Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 80


__ADS_3

Keesokan harinya, Ars, Alexa dan Mia pergi ke sebuah rumah yang Ars yakini adalah rumah Aunty Trisya.


Ars menekan bel pintu yang ada disana. Alexa sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Auntynya.


Tak berapa lama, pintu itu pun terbuka. Seorang gadis cantik yang mirip dengan Alexa tengah membuka pintu tersebut.


"Kalian siapa?," tanya gadis itu yang mungkin masih berumur belasan tahun.


Alexa tersenyum melihat gadis itu. Ia yakin gadis itu adalah Putri dari Auntynya.


"Kami mencari Aunty Trisya, apakah ini rumahnya?," tanya Ars.


Gadis itu mengernyitkan keningnya, seperti terasa asing mendengar nama yang mereka cari.


"Maaf, tapi tidak ada orang yang bernama Trisya di rumah ini," ucap gadis itu.


"Siapa tamunya sayang?," tanya seorang wanita dari dalam rumah tersebut.


Wanita itu pun keluar untuk melihat siapa tamunya.


Ars masih ingat wajah ini, walaupun terlihat sedikit lebih tua.Tapi wajahnya masih sama seperti dulu.


"Aunty Trisya," panggil Ars.


Wanita itu pun mengernyitkan keningnya karena ada yang memanggilnya dengan namanya dahulu.


"Maaf, siapa kau?, kenapa kau memanggilku dengan nama itu?. Aku sudah memendam semua masalaluku. Nama ku sekarang adalah Alice," ucap Trisya.


"Apa Aunty tidak mengenaliku?. dulu aku sekecil ini, dan sekarang lihatlah Aunty, aku sudah besar. Bahkan aku menikahi keponakan mu," ucap Ars.


Trisya semakin penasaran kepada para tamunya ini. "Apa aku mengenalmu?."


"Aku Ars Aunty, apa kau sudah ingat sekarang?," tanya Ars.


Trisya mengenal nama itu, nama seorang anak yang pernah menyelamatkan dirinya dulu. Trisya langsung memeluk Ars. Ia tidak menyangka akan bertemu kembali dengannya kembali.


"Kau benar-benar Ars?, kau sudah besar sekarang nak. Bagaimana kabar kakakku?, aku sangat merindukannya. Dia tidak memperbolehkan ku untuk menghubunginya. Aku yakin pasti ada alasannya. Dimana dia Ars, apa dia datang bersamamu?," tanya Trisya menangis.


"Aunty," panggil Alexa mendekati Trisya. Ia pun kini terisak.


Trisya menoleh ke arah Alexa, ia menelisik wajah yang begitu mirip dengan putrinya. Ia sudah bisa menebak bahwa Alexa adalah Putri dari sang kakak.


"Dia istriku Alexa Aunty, dan dia Putri Paman Alex," ucap Ars.


Trisya langsung memeluk keponakannya itu, kini tangis keduanya pecah seiring rasa haru yang mempertemukan Aunty dan keponakan itu.


"Kau keponakanku?, kau cantik sekali sayang. Maafkan Aunty, Aunty tidak pernah menemuimu. Kau sudah sebesar ini," ucap Trisya mengelus kepala Alexa.


"Lexa juga merindukan Aunty"


"Sebaiknya kita masuk, kita ngobrol didalam. Ayo sayang," ajak Trisya mengajak mereka semua masuk kedalam rumahnya.


Setelah mereka masuk kedalam rumah, Ars mengajak Trisya untuk berbicara berdua. Ia tidak ingin ada orang lain yang mengetahui detail semua permasalahannya.


"Jadi selama ini mereka membohongiku?, mereka mengatakan bahwa Putraku sudah tiada saat aku melahirkannya. Aku tidak tahu mereka berbohong padaku, karena aku pingsan setelah aku berhasil melahirkan anakku." ucap Trisya begitu geram.


Ia begitu senang mendengar bahwa putranya masih hidup. Namun ia juga begitu menghawatirkan kakak dan kakak iparnya.


"Kalau begitu aku akan ikut denganmu Ars. Aku akan mengatakan semua kebohongan mereka pada Putraku. Aku tidak ingin Putraku menjadi seorang pria bejat seperti ayahnya!," ucap Trisya marah mengingat semua kejadian dulu.


Waktu itu umurnya masih 19 tahun, tapi mereka telah menculiknya dan menjadikannya budak nafsu seorang pria kejam dan bejat. Dan orang itu adalah putra kandung Rudolf.


