Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 124


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Kai benar-benar membuktikan ucapannya dan melamar Vio. Kai berusaha keras untuk membuat Alex percaya bahwa Ia bersungguh-sungguh dengan Vio. Dan acara pertunangan itu pun terjadi.


Mommy Trisya dan sang kakak pun langsung ke London saat mendengar bahwa putrinya akan di lamar oleh seorang pria.


Dan acara pertunangan itu pun begitu khidmat. Semua nampak bahagia menatap calon pasangan baru itu. Tak terkecuali Alexa, Ia begitu bahagia Kai mendapatkan gadis yang baik seperti Vio. Alexa selalu mendoakan yang terbaik untuk Kai dan Vio.


Satu Minggu berlalu


Mommy dan kakak Vio pun kembali ke Paris, bukan mereka tidak sayang kepada Vio. Karena mereka baru merintis sebuah usaha dan masih membutuhkan campur tangan mereka. Jadi mau tidak mau mommy dan kakaknya harus meninggalkan Vio di London.


Mereka sudah mempercayakan semuanya kepada Alex dan Nani.


Hubungan Vio dan Kai juga semakin hari semakin banyak perubahan besar.


Sedangkan James, jangan ditanya lagi. Ia sungguh merasakan patah hati melihat Vio yang bertunangan dengan Kai. Namun Ia berusaha untuk tegar. James selalu menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya sebagai seorang penyanyi.


Pernikahan Vio dan Kai sudah di tetapkan dua bulan lagi. Semua persiapan untuk hari H, Nani dan Ajeng yang mengaturnya.


Hari ini Kai menjemput Vio pulang dari kuliahnya. Dari kejauhan nampak Ia melihat Vio yang tengah bercengkrama dengan teman wanitanya.


Sebuah senyum kecil tercipta dari sudut bibir Kai. Ia sungguh tidak menyangka akan benar-benar mencintai Vio dan akan menjadikannya miliknya dua bulan lagi.


"Kak Kai," panggil Vio saat melihat kekasihnya tengah menatapnya dengan tubuh yang bersender pada mobil.


Kai melambaikan tangannya dan tersenyum hangat kepada Vio. Vio pun segera menghampiri pria yang sangat ia cintai.


"Sudah selesai?," Tanya Kai.


Vio tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. Lalu mereka pun memasuki mobil dan melesat pergi meninggalkan kampus Vio.


"Vio, Apa Kau sudah lapar?."


"Aku lapar sekali kak, kak Kai mau mengajak ku makan siang dimana?."


"Bagaimana kalau di restoran J."


"Baiklah kak aku setuju."


Kai melajukan mobilnya menuju ke restoran J untuk menikmati makan siang mereka. Restoran itu adalah restoran favorit mereka. Jadi setiap kali makan di luar, pasti mereka akan ke restoran tersebut.


Sesampainya di sana, Kai segera memesan makanan yang biasa mereka pesan.

__ADS_1


Sembari menunggu makanan yang mereka pesan, Vio ingin menanyakan sekali lagi tentang perasaan Kai kepadanya.


"Kak Kai," panggil Vio.


"Ya, kenapa Vio?." Tanya Kai menatap Vio yang juga menatapnya.


"Apa kakak sungguh-sungguh ingin menikah denganku?, Apa kak Kai yakin betul-betul sudah mencintaiku?," Tanya Vio penuh harap.


Kai sungguh tidak tahu harus menjawab apa, hatinya pun sebenarnya masih bimbang. Namun Ia yakin bahwa Vio adalah jodoh yang tepat untuknya.


Walaupun saat ini cinta itu belum milik Vio sepenuhnya, tapi ia yakin setelah menikah nanti, cinta itu pasti akan tumbuh semakin besar dan Kai bisa mencintai Vio sepenuh hati.


Satu yang jelas, yaitu Kai tidak ingin kehilangan Vio.


"Vio, yakinlah bahwa kau adalah jodoh yang Tuhan berikan untuk ku. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu," ucapnya tersenyum lembut.


Vio hanya tersenyum simpul, sebenarnya dia ingin mendengar Kai mengatakan bahwa Kai mencintainya seperti waktu itu. Namun entah kenapa Vio melihat raut wajah Kai yang terlihat ada keraguan.


Makanan yang mereka pesan akhirnya datang. Seperti biasa, Vio pasti akan memindahkan sayuran yang ada di piringnya untuk Kai. Karena memang pada dasarnya Vio tidak menyukai sayuran. Dan itu sudah menjadi kebiasaan mereka.


Vio membayangkan bagaimana nanti bila mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Vio membayangkan Kai yang menyuainya, pasti akan sangat romantis sekali.


