
"Bukankah tadi Nona Alexa istrimu Ars?," ucap Mia kepada Ars setelah kepergian Kai dan Alexa.
"Ya," ucap Ars datar.
"Apa kau tidak khawatir bila Tuan Kai akan menyukai Nona Alexa. Sepertinya dia menyukai Nona Alexa," ucap Mia.
"Aku tidak peduli, bukankah kau tahu bahwa aku menikah dengannya karena permintaan Mami Ajeng. Terserah dia mau menyukai dan disukai siapa aku tidak perduli," ucap Ars dingin.
Ars pun segera berdiri dan akan meninggalkan cafe tersebut. Namun Mia mencegahnya.
"Ars, apa kau tidak lapar, aku sangat lapar. Bisakah kita memesan makanan dulu," ucap Mia memohon.
Ars menghela nafasnya, ia memang belum makan siang. Tapi kini ia sudah tidak berselera lagi untuk makan siang.
"Kau bisa memesan makanan, aku ada urusan sebentar. Biar nanti supir perusahaan menjemputmu," ucap Ars membuat Mia kecewa.
"Kalau begitu aku ikut denganmu saja Ars."
"Tidak, Kau makanlah, aku tidak ingin mag mu kambuh lagi. Aku ingin mengurus sesuatu sendirian!."
Mia akhirnya pasrah dengan keputusan Ars. Mia melihat tubuh Ars yang perlahan mulai menghilang.
"Kapan kau akan menyadari perasaanku Ars." ucap Mia sendu.
"Kai, ini indah sekali," ucap Alexa terpukau melihat pemandangan sebuah taman yang Kai disain sendiri.
"Ya, karena aku sendiri yang sudah mendesain taman ini. Dan aku tahu kau sangat menyukai taman bunga lily. Jadi aku menanam banyak di taman ini," ucap Kai tersenyum menatap Alexa yang sedari tadi terus tersenyum menciumi harum bunga lily di taman ini.
Untuk sejenak Alexa terdiam, ia teringat akan rumitnya kehidupannya. Ia memendam semuanya sendirian.
"Kai aku ingin mengatakan sesuatu hal padamu," ucap Alexa.
Kai tersenyum, "apa yang ingin kau katakan Lexa?"
"Kai sebenarnya aku sudah menikah," ucap Alexa membuat Kai begitu terkejut. Ia menaruh hati pada Alexa begitu dalam, tapi kini semuanya seakan menjadi bayangan yang semu untuknya.
Kai berusaha tersenyum mendengar apa yang akan Alexa katakan selanjutnya.
"Kau sudah menikah, kapan Lexa, kenapa kau tidak memberitahuku. Apa kau sudah tidak menganggapku temanmu Lagi?"
Kai berusaha menyembunyikan perasaan hatinya.
"Maaf Kai, semua itu terjadi begitu cepat. Aku tidak mampu menolak seorang wanita yang sudah kuanggap sebagai ibuku. Dan kau tahu siapa yang menjadi suamiku Kai?.Dia adalah seorang yang aku cintai sejak kecil," ucap Alexa menitihkan air matanya.
__ADS_1
Kai merasa sesak di dadanya melihat Alexa menangis dan menyebutkan cintanya pada seseorang. Ia mulai mendekati Alexa dan mengusap air matanya.
"Hey, kenapa kau menangis. Bukankah kau menikah dengan orang yang kau cintai?," ucap kau lembut.
"Tapi semua cintaku tidak berarti untuknya Kai, dia tidak pernah mencintaiku dan itu menyakitkan Kai," Alexa tergugu. Ia merasa sedikit lega bisa menceritakan keluh kesah nya pada seorang temannya.
Kai memeluk Alexa, ia merasa teriris hatinya melihat tangisan pilu Alexa. "Menangis lah kawan kalau itu bisa mengurangi beban hatimu saat ini. Aku berjanji akan selalu ada untukmu, aku berjanji," ucap Kai.
Walaupun hatinya hancur mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Tapi Kai tidak ingin melihat Alexa menangis lagi. Ia akan berusaha menjadi seorang teman yang selalu ada untuknya.
Alexa merasa tenang untuk sejenak, pelukan Kai benar-benar membuatnya merasa tenang.
"Terimakasih Kai kau sudah mendengarkan keluh kesah ku," ucap Alexa melepaskan pelukannya.
Mereka mulai berjalan menuju sebuah kursi taman yang ada di sana.
