Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 68


__ADS_3

"Ars, apa kau tidak ingin menikah?, lihatlah usiamu sudah semakin bertambah. Apa kau mau kucarikan calon istri untukmu," ucap Ajeng setelah selesai makan malam.


Kini keluarga itu sedang berada di meja makan menyantap hidangan makan malam bersama.


"Ars belum ingin menikah Mam,wanita hanya membuat pusing saja." ucap Ars datar.


"Ars, dulu waktu kecil kau menunjuk Alexa sebagai pengantin mu. Dan sekarang kau malah membiarkannya pergi. Lalu siapa yang ingin kau nikahi sekarang Ars?!.Apa jangan-jangan kau akan menikahi sekertarismu itu. Mami lihat kau begitu dekat dengannya," ucap Ajeng yang terus nyerocos di depan keluargamya itu.


"Mam, Ars tegaskan. Aku dan Mia hanya berteman. Selebihnya kami dekat hanya karena urusan pekerjaan saja. Dan untuk menikah, Ars akan menikah bila Ars ingin." ucap Ars datar. Lalu ia pun beranjak menuju ruang kerjanya.


"Mami sudah jangan bertanya tentang pernikahan dengan kak Ars. Rai sudah mencari informasi mengapa kak Ars begitu membenci perempuan terlebih tentang pernikahan."


"Oh ya sayang, memangnya apa yang membuat kakakmu itu begitu tidak menyukai wanita?," tanya Ajeng antusias. Jonathan yang mendengar obrolan antara putranya dan istrinya itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Itu karena waktu SMA sahabatnya bunuh diri dengan cara melompat dari atap gedung sekolahnya. Dan itu semua hanya karena putus cinta dari pacarnya. Makanya sampai sekarang kakak begitu membenci perempuan Mam," terang Raiden.


Ajeng hanya manggut-manggut mendengar penuturan putranya itu. " Itu sahabatnya Ars saja yang bodoh Rai. Wanita masih banyak, tinggal pilih. Kenapa malah bunuh diri?!,otaknya cetek sekali itu, "ucap Ajeng kesal.


" Mami benar, lagi pula Rai juga sudah tiga kali pacaran. Yang terakhir Raiden juga di putusin sama pacar Rai, tapi Rai biasa saja. Rai cari lagi."ucap Rai membuat Ajeng memelototi putranya itu.


"Kau masih kecil, jangan suka mempermainkan perempuan," ucap Ajeng penuh penekanan.


"Mam, Rai sudah besar loh. Dan Rai yang di putusin loh Mam, bukan Rai yang mutusin," ucap Rai.


"Sama saja, pokoknya kamu dilarang menikah sebelum kakakmu menikah. Dan juga terus hubungi Lexa. Sudah lama Mami tidak mendengar kabar tentang Lexa. Mami kangen banget sama dia," ucap Ajeng.


"Baiklah Mam, Sepertinya besok Paman Alex dan Aunty Nani juga pulang dari Jepang. Rai mau meminta nomor Lexa."


"Benarkah?,kalau begitu Mami sendiri saja yang menemui Aunty Nani nanti."


"Tadi nyuruh Rai, sekarang mau menemui aunty Nani sendiri, terserah Mami saja lah," ucap Rai kesal.


Hari ini Alexa mengantar Mama dan Papanya menuju bandara karena hari ini sudah waktunya Alex dan Nani pulang.


"Jaga dirimu baik-baik sayang, Mama dan Papa tidak bisa selamanya mendampingi mu. Mami pasti akan sangat merindukanmu." ucap Nani menitihkan air matanya memeluk sang putri.


Begitu pula dengan Alex, ia juga merasa sedih harus meninggalkan Putri satu-satunya. "Semoga kau bisa mencapai kesuksesan mu sayang. Kami menyayangimu," ucap Alex mengecup kening putrinya.


"MA,Pa aku pasti akan sangat merindukanmu. Lexa janji akan menjaga diri Lexa disini. Lexa juga sangat menyayangi kalian," ucap Lexa memeluk kedua orang tuanya.

__ADS_1


Entah kenapa Lexa sangat berat saat orang tuanya akan kembali ke pulang.


