Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 92


__ADS_3

"Kalian saling kenal?," tanya Aray mengerutkan keningnya. Begitu juga dengan Nani.


"Stive, dia Stive. Kami bertemu dengannya kemarin,"tutur Vio di anggukki Alexa.


Aray tersenyum menggelengkan kepalanya, ia tahu bagaimana kelakuan sang adik.


"Ya, dia memang Stive, tapi dia juga Rio, namanya yang sebenarnya adalah Rio. Stive adalah nama pemberian mommy Angela," ucap Aray. Dan itu membuat Alexa menatap Stive, begitu juga dengan Stive. Stive menatap Alexa dengan senyuman.


"Memangnya siapa mereka kak?,"tanya Stive.


"Rio, mereka Putri Mama. Apa kau tidak merindukan Mama mu ini nak?,"ucap Nani.


"Aunty.". Rio langsung memeluk Nani.


"Kau adalah putra Mama, panggil Mama sayang. Lihatlah,kau sudah sebesar ini," ucap Nani seraya melepaskan pelukannya.


"Iya Mam, lalu siapa mereka?," tanya Stive dengan menatap ke arah Alexa dan Vio.


"Mereka adalah putri dan keponakan Mama," ucap Nani. Lalu Nani pun memperkenalkan mereka.


Beberapa saat kemudian, mereka saling tertawa.


"Aku tidak menyangka ternyata Alexa adalah putri mu Ma. Mama tahu, Stive sudah menyatakan perasaan kepada Alexa. Dan ternyata dia sudah memiliki suami," ucap Stive pura-pura sedih.


"Kau tidak boleh menyukai Putri Mama Stive, Alexa hanya milik Ars. Atau kau nanti akan berurusan dengannya." ucap Nani tertawa.


Sedangkan Alexa hanya tersenyum kecut mendengar nama suaminya.


"Benarkah? lalu di mana suamimu Alexa?," tanya Stive menatap Alexa.


"Dia..dia masih di Jepang, pekerjaannya belum masih bisa ditinggalkan," ucap Alexa memaksakan senyumnya


"Oh ya?,wah suamimu pasti pekerja yang hebat. Memangnya dia bekerja di bagian apa?," tanya Stive kembali.


"Suami Alexa tidak bekerja di bagian apa Rio. Dia pemilik perusahaan D'ANS Corp. Dan dia juga putra aunty Ajeng,"ucap Nani menjelaskan.


Seketika itu Aray terbatuk-batuk saat mendengar ucapan Nani.


"Maksud Mama pemilik perusahaan D'ANS Corp itu adalah suami Alexa dan juga putra aunty Ajeng?," tanya Aray kembali.


"Iya sayang, memangnya kenapa?."


"Kenapa semua serba kebetulan sekali,"ucap Aray. Hingga membuat semua mengerutkan keningnya.


"Maksud kak Aray apa?,"tanya Alexa.


"Aku sedang menjalin kerjasama dengan perusahaan D'ANS Corp yang ada di cabang Jepang. Dan karena Tuan Ars sedang ada urusan lain,makanya aku kemari untuk melanjutkan proyek kerja yang ada di sini, jangan bilang kalau tuan Ars adalah suami mu?," ucap Aray menatap Alexa.


Alexa menganggukkan kepalanya, ia pun tidak menyangka dengan semua kebetulan ini.


Namun tiba-tiba ponsel Nani bergetar, Nani melihat sebuah panggilan dari suaminya.


"Sayang, kalian ngobrol-ngobrol dulu, Mama mau mengangkat telepon sebentar," ucap Nani, kemudian ia pun segera menjauh dari sana.


Stive menatap Alexa yang sedari tadi terlihat tidak nyaman saat membicarakan tentang suami Alexa.

__ADS_1


"Al,apa kau sedang ada masalah dengan suamimu?," tanya Stive.


Alexa menatap Stive, lalu ia pun menatap ke sembarang arah. "Tidak"


"Jangan berbohong, wajahmu mengatakan bahwa ada sesuatu."


Aray pun memperhatikan Alexa. Selama ini Stive memang pandai membaca mimik wajah seseorang. "Benarkah yang Stive katakan Alexa?,"tanya Aray.


"Ya, mereka memang sedang ada masalah kak,"ucap Vio membuat Alexa menatapnya tajam.


"Vio!."


"Apa?!, memang benar kan yang ku katakan kak Lexa?!," ucap Vio.


"Sayang," panggil Nani.


Alexa terkejut karena Mamanya tiba-tiba berada di sampingnya. Ia takut Mamanya mendengar ucapan Vio barusan.


"Maafkan Mama, Mama harus pergi. Papa menyuruh Mama untuk membantunya menyelesaikan pekerjaan penting. Kalau begitu Mama pergi dulu ya?, kalian lanjutkan ngobrol-ngobrolnya,"ucap Nani menatap semuanya.


Alexa menghembuskan nafas lega. "untunglah, sepertinya Mama tidak mendengar ucapan Vio barusan," ucap Alexa dalam hati.


"Baiklah Ma," ucap semuanya.


Setelah itu Nani pun bergegas pergi dari sana.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku Al, Apa yang di katakan Vio benar?,"tanya Stive.


Alexa masih terdiam, ia tidak tahu apakah Ia akan menceritakan masalah rumah tangganya kepada Aray dan Stive.


"Al, Kenapa kau tidak menikah dengan ku saja. Aku pasti akan lebih bisa membahagiakan mu,"ucap Stive. Stive kesal dengan Ars saat mendengar semua cerita dari Alexa.


"Aduh..., kenapa kakak menjewer ku!," ucap Stive mengaduh saat sang kakak menjewer telinganya.


