
Sedangkan di London, Raiden kini telah selesai merampungkan pekerjaannya. Tapi ia begitu kesal kepada Papinya karena sudah mengganti sekertarisnya dengan sekertaris pilihan Papinya.
"Demi apapun aku sangat membencimu. Kenapa Papi bisa menjadikanmu sekertaris ku?.Aku tahu, pasti kau kan yang memintanya?!," ucap Raiden kesal kepada gadis berkacamata tebal itu.
"Apa kau bilang!, siapa juga yang Sudi menjadi sekertaris mu. Dan mana mungkin aku memintanya kepada Tuan Jonathan?!.Kau itu sungguh menyebalkan. Dari dulu hingga sekarang sama saja!," ucap gadis bernama Yuna.
Mereka sebenarnya pernah satu kampus, dan Ars begitu membenci Yuna karena suatu kejadian.
Waktu itu saat Raiden saat berjalan menuju kampusnya, tanpa sengaja Raiden menabrak Yuna. Karena Yuna akan terjatuh, jadi Raiden menariknya dan alhasil tanpa sengaja bibi mereka saling menempel.
Dan lebih parahnya lagi waktu itu kekasih Raiden melihat mereka yang menurutnya sedang berciuman. Kekasihnya itu langsung menghampiri mereka dan menampar pipi Raiden. Tepat saat itu kekasihnya memutuskan hubungan dengannya di depan semua orang.
Dan itu sungguh membuat Raiden malu sampai saat ini. Hingga membuatnya sangat membenci gadis berkacamata tebal yang bernama Yuna.
"Stop!, jangan berbicara lagi. Mulai saat ini kalau bukan saat kita membicarakan pekerjaan, jangan pernah berbicara kepadaku. Aku mau muntah melihat wajahmu yang jelek itu !," ucap Raiden menunjuk ke wajah Yuna.
Yuna pun bersungut-sungut mendengar ucapan Raiden yang membuatnya sakit hati atas hinaan Raiden kepadanya. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena saat ini Raiden adalah atasannya.
"Sekarang keluarlah, dan persiapkan semuanya untuk meeting hari ini di restoran X," titah Raiden penuh penekanan.
Yuna pun keluar dari ruangan tersebut tanpa menjawabnya. Ia terlalu kesal dengan Raiden.
"Hey gadis aneh berlakulah sopan dengan atasanmu," ucap Raiden geram.
Raiden mengacak rambutnya kesal dengan yang terjadi beberapa hari ini.
Setelah ia mulai merasa tenang, Raiden segera merapikan dirinya. Karena siang ini ia akan ada meeting penting dengan perusahaan lain.
Ia mencebik karena mau tidak mau harus mengajak sekertarisnya itu.
"Cepatlah, aku tidak ingin terlambat dalam meeting nanti!."
"Iya-iya!."
Mereka pun segera pergi ke restoran X untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan Yamada Groups. Sesampainya di sana meeting pun berjalan sebagaimana mestinya.
__ADS_1
Dan mereka pun mendapatkan kerja sama dengan perusahaan tersebut.
"Silahkan minum teh Anda Tuan, Nona," ucap seorang waiters membawakan teh yang Raiden dan Yuna pesan tadi.
Karena meeting telah usai, Tuan Yamada pun berpamitan untuk meninggalkan tempat itu lebih dulu karena ada kepentingan lain.
Raiden dan Yuna pun menyeruput teh yang mereka pesan. Namun di dalam restoran tersebut ada seorang pria yang memperhatikan mereka dengan tersenyum penuh kemenangan melihat keduanya masuk kedalam perangkapnya.
Dilihatnya Raiden dan Yuna tengah memegangi kepalanya. Ia melihat Raiden dan Yuna merasa tidak nyaman.
"Apa yang terjadi denganku, kenapa tubuhku tiba-tiba serasa sangat panas dan juga begitu gerah," ucap Raiden dalam hati.
Sedangkan Yuna terus saja bergerak merasa aneh dengan tubuhnya.
"Tuan, Nona ada orang yang sedang menunggu Anda di penginapan kamar nomor 5 di atas restoran ini. Saya akan menunjukkan jalannya kepada Anda," ucap seorang waiters.
Raiden mengernyitkan keningnya, keringat telah bercucuran. Ia pun dengan diikuti Yuna mengikuti waiters tersebut.
"Siapa yang menunggu kami disini?," tanya Raiden yang mulai merasakan semakin tidak nyaman.
Tanpa merasa curiga, Raiden dan Yuna pun masuk kedalam kamar tersebut.
