ucap Lexa.
Ars pun langsung menatap pria yang pernah bersaing dengannya untuk mendapatkan cinta sang istri. Ars dapat melihat raut gelisah dalam diri Kai.
"Sudahlah sayang, itu bukan urusan kita. Biarkan mereka yang menyelesaikan masalah mereka. Dan Kau harus bertanggung jawab kepada ku," bisik Ars. Membuat Sang istri mengerutkan keningnya.
"Aku?, Harus bertanggung jawab untuk Apa sayang?." Tanya Lexa tak mengerti.
"Bertanggung jawab karena sudah membuat milikku menegang." Celetuk Ars pelan dan seketika membuat wajah Lexa merona.
"Ish, Kau itu," ucapnya malu-malu seraya mencubit pelan tangan suaminya.
Sementara Alex yang memperhatikan Putri dan menantunya hanya menggelengkan kepalanya. Namun Ia juga merasa bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah sang putri.
Disisi lain, Vio tengah bercanda bersama James dengan saling berbisik pelan, dan membuat Vio terus terkekeh dari tadi.
Sedangkan Kai, Ia merasakan hatinya begitu bergemuruh saat melihat Vio yang terus saja berbisik-bisik dengan James. Hingga bibirnya pun memanggil nama gadis di sampingnya.
Vio yang sedang asyik bercanda dengan James pun menoleh kearah Kai. Vio sedikit terkejut, karena Ia lupa bahwa Kai berada di sampingnya.
"Kak Kai, maafkan aku. Aku lupa Kau ada di sini," ucap Vio tidak enak.
Dan itu semakin membuat Kai tidak karuan mendengar bahwa Vio sampai melupakan keberadaannya.
"Bukankah kau lapar?, kenapa Kau tidak memakan makanan mu?. Kau malah sibuk berbisik dengan temanmu itu," sindir Kai.
"Maafkan aku kak, baiklah Aku akan memakannya," ucap Vio mengerucutkan bibirnya.
Namun James kembali berbisik kepada Vio. "Hei, Apa Kau akan makan dengan mulut mu yang seperti itu?," Kelakarnya.
"Memangnya kenapa dengan bibirku?."
"Bibirmu seperti bebek?," ucap James terkekeh
" Kau mengatai ku?!." Vio membelalakkan matanya.
__ADS_1
"Lihatlah, sekarang bola matamu yang hampir keluar dari tempatnya," ucap James kembali terkekeh.
Setelah acara makan siang selesai, Ars mengajak Rai dan Kai untuk membicarakan tentang pekerjaan mereka.
Sedangkan para wanita sedang menggoda James karena James mengatakan belum memiliki seorang kekasih. Alhasil Nani dan Ajeng pun ingin menjodohkannya dengan anak dari teman-temannya.
"Maafkan saya bibi, tapi saya sudah memiliki seseorang yang kucintai," ucap James menatap Vio dan mendapatkan tatapan tajam dari Vio.
"Bibi pikir kau belum memiliki calon kekasih James. Memangnya siapa gadis itu, apa dia cantik?," Tanya Ajeng ingin tahu.
"Itu masih rahasia bibi, tapi yang jelas dia sangat cantik, seperti bidadari yang turun dari langit," ucapnya masih dengan tersenyum menatap Vio.
Sedangkan yang ditatap hanya memutar bola matanya. Namun sedari tadi Alexa memperhatikan arah pandang James. Ia dapat menebak siapa gadis yang dimaksud oleh James.
"Sepertinya saingan mu sangat berat Kai. Kau harus berusaha lebih keras agar Vio tidak berpaling darimu," ucap Alexa dalam hati.
"Bibi, bolehkah aku mengajak Vio berbicara sebentar saja?. Ada yang ingin ku bicarakan tentang tugas kuliah dengannya," izin James.
Nani dan Ajeng pun menganggukkan kepalanya dan membuat James tersenyum dan segera mengajak Vio untuk menjauh dari mereka.
"James, Kau ini apa-apaan, bukankah aku sudah mengatakan jangan pernah berbicara omong kosong di depan mereka." Kesal Vio.
"Kenapa kau selalu kesal dengan ku Vi?. Tapi Aku suka saat melihat mu kesal seperti itu. Kau terlihat semakin cantik," ucap James menatap Vio.
Vio tersenyum kecil, " kenapa kau itu pandai menggombal James?. Apa kau juga melakukannya kepada semua wanita?."
"Tidak Vio, tidak satupun. Hanya kamu," ucap James menatap dalam mata Vio.
Sejenak Vio nampak tertegun menatap James, lalu ia menatap ke sembarang arah.
"Vio, aku mencintaimu, maukah kau menjadi kekasihku," tanya James terlihat begitu serius.
Vio terdiam menatap James yang saat ini berjongkok di depannya.
"Kau tidak boleh menjadikan calon istriku kekasihmu!," Sentak seorang pria yang sedari tadi mendengar dengan jelas percakapan keduanya. Dan Ia adalah Kai.
***
__ADS_1