Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 52


__ADS_3

Setelah mendapatkan donor darah dari Alex, kondisi Nani berangsur-angsur stabil. Operasi pun berjalan dengan baik. Semua orang bernafas lega dengan hal tersebut.


Jonathan pun sampai di rumah sakit menyusul keberadaan istri dan putranya. Ia telah menghukum orang-orangnya karena telah lalai dalam mengawasi istri dan putranya.


"Sayang, kalian tidak apa-apa?," tanya Jonathan yang langsung mendekap erat istri dan putranya.


"Kami tidak apa-apa sayang, tapi Nani, dia tertembak karena telah menyelamatkan Ars," ucap Ajeng masih terisak


Jonathan menatap Alex yang tengah khawatir kepada istrinya. Ia pun berjalan kearahnya.


"Alex, aku berhutang nyawa kepada istrimu karena telah menyelamatkan Ars," ucap Jonathan tulus.


"Kami akan selalu melindungi Tuan muda kecil walaupun dengan nyawa kami Tuan."


"Terimakasih, aku berharap istrimu segera pulih dan segera sadar." Jonathan tidak pernah mengatakan terimakasih kepada siapapun, namun menyangkut keluarganya ia mengesampingkan hal tersebut.


"Dengan keluarga pasien?," ucap dokter yang baru keluar.


Alex segera berdiri, "saya suaminya dok"


"Pasien akan kami pindahkan ke ruang intensif, dan hanya satu orang yang boleh menunggunya di dalam," tutur dokter.


Semua orang bernafas lega, mereka pun mengikuti dokter yang membawa Nani ke ruang perawatan Nani.


"Jo aku ingin bicara denganmu," ucap Ken.


"Apa yang ingin kau bicarakan Ken katakanlah."


"Aku tidak bisa mengatakannya disini."


Jonathan mengernyitkan dahinya, namun ia segera mengajak Ken menjauh dari sana.


" hal penting apa yang ingin kau katakan Ken?"


"Ini mengenai keselamatan keluargamu Jo"


Ken akhirnya menceritakan semuanya yang Nani katakan pada Jonathan. Tadinya Ken akan mengatakannya pada Ajeng. Namun ia berfikir ulang. Dan akhirnya ia pun menceritakannya kepada Jonathan.


"Kurang ajar, aku pasti akan menyngkirkan penghianat itu. Terimakasih untuk informasinya," ucap Jonathan menepuk pundak Ken.


Jonathan segera menghampiri istri dan putranya untuk mengajaknya pulang. Namun Ajeng menolaknya.


"Sayang, aku ingin menunggu Nani sadar"


"Tapi dia sudah ada suaminya yang menungguinya. Lagipula hanya diperbolehkan satu orang untuk menunggu di dalam.Lalu kau mau menunggu di mana hum?," ucap Jonathan.

__ADS_1


Akhirnya Ajeng pun menyetujui untuk ikut suaminya pulang.


"Alex, kabari aku kalau Nani sudah sadar. Aku akan pulang dulu," ucap Ajeng kepada Alex.


"Baiklah Nona, saya akan mengabari Anda bila Nani sadar"


Jonathan dan istrinya beserta Ars pun pulang ke mansionnya ,tak terkecuali Ken. Sedangkan Alex masuk kedalam ruang rawat istrinya.


Alex menatap dalam tubuh lemah istrinya yang terbaring tak berdaya. Ia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga keselamatan istrinya. Ia juga menyesal telah berkata kasar terhadap Nani sebelum Nani tertembak.


Alex duduk di samping Nani, perlahan tangannya menggenggam tangan Nani. Ia menangis melihat keadaan Nani saat ini.


"Maafkan aku Na, aku tidak becus menjagamu. Aku sudah menyakitimu, aku juga bukan suami yang baik. Maafkan aku sudah berkata kasar padamu. Itu karena aku merasa cemburu melihatmu bersama pria itu Na. Aku bingung perasaan apa ini, aku belum pernah merasakannya. Hatiku sakit saat melihatmu menangis, aku tidak ingin orang lain memilikimu.Maafkan aku, maafkan aku," ucap Alex mencium tangan Nani. Lalu perlahan matanya mulai terpejam tertidur dengan menyenderkan kepalanya.


Perlahan Nani mulai membuka matanya saat yakin suaminya sudah terlelap. Ia tersenyum bahagia mendengar ungkapan dari suaminya itu.


Ya,Nani sebenarnya tersadar saat merasakan ada yang menggenggam tangannya. Namun ia enggan untuk membuka matanya. Ia pun mulai mendengarkan ungkapan hati Alex.