Hingga akhirnya membuat Trisya mengandung benih pria bejat itu. Walaupun demikian putra Rudolf terus saja menjadikan Trisya budak nafsunya walaupun tengah hamil.


Dan saat Trisya melahirkan seorang bayi laki-laki. Pria itu sempat ingin membunuhnya.Tapi ia berfikir mungkin suatu hari bayi laki-laki itu akan berguna.


"Tenanglah Aunty, aku kemari memang ingin menjemputmu. Kita harus menyelamatkan Paman Alex," ucap Ars.


"Baiklah Ars, Aunty akan menyiapkan semuanya"


Sedangkan di ruang tamu seorang gadis remaja yakni Putri Trisya yang bernama Violeta sedang berceloteh sangat riuh karena begitu gembira memiliki saudara.


"Kak Alexa cantik sekali, aku senang sekali memiliki saudara perempuan yang begitu cantik sepertimu. Ahhh aku sungguh senang, aku masih mempunyai sebuah keluarga." ucap Vio berbinar.


"Apa kau dan Aunty hanya tinggal berdua saja Vio?. Papamu kemana?," tanya Alexa.


Vio menundukkan kepalanya, ia begitu sedih mengingat kenangan tentang Papanya.


"Papa sudah berada di surga kak Lexa," ucap Vio sendu.


Alexa langsung memeluk Vio, ia bisa merasakan bagaimana rasanya kehilangan.

__ADS_1


"Maafkan kakak Vio, Kakak tidak tahu.".


" Kakak tidak usah minta maaf, Vio tidak apa-apa. Vio tidak menangis, karena Vio sudah berjanji pada Papa tidak akan menangis lagi, "ucap Vio tersenyum manis.


Alexa bangga mempunyai saudara yang begitu kuat." Kau hebat Vio."ucap Alexa membalas senyuman Vio.


Sedangkan Mia sedari tadi hanya menatap acuh kepada dua saudara yang baru bertemu itu.


"Wah, ternyata kalian sudah akrab. Maaf ya Lexa, Vio orangnya cerewet. Jadi anggap saja omongannya itu seperti angin yang berlalu," ucap Trisya. Membuat Vio mengerucutkan bibirnya.


"Mama..."


"Oh ya Ars, siapa dia?.


Kau belum mengenalkannya pada Aunty."


"Dia Mia Aunty, teman kuliah dan juga sekertaris saya," ucap Ars mengenalkan Mia.


Mia tersenyum manis pada Trisya dan mengenalkan dirinya.


"Saya Mia Aunty"


"Oh ternyata dia orang, Vio pikir patung," seloroh Vio dan mendapatkan tatapan tajam dari Mamanya.


"Maafkan Vio Mia, dia memang masih kekanak-kanakan."


"Tidak apa-apa Aunty," ucap Mia tersenyum manis. Namun dalam hatinya ia merasa kesal. Ia cepat-cepat ingin segera pergi dari sana.


"Kalau begitu kalian menginap di sini saja. Pasti akan sangat ramai dan menyenangkan. Vio juga mempunyai teman untuk ngobrol. Dan Aunty juga akan membuat masakan spesial untuk kalian," tawar Aunty Trisya.


"Maaf Aunty, tapi baju saya berada di hotel. Bagaimana nanti saya akan mengganti pakaian saya. Ars tolong antarkan aku kembali ke hotel," ucap Mia berusaha menolak dan merengek kepada Ars


"Tenang saja, kau bisa memakai baju Vio. Ukuran tubuh kalian sepertinya sama," ucap Trisya.


"Tapi..."


"Kita akan menginap!, kalau nona Mia ingin kembali ke hotel, silahkan saja. Tapi aku dan SUAMIKU mau menginap disini," ucap Alexa menekankan kata suamiku pada Mia.


"Tapi Ars, aku tidak terbiasa memakai baju orang lain. Sebaiknya kita..."


"Nona Mia!, Kak Ars suamiku!.Dan kau?!, kalau kau mau kembali ke hotel,aku bisa memesankan taksi untukmu!," ucap Alexa begitu marah.


"Alexa!," bentak Ars.


Ia selalu diam saat suaminya lebih memperhatikan Mia. Tapi untuk kali ini tidak, ia ingin menghabiskan waktunya untuk bersama keluarga yang baru ia temukan.


