
Ars berjalan meninggalkan Raiden, Ars berharap Raiden dapat mengambil keputusan yang tepat nantinya.
Iapun kembali mencari di mana keberadaan sang istri kedalam restoran tersebut.
Ars melihat dari kejauhan Alexa yang tengah tertawa bersama dengan Vio dan Tuan Aray.
Namun disaat Ars melangkahkan kakinya menuju meja istrinya, seorang wanita yang terlihat begitu cantik dan seksi menabrakkan dirinya kepada Ars.
Sebenarnya wanita itu sudah memperhatikan Ars sejak tadi. Wanita itu tahu bahwa Ars adalah pemilik perusahaan ternama di kota ini.
Wanita itu tidak mengetahui bahwa Ars sudah menikah. Karena memang Ars belum mengumumkan pernikahannya dengan Alexa. Jadi ia berencana untuk mengambil perhatian Ars.
"Ah Tuan, maafkan saya. Saya benar-benar tidak sengaja," ucap wanita itu berusaha berpegangan pada tangan dan pundak Ars. sehingga terlihat mereka sedang berpelukan. Banyak mata tertuju pada mereka. Bahkan Alexa, Vio dan Aray pun melihat kearah Ars.
Wanita itu menyunggingkan senyumnya, Ia berfikir Ars dapat Ia goda. Namun sedetik kemudian senyumnya luntur tatkala Ars mendorong wanita itu hingga terjatuh ke lantai.
Ars menggeram marah, Ia menatap benci ke arah wanita itu. Semenjak kejadian Mia, Ars menjadi begitu dingin terhadap semua wanita. Ia ingin hanya istrinya saja yang menyentuhnya. Ia tidak ingin bersentuhan dengan wanita lain selain istrinya.
Dan itu sontak membuatnya menatap ke arah istrinya yang sedang menatapnya saat ini. Perasaan takut istrinya akan semakin menjauhinya menyeruak dalam hatinya.
Lalu ia kembali menatap wanita itu. "Apa yang kau lakukan!, Jangan pernah sekalipun untuk menyentuhku!," bentak Ars.
Wanita itu pun beringsut ketakutan melihat ekspresi wajah Ars yang menakutkan saat ini. Ia pikir Ars akan tertarik padanya. Karena secara dia adalah wanita yang cantik dan seksi. Namun dugaannya salah.
"Maafkan saya Tuan, saya hanya berusaha berpegangan pada anda agar tidak terjatuh." bela wanita itu.
"Apapun alasannya, saya tidak akan membiarkan wanita manapun memegang apalagi bersentuhan dengan ku. Karena hanya istri ku yang boleh melakukannya!," ucap Ars penuh penekanan.
Wanita itu terkejut mendengar ucapan Ars. Ia berfikir Ars masih lajang, tapi kini ia menjadi semakin ketakutan saat mendengar ucapan Ars barusan.
Alexa terkejut dengan sikap Ars sekarang. Dulu Ars tidak seprotektif itu. Tapi kenapa sekarang ia begitu membenci wanita lain?. Alexa melihat semua orang menatap ke arah Ars.
Iapun berdiri dan menghampiri suaminya.
"Kak Ars"
Ars menoleh ke arah istrinya yang kini berada di depannya.
"Sayang Aku tidak ada hubungan dengan wanita itu. Tolong jangan salah paham dengan ku. Lihatlah Dia berusaha menyentuh ku sayang. Tapi aku tidak akan membiarkannya. Dia harus mendapatkan hukuman karena telah berani menyentuh ku." ucap Ars menghiba.
Alexa semakin terkejut, Ars yang selama ini selalu ramah dengan semua orang. Kini menjadi begitu dingin terhadap wanita.
Alexa pun mendekati Ars, iapun memegang tangan suaminya dan berbisik di telinga Ars.
"Tenanglah kak Ars, aku tidak akan marah padamu. Lihatlah semua orang saat ini sedang melihat mu."
