
"Terimakasih kak Ars, aku senang sekali," ucap Alexa berbinar. Ia melihat beberapa orang sedang melukis disana.
" bienvenue, y a-t-il quelque chose que je puisse vous aider?,"ucap seorang pelukis yang menghampiri mereka.
(selamat datang, ada yang bisa saya bantu?)
Alexa tersenyum manis melihat seorang pria paruh baya yang ia yakini sebagai seorang pelukis yang melatih bakat orang-orang disana.
"Selamat siang Tuan, Apa Anda bisa mengajariku melukis seperti mereka?," tanya Alexa dalam bahasa Perancis.
Ars tercengang, ia tidak menyangka Alexa bisa menguasai bahasa Perancis. Dalam hati ia benar-benar bangga pada istrinya.
"Ya Nona, mari saya akan mengajarimu," ucap pelukis itu.
"Apa Nona dan Tuan juga ingin belajar melukis?," tanya pelukis itu kepada Mia dan Ars.
Ars menggelengkan kepalanya tersenyum. Sedangkan Mia berfikir kalau dirinya bisa melukis, Ars pasti akan terkesan padanya.
"Saya juga ingin belajar melukis Tuan," ucap Mia.
Pelukis itu pun mempersilakan Alexa dan Mia untuk duduk bersama orang-orang disana.
Ars hanya menatap keduanya dari tempatnya duduk saat ini.
" Baiklah semuanya, saya akan mengajari kalian semua untuk melukis dengan hati. Kalian buat dulu titik-titik untuk sketsa yang akan menjadi objek lukisan kalian."ucap sang pelukis. Kini ia sedang membuat titik-titik sketsa.
"Lihatlah, sekarang saya akan memberikan contoh melukis wajah seseorang. Setelah kalian membuat titik-titik sketsa, pejamkan mata kalian. Bayangkan kalian sedang menatap matanya, dan curahkan semua apa yang Anda lihat dalam lukisan maka Anda pasti akan mendapatkan hasil yang sempurna," ucap sang pelukis seraya membuka matanya. sebuah lukisan mata seseorang terlihat indah di tangannya hingga membuat semua orang yang ada di sana terkagum-kagum dengan hasil lukisan pelukis itu.
Alexa mulai membuat coretan di sana, sedangkan Mia mempraktekkan apa yang pelukis itu katakan.
"Aku akan memejamkan mataku, aku akan melukis Ars. Oke, aku akan memulainya," ucap Mia semangat. Ia mulai memejamkan matanya sambil membayangkan wajah Ars dan mulai melukisnya.
"Selesai," ucap Mia lantang, membuat semua orang menoleh ke arah lukisannya. Ia pun segera membuka matanya.
"Apa-apaan ini!,", ucap Mia berusaha menutupi lukisannya.
Semua orang termasuk Ars dan Alexa tertawa terbahak-bahak melihat hasil lukisan Mia.
" Hei jangan mentertawakan ku!," ucap Mia menatap semua orang.
"Tidak ada yang mentertawakan mu Nona Mia, kami hanya geli melihat lukisanmu itu. Lihatlah jarak mata dan alisnya, dan juga hidungnya. Apa kau akan melukis seekor gajah Nona?," ucap Alexa menahan tawanya.
"Jangan mengejekku Nona Alexa, aku hanya mempraktekkan apa yang pelukis itu tadi katakan." ucap Mia kesal.
__ADS_1
"Oh ya," ucap Alexa masih menahan tawanya.
"Sudahlah, Mia, alexa melukis lah dengan benar. Aku mau membeli minuman dan beberapa camilan untuk kalian," ucap Ars memberitahu keduanya.
Namun karena Mia begitu kesal, ia pun meninggalkan lukisannya dan menyusul Ars membeli minuman."Ars tunggu!..."ucap Mia menyusul langkah Ars.
Alexa hanya menatap keduanya hingg perlahan keduanya tidak terlihat. "Aku akan mencoba untuk tidak memperdulikan kalian," ucap Alexa yang langsung menyelesaikan lukisannya.
Beberapa saat kemudian.
Alexa akhirnya bisa menyelesaikan lukisannya. Sebuah lukisan seorang anak perempuan sedang menggapai seorang anak laki-laki yang jaraknya begitu jauh.
"Wah Nona, lukisan mu begitu indah. Apa ini mencurahkan isi hatimu Nona?," tanya pelukis itu saat tanpa sengaja melewati lukisan Alexa.
"Ini hanyalah kenangan masa kecil saja Tuan. Terimakasih sudah mengizinkan ku melukis disini.," ucap Alexa.
"Sama-sama Nona, semoga keberuntungan dan kebahagiaan selalu bersamamu," ucap pelukis itu. Alexa pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
Disaat pelukis itu menjauh, Alexa menuliskan sebuah kata-kata di belakang lukisan itu.
"Sudah selesai?," tanya Ars yang baru datang membawa sebuah kantong kresek diikuti Mia di belakangnya.
