
Keesokan harinya, Alexa berangkat ke kantornya diantarkan oleh Ars. Alexa berencana akan menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Kai.
Kini Alexa berada di depan pintu ruangan Kai. Sebelum mengetuk pintunya, Alexa menghembuskan nafasnya pelan. Lalu ia pun mengetuk pintu tersebut dan membukanya.
Alexa melihat Kai sedang tersenyum menatap dirinya.
"Selamat pagi Lexa, aku senang kau sudah kembali masuk bekerja lagi," ucap Kai.
Lalu ia pun menghampiri Alexa yang kini tengah menatapnya.
Alexa menatap Kai sendu, disaat Kai menghampirinya. Jantungnya kembali berdetak kencang seperti sebelumnya. Alexa pun segera mundur saat Kai mendekat kearahnya.
"Kenapa kau menjauh kawan, apa ada yang salah denganku?," tanya Kai yang melihat Alexa mundur saat dirinya mendekat.
"Tidak Kai, tidak ada yang salah dengan mu," ucap Alexa tersenyum.
"Hatiku yang salah Kai karena telah memiliki rasa yang salah denganmu," ucap Alexa dalam hati.
"Lalu kenapa kau menjauh dari ku, apa aku bau?," tanya Kai yang langsung membuat Alexa tertawa.
"Kai, dari dulu kau selalu saja membuat ku tertawa. Kau tidak bau Kai, tapi..." tawa Alexa hilang seketika saat hendak menyerahkan surat pengunduran dirinya.
Alexa pun mengeluarkan surat pengunduran dirinya dan dengan berat hati menyerahkannya kepada Kai.
"Lexa, kenapa kau malah memberiku surat?,kau bisa langsung saja mengatakan apa yang ingin kau katakan. Tidak perlu memberiku surat seperti ini," ucap Kai terkekeh.
Namun Kai juga menerimanya dan mulai membukanya. Kai terkejut saat membaca surat pengunduran diri Alexa. Senyum yang menghiasi wajahnya luntur seketika.
"Apa maksud semua ini Lexa?!.Kenapa kau ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini?. Apa aku berbuat salah padamu sehingga kau ingin mengundurkan diri?!." ucap Kai begitu kecewa dengan keputusan Alexa.
"Tidak Kai, kau tidak berbuat salah. Kau pria yang baik,aku yang salah. Maafkan aku Kai, tapi aku memutuskan untuk melakukan tugasku menjadi seorang istri." ucap Alexa, air mata mengalir dari matanya.
"Tapi bukankah suami mu tidak pernah menghargaimu?,lalu kenapa kau harus menjalankan tugasmu sebagai seorang istri?," ucap Kai begitu kacau.
Kai pun tak dapat menahan rasa yang ia pendam saat ini. Kalau waktu dapat di putar ulang, ia akan membuat Alexa menjadi miliknya sejak dulu.
Namun waktu tak berpihak kepadanya. Ia tahu ia salah karena telah memiliki rasa cinta dengan istri orang. Namun Kai juga tidak berdaya untuk mencegah rasa cinta itu.
"Kai, aku salah selama ini. Kak Ars mencintaiku Kai. Dia sudah menyatakan perasaannya kepada ku, dan kau tahu aku sangat mencintainya Kai," ucap Alexa terisak.
"Maafkan aku Kai," ucapnya dalam hati.
Kai mencoba untuk menerima kenyataan ini. Bahwa Alexa milik orang lain yang tidak akan pernah bisa ia miliki. Ia akan mencoba ikhlas menerima semuanya.
__ADS_1
Kai menahan sesak di hatinya, ia pun mendekati Alexa. Tangannya ia ulurkan untuk mengusap air mata orang yang sangat ia cintai.
"Jangan menangis Lexa, bila dengan kau mengundurkan diri bisa membuat mu bahagia, aku rela harus kehilangan mu dari perusahaan ini. " Dan aku rela menahan rasa sakit ini agar bisa melihatmu bahagia Lexa," batin Kai.
Alexa membiarkan Kai mengusap air matanya, debaran itu mengalun begitu indah di dadanya. Alexa memejamkan matanya, ia pun sakit harus pergi dari perusahaan ini dan menjauhi Kai. Namun ada hati yang harus ia jaga saat ini.
Kai mengajak Alexa untuk duduk, namun Alexa menolaknya. Ia tidak ingin terlalu lama bersama Kai, atau nanti ia tidak akan bisa mengontrol hatinya.
"Maaf Kai, tapi aku harus pulang," ucap Alexa dan langsung berlari pergi dari ruangan Kai.
Meninggalkan Kai yang berdiri mematung merasakan perasaan sakit dalam hatinya.
"Maafkan aku Kai, maafkan aku. Aku tidak akan pernah mengatakan perasaanku ini padamu. Kau pria yang baik, dan aku yakin di suatu tempat Tuhan sudah menyiapkan gadis yang baik juga untuk mu. Dan itu bukan aku yang egois ini. Aku yang sudah mencintai dua pria." ucap Alexa terus berlari.
