
"Ars lupa Ma, semalam Lexa sudah memberi tahu Ars," bohong Ars.
"Kalau begitu Ars mau langsung berangkat ke kantor juga Ma, Pa , karena Ars juga ada meeting pagi ini," ucap Ars. Dia pun meminum sedikit tehnya dan berdiri hendak pergi.
"Tapi kau belum memakan sarapan mu Ars?!." seru Nani.
"Ars akan sarapan di kantor saja nanti Ma ." ucap Ars. "Ars berangkat dulu Ma, Pa, Vio,"ucapnya kemudian Ars pun menuju mobilnya.
Alex menatap kepergian Ars dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Lalu Ia pun kembali menyantap sarapan paginya.
***
Ars tidak langsung ke kantor. Ia harus pulang terlebih dahulu untuk mengganti pakaian kantornya. Karena Ars tidak membawa baju gantinya ke rumah mertuanya.
Setelah dirasa sudah cukup rapi, Ars segera melajukan mobilnya dengan sedikit cepat menuju kantornya.
Hari ini kolega pentingnya yang dari Amerika juga berada di kota ini. Dan ia ingin mengadakan rapat penting pagi ini. Ars menelpon Raiden untuk membantunya rapat pagi ini.
Dan Raiden pun menyetujuinya. Walaupun Rai marah dengan sang kakak, tapi ia tetap akan profesional dalam pekerjaannya.
Ars sampai di parkiran kantor anak cabang Giant Corp. Dan itu bertepatan dengan Raiden yang baru datang juga.
"Apa kau sudah mempersiapkan yang ku katakan tadi?," tanya nya pada Rai.
"Aku sudah mempersiapkan semuanya."
Ars pun mengangguk mengerti, kemudian mereka berjalan menuju lobby untuk menanyakan kepada resepsionis tentang rapat tersebut.
Resepsionis itu pun segera mengantarkan Ars dan Rai menuju ruang rapat.
Setelah pintu ruang rapat itu terbuka, Ars menghentikan langkahnya terkejut. Ia melihat sosok istrinya sedang duduk di samping pemimpin perusahaan Giant Corp.
"Apa mataku ini salah, kenapa Alexa bisa berada di sana,"ucap Ars dalam hati.
Namun tepukan Rai di pundaknya membuat Ars tersadar.
"Kak Ars, Apa kau akan terus berdiri disini?." Ucap Rai pelan.
"Apa di samping Tuan Aray itu Alexa Rai?." Tanya Ars pelan.
"Ya, seperti yang kau lihat. Ayolah kak, Apa kau mau membuat mereka menunggu?!."
"Ah baiklah.". Ars segera berjalan menuju meja rapat.
Terlihat disana Aray dan Alexa tengah berdiri menyambut kedatangan Ars Dan Raiden dari perusahaan D'ANS Corp.
"Selamat pagi, Tuan Ars," ucap Aray menjabat tangan Ars. Dan Alexa pun tersenyum manis menatap Ars seraya ikut menjabat tangan Ars.
Ars menelan salivanya saat melihat sang istri berada di samping Tuan Aray. Ars begitu was-was takut kalau Tuan Aray juga akan menyukai sang istri.
Belum selesai masalah dengan Kai, kini ada pria lain lagi yang mulai mengganggu pikiran Ars.
"Oh ya Tuan Ars, kenalkan ini adalah sekertaris sementara ku selama berada di sini." ucap Aray memperkenalkan Alexa.
Pandangan Ars sedari tadi terus menatap ke arah Alexa. Namun dia merasa begitu marah saat tiba-tiba Aray mengusap kepala Alexa dan Alexa tersenyum menatap Aray.
Sebisa mungkin Ars menahan panas di hatinya.
Perlahan ia pun mulai duduk di kursinya. Dan rapat itu pun dimulai.
__ADS_1
Sepanjang rapat pagi ini, Ars tidak dapat fokus,ia terus memperhatikan sang istri yang terus tersenyum membalas senyuman Tuan Aray.
Hingga rapat itu pun selesai, Ars masih saja memperhatikan Alexa. Hingga tanpa sengaja pandangan mereka pun bertemu.