"Kalian lama sekali," ucap Alexa.
"Ooh"
"Bagaimana hasil lukisan mu Lexa, apakah bagus?, aku ingin melihatnya," ucap Ars.
"Tidak boleh, Sekarang ayo kita kembali ke hotel. Aku lelah ingin istirahat," ucap Alexa.
"Tapi aku sudah membelikan mu banyak makanan, lihatlah," ucap Ars memperlihatkan kantong kresek yang ia bawa.
"Di bawa ke hotel saja,nanti aku akan memakannya. Sekarang kita kembali saja," ucap Alexa memaksa.
"Baiklah kalau begitu." Ars pasrah dengan apa yang di katakan istrinya.
"Tuan, Terimakasih sudah mengizinkan ku untuk melukis di tempatmu," ucap Alexa kepada pelukis itu.
"Sama-sama Nona, Anda memang pandai dalam melukis," ucap sang pelukis.
Sedangkan Mia sedari tadi hanya menggerutu dalam hati melihat tatapan kagum Ars kepada Alexa, dan ditambah pelukis itu memuji hasil lukisan Alexa.
Ars dan Mia tidak bisa melihat hasil lukisan Alexa karena Alexa sudah menggulung lukisannya dan menalinya dengan sebuah pita.
__ADS_1
Merekapun akhirnya kembali ke hotel untuk istirahat.
Sesampainya di hotel Alexa langsung merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di kamar hotel tersebut. Dan tidak berapa lama dirinya pun tertidur disana.
Ars tersenyum melihat Alexa saat dirinya keluar dari bath room. Ia pun memindahkan tubuh mungil istrinya ke atas ranjang.
***
Malam harinya.
"Malam ini akan ada pesta kembang api. Makanya aku mengajak kalian kesini," ucap Ars.
Kini mereka sedang berada di atas menara Eiffel. Akan ada kembang api malam ini. Ars mengajak mereka untuk melihatnya.
Banyak orang berdatangan disana. Suasana begitu riuh dan ramai. Namun tidak bagi Alexa, ia merasa sendiri saat ini. Karena sejak tadi Mia selalu mengajak Ars bercanda dengannya.
Dan kembang api pun mulai dinyalakan, langit terlihat sangat indah saat ini. Orang-orang menatap kearah langit untuk memanjakan mata mereka.
"Seandainya kau ada di sini saat ini Kai, aku pasti tidak akan merasa sendirian disini," ucap Alexa menundukkan kepalanya. Buliran bening hampir saja menetes.
Namun sebuah tangan hangat tiba-tiba menggenggam tangan kirinya. Alexa terkejut, ia pun menoleh ke arah kanan dan Ars masih ada di sana menatap ke arah langit.
Alexa pun menoleh ke arah kirinya. Sebuah senyuman terukir indah di bibirnya. Seseorang yang ia harapkan saat ini benar-benar ada di sampingnya, menatapnya tersenyum.
"Kai," ucap Alexa tanpa suara, ia menyambut senyuman itu. Kini ia pun menatap ke arah langit menikmati pemandangan yang orang lain lihat. Perasaan sakit hatinya begitu terobati dengan adanya Kai.
Kai membisikkan sesuatu ke telinga Alexa sehingga membuat Alexa berdebar.
"Apa kau merindukanku?.Kau pasti menyebutkan namaku dalam hatimu kan?." ucap Kai.
Membuat Alexa menoleh kearahnya dan deg..deg..deg..Begitulah jantung Alexa saat ini. Saat menoleh kearah Kai, tanpa sengaja hidung mereka bersentuhan. Beberapa detik mereka saling menatap. Namun Alexa segera menolehkan kepalanya kearah langit. Sebuah perasaan aneh muncul di hatinya. Jantungnya berdegup kencang. Hampir sama kencangnya saat ia berdekatan dengan suaminya.
Alexa tidak bodoh, ia tahu perasaan apa itu.Ia pun memejamkan matanya berusaha membuang perasaan itu. Tapi ia terus saja berdebar saat Kai masih memegang tangannya.
Hingga beberapa saat kembang api hampir habis. Kai pun kembali berbisik kepada Alexa.
"Aku datang hanya untukmu Lexa, dan sekarang aku harus pergi. Aku tidak ingin mengganggu liburanmu dengan suamimu. Sampai jumpa di rumah nanti," ucap Kai.
Kai segera melepas pegangan tangannya sebelum kembang api habis. Alexa menatap Kai yang perlahan mulai menjauhinya. Tidak ada yang menyadari bahwa Kai akan muncul disana.
Dia datang hanya untuk seorang wanita yang begitu ia cintai. Ia tahu mencintai istri orang lain salah. Namun perasaan cintanya begitu besar sehingga membuatnya tak mampu untuk melawan arusnya.
***
__ADS_1
Segitu dulu gengks, othornya capek seharian di ajak jalan-jalan ma suami😄. Happy reading, selamat datang di dunia halu othor😘😘