Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 75


__ADS_3

Ars menatap Alexa yang sedang membacakan ide-idenya untuk pembangunan hotel yang akan mereka luncurkan. Dan Ars mengakui bahwa ide-ide yang Alexa buat akan menarik orang-orang untuk menginap ke hotel yang akan mereka luncurkan nanti.


Namun berbeda dengan Mia, ia begitu membenci Ars yang terus menatap Alexa saat mengemukakan ide-idenya.


Alexa sedikit membungkuk saat selesai presentase.


"Bagaimana Tuan Ars?, saya yakin anda akan menyukai ide sekertaris saya." ucap Kai.


"Semua idenya sangat bagus, saya sangat menyukainya Tuan Kai." ucap Ars menatap Alexa yang kini juga menatapnya. Namun Alexa segera memutus tatapannya kepada Ars dengan menundukkan kepalanya.


"Sudah saya duga Anda akan menyukainya. Sekertaris ku ini memang pandai dalam membuat ide-ide yang luar biasa." ucap Kai membanggakan Alexa hingga membuat semburat merah terbit di pipi Alexa.


Seketika itu tatapan Ars menjadi datar.


"Maaf Tuan Kai, tapi kami harus segera kembali ke kantor." ucap Ars menghentikan Kai yang terus memuji Alexa.


"Kenapa Anda buru-buru Tuan, sebenarnya saya ingin mengundang Anda dan Nona Mia untuk makan siang bersama di restoran favorit kita," ucap Kai menatap Alexa.


Ars menatap Alexa sekilas, kemudian ia menatap Kai dan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah," ucap Ars akhirnya.


Kai dengan bersemangat mengajak Ars dan Mia menuju restoran di dekat kantor yang menjadi favoritnya dan Alexa.


"Bagaimana Tuan Ars, tidak buruk kan rasanya?," tanya Kai.


"Ya, rasanya sesuai dengan lidah saya. Apa Tuan Kai sering kesini?," tanya Ars.


"Ya Tuan Ars, saya sering kemari. Tapi akhir-akhir ini saya kerap kali sendirian bila kemari. Karena beberapa hari ini Alexa jarang sekali bisa ku ajak untuk ke restoran ini,", ucap Kai.


Ars sedikit tersenyum mendengar ucapan Kai. Lalu ia mengambil ponselnya saat terdengar notif pesan.


Ars segera melihat layar ponselnya dan melihat notif pesannya. Seketika rahangnya mengeras saat melihat pesan di ponselnya.


" Alexa kita pulang sekarang!," ucap Ars begitu dingin dan menahan amarah.


Semua orang yang ada di sana pun terkejut melihat perubahan ekspresi wajah Ars. Terlebih Kai, ia terkejut saat memanggil Alexa hanya dengan nama saja.


Selama ini Kai memang belum mengetahui siapa suami Alexa. Karena waktu itu Alexa hanya mengatakan bahwa dirinya sudah menikah dengan orang yang Alexa cintai.


Namun Alexa tidak memberitahu tentang siapa yang menjadi suaminya. Karena menurut Alexa semua itu tidaklah penting. Sebab cintanya yang bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


"Maaf Tuan Ars, tapi Alexa sekertaris saya.Dan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan," ucap Kai seraya berdiri.


"Ars, bukankah kita akan merayakan ulang tahun ku di restoran S?," ucap Mia berusaha agar Ars tidak dekat dengan Alexa.


Ars menatap Mia dan Kai bergantian.Lalu ia kembali menatap Kai datar. "Saya suaminya, dan saya tidak perlu meminta izin kepada siapapun untuk membawa istri saya pergi," ucap Ars dingin.


Pernyataan itu membuat Kai terkejut dan terpaku di tempatnya.


"Dan kau Mia, maafkan aku. Aku ada urusan penting. Jadi kita akan merayakannya lain kali," ucap Ars. Kemudian ia berjalan menghampiri Alexa dan menarik tangannya mbawanya pergi dari sana.


Alexa menatap Kai sebelum ia ditarik oleh suaminya. Perasaan bersalah menyelimuti hatinya. Ia lupa menceritakan bahwa Ars adalah suaminya. "Maafkan aku Kai," ucap Alexa dalam hati.


Setelah Ars menariknya masuk kedalam mobilnya. Dalam hati Alexa mencebik kesal karena Ars berbuat seenak hatinya.


