
"Vio, bagaimana dengan kuliahmu?," tanya Lexa saat mereka sedang menyiapkan makan siang hari ini.
"Sepertinya aku akan pindah ke London saja kak. Bibi Nani katanya ingin Vio kuliah disana, Vio juga bisa menemaninya nanti."
Alexa tersenyum, ia senang nanti ada yang menemani orang tuanya saat ia jauh di Jepang.
"Yasudah, kalau begitu kita menikmati liburan semester mu dengan jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat indah di sini?.Aku bosan karena tidak ada yang bisa ku kerjakan. Bagaimana?."
Vio berbinar, ia sangat senang bisa mengunjungi tempat-tempat di negeri sakura ini. "Vio mau kak, mau banget," ucapnya senang.
"Kalau begitu let's go," ajak Lexa.
"Tapi ini gimana kak?," tanya Vio yang masih memetik beberapa sayuran.
"Taruh saja, aku akan menyuruh pelayan untuk menyelesaikannya," ucap Alexa.
"Baiklah, Vio ganti baju sebentar," ucap Vio dan langsung berlari menuju kamarnya.
Sedangkan Alexa mengirimkan pesan terlebih dahulu kepada suaminya bahwa ia akan pergi jalan-jalan dengan Vio.
Setelah mendapat persetujuan dari suaminya, Alexa segera berangkat bersama Vio.
***
"Kak Lexa, Vio suka tempat ini. Apa kak Lexa sering kesini?," tanya Vio senang. Ia belum pernah melihat bunga sakura yang bermekaran.
Mendengar pertanyaan Vio, Alexa teringat akan Kai. Karena dulu ia dan Kai selalu berkunjung ke sini untuk melihat bunga sakura bermekaran.
"Kak Lexa, hey...kak?," panggil Vio karena Alexa tidak menjawab pertanyaan darinya, tapi kini malah melamun.
"Ah, iya kenapa Vio?." Alexa tersadar saat Vio menggoyangkan tubuh Alexa.
"Kenapa kakak malah melamun, apa kak Lexa sering kemari?."
"Ya, dulu kakak sering kemari ," ucap Alexa tersenyum mengingat kebersamaannya dengan Kai dulu.
"Dengan kak Ars?," tanya Vio ingin tahu.
"Bukan"
"Lalu dengan siapa?"
"Dengan seorang teman," ucap Alexa tersenyum.
"Lalu kemana teman kak Alexa?"
"Vio, aku mau ke toilet sebentar, kau tunggu disini ya,", ucap Alexa berusaha menghindari pertanyaan Vio. Karena nanti pasti Vio akan terus bertanya lagi dan lagi padanya.
" Oke "
Alexa bernafas lega saat ini. "Untung saja aku bisa menghindar dari pertanyaan Vio."
"Indah sekali bunga sakura ini. Untung saja aku kesini saat bunga ini sedang bermekaran," ucap Vio girang. Ia pun berlarian kesana kemari seperti anak kecil.
Namun tiba-tiba ia pun menabrak seseorang karena tidak memperhatikan sekelilingnya.
brugh...
"Auw...," ucap Vio mengaduh.
"Maaf Nona saya tidak sengaja," ucap orang itu.
Vio mendongakkan kepalanya, ia ingin memaki orang yang menabraknya. Lebih tepatnya orang yang ia tabrak.
Namun saat ia melihat orang tersebut, dirinya malah di buat tercengang. Vio begitu terpesona dengan orang tersebut hingga membuatnya tersenyum sendiri sambil terus memandangi wajah orang tersebut.
"Nona, anda tidak apa-apa?. Nona..."
"I-iya..,aku tidak apa-apa. Apa kau artis boyband?. kau tampan sekali?," ucap Vio
"Apa?."
"Kenapa wajahnya seperti Alexa?, ah, kenapa aku ini. Apa karena aku terlalu memikirkannya?!," batin Kai.
Ya, orang Vio tabrak adalah Kai. Ia sedang mengunjungi tempat itu karena dirinya sangat merindukan Alexa.
Sejak Alexa mengundurkan diri waktu itu, ia sudah tidak bertemu lagi dengan Alexa. Entah mengapa Alexa seperti menjauhinya.
__ADS_1
Alexa yang dari toilet pun melihat Vio sedang berbicara dengan seseorang disana. Alexa tidak dapat melihat wajah orang tersebut karena posisinya saat ini orang itu membelakanginya.
"Vio berbicara dengan siapa?, apa dia membuat masalah?," ucap Alexa. Ia pun segera menghampiri Vio.
"Vio" panggil Alexa.
Seketika Kai membalikkan tubuhnya saat mendengar suara yang tidak asing lagi di telinganya.