"Kenapa?!, Kak Ars mau kembali ke hotel bersama Nona Mia?!.Apa kau akan lebih menuruti orang lain dari pada aku yang istrimu sendiri?!. Kau selalu menurutinya, istrimu itu aku atau dia?!," ucap Alexa menunjuk Mia.


"Ajak aku ke kamar mu Vio, aku lelah," ucap Alexa dan Vio langsung mengajaknya ke kamarnya.


"Lexa!," panggil Ars, namun Alexa tidak memperdulikannya.


"Sudahlah Ars, biarkan Alexa tenang. Biarkan ia menginap disini. Kami keluarganya, dan mungkin dia ingin melepaskan rindu bersama kami," ucap Trisya menenangkan.


"Maaf Aunty karena harus melihat dan mendengar perdebatan kami. Sebelumnya Alexa tidak pernah semarah itu," ucap Ars.


Trisya mulai bisa menangkap masalah yang terjadi dalam rumah tangga keponakannya itu.


"Kau suaminya, kau harus lebih bisa mengerti istrimu." ucap Trisya menepuk pundak Ars.


"Dan kau Mia, kau juga harus tahu bahwa Ars adalah suami Alexa. Kau harus tahu batasan mu," ucap Trisya kemudian berlalu meninggalkan mereka.


"Ars, maafkan aku, aku benar-benar tidak ada niat untuk membuat kalian bertengkar." ucap Mia.


"Sudah Mia jangan meminta maaf, mungkin Alexa terlalu kelelahan. Sebaiknya kau menginap saja disini. Besok baru kita kembali ke hotel."


"Baiklah Ars, sekali lagi maafkan aku"


***


Saat makan malam suasana di ruang makan begitu hening. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut Alexa.


Sedari tadi Ars hanya menatap Alexa. Ia tidak pernah menyangka Alexa bisa semarah itu.


Hingga makan malam pun selesai Alexa tetap saja diam. Bahkan saat Ars berusaha untuk berbicara dengannya, Alexa tidak memperdulikan dan langsung meninggalkannya.


"Kenapa Alexa bisa semarah itu.Apa dia cemburu dengan Mia?," ucap Ars dalam hati.


"Kak Lexa, aku mendukungmu. Aku juga tidak menyukai wanita itu. Dia seperti ular berbisa," ucap Vio.


Kini mereka telah tidur bersama di kamar Vio.

__ADS_1


"Sudahlah Vio, sekarang sudah malam. Lebih baik kita istirahat," ucap Alexa berusaha memejamkan matanya.


"Baiklah kak Lexa."


Alexa perlahan mulai terbawa mimpi, begitu juga dengan Vio.


Pagi hari


Alexa mulai membuka matanya perlahan saat mendengar suara kicauan burung.


Namun ia sulit untuk menggerakkan badannya. Ada seseorang yang memeluknya hingga membuatnya sulit untuk bergerak.


"Vio, bangunlah, Kau membuatku tak bisa bergerak. Ayolah Vio," ucap Alexa yang belum membuka matanya seluruhnya.


"Kau sudah bangun?," tanya seorang pria yang sedang memeluknya.


Alexa terperanjat, ia tahu suara siapa ini, Ia pun berusaha melepaskan pelukan Ars. Dan itu berhasil. Alexa segera melompat turun dari atas ranjang.


"Kau!. Kenapa kau bisa ada disini. Dan apa yang kau lakukan disini?!,", tanya Alexa terkejut.


" Aku sedang tidur bersama Istriku, "ucap Ars santai.


" Apa yang kak Ars katakan?!, kau kemanakan Vio?!"


"Tenanglah, semalam aku sudah menyuruhnya pindah ke kamar sebelah." ucap Ars santai.


"Kau sungguh menyebalkan kak, aku membencimu!," ucap Alexa. Ia pun ingin segera pergi dari sana. Namun Ars menariknya dan membuat Alexa jatuh menimpa Ars.


"Kau membenciku?"


"Ya, aku sangat membencimu!, ku mohon kak Ars Lepaskan aku dari ikatan pernikahan ini.Aku sungguh tidak sanggup lagi bila harus menunggu sampai Papa dan Mama di temukan." ucap Alexa menangkupkan kedua tangannya.


Ars menatap Alexa begitu tajam, ia pun langsung membalikkan posisi mereka sehingga kini Alexa berada di bawah kukungannya.


"Aku tidak akan pernah melepaskan mu Lexa!. Kau istriku!,dan aku mencintaimu," ucap Ars penuh penekanan.


