Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 72


__ADS_3

Ars membisikkan kata-kata ke telinga Alexa sehingga terlihat seperti Ars sedang mencium pipi Alexa. Ajeng sangat girang melihatnya.


"Kita harus bersikap mesra di depan mereka!," ucap Ars penuh penekanan.


Alexa pun mencoba untuk tersenyum meskipun itu malah membuatnya terlihat aneh. "Apa lagi sekarang," ucap Alexa dalam hati.


"Baiklah Mami, Papi ayo kita ke mansion kami," ucap Ars mengajak kedua orang tuanya.


Tapi langkahnya terhenti saat menyadari tidak adanya Raiden. Ia pun berbalik dan bertanya kepada Maminya.


"Bukankah kemarin Mami mengatakan Raiden akan ikut?, lalu dimana dia?," tanya Ars mengerutkan keningnya.


"Oh,adikmu ada pekerjaan mendadak, jadi dia akan menyusul nanti Ars," ucap Ajeng.


Ars hanya menganggukkan kepalanya saja mengerti. Lalu ia menggandeng tangan Alexa ,membuat Alexa menatap pegangan tangan Ars kemudian menatap Ars yang menatapnya lembut.


"Apa ini juga akting?,Baiklah aku akan mengikuti aktingmu," ucap Alexa dalam hati.


Ia pun membalas senyuman Ars dengan tersenyum manis kepadanya. Dan itu membuat Ars menjadi terkejut dan kikuk. Ars pun menatap ke sembarang arah dan melangkahkan kakinya sambil bergandengan tangan dengan istrinya.


"Lihatlah sayang, tidak sia-sia kan aku waktu itu pura-pura sakit kepada putra kita. Aku yakin seiring berjalannya waktu mereka akan saling jatuh cinta," ucap Ajeng bergelayut manja di lengan suaminya.


Jonathan hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah istrinya itu.


Sesampainya di mansion, Ars masih menggandeng tangan Alexa. Mereka menunjukkan kamar Mami dan Papinya. Setelahnya Ars dan Alexa memasuki kamarnya sendiri.


Ars melepas pegangan tangannya pada Alexa. Lalu tanpa berkata Ia pun meletakkan ponselnya di atas nakas dan memasuki kamar mandi.


"Dasar aneh," gerutu Alexa.


Alexa pun mendudukkan dirinya di atas ranjang sambil memainkan ponselnya. Ia membuka beberapa pesan dari Kai .


Namun tiba-tiba ponsel Ars berbunyi tanda panggilan masuk. Alexa hanya meliriknya sekilas lalu mengabaikannya. Ia pun kembali berbalas pesan dengan Kai.


Namun ponsel Ars terus saja berdering membuat Alexa kesal dibuatnya.


Karena Ars belum juga keluar dari dalam kamar mandi. Alexa pun melihat siapa yang menelpon Ars.


Dan nama Mia tertera pada ponsel milik Ars. Alexa hanya menatapnya saja tanpa mengangkatnya.Hingga panggilan itu pun berhenti.


"Bahkan aku tidak mempunyai nomor suamiku sendiri," ucap Alexa tersenyum kecut.

__ADS_1


Namun ia terbengong saat melihat layar ponsel Ars setelah panggilan itu terhenti. Alexa mengambil ponsel Ars dan menatapnya tak percaya.


"Cara bersikap romantis kepada pasangan," ucap Alexa membaca artikel yang ada di ponsel Ars pada menu pencarian.


"Apa yang kau lakukan!," suara bariton Ars mengagetkan Alexa yang sedang memegang ponsel Ars.


Alhasil ponsel Ars pun terjatuh karena Alexa terkejut, untungnya jatuh ke atas ranjang.


Ars menghampiri Alexa dan mengambil ponselnya. Ia pun menatap tajam Alexa.


"Sudah kubilang jangan pernah mengganggu privasi ku!," ucap Ars dingin.


"Maaf kak Ars, tapi tadi ada telpon. Dan aku tidak sengaja melihat tulisan di ponsel mu dan itu..."


"Kau jangan berfikir macam-macam. Aku membaca artikel itu karena tidak ingin Mami curiga pada kita. Karena aku bukan orang yang suka bersikap seperti itu," ucap Ars. Ia pun segera keluar dari kamar tersebut.


"Alasan apa itu, Dasar orang aneh," Alexa hanya menggelengkan kepalanya. Lalu ia pun menuju kamar mandi.