Setelah Alexa mendudukkan dirinya, ia teringat bahwa Kai tadi mengatakan akan membicarakan sesuatu kepadanya.
"Kai, bukankah tadi kau mengatakan untuk membicarakan sesuatu padaku?, apa itu Kai?"
Kai tersenyum, tidak mungkin ia mengatakan cintanya setelah ia mengetahui Alexa telah menikah.
"Aku hanya ingin merayakan keberhasilan kita atas semua pencapaian kita," ucap Kai tersenyum.
"Apa kau tidak ingin mampir sebentar Kai? tanya Alexa yang kini turun dari mobil Kai.
Kini Ia berada di halaman mansionnya.
" Tidak Lexa lain kali saja. Segeralah masuk."
"Ya, Terimakasih untuk hari ini Kai," ucap Alexa tersenyum. Lalu iapun segera melangkah masuk kedalam mansion.
Mobil Kai pun perlahan mulai meninggalkan mansion Alexa.
Alexa memasuki mansionnya dengan menghela nafasnya. Lalu ia pun berjalan menuju kamarnya.
Alexa terkejut saat melihat Ars sudah berada didalam kamarnya sedang bermain ponsel dengan menyelonjorkan kakinya di sofa kamarnya.
Namun ia berjalan tanpa memperdulikan Ars dan langsung berjalan menuju lemari untuk mengambil handuk dan baju gantinya.
Alexa berniat untuk mandi setelah seharian beraktivitas.
"Alexa," panggil Ars.
__ADS_1
Alexa menghentikan langkahnya tanpa menoleh kearah Ars.
"Ya kak Ars"
"Besok pagi Mami,Papi dan Raiden akan berkunjung kesini.Jadi kau harus menjaga sikapmu. Aku tidak suka kau keluyuran tidak jelas saat Mami dan Papi berada disini.
Alexa membalikkan badannya mendengar ucapan suaminya barusan. Alexa menatap benci Ars. "Cih.. kalau aku keluyuran lalu kau apa?!, kau selalu menghabiskan waktumu bersama sekertaris mu itu." umpat Alexa dalam hati.
Ia malas untuk berdebat dengan Ars, Alexa kembali membalikkan badannya dan menuju kamar mandi tanpa menjawab ucapan Ars.
Sedangkan Ars merasa kesal karena Alexa tidak mengabaikan ucapannya. "Dulu dia senang sekali mengganggu ku. Tapi sekarang dia suka sekali mengacuhkan ku. Perempuan memang selalu membuat pusing," ucap Ars yang melupakan kekesalannya.
Di dalam kamar mandi pun Alexa terus saja menggerutu karena ucapan Ars. "Dasar pria aneh. Kenapa aku bisa jatuh cinta pada pria seperti itu!." ucap Alexa mengacak rambutnya karena kesal.
Keesokan harinya Ars meminta Alexa untuk cuti dari kantornya. Karena hari ini Ars akan mengajak Alexa untuk menjemput keluarganya di bandara.
Alexa pun menghubungi Kai untuk meminta cuti satu hari.
Kini Ars dan Alexa tengah berada di bandara menunggu keluarganya. Sedari tadi Ars hanya diam saja seraya memainkan ponselnya.
"Kak Ars, Lexa mau membeli minum sebentar," pamit Alexa.
"Hem.." ucap Ars.
Alexa menatap sebal Ars. "menyebalkan!," Alexa mencebik dalam hati. Ia pun segera meninggalkan Ars untuk membeli minuman. Karena sedari tadi kerongkongannya terasa kering.
Ars hanya menatap punggung Alexa yang mulai menghilang. Ia pun kembali menatap layar ponselnya.
"Kak Ars mau?." Alexa menawarkan minuman untuk Ars.
Bertepatan dengan itu, Jonathan dan Ajeng menghampiri mereka.
"Sayang"
Alexa dan Ars pun menoleh kearah suara. Ars segera berdiri dan menyambut kedatangan Mami dan Papinya.
Ajeng memeluk Alexa, "sayang, Ars tidak menyakitimu kan?," tanya Ajeng memeriksa tubuh Alexa.
"Mami apa-apaan sih, memang Ars suka menyiksa orang Apa?!," ucap Ars kesal. Ia pun segera menarik pinggang istrinya dan mengecup kepala Alexa mesra.
Alexa pun terkejut dengan perlakuan Ars.Ia hanya mengedipkan matanya bengong.
Sedangkan Ajeng merasa bahagia melihat Ars bersikap mesra terhadap Alexa.
__ADS_1
****