
Alexa menatap dirinya di depan cermin kamarnya. Ingatannya terlintas pada tiga hari yang lalu saat ditanya dan Ars menikah.
Pernikahan itu di adakan secara sederhana, karena Alexa yang memintanya. Pernikahan yang hanya dihadiri oleh keluarga inti dan juga beberapa sahabat keduanya termasuk Mia sekertaris Ars.
Alexa melamun menatap dirinya sendiri dalam pantulan cermin di depannya. Ia tidak tahu kedepannya pernikahannya akan menjadi seperti apa.
Seharusnya ia bahagia bisa menikah dengan pria yang ia cintai sejak kecil. Namun tidak, karena Ars tidak pernah mencintainya.
Dan itu terbukti, karena setelah mereka selesai menikah. Ars membawanya untuk tinggal di mansion milik Ars sendiri. Dan Ars pergi setelahnya, meniggalkan Alexa sendirian bersama pelayan di mansionnya.
Alexa pun tersenyum kecut meratapi nasibnya sendiri. Namun sesaat kemudian ia teringat dengan Kai dan pekerjaannya.
"Ah iya, Kai pasti bingung mencari ku. Aku harus menghubunginya," ucap Alexa, kemudian ia mengambil ponselnya dalam tasnya yang sudah beberapa hari terabaikan.
"Yah ponselnya mati, Aku harus mengisi daya ponselnya." Alexa pun segera mengambil carger dan mengisi daya ponselnya.
Alexa pun mulai menyalakan ponselnya. Dan benar saja begitu banyak rentetan pesan dari ponselnya. Sebagian besar dari Kai.
Alexa mulai membalas pesan Kai, dan setelah Ia mengirimkan pesannya,tak berapa lama kemudian ponselnya berdering.
Alexa melihat Kai menelponnya. Alexa segera mengangkat panggilan dari Kai.
"Ya Kai"
"............"
"Maafkan aku tidak memberikan kabar padamu"
Alexa pun menceritakan kejadian tentang orang tuanya kepada Kai. Namun ia tidak menceritakan tentang pernikahannya.
Tadinya Kai akan menyusul Alexa ke London. Tapi Alexa melarangnya karena sebentar lagi ia akan kembali ke Jepang.
"Terimakasih Kai, sampai jumpa disana nanti," ucap Alexa mengakhiri panggilannya.
Alexa mulai merebahkan tubuhnya di atas ranjang.Ia hendak memejamkan matanya, tapi ia mendengar pintu kamar terbuka.
Pria yang berstatus menjadi suaminya saat ini masuk ke dalam kamar yang Alexa tempati sekarang.
"Kak Ars," ucap Alexa yang mulai berdiri.
__ADS_1
Ars menatap Alexa sejenak, lalu ia pun meletakkan koper kecil yang ia bawa.
"Alexa, aku ingin mengatakan sesuatu padamu," ucap Ars, membuat Alexa mengerutkan keningnya.
"Ada apa kak?"
"Aku dan orang-orang ku menyelidiki kembali tenang kasus kebakaran di mansion Paman Alex. Dan itu hanya konspirasi, kemungkinan besar Papa dan Mama mu masih hidup. Sampai saat ini aku mengerahkan seluruh orang-orang ku untuk menemukan keberadaan mereka," ucap Ars menatap Alexa.
Ya, setelah pernikahannya dengan Alexa waktu itu. Ars memang pergi menyelesaikan pekerjaan yang nanti akan ia tinggal ke Jepang bersama sekertarisnya Mia.
Namun saat perjalanan pulang, orang-orangnya menghubunginya karena ada perkembangan tentang kasus kebakaran itu. Ia pun segera meninggalkan pekerjaannya dan menyuruh Mia untuk menghandle pekerjaannya.
Alexa merasa bahagia mendengar pernyataan dari Ars. Ada secercah harapan bahwa kedua orang tuanya masih hidup.
"Benarkah?, terimakasih Tuhan, jagalah mereka. Dan semoga mereka baik-baik saja," ucap Alexa mengucap syukur.
