Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 60


__ADS_3

Malam ini semua orang memasuki kamarnya masing-masing. Karena terlalu lelah, Ars pun tertidur dengan cepat.


Sedangkan Ajeng dan Jonathan kini berada di balkon Villa yang menghadap ke arah pantai.


"Sayang, aku mencintaimu," bisik Jonathan memeluk istrinya dari belakang.


"Aku pun sama sayang. Tapi ada sesuatu yang harus ku katakan padamu sayang," ucap Ajeng, membuat kening Jonathan berkerut.


"Apa yang ingin kau katakan sayang?," ucapnya masih memeluk erat istrinya.


"Aku harus membagi hatiku darimu sayang," ucap Ajeng menunduk.


"Apa maksudmu sayang?,"


"Aku mencintai orang lain"


Deg


Jantung Jonathan terpompa lebih cepat mendengar ucapan istrinya. Ia berfikir apakah dirinya berbuat salah, sehingga Ajeng membagi hatinya untuk orang lain. Namun Jonathan selalu memberikan banyak cinta untuk istrinya itu.


"Apa aku berbuat salah sayang, apa kau mau membalas semua perbuatan ku dulu?. Aku tidak bisa melihatmu membagi cinta dengan yang lainnya, aku bisa gila sayang," ucap Jonathan yang sudah membalikkan tubuh istrinya.


Jonathan menatap Ajeng dengan tatapan menghiba.


"Katakan sayang siapa orang itu, aku akan menghajarnya!," ucap Jonathan. Membuat Ajeng membelalakkan matanya.


"Kau mau menghajar anak kita!, aku akan menghajar mu duluan!," ucap Ajeng marah.


Jonathan mengernyitkan dahinya, "Apa maksudmu sayang?"


"Orang yang akan kau hajar adalah calon anak kita. Kau masih mau menghajarnya!," ucap Ajeng mengusap perutnya yang masih rata.


"K..kau..?"


"Iya sayang, aku hamil"


"Aku akan menjadi seorang ayah?"


Ajeng menganggukkan kepalanya,Lalu Jonathan menggendong tubuh Ajeng dan menciumi pipi istrinya berkali-kali.


"Sayang hentikan, jangan berlebihan. Ini kali keduaku mengandung," ucap Ajeng.


"Tapi ini pertama kalinya aku merasakan mengetahui istriku hamil. Dan aku sungguh sangat bahagia sayang," ucap Jonathan.

__ADS_1


Ya, ini memang kali pertamanya Jonathan merasakan benar-benar menjadi seorang ayah. Sebab saat dulu Ars mengandung Ars. Jonathan tidak mengetahuinya, mereka bertemu saat Ars sudah berumur empat tahun.


"Kalau begitu kau tidak boleh melakukan apapun, dan sekarang apa yang kau inginkan sayang?," tanya Jonathan seraya menurunkan istrinya.


"Aku ingin kau sayang," ucap Ajeng mengerlingkan matanya.


"Apa kita boleh melakukannya?"


"Asalkan pelan-pelan sayang," ucap Ajeng menganggukkan kepalanya.


Mereka akhirnya melakukan pergulatan panas mereka dengan perasaan yang bahagia. Jonathan benar-benar melakukannya pelan-pelan. Ia takut akan menyakiti calon buah hatinya.


Sedangkan di kamar lain, Alex dan Nani juga baru saja selesai melakukan pergulatan panas mereka. Alex berharap istrinya segera mengandung calon Alex junior.


"Sayang Terimakasih," ucap Alex mengecup kening Nani setelah mereka melakukannya. Lalu ia berbaring di samping tubuh istrinya dan mendekapnya erat.


Malam ini kedua pasangan itu tertidur dengan perasaan bahagia. Jonathan dan Ajeng yang sebentar lagi akan memiliki calon anak keduanya. Dan Alex bersama dengan istrinya yang baru saling menyatakan cinta di antara mereka.


Sedangkan Ars, ia berharap tidak akan ada lagi musuh yang dapat menghancurkan kebahagiaan keluarganya saat ini.


Beberapa Minggu kemudian,


Sepulangnya dari pulau X, Jonathan semakin posesif terhadap Ajeng. Dia tidak ingin Ajeng lelah sedikitpun. Hingga Ars jengah terhadap sikap Papinya itu.


