
Alex melepaskan pagutannya, ia menatap lembut wajah Nani yang memerah. Alex tersenyum gemas melihat ekspresi wajah istrinya itu.
"Kenapa dia terlihat begitu menggemaskan?. Aku bodoh selama ini karena tidak pernah memperhatikannya," ucap Alex dalam hati.
Lalu ia pun mengusap lembut rambut istrinya seraya tersenyum.Membuat sang empunya salah tingkah karenanya.
"Kau darimana?, apa semalam kau pulang?," tanya Nani canggung. Ia bingung harus berkata apa kepada Alex. Ia terlalu malu dengan apa yang terjadi barusan.Karena itu adalah ciuman pertamanya, sekaligus ciuman pertama setelah sekian lama ia menikah.
"Semalam ada urusan penting, jadi aku harus mengurusnya. Maaf kalau aku terlambat datang kemari,semalam aku ketiduran," ucap Alex.
Nani lupa akan rencananya untuk membuat Alex bertekuk lutut padanya. Ia terlalu terbuai dengan kelembutan sikap Alex.
"Apa kau sudah sarapan, aku membawakan sarapan untukmu, tadi aku membelinya di jalan," ucap Alex memperlihatkan kantong plastik yang ia bawa.
"Aku belum sarapan, tapi tadi Ken membawakanku sarapan," ucap Nani menunjuk kantong plastik yang ada di nakas.
"Jangan makan yang itu!, makan yang ini saja!.Aku akan menyuapimu," ucap Alex dengan wajah kesal.
"Tapi bagaimana dengan makanan yang dibelikan Ken?, kan sayang kalau tidak dimakan," ucap Nani. Dan itu membuat Alex semakin kesal.
"Apa kau tidak mau makanan yang kubawakan, kau lebih menginginkan makanan yang dibawa pria tadi?!.Kalau begitu makan saja sendiri,aku tidak mau menyuapimu. Aku akan memberikan makanan yang kubeli untuk suster di rumah sakit ini," ketus Alex.
"Jangan, aku akan memakan makanan yang kau beli," ucap Nani cepat.
Senyum tipis tersungging di bibir Alex. "Baiklah, kalau begitu biar aku menyuapimu. Nanti akan kuberikan makanan itu kepada suster," ucap Alex menunjuk makanan di nakas.
Alex membuka makanan itu dan mulai menyuapkan kepada istrinya. Ajeng pun membuka mulutnya dan memakannya. Hatinya menghangat dengan perlakuan suaminya.
Alex menyuapi istrinya hingga makanan itu tandas. Setelahnya Alex memberikan minum untuk Nani.
"Istirahatlah, aku akan menanyakan kepada dokter apakah kau sudah bisa pulang atau tidak," ucap Alex dan diangguki oleh Nani.
...****************...
"Papi, bolehkah aku ke rumah sakit ikut Mami?, hari ini Aunty sudah diperbolehkan pulang. Ars ingin ikut menjemput Aunty Nani," rengek Ars. Ia memperlihatkan wajah manisnya agar Jonathan memperbolehkan dirinya ikut.
Jonathan tidak menyangka, putranya yang begitu imut ini Adalah Mr Zero.
"Tapi bukankah kau harus sekolah Ars?, Apa Mr Zero akan membolos?," goda Jonathan.
Ars mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Papinya.Sedangkan Ajeng dan Belinda hanya menatap keduanya jengah.
"Baiklah nak, kau boleh ikut Mamimu," ucap Jonathan kemudian dengan menahan senyum. Ia sangat senang melihat bibir lucu Ars saat cemberut.
Ars pun tersenyum senang, lalu ia turun dari kursinya dan berlari ke pangkuan Jonathan dan memeluknya seraya menciumi pipi Papinya.
"Orang-orang pasti mengira Mr Zero itu orang yang misterius. Mereka tidak akan pernah menyangka bahwa Mr Zero itu anak yang selucu kamu Ars," ucap Jonathan terkekeh.
__ADS_1
Ars hanya nyengir kuda, lalu ia kembali ke kursinya dan menyantap sarapan paginya.
Karena saat ini mereka sedang menikmati sarapan di meja makan.
Setelah mereka selesai menyantap sarapan pagi mereka, Jonathan dan Ajeng beserta Ars berpamitan kepada Belinda untuk kembali ke mansionnya.
"Kenapa tidak menginap di sini untuk beberapa hari lagi?, Nenek pasti akan merindukan kalian," ucap Belinda.
"Nenek, kami akan sering berkunjung kemari. Kami pulang dulu," ucap Ajeng mencium kedua pipi Belinda, begitu juga Ars.
"Baiklah, berhati-hatilah dijalan," ucap Belinda.
"Iya Nek." Ajeng dan keluarganya pun masuk ke mobil. Mobil itupun segera meninggalkan mansion utama.
"Sayang, antar kami ke rumah sakit saja, aku mau langsung kesana saja," pinta Ajeng.
"Baiklah, kalau begitu aku juga akan langsung ke kantor."
Sesampainya di rumah sakit, Jonathan mengantar istri dan putranya ke kamar rawat Nani. Disana ia pun bertemu dengan Alex.
Ajeng ,Nani dan Ars tengah bercanda dalam ruangan rawat Nani. Sedangkan Jonathan mengajak Alex untuk berbicara.