Alexa terpaku,ia terdiam mencerna ucapan Ars barusan.*A-apa maksud kak Ars?"


"Aku mencintaimu Alexa,dan aku ingin menghapus perjanjian antara kita untuk berpisah setelah Paman Alex dan Aunty Nani di temukan. Aku mencintaimu Alexa,aku tidak akan pernah melepaskan mu sekalipun kau tidak mencintaiku. Kau hanya akan menjadi milikku," ucap Ars begitu sungguh-sungguh dan yakin.


Alexa terpaku, ia tidak menyangka bahwa Ars mencintainya. Cintanya ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Hatinya bahagia saat ini mendengar pengakuan cinta dari suaminya.


Dan entah sejak kapan mereka tengah berciuman. Alexa benar-benar tenggelam dalam ungkapan cinta dari seorang Ars.


***


"Kak Ars,kapan kau menyadari kalau kau mencintaiku. Selama ini sikapmu begitu dingin padaku, dan kau juga lebih dekat dengan Nona Mia. Aku pikir selama ini kau mencintai Nona Mia," ucap Alexa yang kini dalam pangkuan suaminya.


"Entah sejak kapan aku mulai mencintaimu Lexa. Dulu kau gadis bar-bar yang selalu mengganggu ku. Dan aku begitu terganggu dengan itu. Tapi setelah kau menghilang beberapa tahun ini. Entah mengapa aku mulai merindukan kau mengganggu ku.Dan saat aku bertemu denganmu setelah sekian lama, melihatmu menangis waktu itu di bandara membuat hatiku terasa sesak. Aku juga merasa marah saat pria lain begitu memuji istriku. Kau hanya milikku Lexa hanya milikku." ucap Ars mencium tangan Alexa.


"Dan untuk Mia, Aku hanya menganggapnya sebagai teman. Dia besar di panti asuhan, dan tidak memiliki keluarga seperti kita. Bahkan aku menganggapnya seperti adikku sendiri. Dia baru putus dari pacarnya dan setiap melihat orang lain terlihat mesra di depannya, ia pasti akan sedih." ucap Ars menjelaskan.


"Tapi kak Ars, Mia menyukaimu.Aku bisa melihatnya dari tatapannya padamu. Dan aku tidak suka kalau dia menjadi sekertaris mu. Kau cemburu saat pria lain dekat dengan ku, begitu juga aku kak. Aku tidak ingin suamiku terlalu dekat dengan wanita lain meskipun kau hanya menganggapnya sebagai teman."


"Kau cemburu padaku, apa artinya kau mulai mencintai ku Lexa?."


Alexa mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan suaminya. "Kau pikir sejak kecil aku selalu mengganggumu itu karena apa?. Apa dia tidak menyadari bahwa aku menyukainya sejak kecil?. Dasar pria tidak peka," umpat Alexa dalam hati.


"Pikir saja sendiri!, pokoknya kak Ars harus menjaga jarak dengan Nona Mia. Aku istrimu, dan aku juga punya perasaan kak."


"Aku berjanji akan menjaga jarak dengan Mia, Aku akan memindahkan Mia ke perusahaan Raiden. Apa kau puas istriku?," ucap Ars mencium bibir istrinya sekilas.


"Aku belum puas sebelum kak Ars menepati janji ."


"Baiklah sayang, aku akan membuatmu mencintaiku."


Mereka kini kembali berciuman, seakan mereka tidak ingin lepas satu sama lain.


***


Kini mereka semua pun berangkat ke London untuk menyelesaikan masalah mereka.


Ars menepati janjinya untuk menjaga jarak dengan Mia. Saat di pesawat Ars duduk jauh dari kursi Mia, sehingga mereka tidak bisa menyapa satu sama lain.


Ars tidak ingin membuat Alexa tidak nyaman.


Sedangkan Vio, dia begitu antusias saat ini. Mulutnya terus saja berceloteh hingga membuat Mamanya geleng-geleng kepala.


***


Dua bab othor jadikan satu, dua ribu kata lebih gengks...sampai otak othor mengebul😂😂.

__ADS_1


Bertanya mengapa Alexa semudah itu luluh dengan Ars?. Tenang saja karena nanti akan ada bab dimana Ars hampir kehilangan cinta Alexa karena kebodohannya. Di tunggu saja ya😉.Maaf bila banyak typo bertebaran🙏.


Happy reading....


__ADS_2