
"Hiks... hiks... Kak Ars...," tangis Alexa yang terjatuh karena berlari mengejar Ars.
Ars yang tadinya berjalan cepat pun langkahnya terhenti. Ia menoleh ke belakang melihat Alexa yang terduduk memegangi lututnya yang berdarah.Ia pun segera berlari menghampiri Lexa.
"Kenapa kau selalu ceroboh, lihatlah lututmu berdarah karena kecerobohan mu!," bentak Ars. Namun ia mengeluarkan saputangan dan plaster luka.
Ars menutul pelan luka Lexa dan menempel plaster luka di lututnya. Kini usia Ars beranjak sepuluh tahun lebih. Dan Alexa yang baru empat setengah tahun.
Seiring berjalannya waktu, Ars jarang mengajak Alexa bermain. Sehingga membuat Lexa terus merengek mengikutinya.
Tadinya Ara selalu bermain bersama Lexa, namun karena sering di ejek oleh teman-temannya, Ars menjaga jarak dari Lexa.
"Lexa kau kenapa?, kau terjatuh?!," ucap Raiden yang baru datang.
"Lexa tidak apa-apa Ray, ini hanya luka kecil. Dan kak Ars sudah mengobati lukaku," ucap Lexa tersenyum manis menatap Ars.
"Rai, aku mau masuk kelas, jangan biarkan dia mengikuti kakak," ucap Ars kemudian berdiri dan meninggalkan Lexa dan Raiden.
"Kak Ars... bantu Lexa berdiri," rengek Alexa.
Namun Ars terus saja berjalan tanpa menoleh ke arah Alexa yang berteriak memanggil namanya.
"Ayo Lexa biar aku yang membantumu berdiri," ucap Raiden mengulurkan tangannya.
Alexa pun menganggukkan kepalanya, lalu ia menerima uluran tangan Raiden dan berdiri. Raiden membantu Alexa berjalan.
Lima belas tahun kemudian
Seorang pria yang terlihat begitu tampan tengah menatap jendela, terlihat begitu jelas langit yang membentang di depannya. Karena saat ini ia berada di lantai 25 di perusahaan yang resmi ia kelola tiga hari yang lalu.
"Ars," panggil seorang pria paruh baya di belakangnya.
Ars pun membalikkan badannya, ia menatap pria itu dengan sendu. Pria yang selalu bersamanya sejak ia kecil.
"Paman, apa kau tidak bisa mempertimbangkannya lagi?." Ars menghela nafasnya.
"Ars, bukankah aku sudah bilang, tubuh ku semakin tua. Paman hanya ingin menghabiskan waktu Paman bersama keluarga Paman." ucap Alex.
"Tapi Paman, apa Paman tega meninggalkan ku?. Aku sudah menanda tangani kepemilikan anak perusahaan yang ada di kota K untuk Paman. Paman bisa mengelolanya nanti,tapi Ars masih membutuhkan Paman. Paman tega membiarkan ku sendirian mengurus perusahaan Anthony Groups ini?.Ars tidak mungkin menyuruh Raiden untuk membantu Ars, karena dia pun harus mengurus perusahaan Papi. Ars mohon Paman?!," ucap Ars dengan pandangan memohon.
"Ars, Paman tidak pernah meminta anak perusahaan yang ada di kota K.Selama ini Paman ikhlas membantumu mengelola perusahaan ini. Kau sudah ku anggap sebagai Putraku sendiri Ars."
"Paman pantas mendapatkannya,Paman sudah bekerja keras sehingga perusahaan ini tetap menjadi yang nomor satu. Paman kumohon, Dampingi Ars selama Ars belum menikah saja Paman," ucap Ars mengatupkan kedua tangannya.
Alex menghela nafasnya, ia tidak pernah bisa menolak permintaan Ars. "Baiklah Ars, tapi ingat, setelah kau menikah kau harus menepati janjimu," ucap Alex akhirnya.
"Terima kasih Paman," ucap Ars memeluk Alex.
Disisi lain di sebuah universitas J, seorang gadis cantik sedang merencanakan sesuatu untuk menarik perhatian pria yang dicintainya.
"Raiden, nanti kau harus membantuku," ucap gadis cantik itu yang tak lain adalah Alexa.
__ADS_1
Alexa tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Namun dia sedikit bar-bar, walaupun begitu, Raiden sebagai sahabatnya selalu membantunya. Dan mereka begitu konyol bila sudah bertemu.
Seperti saat ini, Alexa mengajaknya bekerja sama untuk mendapatkan perhatian dari Ars. Ya, perasaan Alexa kepada Ars seiring berjalannya waktu berubah menjadi perasaan cinta.
Namun sekeras apapun Alexa mencari perhatian Ars. Ars tetap saja bersikap cuek padanya. Sehingga membuat Alexa kesal karena tidak berhasil membuat Ars melihatnya dan selalu mendapat amarah dari Ars.
Seperti sebelumnya,Waktu itu Alexa berusaha untuk mendapatkan perhatian Ars dengan membawakan makan siang ke kantor dengan hasil masakannya sendiri.
Namun saat Ars menyendokkan makanannya ke mulutnya. Ars memuntahkannya, karena rasanya begitu asin. Dan juga, saat berada di mansion Jonathan,Alexa berusaha membuatkan kopi untuk Ars dan membawanya ke ruang kerjanya. Namun saat hendak meletakkan kopi dimeja Alexa tersandung dan menumpahkan kopi itu ke berkas-berkas penting milik Ars.
Sehingga Ars marah besar dan semakin bersikap dingin dan acuh terhadap Alexa.
"Lexa, aku sudah sering membantumu. Tapi kau malah menyeretku kedalam masalah. Aku kapok membantumu," ucap Raiden kesal.