***


Kini di dalam ruangan dapur, Ajeng dan Alexa tengah berkutat untuk menyiapkan makan siang.


"Sayang, sudah lama sekali kita tidak pernah memasak bersama lagi. Mami bahagia sekarang bisa kembali memasak bersamamu lagi," ucap Ajeng.


"Oh ya, bagaimana?, apa sudah ada tanda-tanda?," tanya Ajeng.


Alexa tidak mengerti arah pembicaraan Mami Ajeng. Ia mengerutkan keningnya pertanda ia bingung.


"Maksud Mami tanda-tanda apa?."


"Itu, tanda-tanda calon cucu Mami di perutmu."


Alexa terdiam sejenak, mana mungkin akan ada calon anak di perutnya kalau Ars tidak pernah menyentuhnya. Tapi Alexa bersyukur karena Ars tidak menyentuhnya, karena Ars tidak pernah mencintainya.


"Mami, Lexa dan kak Ars sedang berusaha. Kita tunggu saja kapan Tuhan akan memberinya," ucap Alexa dengan senyum terpaksa.


"Yasudah sayang, semoga bisa secepatnya. Mami sudah tidak sabar ingin menimang seorang cucu darimu dan Ars."


Mereka pun akhirnya segera menyelesaikan acara memasak bersama itu.


Sedangkan di ruang kerja Ars. Saat ini Ars dan Jonathan telah membicarakan tentang keberadaan Alex dan Nani saat ini.

__ADS_1


"Ars, sepertinya kita sudah semakin dekat dengan mereka. Aku mencurigai Edo supir Alex bekerja sama dengan mereka." ucap Jonathan menduga-duga.


"Papi benar, sudah lama Ars memperingatkan kepada Paman Alex tentang Edo. Tapi Paman selalu mengatakan kalau Edo ada orang baik. Dan semua ini pun akhirnya terjadi. Aku sudah menyuruh orangku untuk membuntuti Edo."


"Kalau begitu kita harus lebih waspada. Sepertinya musuh kembali akan menyerang kita,"ucap Jonathan.


"Baiklah Pi"


"Dan jagalah Alexa, Papi khawatir ia akan menyakiti istrimu."


"Ars akan menjaganya,Papi jangan terlalu khawatir."


"Sayang makan siang sudah siap, aku buka pintunya ya?." ucap Ajeng berusaha memanggil Jonathan dan putranya.


Ars menatap Papinya, saat Jonathan menganggukkan kepalanya, Ars pun segera membuka kunci pintu ruang kerjanya.


"Apa yang kalian sembunyikan dariku?. Kenapa kalian harus mengunci pintunya kalau hanya untuk membahas pekerjaan?," tanya Ajeng penuh selidik.


"Sayang, resep apa yang kau masak hari ini?.Aku sudah sangat lapar," ucap Jonathan mengalihkan pertanyaan istrinya.


"Aku dan Alexa sudah memasakkan makanan kesukaan kalian. Kau pasti akan suka sayang," ucap Ajeng yang kini telah berjalan menuju meja makan bersama dengan suaminya.


Sedangkan Ars mengelus dada lega .Hampir saja Maminya mengetahui rahasia yang Ars dan Papinya sembunyikan darinya.


Ars pun segera menyusul ke meja makan untuk menyantap makan siangnya.


"Bagaimana?,masakan kami enak kan?," tanya Ajeng.


"Masukkan mu selalu enak sayang," ucap Jonathan menatap lembut istrinya.


"Ars masakan yang kau makan itu masakan istrimu lho sayang," ucap Ajeng.


Ars terkejut, bukankah terakhir kali ia makan masakan Alexa dulu, rasanya sangat asin?. Dan sekarang rasa masakannya hampir sama dengan rasa masakan Maminya.


Memang Alexa terus berusaha keras untuk belajar memasak waktu itu demi Ars. Sehingga memasak kini menjadi hobinya. Dan rasa masakannya makin hari makin enak.


"Masakkanmu sangat enak sayang," ucap Ars tersenyum menatap Alexa.


Sedangkan Alexa mencebik dalam hati mendengar ucapan suaminya. "Ucapanmu, tatapan lembut itu ,semua hanyalah sebuah akting. Kau memang orang yang pandai berpura-pura!."


"Terimakasih sayang," ucap Alexa tersenyum namun dalam hati seakan ia mau muntah mengucapkannya.

__ADS_1


****


__ADS_2