***
Sedangkan di kantor Ars saat ini. Ars sedang memberikan pengertian kepada Mia karena akan memindahkan Mia ke devisi lain di kantor Raiden.
"Ars, kenapa kau melakukan ini?, kita sudah menjadi partner kerja bertahun-tahun. Apa aku melakukan kesalahan padamu Ars?," ucap Mia.
"Tidak Mia, pekerjaan mu sangat memuaskan. Tapi aku tidak ingin istri ku salah paham dengan kedekatan kita selama ini. Dia mengira kau menyukaiku Mia, dan aku harus menjaga hatinya. Kumohon mengertilah Mia," ucap Ars merasa bersalah.
"Oh, jadi ini karena Nona Alexa. Aku tahu Nona Alexa istrimu Ars. Tapi dia seharusnya bisa mengerti dirimu. Apa dia tidak pernah berfikir kau akan kewalahan nanti tanpa adanya aku," ucap Mia.
Mia menatap sinis Ars. "Tapi aku mencintaimu Ars. Aku yang lebih dulu mencintaimu, bukan Nona Alexa." batin Mia.
"Baiklah Ars," ucap Mia akhirnya. Ia sudah tidak bisa lagi menentang keinginan Ars. Mia tidak ingin Ars membencinya.
"Terimakasih Mia, Kau memang teman terbaikku," ucap Ars lega Mia menuruti keinginannya walaupun nantinya dia akan menjadi lebih sibuk lagi. Namun demi Alexa, Ars pun akan melakukan apa saja.
"Akan ada meeting sebentar lagi Ars. Biarkan aku bekerja dengan mu untuk hari ini saja. Untuk yang terakhir kalinya," ucap Mia.
"Baiklah"
"Terimakasih Ars"
Kini mereka pun menuju ruang meeting. Hari ini Ars akan meeting dengan perusahaan terbesar di Amerika. Dan ini adalah project besar. Ars sudah berjuang mati-matian agar bisa bekerja sama dengan perusahaan ini.
"Selamat pagi tuan," sapa Ars saat memasuki ruang meeting.
Dan meeting pun berlangsung. sesuai harapan,
Ars berhasil mendapatkan kerjasama dengan perusahaan tersebut. Namun itu membuatnya bimbang. Hanya Mia yang mengerti seluk-beluk perusahaan tersebut. Dan kini ia harus memindahkan Mia ke devisi lain.
__ADS_1
Ars pun menjadi bingung harus berbuat apa.
***
Ars memasuki halaman mansionnya. Ia melihat istrinya tengah menunggunya dan tersenyum manis padanya.
"Sayang, aku merindukan mu," ucap Ars mengecup kening istrinya. Lalu mereka masuk kedalam dengan bergandengan tangan satu sama lain.
"Aku juga sangat merindukanmu kak, sekarang mandilah, aku sudah menyiapkan air hangat untuk mu. Setelah itu kita baru kita makan, aku sudah membuatkan masakan kesukaan mu," ucap Alexa.
"Sayang, kau melakukan semuanya, lalu apa yang pelayan lakukan?," goda Ars.
"Kau jangan berlebihan kak, aku hanya memasak dan melayani suamiku saja. Apa itu salah?, apa kau mau pelayan yang mengurus semua kebutuhan mu?"
"Tidak sayang, hanya kau yang boleh mengurusku dan melayaniku," ucap Ars yang kini menarik pinggang Alexa dan mencium bibir merah istrinya itu.
"Ah sayang hentikan, nanti kalau ada pelayan yang melihat kita bagaimana?," ucap Alexa berusaha melepaskan pelukan suaminya.
"Biarkan saja," Ucap Ars.
"Tidak, aku malu. Cepatlah mandi, aku akan menunggumu di meja makan," ucap Alexa yang kini mendorong suaminya menuju kamarnya.
"Iya-iya sayang"
***
"Bagaimana, apa masakkanku enak?," tanya Alexa saat mereka selesai makan malam.
"Sangat enak. Tapi kenapa masakanmu bisa seenak Mami Ajeng sayang," tanya Ars.
"Aku selalu meminta Mami untuk mengajariku kak. Tapi setelah kau mencoba masakkanku yang asin waktu itu, kau sudah tidak mau memakan masakkanku lagi," ucap Alexa sendu. Ia teringat saat dulu Ars selalu bersikap dingin kepadanya.
"Maaf sayang, mulai saat ini aku akan selalu memakan apapun yang kau masakkan untuk ku."
"Oh iya kak, aku sudah mengundurkan diri dari perusahaan Kai. Apa kau juga sudah menepati janjimu untuk memindahkan Nona Mia ke devisi lain?," tanya Alexa.
"Su-sudah sayang," ucap Ars tersenyum canggung.
"Terimakasih sayang," ucap Alexa tersenyum girang.
"Maafkan aku sayang," ucap Ars dalam hati.
***
__ADS_1