Alexa hanya nyengir kuda karena yang dikatakan oleh Raiden benar adanya.
"Ayolah Rai, kali ini pasti berhasil. Apa kau tidak ingin aku jadi saudaramu. Nanti kalau aku berhasil menjadi kakak ipar mu, aku akan mengabulkan semua keinginan mu," ucap Alexa mengerlingkan matanya.
"Ish, yang ada kau terus membawaku dalam masalahmu," decak Raiden.
"Ayolah, kau sahabat terbaikku. Please bantu aku ya," ucap Alexa memohon.
Raiden menatap kesal Alexa, namun ia pun dengan terpaksa mengiyakan permintaan sahabatnya itu.
"Oke, tapi ini yang terakhir kalinya aku membantumu. Kalau sampai tidak berhasil, kau terima saja kalau kak Ars itu bukanlah jodohmu," ucap Raiden.
"Yeeei, thanks Rai, aku yakin kali ini pasti berhasil.
Alexa sudah membayangkan bahwa rencananya nanti akan berhasil dan Ars akan jatuh cinta padanya. Alexa pun sudah tidak sabar untuk menunggu nanti malam.
" Malam Aunty, Uncle, "sapa Alexa yang baru saja datang. Sudah kebiasaan Alexa yang sering berkunjung ke mansion Jonathan.
" Malam sayang," ucap Ajeng.
Jonathan pun menganggukkan kepalanya.
"Untuk apa lagi kau datang kemari?!, mau membuat onar lagi," ucap Ars ketus.
"No kak Ars, aku hanya ingin meminjam buku kepada Raiden," ucap Alexa menundukkan kepalanya.
"Ars!," ucap Ars menatap tajam putranya.
Ars pun segera meninggalkan ruang keluarga tersebut karena kesal dengan Maminya.
"Maafkan kak Ars Lexa, dia terlalu banyak pekerjaan hari ini. Raiden sedang berada di ruang baca." ucap Ajeng tersenyum.
"Baiklah Aunty, Uncle ,Lexa permisi menyusul Raiden," ucap Alexa. Dan di anggukki oleh Jonathan dan Ajeng.
"Kau mau menjodohkan Ars dan Alexa sayang?. Bukankah kau lihat sendiri kalau putra kita terlihat tidak menyukainya?," ucap Jonathan setelah Alexa pergi.
"Ya, dan aku yakin sebenarnya putra kita itu menyukai Alexa." ucap Ajeng yakin.
__ADS_1
"Terserah kau saja sayang," ucap Jonathan menggelengkan kepalanya.
"Rai, cepat lah!, aku akan menyatakan perasaanku pada kak Ars saat ini." ucapnya Alexa.
"Iya-iya bawel. Tapi ini yang terakhir aku membantumu." ucap Raiden kesal.
"Oke," ucap Lexa tersenyum manis.
Raiden segera berdiri dan pergi menuju ruang kerja Ars.
Raiden mengetuk pintu ruang kerja Ars.
"Masuk!."
"Kak, ada yang ingin ku bicarakan denganmu," ucap Raiden.
"Katakan!"
"Aku ingin membicarakannya di ruang baca," ucap Raiden sedikit gugup.
"Kenapa tidak kau katakan di sini saja, Apa ada yang kau rencanakan kali ini," ucap Ars.
"Ti...tidak kak, sudah lama kita tidak berbincang bersama. Aku akan menunggu kakak di ruang baca," ucap Raiden cepat dan segera meninggalkan ruang kerja Ars.
Raiden bisa ketahuan bila tidak segera melarikan diri. Ia selalu hilang kata-kata saat melihat tatapan sang kakak.
Ars mengernyitkan dahinya seraya menatap kepergian adiknya. Ia pun segera melangkahkan kakinya menuju ruang baca.
Ars memasuki ruang baca, ia berjalan mencari keberadaan sang adik. Namun saat ia melihat selulit tubuh Alexa yang sedang tersenyum menatapnya. Ars baru menyadari bahwa ini pasti rencana adiknya itu.
Klik... terdengar suara pintu yang sedang terkunci.
Ars pun mendengus kesal mengetahui ulah adiknya. "Apa yang kalian rencanakan?!," ucap Ars menatap tajam wajah Alexa.
"Aku.. aku...," Alexa pun hilang kata-kata melihat tatapan tajam Ars.
"Kau selalu merepotkan ku, memberiku masalah. Dan sekarang masalah apa yang akan kau berikan padaku?!."
"Kak, untuk kejadian sebelumnya aku benar-benar tidak bermaksud memberi kak Ars masalah. Aku..."
"Sudahlah, aku muak melihatmu!, cepat kau hubungi Raiden untuk membuka pintunya. Dan kau, Pulanglah!,tidak baik untuk gadis berkeliaran ke rumah seorang pria di malam hari!," ucap Ars ketus.
Alexa yang mendengarnya pun menjadi menciut nyalinya. Rencananya sudah gagal, ia pun mengirimkan pesan kepada Raiden untuk membuka pintu ruang baca tersebut.
Cklek..
"Raiden, lain kali kalau kau melakukan hal ini lagi kakak tidak akan memaafkanmu. Antar pulang dia!," ucap Ars dingin.
Raiden pun menganggukkan kepalanya. Ars segera pergi dari sana dengan kesal.
"Mengganggu pekerjaanku saja," gerutu Ars.
__ADS_1
Raiden menghampiri Alexa yang menundukkan kepalanya. "Sudahlah, kau bisa menyatakan perasaanmu itu lusa. Bukankah kita akan mengadakan pesta makan malam di hotel Papi Jonathan?."
*****