"Alexa"
"Kai"
"Kak Lexa mengenal pria tampan ini?," tanya Vio yang melihat keterkejutan antara Alexa dan Kai.
Kai tersenyum menatap Alexa.Ia begitu merindukan gadis di depannya itu.
"Alexa, lama tak bertemu, bagaimana kabarmu?," tanya Kai.
"A-aku, aku baik," ucap Alexa merasa canggung.
"Halo..., kalian belum menjawab pertanyaan ku. Apa kalian saling mengenal?," tanya Vio kembali.
"Kami berteman," ucap Kai yang masih setia memandangi wajah Alexa. Hingga membuat Alexa menundukkan kepalanya.
"Kai, kenalkan ini keponakan ku Vio. Dan Vio, ini kak Kai, dia teman kakak,", ucap Alexa mengenalkan mereka berdua.
" Kak Lexa, kenapa kau tidak pernah mengatakan bahwa kau mempunyai teman yang sangat tampan?, "tanya Vio terus menatap wajah Kai.
" Vio! "
"Adikmu sungguh lucu Lexa. Tadi hampir saja aku mengira bahwa Vio itu kamu," ucap Kai.
"Dia itu memang versi ku saat aku masih remaja Kai."
"Kenapa kalian ada disini?"
"Kami sedang jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat yang indah Kai. Kau sendiri, kenapa kau ada di sini disaat jam kerja seperti ini?."
"Aku sedang merindukan seseorang, makanya aku kemari Lexa."
"Oh" Alexa begitu canggung, karena sejak tadi Kai terus saja menatapnya.
Vio langsung berbinar mendengarnya. Ia pun langsung menyetujui ajakkan Kai.
"Mau kak, aku mau kesana," ucap Vio senang.
"Tapi Vio..."
"Kak Lexa, please," ucapnya mengatupkan kedua tangannya.
Alexa merasa tidak tega terhadap Vio.Akhirnya ia pun menyetujui permintaan Vio dengan terpaksa.
Sebenarnya Alexa takut tidak bisa mengontrol hatinya nanti.
"Baiklah." ucap Alexa menyetujui.
***
"Lexa, aku merindukanmu. Kenapa akhir-akhir ini kau tidak pernah membalas pesanku. Aku merasa kau sedang menghindar dariku," ucap Kai.
Kini mereka sedang duduk bersama sambil menunggu Vio yang sedang asyik naik permainan bianglala.
"Aku tidak menghindar darimu Kai. Aku hanya tidak ingin mengganggu pekerjaanmu." kilah Alexa.
"Apa kau sungguh bahagia saat ini Lexa?," tanya Kai. Ia ingin memastikan bahwa Alexa benar-benar bahagia saat ini. Ia akan melepaskan Alexa bila Alexa merasa bahagia.
"Ya, aku sangat bahagia Kai, sangat bahagia," ucap Alexa. Disisi lain dirinya memang merasa sangat bahagia saat ini karena telah mendapatkan cinta dari suaminya. Namun saat bersama Kai, semua menjadi rumit.
"Syukurlah kalau kau bahagia Lexa."
Untuk sesaat keheningan melanda diantara mereka berdua.
"Lexa" panggil Kai.
"Ya"
"Aku mencintaimu"
__ADS_1
Alexa terkejut dengan pengakuan Kai
"Apa maksudmu Kai, jangan bercanda, itu tidak lucu," ucap Alexa.
"Aku tidak bercanda Lexa. Aku mencintaimu sejak awal kita bertemu. Dan disaat aku ingin mengungkapkan perasaan ku waktu itu. Kau memberiku kabar yang mengejutkan bahwa kau sudah menikah. Tapi saat kau mengatakan bahwa suamimu tidak pernah mencintaimu. Aku sudah bertekad untuk merebutnmu darinya. Aku tidak bisa melihatmu terluka Lexa. Tapi saat kau mengatakan bahwa ternyata suamimu mencintaimu dan melihatmu bahagia dengan cintanya. Aku akan melepaskan cintaku Lexa. Aku ingin kau bahagia," ucap Kai.
Alexa terdiam, ia berusaha mencerna setiap kata yang terucap dari mulut Kai. Ia tidak menyangka bahwa Kai mencintainya.
"Ternyata selama ini Kau mencintai ku Kai.Aku sudah menyiksa perasaan mu dengan mengatakan bahwa aku sudah menikah. Dan sekarang entah mulai kapan perasaan ini muncul. Aku pun mulai mencintaimu Kai, tapi maafkan aku karena aku tidak bisa membalas perasaan mu. Aku mencintainya, tapi aku juga mencintaimu. Namun dia yang lebih dulu memiliki ku Kai. Dan aku tidak ingin mengkhianatinya .Mungkin lebih baik kita saling menjauh agar tidak membuat hati kita saling tersakiti. Maafkan aku Kai, maafkan aku. Aku tidak boleh memberi tahu perasaan ku padamu. Aku tidak ingin menyakiti mu lebih dalam lagi. Biarlah aku menyimpan sendiri rasa cintaku padamu." ucap Alexa dalam hati.