Sedangkan Kai nampak heran melihat Vio memejamkan matanya dengan mulutnya yang terbuka lebar. Kai pun terkekeh geli melihat tingkah lucu gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.


Kai mulai menyendokkan makanan miliknya dan menyuapkannya kedalam mulut Vio yang tengah terbuka lebar.


Seketika Vio membuat matanya saat merasakan makanan yang masuk kedalam mulutnya. Vio tersenyum dan segera mengunyah makanan dari suapan Kai tadi.


"Kak Kai menyuapiku?." Tanyanya senang.


"Tentu saja Aku menyuapi mu Vio, mulutmu sudah terbuka selebar itu," ucap Kai kembali terkekeh.


Vio pun mengerucutkan bibirnya. "Kak Kai menertawakan ku?." Ucap Vio kesal.


"Kau itu sungguh menggemaskan Vio, sudahlah sekarang kita habiskan makan siang kita dan Aku akan mengantarmu pulang sebelum Paman Alex memarahiku," ucap Kai dan disetujui oleh Vio.


***


Sampai di halaman mansion Alex, Kai pun mengantarkan Vio masuk kedalam.


"Paman, bibi, Vio pulang," ucap Vio.

__ADS_1


Namun tidak ada seseorang di sana.


"Kau sudah pulang Vio?," Tanya suara seorang perempuan yang begitu Vio kenal.


Vio membalikkan badannya dan melihat Alexa yang tengah tersenyum melihatnya.


Vio langsung berlari dan memeluk Alexa. " Kak Lexa, Aku sangat merindukanmu. Kapan kakak datang, kenapa tidak memberitahu Vio," ucap Vio begitu manja..


"Aku juga merindukan mu Vio, Aku datang bersama suami kakak. Tapi sekarang kak Ars sedang mengurus sesuatu di kantor. Mungkin sebentar lagi dia juga akan pulang," ucap Alexa. Sedangkan Vio hanya ber oh ria.


"Yasudah kak, Vio mau mandi sebentar. Nanti Vio ingin ngobrol-ngobrol dengan kak Lexa," ucapnya dan dianggukki oleh Alexa.


"Kak Kai, Vio mandi sebentar ya," pamit Vio. Kai tersenyum mengangguk.


Setelah Vio ke kamarnya, Alexa mencoba untuk menyapa Kai. "Hai Kai, bagaimana kabarmu?," Tanya Alexa canggung


Kalau dulu mereka begitu akrab, setelah semua kejadian itu, mereka kini seolah terlihat begitu asing.


"Aku baik Lexa," ucap Kai tersenyum. Kai masih sedikit merasakan rasa itu pada Alexa. Namun Ia segera menepisnya. Alexa dan Ars saling mencintai, sedangkan dirinya juga akan menikahi Vio. Ia juga tengah belajar untuk memberikan seluruh hatinya hanya untuk Vio saja.


Alexa pun menyuruh Kai untuk duduk. Ia tidak ingin di antara mereka terus terjadi kecanggungan seperti sekarang ini. Makannya Alexa mengajak Kai untuk mengobrol. Dan topiknya adalah Vio, Alexa bertanya kepada Kai bagaimana Vio menurutnya.


Dengan semangat Kai menceritakan tentang semua kelucuan Vio dan Vio yang menurutnya begitu menggemaskan. Bahkan Kai terus saja tersenyum saat menceritakan tentang calon istrinya itu.


Alexa begitu bahagia, Ia dapat merasakan cinta Kai untuk Vio. "Aku yakin kalian akan bahagia nanti Kai."


Kai pun menganggukkan kepalanya.


"Tunggulah Kai, Aku akan menyuruh pelayanan untuk membuatkan mu minuman," ucap Alexa yang mulai beranjak berdiri. Namun saat kakinya hendak melangkah, tiba-tiba saja Alexa tersandung kakinya sendiri dan akan terjatuh.


Seketika Kai yang melihatnya pun sontak berdiri dan menangkap tubuh Alexa yang akan terjatuh itu. Sehingga posisi mereka saat ini terlihat seperti Kai tengah memeluk Alexa.


"Kak Kai maaf, Vio lam...a," ucap Vio membelalakkan matanya terkejut dengan apa yang Ia lihat.


Begitu juga dengan Ars yang saat ini sudah kembali dari kantornya. Iapun mematung melihat Sang istri dan saingannya dulu terlihat saling memeluk.


***


Si adek sakit lagi 😢, semoga othor bisa lancar up-nya gengks. Jangan lupa like comen dan vote nya 😘😘😘


Happy reading...

__ADS_1


__ADS_2