Namun Ars juga merasa senang akan memiliki seorang adik bayi. Ia berharap kelak adiknya perempuan.


Alex seringkali muntah saat di kantor, ia juga sering uring-uringan. Nani yang merangkap sebagai sekertarisnya pun harus ekstra sabar menghadapinya.


Seperti hari ini, Alex tiba-tiba ingin makan makanan seafood yang ada di jalan J. Tapi meeting sebentar lagi akan dimulai.


"Sayang, apa kau tidak bisa menunda keinginanmu itu?!, sebentar lagi kita akan meeting. Ken pasti sudah menunggu," ucap Nani kesal.


"Tapi aku benar-benar ingin makan makanan itu sayang. Dan aku ingin kau yang menyuapiku," ucap Alex membuat Nani melongo.


Nani benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan suaminya itu. Akhir-akhir ini Alex selalu bersikap manja padanya. Dan setiap pagi pasti Alex selalu memuntahkan isi perutnya saat bangun tidur.


Nani sempat akan membawa suaminya ke dokter, namun Alex menolaknya karena Alex memang memiliki riwayat penyakit maag.


Jadi Alex berfikir mungkin maag nya sedang kambuh.


"Baiklah, tapi kita harus selesaikan meeting ini. Setelah itu aku akan menyuapimu makan ," ucap Nani.


"Tapi..."

__ADS_1


"Tidak ada tapi!, ayo sayang, Ken sudah menunggu di ruang meeting," ajak Nani yang sudah berjalan mendahului Alex.


Mau tidak mau Alex pun mengikuti Nani di belakangnya.


"Selamat siang Tuan Kenzo, maafkan kami sudah terlambat," ucap Nani.


Kenzo tersenyum seraya menganggukan kepalanya. Ia pun menatap heran Alex yang berada di belakang Nani menutup hidungnya.


"Tuan Alex, apa anda baik-baik saja?," tanya Kenzo.


"Parfum apa yang kau pakai?, ini sungguh membuatku mual," ucap Alex.


Nani membelalakkan matanya mendengar ucapan suaminya yang frontal. Ia pun menyenggol lengan Alex.


"Maaf Tuan Kenzo, Tuan Alex sedang tidak enak badan hari ini. Jadi bicaranya sedikit ngelantur," ucap Nani meminta maaf.


Alex mengerutkan keningnya menatap wajah Alex yang memang sedikit pucat. Ia pun mulai mendekati Alex.


Tapi saat Ken semakin dekat, tiba-tiba Alex ingin memuntahkan cairan perutnya. Ia benar-benar tidak tahan menghirup aroma parfum Ken.


Alex segera berlari ke kamar mandi yang ada di ruangan tersebut. Ia benar-benar memuntahkan semua isi perutnya.


Nani yang melihat suaminya berlari ke kamar mandi pun mengikutinya. Ia memijat tengkuk leher suaminya untuk meringankan rasa mual suaminya.


"Sayang, kita harus ke dokter, ini sudah kesekian kalinya kamu memuntahkan sarapan mu," ucap Nani cemas.


Alex tidak menyahut perkataan istrinya, ia terlalu lemas saat ini.


"Nana, sepertinya suamimu sedang sakit. Lebih baik kita tunda dulu meeting hari ini. Kau harus membawanya ke dokter," ucap Ken yang mengikuti Nani.


Muntah Alex semakin menjadi kala kembali mencium parfum Ken.


"uwek... uwek.... suruh dia pergi!,parfumnya membuatku tidak tahan," ucap Alex disela muntahnya.


"Ken, maafkan aku, tapi sepertinya kau harus pergi. Aku benar-benar minta maaf Ken," ucap Nani merasa bersalah karena telah mengusir Ken.


Ken yang mengerti akan kondisi Alex pun menganggukkan kepalanya. "Baiklah, tidak apa-apa Na, aku bisa mengerti. Cepat bawa suamimu ke rumah sakit."


"Iya Ken aku akan membawanya saat ini juga."


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi," ucap Ken dan diangguki oleh Nani.


Ken segera keluar dari ruang meeting bersama dengan asistennya. Seketika mual Alex menghilang saat tidak mencium bau parfum Ken lagi.

__ADS_1


"Sayang, sebelum ke rumah sakit pokoknya kita harus makan makanan seafood di jalan J sana," ucap Alex membuat Nani heran dengan penyakit suaminya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2