Alexa dapat melihat tatapan tajam suaminya itu. Namun Ia segera memutus pandangan itu dengan memalingkan wajahnya ke arah lain
"Tuan Ars, tidak sia-sia saya bekerja sama dengan perusahaan anda. Tuan Raiden juga begitu cekatan dalam kerjasama ini. Tapi dari tadi ada yang selalu menggangguku Tuan Ars," ucap Aray.
"Apa yang mengganggumu Tuan Aray?," tanya Ars penasaran.
"Aku tidak melihat sekertaris wanita mu waktu itu. Kemanakah dia?,"tanya Aray.
"Saya sudah memecatnya Tuan Aray," ucap Ars membuat Alexa sontak segera menatapnya.
"Kau memecatnya?, bukankah dia sekertaris yang handal?. Kenapa anda memecatnya,apa dia melakukan kesalahan?," tanya Aray.
" Ya, dia sudah melakukan kesalahan yang membuat seseorang terpenting dalam hidupku pergi meninggalkan ku," ucap Ars masih dengan menatap sang istri.
Alexa pun merasa tertohok mendengar ucapan suaminya. Ia pun tidak menyangka Ars memecat Mia. Dalam hati Alexa terus saja bertanya-tanya, apakah benar ucap suaminya itu?, ataukah hanyalah kebohongan belaka seperti waktu itu?. Entahlah, Alexa tidak ingin mudah percaya dengan kata-kata suaminya itu.
Karena tidak menutup kemungkinan bila suaminya kembali berbohong kepadanya.
Karena saat kita mempercayai seseorang. Apa lagi orang itu adalah orang yang kita cintai. Sekali saja kebohongan terjadi,maka kedepannya akan sulit untuk mempercayainya kembali.
"Kalau begitu, saya doakan semoga orang yang terpenting dalam hidup Anda segera kembali kepada anda Tuan Ars," ucap Aray seraya menatap Alexa dengan senyumnya.
Hal itu sontak membuat Alexa menatap ke arah Aray dengan tatapan tajamnya.
"Kalau begitu, kita sudahi rapat kali ini Tuan Ars, semoga kedepannya perusahaan kita akan berhasil," ucap Aray mengakhiri rapat tersebut.
"Baiklah Tuan Aray, kalau begitu kami permisi,"ucap Ars. Lalu ia dan Rai pun meninggalkan ruang rapat tersebut.
"Rai, Apa Tuan Aray dan Alexa memiliki hubungan?," tanya Ars saat berjalan menuju parkiran.
" Aku tidak tahu, kalau kak Ars ingin tahu kenapa tidak kau tanyakan sendiri saja dengan Alexa kak," ucap Raiden.
"Tapi kau tahu Alexa saat ini tengah marah kepadaku. Aku takut kalau Aku bertanya kepadanya nanti, dia akan tambah marah kepadaku,"ucap Ars menghela nafasnya.
"Bersabarlah kak, Alexa sangat mencintaimu. Dia pasti akan kembali kepadamu. Rebut kembali kepercayaannya,aku yakin kalau kau bersungguh-sungguh Alexa akan kembali mempercayaimu kak," ucap Raiden menepuk pundak sang kakak. Kemudian mereka pun kembali ke kantornya dengan menaiki mobil masing-masing.
***
Malam harinya
Alexa menatap dirinya di depan cermin setelah memoles wajahnya dengan makeup tipis. Namun menambah kesan cantik natural yang terpancar dari wajahnya.
Bersamaan dengan itu Ars membuka pintu kamarnya. Dia melihat Alexa dan terpesona dengan kecantikan istrinya.
" Kau mau kemana sayang?," tanya Ars mendekati Alexa.
"Aku ada acara makan malam bersama Tuan Aray," ucap Alexa seraya mengambil tasnya yang terletak di atas meja riasnya.
Ars tidak rela jika Alexa makan malam dengan Tuan Aray. Malam ini Alexa terlihat begitu cantik,ia tidak ingin kecantikan istrinya dilihat oleh pria lain selain dirinya.
"Tidak boleh!, aku tidak mengizinkan mu makan malam dengan Tuan Aray. Kau istri ku dan aku tidak mengizinkannya!," ucap Ars tegas.