"Dan mengenai pernikahan kita, aku ingin kita bercerai bila nanti Paman Alex dan Aunty Nani di temukan. Karena aku tidak ingin terikat pernikahan. Aku menikah denganmu karena Paman Alex memintaku untuk menjagamu. Kau boleh melakukan apapun yang kau inginkan selama itu tidak mengganggu ku. Dan satu lagi, aku ingin kau merahasiakan ini dari Mami dan Papi. Juga tidak perlu pisah kamar, aku akan tidur di sofa. Aku ingin memastikan keselamatan mu saja nanti," ucap Ars datar.
Namun ucapannya itu sungguh menusuk hati Alexa. Belum memulai saja pria yang berstatus suaminya itu sudah menetapkan kapan mereka akan bercerai. Alexa benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya saat menyandang status istri dari Ars.
"Baiklah kak Ars, aku tidak akan mencampuri urusanmu dan kau juga jangan mencampuri urusanku." ucap Alexa dingin.
Alexa menganggukkan kepalanya, lalu Ars pun segera memasuki kamar mandi.
****
Sudah genap Satu bulan Ars dan Alexa menikah. Namun mereka jarang bertegur sapa.
Ars selalu pulang malam saat Alexa telah tidur dan berangkat pagi-pagi sekali.
Alexa pun tidak mau mempermasalahkan semua itu. Alexa ingin kedua orang tuanya cepat ditemukan keberadaannya. Ia ingin cepat mengakhiri pernikahannya. Karena percuma bila ia mempertahankannya bila disisi lain Ars tidak ingin mempertahankannya.
Alexa juga lebih sering menghabiskan waktunya untuk bekerja di kantornya. Justru Kai yang sering memperhatikannya.
Kai selalu memberikan perhatian-perhatian kecil untuk Alexa.
"Lexa, setelah melakukan kerjasama dengan perusahaan D'Anha Corp nanti. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Bagaimana, apakah kau bisa?," tanya Kai.
Alexa terdiam sejenak, ia memikirkan bahwa tidak ada salahnya menerima ajakan Kai. Toh Ars juga tidak akan peduli.
__ADS_1
"Baiklah Kai."
"Kalau begitu, kita harus segera ke cafe K, karena pemilik perusahaan D'Anha Corp pasti sudah menunggu kita."
Mereka pun berangkat menuju cafe tempat mereka akan melakukan kerjasama dengan perusahaan D'Anha Corp.
Kai menyetir mobilnya sendiri, karena setelah kerjasama ini. Ia ingin mengajak Alexa ke suatu tempat.
Kini mobil Kai telah sampai di parkiran cafe, Kai dan Alexa pun mulai memasuki cafe.
"Selamat datang Tuan, apakah Anda Tuan Kaisar?," tanya pegawai cafe tersebut.
"Ya, saya Kaisar"
"Kalau begitu silahkan ikuti saya, Tuan Arsya telah menunggu Anda," ucap pegawai cafe.
Alexa melihat ke sekeliling cafe tersebut tidak ada pengunjung satupun. Ia berfikir, mungkin Tuan Arsya telah memboking cafe tersebut.
Tapi tunggu, Alexa merasa tidak asing dengan nama orang yang ingin bekerjasama dengan perusahaannya.
Namun saat pegawai cafe menunjukkan seseorang yang telah menunggu Kai, Alexa tertegun ternyata orang itu tidak lain adalah suaminya sendiri.
"Silahkan duduk Tuan Kai," ucap Ars berdiri mempersilakan Kai. Ia pun menatap Alexa sekilas. Lalu mereka pun membicarakan tentang kerja sama yang akan mereka tanda tangani.
Mia terkejut saat melihat Alexa lah yang menjadi sekertaris pemilik perusahaan paling terkenal di Jepang.
Setelah menanda tangani kerja sama, mereka sedikit berbincang. Kai selalu memuji tentang kinerja Alexa. Hingga membuat Mia jengkel mendengarnya, namun ia menutupinya dengan senyuman.
Sedangkan Ars terus bersikap datar. Hingga pertemuan itu pun berakhir.
"Semoga kerjasama kita bisa lebih memajukan perusahaan kita," ucap Kai menjabat tangan Ars.
"Ya,Tuan Kai, senang bisa bekerja sama dengan Anda," ucap Ars.
"Baiklah Tuan Ars, kalau begitu kami permisi," ucap Kai, lalu ia pun segera meninggalkan cafe tersebut bersama Alexa.
Alexa merasa lega pergi dari cafe tersebut, ia tidak menyangka kedepannya ia akan sering bertemu dengan suaminya.
******
__ADS_1