"Aku tidak peduli, jangan tinggalkan aku Lexa. Dia yang berusaha menyentuhku tadi," ucap Ars dengan rasa takut. Ia takut Alexa akan salah paham padanya.
Alexa pun sejenak memejamkan matanya. Lalu ia memeluk pinggang suaminya. "Aku tidak akan meninggalkanmu kak Ars, sekarang ayo kita pulang," ucap Alexa lembut. Ia berusaha untuk menenangkan suaminya saat ini.
__ADS_1
Seakan tersihir oleh ucapan sang istri, Ars pun menganggukkan kepalanya dan berjalan menggandeng tangan istrinya menuju keluar restoran tersebut.
Semua orang sedari tadi saling berbisik melihat sebuah pertunjukan menarik antara sepasang suami istri dan wanita penggoda itu, pikir orang-orang di sana.
Sedangkan wanita yang terjatuh itu mendengus kesal karena rencananya tidak berhasil. Tapi malah membuatnya mendapatkan malu. Iapun segera beranjak dari sana dan pergi dengan kesal.
"Lihatlah Vio, sungguh pertunjukan menarik bukan?. Semoga saja mereka cepat berbaikan," ucap Aray menyunggingkan senyumnya melihat kejadian tersebut.
"Ya, Kau benar kak. Tapi nanti Kau harus mengantarku pulang. Lihatlah mereka meninggalkan ku sendirian,"ucap Vio mengerucutkan bibirnya.
"Baiklah anak kecil," goda Aray.
***
Sepanjang perjalanan pulang, Ars terus memegang tangan Alexa tanpa melepaskannya. Sedangkan tangan satunya memegang setir.
Sesekali Ars mencium punggung tangan istrinya itu. Alexa hanya diam saja tidak menolak yang dilakukan suaminya.
"Kenapa kak Ars seperti ketakutan kehilangan diriku. Apa aku sudah keterlaluan padanya?," ucap Alexa dalam hati.
Sampai di mansion Alex, Ars pun tidak melepaskan pegangan tangannya. Ia terus menggandeng tangan Alexa hingga sampai di kamar mereka.
"Kak Ars, lepaskan tanganku," ucap Alexa. Alexa hendak mengganti pakaiannya saat ini.
"Tidak Lexa, jangan tinggalkan aku,kau tidak boleh pergi dariku," ucap Ars menghiba.
"Ah baiklah maafkan aku," ucap Ars merasa malu, iapun menundukkan kepalanya melepaskan tangan Alexa.
Alexa segera mengambil baju gantinya dan berjalan menuju kamar mandi.
"Kenapa kak Ars menjadi seperti itu?, apa aku sudah keterlaluan padanya?. Kenapa aku menjadi kasihan padanya?. Aku ingin menghukum mu atas semua kesalahanmu, tapi aku juga tidak tega bila melihat mu seperti ini,"ucap Alexa pada dirinya sendiri.
Setelah mengganti pakaiannya, Alexa pun keluar. Di lihatnya Ars yang sedang duduk di sofa dan menatapnya dengan senyum.
"Kau sudah selesai sayang?."
"Ya, Aku aku sudah selesai. Sekarang kak Ars tidurlah. Bukankah besok kak Ars harus ke kantor."
Ars berdiri dan berjalan menuju istrinya, Ia kembali memegang tangan Alexa dan menciumnya.
"Sayang, kau tidak akan meninggalkan ku kan?. Tadi di restoran Kau bilang tidak akan meninggalkan ku." Tanya Ars penuh harap.
"Ah itu, Aku..."
"Sayang aku berjanji tidak akan pernah membohongi dirimu lagi. Aku berjanji tidak akan pernah berteman dengan wanita manapun. Aku mencintaimu dan hanya mencintaimu sayang. Ku mohon, jangan hukum Aku lagi. maafkan aku,"ucap Ars menitihkan air matanya.