***
Keesokan harinya
Alexa hari ini berniat untuk membawakan makan siang ke kantor suaminya. Namun ia tidak mengatakan bahwa ia akan berkunjung ke kantornya. Alexa ingin membuat kejutan untuk suaminya.
"Semua sudah siap.Lebih baik aku berangkat sekarang." ucap Alexa. Ia pun segera membawa bekal makan siang suaminya dan berangkat ke kantor Ars.
"Kak Lexa mau kemana?,kok sudah rapi?," tanya Vio saat melihat Alexa berjalan kearah luar.
"Kakak mau ke kantor kak Ars, kau mau ikut Vio?," tanya Alexa.
"Tidak kak, Vio ingin istirahat saja.Vio masih capek kemarin jalan-jalan." ucap Vio lesu.
"Yasudah, kalau kau butuh apa-apa, panggil saja pelayan."
"Ok kak"
Alexa pun segera pergi meninggalkan mansionnya menuju kantor Ars. Ia sudah tidak sabar untuk makan siang bersama dengan suaminya nanti.
Mobil Alexa sudah berada di parkiran kantor. Ia pun segera turun dan menuju lobi.
"Maaf Nona, apa Tuan Ars saat ini ada di ruangannya?," tanya Alexa kepada petugas resepsionis itu.
"Maaf Nona Alexa, tapi pagi ini Tuan Ars dan Nona Mia sedang meeting di luar. Jadi dia tidak ada di ruangannya," ucap resepsionis tersebut.
Deg..
Alexa terkejut mendengar nama Mia yang kini sedang meeting dengan suaminya. Sebuah pikiran buruk terlintas di kepalanya.
Namun ia akan bertanya kembali pada resepsionis itu. Mungkin telinganya salah dengar.
"Maaf Nona, tadi Anda mengatakan bahwa Nona Mia sedang meeting dengan Tuan Ars. Bukankah Nona Mia sudah bukan menjadi sekertaris suamiku lagi?," tanya Alexa berusaha memperjelas.
"Tapi Nona Mia masih menjadi sekertaris Tuan Ars Nona. Sejak dulu hingga sekarang,Nona Mia lah yang menjadi sekertaris Tuan Ars Nona."
Duarr..
Alexa sungguh-sungguh terkejut dengan ucapan resepsionis itu. Suaminya telah berbohong padanya. Ia sungguh sangat kecewa kepada Ars. Orang yang sangat ia cintai.
Begitu mudahnya ia percaya dengan ucapan suaminya itu. Kenapa suaminya masih tetap mempertahankan Mia, apakah suaminya itu begitu mencintai Mia sehingga tidak mampu untuk melepasnya. Apakah dirinya tidak pernah berarti di mata suaminya?.
Banyak pertanyaan yang muncul di kepala Alexa saat ini tentang kebohongan sang suami. Air matanya menetes seiring kebenaran yang ia dengar dari orang lain.
Dan sekali lagi suaminya telah berhasil membuatnya terjatuh hingga ke titik yang terendah saat ini.
Alexa memejamkan matanya saat ini, ia ingin segera pergi dari sana. Ia butuh ketenangan saat ini. Air matanya terus saja mengalir tanpa bisa dikendalikan sekarang.
Alexa berlari, hatinya begitu sakit. Berkali-kali suaminya menyakitinya. Dan sekarang adalah yang paling sakit di antara semuanya.
Suaminya telah membohonginya, Alexa begitu terpukul saat ini.Namun saat ia sedang berlari, tanpa sengaja ia menabrak Raiden.
"Alexa, kau kenapa,kenapa kau menangis?," tanya Raiden
Alexa menatap Raiden. "Rai, apa kau mengetahui kalau nona Mia masih menjadi sekertaris kak Ars?!," tanya Alexa terisak.
Raiden terkejut, bagaimana Alexa bisa mengetahuinya. Ia pun terdiam, ia merasa bersalah kepada Alexa.
"Diam mu sudah memberiku jawaban Rai.Tidak usah kau jawab, aku sudah tahu jawabanmu!."
"Lexa, aku bisa menjelaskannya!"
"Tidak Rai, aku ingin sendiri," ucap Alexa yang kini berlari pergi dari sana.
***
Happy reading...
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote 😘😘😘