"Aku dan Tuan Aray tidak hanya sekedar makan malam kak. Kami akan membicarakan tentang rapat besok. Lagi pula aku tidak datang sendirian, aku mengajak Vio bersamaku. Jadi kau jangan melarang ku kak," ucap Alexa.
"Kalau begitu Aku juga akan ikut ," ucap Ars membuat Alexa membelalakkan matanya.
__ADS_1
"Tapi..."
"Tidak ada tapi tapian, Aku akan ikut bersama kalian."
Alexa mendengus kesal kepada suaminya itu.
" Terserah kak Ars. Tapi ingat!, nanti jangan mengacau disana!,"ucap Alexa memperingatkan.
"Baiklah sayang," ucap Ars merasa senang.
Ars pun mengambil jaketnya dan iapun mengantarkan istrinya dan Vio ke sebuah restoran pusat kota.
Sesampainya di sana, Alexa dan Vio pun segera turun dari mobil dan berjalan duluan meninggalkan Ars.
"Kak Lexa, apa kau tidak kasihan dengan suamimu. Sepertinya dia bersungguh-sungguh menyesali perbuatannya. Ayolah kak cepatlah berbaikan dengannya. Lama-lama aku jadi kasihan dengan kak Ars," ucap Vio kepada Alexa.
"Sudahlah Vio, aku ingin melihat perjuangannya mendapatkan hatiku. Aku masih takut dia akan menjatuhkan perasaan ku seperti sebelumnya."
"Terserah kalian sajalah kak."
Alexa melihat Aray yang sudah menunggunya di meja yang sudah di pesannya. Lalu ia dan Vio pun segera menuju ke meja Aray.
" Malam kak Aray,"sapa Vio.
"Malam Vio. Kalian terlihat cantik sekali malam ini." puji Aray.
" Kami kan memang cantik kak," kelakar Alexa. Mereka pun tertawa bersama.
Sementara itu Ars pun segera menyusul sang istri masuk ke dalam restoran tersebut. Namun saat ia hendak memasuki restoran itu. Tanpa sengaja pandangan matanya melihat sosok sang adik yang sedang makan malam bersama seorang perempuan dengan begitu romantis.
Karena saat ini Rai sedang saling berpegangan tangan dan saling berpandangan dengan wanita dia depannya.
"Rai, tapi siapa wanita itu?, dia bukan calon istrinya." ucap Ars pada dirinya sendiri.
Karena penasaran ia pun menghampiri sang adik.
"Rai" panggil Ars.
Raiden pun menoleh ke belakang ke arah suara seorang yang memanggilnya. Ia pun terkejut tatkala melihat sang kakak yang ada di sana.
Lalu Rai melepaskan pegangan tangannya kepada wanita di depannya dan langsung menghampiri sang kakak.
" Kak Ars sedang Apa disini?!," ucap Rai kepada Ars. Sesekali ia menoleh ke arah wanita yang sedang menunggunya.
"Rai, siapa wanita itu,dia bukan calon istrimu Rai," ucap Ars mengintrogasi sang adik.
"Jangan keras-keras bicaranya kak, Aku tidak ingin Celine mendengar percakapan kita,"ucap Rai pelan.
"Rai, jangan bilang kalau dia adalah kekasih mu. Kau akan menikah Rai!."
"Ya,dia kekasihku dan aku begitu mencintainya kak. Tolong jangan ikut campur dengan urusanku. Kakak urus saja masalah saja masalah rumah tangga kakak sendiri." ucap Rai.
"Tapi kau akan menikah Rai,kau harus memutuskan hubunganmu dengan kekasihmu itu!."
" Kak,ku mohon pergilah, tolong jangan mencampuri urusanku please," ucap Rai memohon.
"Kakak akan pergi Rai, tapi aku hanya ingin mengingatkan padamu. Jangan pernah melakukan kebodohan seperti yang kulakukan Rai, atau kau akan menyesal seperti yang kurasakan saat ini,"ucap Ars dan langsung meninggalkan sang adik.
"Tidak akan kak, Celine adalah wanita yang kucintai sejak lama. Dan aku tidak akan melepaskannya," ucap Rai seraya menatap sang kakak yang mulai menjauh.
__ADS_1
***