"Kau itu!, kenapa kau malah berkata seperti itu Stive?. Alexa adalah adik kita."


"Iya-iya kak!. Tapi aku begitu kesal dengan suaminya itu!."


"Sudahlah kak Aray,kak Stive. Ini adalah rumah tangga ku. Kalian tidak perlu berdebat karenanya." ucap Alexa berusaha menghentikan perdebatan Stive dan Aray.


"No Alexa, kau adalah saudara kita. Kami tidak akan membiarkan mu disakiti suamimu seperti itu. Walaupun dia adalah saudara kita juga, tapi aku tidak membenarkan sikapnya terhadap mu Al" ucap Aray.


"Aku setuju dengan ucapan kak Aray," sahut Vio.


"Ah, Aku ada ide untuk memberi suami mu itu pelajaran," ucap Stive.


***


Ars sedang melamun saat ini, bayangan Alexa terus saja menguasai otaknya.


"Tunggu Aku sayang," ucapnya dalam hati.


Kini Ars sedang berada di pesawat. Ia akan menyusul istrinya. Sudah saatnya Ia untuk membicarakan masalahnya dengan istrinya. Sudah cukup waktu yang Ia berikan kepada Alexa untuk mendinginkan hatinya.


Kini sudah saatnya Ia untuk menjemput istrinya. Ars sudah sangat merindukan Alexa. Ars akan melakukan apa saja agar bisa mendapatkan maaf dari istrinya itu.

__ADS_1


Dan beberapa saat kemudian pesawat yang Ars tumpangi telah landing.


Disana sudah ada supir Ars yang sudah menjemputnya. Ars pun segera masuk ke dalam mobil. Hatinya berdebar, Ia sudah tidak sabar untuk menemui istrinya.


Sesampainya di halaman mansionnya, Ars segera berlari menuju kedalam. Ia berpikir Alexa pulang ke mansionnya itu.


Namun saat ia sampai di kamarnya, Ars tak menemukan Alexa. Ia bahkan bertanya kepada beberapa pelayan yang ada di mansion. Tapi mereka mengatakan bahwa Alexa belum pulang ke mansion Ars.


Ars merasa kecewa, Ia sudah bisa memastikan bahwa istrinya pasti pulang ke mansion Alex.


Ars tidak tahu bagaimana caranya menghadapi Papa mertuanya itu nanti. Ia sudah berjanji tidak akan menyakiti putrinya. Tapi sepertinya Ia akan mendapatkan amukan besar dari mertuanya nanti.


Namun Ars tidak akan menyerah, Ia pun segera membersihkan dirinya dan setelahnya ia pun pergi ke mansion Alex yang letaknya tidak jauh dari mansion miliknya.


Kini Ars sudah berada di halaman mansion Alex. Hatinya berdebar, ia akan menerima apapun konsekuensinya nanti. Ars berfikir mungkin Alex akan menghajarnya habis-habisan.


Belum sembuh luka pukulan dari Kai dan papanya, mungkin nanti akan bertambah lagi dengan beberapa pukulan.


Ars menekan bel pintu mansion mertuanya, dan beberapa saat kemudian Alex sendirilah ternyata yang membuka pintu tersebut.


Dan kini Ars pun bertatap muka dengan Alex. Keringat dingin mulai keluar dari tubuh Ars. Ars pun menelan ludahnya sendiri saat melihat tatapan tajam dari Alex.


"Kenapa kau baru datang, Apa pekerjaan lebih penting dari putriku!," ucap Alex.


"I-iya Pa, maafkan aku,"ucap Ars takut, Ia pun memejamkan matanya berusaha untuk menerima pukulan dari Alex.


" Kenapa kau memejamkan matamu seperti itu Ars!, masuklah!," suruh Alex.


Ars mengkedip-kedipkan matanya, Ia bingung kenapa Alex malah menyuruhnya untuk masuk. Bukankah seharusnya Papa mertuanya itu marah padanya?.


"Alexa masih belum pulang kerja, naiklah ke atas dan istirahatlah, sebentar lagi istrimu pasti akan pulang,"ucap Alex.


Ars hanya menganggukkan kepalanya lalu ia pun mulai melangkahkan kakinya menuju kamar istrinya.


Namun langkahnya terhenti saat Ars menyadari sesuatu. Tadi Papa mertuanya mengatakan bahwa Alexa sedang bekerja?.


"Pa, Alexa bekerja?," tanya Ars membalikkan badannya.


Alex mengerutkan keningnya heran dengan pertanyaan Ars.


"Kenapa kau malah bertanya kepada ku Ars?, bukankah kau yang mengizinkan putriku bekerja?," ucap Alex.


"I-iya,"ucap Ars. Ia pun kembali membalikkan badannya dan menuju kamar Alexa.


"Alexa tidak pernah menghubungi ku dan meminta izin untuk bekerja. Dan Papa Alex juga sepertinya tidak tahu dengan masalah kami. Apa Lexa tidak menceritakan kepada Papa dan Mama?,"ucap Ars bertanya-tanya sedari tadi.


Dan di saat itu pintu pun terbuka, Ars pun melihat ke arah pintu. Dilihatnya wanita yang sangat Ia rindukan satu Minggu ini. Ars pun tersenyum dan menghampiri sang istri.


"Sayang.."


"STOP!, berhenti di sana!," ucap Alexa membuat Ars mematung.


***


**Aduh genks, sepertinya gantian othor yang akan tepar 🤕. Tapi akan othor usahakan untuk tetap nulis. Karena perjuangan Ars untuk mendapatkan istrinya baru akan dimulai💪.

__ADS_1


Happy reading**...


__ADS_2