Kini ia merasa bahagia karena ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangan. perjuangannya selama ini tidak sia-sia. Kini suaminya mencintainya.


Nani pun mengusap lembut rambut Alex ,lalu perlahan ia kembali tertlelap menyusul sang suami.


Keesokan paginya, Alex perlahan membuka matanya. Ia menatap istrinya yang saat ini belum tersadar. Alex mengusap lembut tangan Nani sembari tersenyum. Ia pun memutuskan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.


Alex kembali mendudukkan dirinya di samping Nani. Ia menatap lembut wajah sang istri cantiknya.


Perrlahan Nani mengerjapkan matanya. Ia pun mulai bangun dari tidurnya.


Alex yang melihatnya merasa senang dan bahagia."Kau sudah bangun Na?, "ucap Alex senang. Ia pun segera mengambil air putih di atas nakas.


" Ayo minumlah dulu," ucapnya kemudian.


Nani segera meminumnya dengan dibantu oleh suaminya.


"Aku sangat senang kau sudah sadar Na, aku benar-benar takut kehilanganmu," ucap Alex berkali-kali mencium tangan Nani.


"Siapa kamu," ucap Nani.


Alex terkejut mendengar perkataan istrinya.


"Aku suamimu Na, apa kau lupa?, aku Alex suamimu," ucap Alex menjelaskan.


"Alex siapa?"


Alex pun segera menekan tombol interkom memanggil dokter. Tak menunggu lama dokter pun segera datang.

__ADS_1


"Dokter kenapa istri saya tidak mengenali saya, apa yang terjadi dok?," tanya Alex cemas.


"Silahkan keluar dulu Tuan, biarkan kami memeriksa pasien dulu," ucap dokter.


Alex pun menuruti ucapan dokter, ia segera keluar dari sana. Alex benar-benar kacau memikirkan istrinya yang tidak mengenali dirinya.


Disaat ia ingin memperbaiki semuanya, sekarang muncul masalah baru lagi. Alex mondar-mandir menunggu hasil pemeriksaan dokter.


Tak lama kemudian, dokter pun keluar. Alex segera menghampiri sang dokter.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?"


"Menurut dugaan, istri Anda sedang mengalami amnesia Tuan. Itu disebabkan karena peluru itu mengenai kepala bagian belakang pasien," ucap dokter.


"Apa dok?!" Alex begitu terkejut.


"Lalu apakah istri saya bisa mengingat saya lagi dok?."


"Menurut saya, itu hanya sementara, tapi kita tidak akan pernah tahu yang terjadi selanjutnya. Sebaiknya anda mengingatkan kembali kenangan-kenangan termanis Anda dengan istri Anda. Karena kemungkinan itu akan mempercepat ingatan istri Anda kembali," tutur dokter.


"Bagaimana mengingatkan tentang kenangan termanis. Sedangkan kami tidak pernah memiliki kenangan manis," ucap Alex dalam hati.


"Baiklah dok terimakasih," ucap Alex.


"Kalau begitu saya permisi," ucap dokter kemudian pergi dari sana.


Sedangkan Nani saat ini tersenyum penuh arti. Ia sebenarnya hanya ingin mengerjai suaminya saja. "Siapa suruh kau mengataiku seperti itu. Kau akan merasakan hukuman dariku suamiku," ucap Nani dalam hati.


"Siapa kau?,kenapa kau kemari?," ucap Nani yang melihat Alex kembali masuk kedalam.


"Aku suamimu Na.Dan kau adalah istriku," ucap Alex.


"Jadi kau suamiku?, kalau kau suamiku apakah ada buktinya. Kalau kamu memang suamiku pasti ada foto kita berdua di ponselmu kan. Sini aku mau lihat," ucap Nani.


Alex membeliak, ia sadar di ponselnya tidak ada foto mereka berdua. Mengingat hubungan mereka tidak baik sebelumnya.


"Aku tidak punya foto kita berdua," ucap Alex lirih. "Tapi aku akan membuktikan dengan bukti lainnya nanti. Oh iya, lihatlah cincin yang kau pakai, bukankah itu sama dengan yang ku pakai. dan lihatlah didalamnya ada namaku disana," ucap Alex berusaha menjelaskan.


"Ahhh!!" . Nani merasakan pusing di kepalanya.


"Kau tidak apa-apa Na, Jangan terlalu banyak bicara dan bergerak dulu, kau masih lemah, ucap Alex.


Nani pun menganggukkan kepalanya setuju.


**********

__ADS_1


Maaf up sore gengks, lanjut besok pagi lagi Yah, jangan lupa like komen dan votenya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Happy reading..


__ADS_2