"Alex," panggil Jonathan.
"Ya, Tuan Jonathan."
Alex tidak percaya dengan apa yang ia dengar, seorang Jonathan berterimakasih padanya.
"Apakah kau benar-benar Tuan Jonathan, apakah saya tidak salah dengar?," ucap Alex membuat Jonathan menatapnya tajam.
"Kalau begitu saya akan mencabut ucapan terimakasih saya," ucapnya ketus. Jonathan sebenarnya gengsi bila harus mengatakan terimakasih kepada Alex. Namun ia melihat Alex selalu menjaga Ars. Jadi ia menurunkan egonya untuk berterimakasih kepada Alex.Namun Alex mengejeknya, ia pun memutuskan untuk meninggalkan Alex dan berangkat ke kantornya.
" Sama-sama Tuan, putramulah yang telah menyelamatkan nyawa saya dan adik saya." Alex pun menghentikan langkah Jonathan.
Jonathan membalikkan badannya menatap Alex, ia merasa bangga mempunyai putra seperti Ars. "jangan pernah lengah melindunginya, mulai sekarang aku juga akan selalu melindungi Putraku," ucap Jonathan tersenyum kepada Jonathan.
Alex menganggukkan kepalanya, ia menatap punggung Jonathan yang mulai menghilang.
"Sudah siap?," ucap Alex saat memasuki ruang Nani.
"Siap Paman, ayo kita bawa Aunty pulang," ucap Ars penuh semangat.
"Aku tidak bertanya padamu Ars,aku bertanya pada istriku," ucap Alex menatap Nani.
"Aku sudah siap," ucap Nani tersipu. Sedangkan Ajeng terkekeh melihat interaksi antara Alex dan sahabatnya.
"Iya-iya yang sudah punya istri," sindir Ars.
__ADS_1
"Diamlah anak kecil, sekarang bantu aku mengambil kursi roda itu," ucap Alex.
Ars mendengus kesal, namun ia tetap melakukannya. Ajeng dan Nani hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Alex dan Ars.
Sesampainya di mansion Alex, Ajeng berkutat di dapur untuk membuat makan siang. Sedangkan Ars selalu mengganggu Alex saat ingin mendekati istrinya. Dan semua itu membuat Nani tersenyum geli melihat kelakuan Alex dan Ars.
"Sana bantu Mami mu saja Ars," suruh Alex.
"No Paman, Ars ingin menemani Aunty!"
Alex pun mendengus kesal karena dirinya sebenarnya ingin bersama istrinya itu. Semenjak mereka berciuman tadi, Alex selalu ingin berdua dengan Nani. Tapi sekarang, ada Ars yang selalu mengganggunya. Dan itu benar-benar membuatnya kesal.
Ars memang sengaja mengganggu Alex mendekati Nani. Ia ingin menghukumnya karena selama ini Alex menyia-nyiakan auntynya.
"makan siang sudah siap," ucap Ajeng yang masuk ke dalam kamar Nani. Ajeng membawa makan siang Nani ke kamar.
"Wah, baunya enak," ucap Nani.
"Biarkan saya yang menyuapi Nani Nona Ajeng. Nona dan Ars makan siang duluan saja," ucap Alex. Sebenarnya ini adalah akal-akalannya saja untuk bisa berdua bersama istrinya.
"Baiklah Lex, kalau begitu ayo nak kita makan siang," ajak Ajeng.
Mau tidak mau pun akhirnya Ars menuruti Maminya. Walaupun saat ini mukanya ditekuk.
"Ok Mam," ucap Ars berjalan mengikuti Maminya.
Alex menyunggingkan senyumnya saat melihat pengganggu kecil itu sudah keluar dari kamar. Alex menatap sang istri dengan pandangan yang sulit diartikan. Senyumnya tersungging di bibirnya.
"Aku suapi ya sayang," ucap Alex. Ia mulai menyendokkan makanan ke mulut istrinya.
Sedangkan Nani menatap aneh kepada Alex yang sedari tadi terus saja menatapnya dengan tersenyum.
"Kenapa dia terus melihat ku seperti itu?. Apa ada yang ia rencanakan?," ucap Nani dalam hati.
Setelah makanan itu tandas, Alex memberikan satu gelas air putih untuk istrinya.
"Sudah?," tanya Alex.
Nani pun menganggukkan kepalanya.Ia menatap heran suaminya yang saat ini berjalan mendekatinya. Alex duduk di samping Nani, ia pun mendekatkan wajahnya.
Nani terkejut dengan apa yang Alex lakukan. Jantungnya berdetak kencang saat hidung mereka hampir bersentuhan. Nani memejamkan matanya, Alex pun semakin mendekatkan wajahnya.
"Paman..., Aunty...apa yang kalian lakukan?," tanya Ars yang tiba-tiba muncul.
Alex segera berdiri, sedangkan Nani melengos ke samping dengan malu. Mereka berdua sama-sama canggung. Alex benar-benar mengumpat dalam hati. Usahanya gagal untuk kembali merasakan manisnya bibir istrinya.
...****************...
__ADS_1
Maaf genks baru up, author lagi flu, jadi otak ikutan blank. Udah seribu kata lebih nih ,maaf kalau ada yang gak nyambung. Selanjutnya author mau bikin cerita dewasanya Ars. Terima kasih telah membaca novel authorππππ