"Selamat bersenang-senang Tuan, Nona. Dan aku akan mendapatkan banyak uang," ucap waiters itu menyeringai. Ia pun segera mengunci kamar tersebut, lalu ia mengirimkan pesan kepada seseorang yang mengutusnya.
Di dalam kamar, kesadaran Raiden mulai menghilang. Tubuhnya semakin merasa tidak nyaman.
Sedangkan Yuna pun sama, ia mengecilkan suhu ac di ruangan tersebut karena ia merasakan tubuhnya sangat panas. Ia merasakan hal aneh yang terus menggelitik dalam tubuhnya.
Dilihatnya Raiden yang mulai membuka jas dan kemejanya hingga terlihatlah tubuh kekar Raiden.
Yuna menelan ludahnya merasakan sensasi aneh saat melihat tubuh Raiden.
Raiden mulai mendekatinya, dan tanpa aba-aba Raiden mulai mencium bibir Yuna dengan penuh gairah.
Tadinya Yuna sempat menolak dan memukuli dada Raiden. Namun lama-lama Yuna mulai menikmati apa yang Raiden lakukan terhadapnya.
__ADS_1
Kini mereka terbuai ,dan terjadilah hal panas yang menggairahkan di antara keduanya. Hingga air mata itu menetes saat Raiden mulai mengoyak inti tubuh Yuna.
Namun sesaat kemudian, ia pun mulai menikmati permainan Raiden. Kini tubuh mereka menyatu, rasa benci diantara mereka seakan sirna tergantikan oleh gairah yang membara di antara mereka.
Hingga berkali-kali mereka melakukannya seakan tak akan pernah puas.Hingga tiga jam berlalu, Raiden pun mengakhiri permainannya dengan tubuhnya yang mengejang bersamaan dengan tubuh Yuna. Raiden menjatuhkan tubuhnya di samping Yuna, lalu memeluk tubuh Yuna yang telah terkulai lemas. Dan mereka tertidur dengan Raiden memeluk Yuna.
Sedangkan seorang pria sedang tertawa menyeringai telah berhasil melakukan tujuannya.
"Aku akan membuat keluarga kalian berantakan. Sekarang tinggal langkah selanjutnya," ucapnya tersenyum penuh arti.
Lalu ia mulai menyimpan cctv yang ia pasang di kamar nomor 5 itu dan meninggalkan restoran tersebut.
Pagi menjelang, Yuna mulai mengerjapkan matanya. Ia merasakan tubuhnya tak bisa bergerak. Ia pun membuka matanya sempurna.
Dan betapa terkejutnya dia melihat tubuh kekar sedang mendekapnya. Ia pun mendongak menatap wajah pria yang mendekapnya itu.
Yuna membelalakkan matanya melihat siapa yang mendekapnya. "Ahhh...." teriak Yuna. Dan itu sukses membuat Raiden terbangun dan terlonjak kaget.
"Apa yang kau lakukan padaku!!," teriak Yuna, ia pun mulai terisak saat melihat tubuhnya yang masih polos. Ia pun segera menarik selimut dan membungkus seluruh tubuhnya.
Raiden yang baru terbangun belum bisa mencerna apa yang terjadi. Potongan ingatan tentang kejadian kemarin berputar-putar dalam ingatannya.
Ia pun segera memakai pakaiannya yang berserakan di lantai. Setelah memakai pakaiannya, Raiden melihat sebuah bercak merah di atas ranjang.
Ia pun menjambak rambutnya frustasi. Ia benar-benar tidak mengingat sepenuhnya kejadian kemarin.
"Yuna maafkan aku, tapi aku tidak tahu apa yang terjadi kemarin. Aku tidak sengaja melakukannya," ucap Raiden yang masih bingung dengan yang terjadi.
"Semudah itukah Kau meminta maaf setelah mengambil hal yang berharga padaku!!, kau bajingan Rai!!," teriak Yuna begitu terpukul.
Ia pun juga hanya mengingat sedikit tentang yang terjadi kemarin.
"Kau jangan berteriak seperti itu!,kau pikir aku mau melakukannya denganmu?!,aku tidak akan mau melakukannya denganmu. Aku yakin ada yang menaruh sesuatu pada teh yang kita minum waktu itu." Ucap Raiden mengingat ia dan Yuna meminum teh yang ia pesan. Dan setelahnya ia sudah tidak dapat mengingat semuanya dengan jelas lagi.
Yuna merasa hancur karena sesuatu yang ia jaga, kini telah terenggut begitu saja. Ia pun terus menangis meratapi yang terjadi padanya.
__ADS_1
****