Namun sejurus kemudian dia heran kenapa Ars terlihat semarah itu.


"Kak Ars, apa yang terjadi?." Alexa mencoba untuk bertanya.


"Lihatlah ponselmu maka kau akan mengetahuinya," ucapnya dingin.


Tanpa bertanya lagi, Alexa pun mengambil ponselnya yang ada dalam tasnya dan melihatnya. Ada notif berita disana. Alexa segera membukanya. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat pemberitaan tentang Raiden.


Alexa menutup mulutnya dengan tangannya saat melihat video yang meng viralkan sahabatnya itu.


"Kita akan tahu kebenarannya nanti. Sekarang kita pulang dulu. Aku yakin Mami dan Papi sudah menerima kabar ini."


"Baiklah."


Alexa benar-benar tidak menyangka sahabatnya akan melakukan hal menjijikkan seperti ini. Ia kenal bagaimana sahabatnya Raiden.


Sampai di mansion, Ars dan Alexa segera memasuki mansionnya.


Mereka melihat Mami dan Papi sedang ada di ruang tengah dengan Jonathan yang sedang marah pada seseorang di telpon,dan Mami Ajeng yang tengah menangis saat ini.


Ars dan Alexa sudah bisa menebak apa yang membuat Jonathan dan Ajeng seperti itu.


"Mami"


Ajeng menatap Alexa lalu ia pun memeluk Alexa dengan tangisnya.


"Sayang" Ajeng tak dapat berkata, ia pun menumpahkan tangisannya dalam pelukan menantunya itu.

__ADS_1


Alexa berusaha memberikan ketenangan dengan mengusap punggung Ajeng.


"Papi, ayo kita ke ruang kerja Ars!," ajak Ars.


Ars dan Papi Jonathan segera memasuki ruang kerja putranya itu.


"Bagaimana ini bisa terjadi Papi!?."


"Papi juga tidak tahu Ars, Papi juga sudah berusaha menghubungi Rai untuk mendengar penjelasannya. Tapi sampai saat ini ponselnya tidak aktif."


"Aku akan memeriksa tentang keaslian video itu," ucap Ars langsung duduk dan membuka laptopnya.


Ars mengepalkan tangannya saat mengetahui keaslian video itu. Dan itu benar-benar asli.


"Apa yang kau lakukan Raiden!!," Ars menggebrak meja kerjanya.


Dan ponsel Jonathan pun berdering. Jonathan melihat nama Raiden yang muncul di layar ponselnya. Dan dengan cepat ia pun mengangkat panggilan tersebut.


"Halo Raiden, Papi mau kau menjelaskan tentang berita yang beredar saat ini!," ucap Jonathan marah.


"................"


Jonathan memejamkan matanya, pikirannya menerawang jauh ke dalam masa lalunya.


"Baiklah, Papi mengerti," ucap Jonathan menghela nafasnya seraya mematikan panggilan dari Raiden.


"Ars, Papi yakin ada seseorang yang ingin menjatuhkan keluarga kita."


Ars mengerutkan keningnya. "Maksud Papi?."


"Seperti halnya tentang konspirasi kebakaran itu. Adikmu sedang dijebak seseorang, dan Papi yakin pelakunya orang yang sama."


Ars berfikir keras, ia pun tidak mempercayai adiknya melakukan hal seperti itu. Ia selalu memantau kelakuan Raiden dengan semua temannya. Walaupun tidak ada yang mengetahuinya.


Ars kembali melihat laptopnya. Tangannya berseluncur mencari siapa seseorang yang telah menyebarkan video tersebut.


Dalam sekejap ia mendapatkan nama seseorang yang menyebarkan berita dan video tersebut.


Matanya menatap tak percaya melihat nama seseorang itu. "Bukankah dia sudah tewas waktu itu?," ucap Ars terpaku tak percaya.


Jonathan mengernyitkan dahinya mendengar ucapan putranya. Ia pun segera menghampiri putranya untuk melihat apa yang putranya temukan di laptopnya.

__ADS_1


Jonathan pun terkejut, ia tidak percaya dengan apa yang Ars temukan. "Bukankah waktu itu aku sendiri yang melenyapkan orang ini?.Tidak, ini tidak mungkin," ucap Jonathan berusaha mencerna semua yang terjadi.


******


__ADS_2