Alexa merasa sesak melihat suaminya seperti ini. Semua rasa benci terhadap suaminya seakan melebur melihat air mata suaminya dengan penuh penyesalan.
Bahkan kini Ars bersimpuh di hadapan Alexa agar Alexa memaafkannya sepenuh hati.
__ADS_1
Cinta sungguh membuat orang pintar sekalipun menjadi tunduk padanya. Membuat segala amarah dan keegoisan pun takluk padanya. Sungguh kekuatan cinta sangat luar biasa.
Begitulah yang Ars dan Alexa alami saat ini. Alexa merengkuh tubuh suaminya, memeluknya erat, rasa benci dan amarahnya pun seketika mereda.
Ia merasakan sakit melihat suaminya menangis saat ini.
"Apa kau benar-benar berjanji tidak akan pernah mengulangi kebodohanmu lagi kak?." ucap Alexa yang kini ikut menangis.
"Aku berjanji sayang, Aku tidak akan pernah menyia-nyiakan mu lagi. Beri aku kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya. Tidak akan ada orang lain, hanya ada kita. Aku dan kamu. Aku sangat mencintaimu Alexa," ucap Ars memeluk erat sang istri.
" Kalau begitu aku memaafkan mu kak. Aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu." ucap Alexa. Kini mereka saling menangis dan berpelukan.
"Terimakasih sayang," ucap Ars mengecup kening Alexa berkali-kali.
Ars mengangkat tubuh istrinya dan meletakkannya di atas ranjang. Lalu ia memeluk tubuh istrinya posesif.
Ars seakan tak ingin melepaskan pelukannya saat ini.
"Tapi ingat kak, kalau kau sampai mengulangi kesalahan mu lagi. Aku tidak akan pernah memaafkan mu."
"Kau dapat memegang kata-kata ku sayang. Kalau aku sampai melakukan kebodohanku lagi. Maka Tuhan akan mengambil nyawa ku saat itu juga"
"Dan aku akan mencari pria yang lebih tampan dan lebih kaya dari mu kalau kau sampai melakukan kebodohan untuk kedua kalinya."
"Itu tidak akan pernah terjadi, karena Kau hanya milik ku dan akan menjadi milikku selamanya. Aku akan memberimu lautan cinta hingga Kau tenggelam di dalamnya dan tidak akan pernah memikirkan untuk mencari pria lain lagi selain diriku. Kau hanya milik ku," ucap Ars tulus.
Alexa tersenyum menatap sang suami. Sungguh Alexa merasa bahagia saat ini. " Aku akan menunggu janjimu."
Ars menatap Alexa penuh damba, ia sangat merindukan istrinya. Entah sejak kapan bibir itu saling terpaut.
Mereka mencurahkan segala rindu yang selama ini mereka tahan. Ciuman yang sungguh membuat keduanya seakan melepaskan dahaga.
Namun ciuman itu sepertinya tidak akan pernah cukup untuk melepaskan kerinduan di antara keduanya. Mereka menginginkan hal yang lebih. Hal yang benar-benar membuat rasa cinta dan rindu itu menjadi satu.
***
"Rai Aku hamil!," ucap Yuna dalam panggilan teleponnya.
Ya, saat ini Yuna tengah menangis meratapi nasibnya saat ini. Kejadian hari itu bersama Raiden membuahkan janin di perutnya saat ini.
Yuna begitu ketakutan, kesuciannya telah terenggut oleh orang yang ia benci. Dan kini ia pun merasa semakin terpuruk kala mengetahui bahwa dirinya sedang hamil akibat perbuatan Raiden.
Raiden menjambak rambutnya saat mendengar kabar itu dari Yuna. Ia tidak menyangka Yuna akan hamil.
Raiden merasa bingung saat ini. Disatu sisi wanita yang Ia inginkan sejak lama mulai membalas perasaannya. Tapi disisi lain,ada wanita yang tengah mengandung anaknya.
*****
Masalah datang silih berganti, membuat othor pun menjadi pusing 😰.
__ADS_1