"Baiklah nak, kami pergi dulu," ucap Nani


Dan mereka pun akhirnya berpisah.Nani melambaikan tangannya saat pesawat yang Mama dan Papanya telah landing. Seakan Mama dan papanya membalas lambaian nya.


Alexa kembali ke apartemennya setelah mengantar Mama dan Papanya ke bandara.


Karena hari ini adalah hari pertama ia bekerja sebagai seorang sekertaris dari pimpinan perusahaan Kimura Corp. Ia pun tidak ingin terlambat.


Setelah memakai pakaian kerjanya, Alexa melihat dirinya di pantulan cermin. Ia tersenyum karena ia akan berusaha keras untuk mencapai kesuksesannya.


Ia berharap suatu saat nanti ia bisa membangun perusahaannya sendiri. "Semangat Lexa Kau pasti bisa!," ucapnya pada dirinya sendiri.


Ia pun segera berangkat menuju perusahaan Kimura Corp.


"Selamat pagi Tuan Kai, " ucap Alexa saat berpapasan dengan Kai di depan lift.


Kai tersenyum menatap Alexa, lalu ia pun membalas sapaan Alexa.


"Selamat pagi," balas Kai. Lalu mereka pun mulai memasuki lift khusus untuk mencapai ruangan mereka.


"Pagbini Tuan Kai ada meeting dengan perusahaan J. Dan setelah jam makan siang ada pertemuan dengan Tuan Lennon. Dan saya juga sudah menyiapkan semua berkas-berkas untuk meeting nanti,Anda bisa memeriksanya terlebih dahulu Tuan," ucap Alexa.


Kai menatap Alexa kagum, baru satu hari saja Alexa sudah mempersiapkan semuanya dengan matang. Ia pun tersenyum. Saya tidak perlu melihat, saya percaya sepenuhnya padamu Lexa. Dan saat kita hanya berdua jangan panggil saya Tuan. Panggil saja namaku seperti biasanya. " ucap Kai.


"Baiklah Kai, kau tahu aku sedikit geli memanggilmu dengan Tuan. Tapi aku akan tetap memanggilmu Tuan didepan karyawan lain." ucap Alexa terkekeh.


Kai menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Alexa. Lalu mereka pun bersiap untuk meeting pagi ini.


Hingga beberapa bulan pun berlalu, Ken benar-benar puas.Karena setelah putranya mengambil alih perusahaannya. Kimura Corp menjadi lebih maju lagi.


"Sepertinya kalian memang partner yang kompak. Selamat untuk pencapaian kalian," ucap Ken pada Kai dan Alexa. Ken pun segera meninggalkan ruangan CEO tersebut.


Keduanya pun tersenyum penuh kemenangan.


"Terimakasih untuk kinerja mu Lexa," ucap Kai menatap kagum pada Alexa.


"Sama-sama Kai."

__ADS_1


"Lexa, apakah nanti malam kamu free?," tanya Kai.


"Ya, aku tidak ada acara malam ini Kai. Apa kau ingin mengajakku untuk merayakan pencapaian kita?"


"Kenapa kau bisa tahu?,Apa kau seorang peramal?," kelakar Kai.


Alexa pun terkekeh kecil.Kai yang melihatnya merasa bahagia melihat senyuman Alexa.


Selama ini Kai memang menaruh hati pada Alexa. Ia berusaha keras untuk menjadi teman Alexa. Dan setelah ia berteman dan semakin mengenal Alexa, perasaan itu terus tumbuh menjadi cinta yang begitu besar.


Namun Alexa tak pernah menyadari perasaan Kai. Ia terlalu fokus mengejar kariernya untuk menghilangkan perasaannya terhadap Ars.


"Ya, aku memang peramal,peramal bohongan maksudnya," ucap Alexa menggoda Kai.


"Dasar gadis nakal, lalu apa kau mau menemaniku makan malam. Sekalian ada yang ingin ku bicarakan denganmu," ucap Kai. Malam ini Kai bermaksud ingin mengutarakan hatinya pada Alexa.


"Baiklah Tuan Kai, aku akan menemanimu makan malam," ucap Alexa mengiyakan permintaan Kai. Alexa berfikir Kai ingin membicarakan tentang perusahaan.


"Kalau begitu sampai jumpa nanti malam," ucap Kai.


"Sampai jumpa nanti malam, kalau begitu aku keruangan ku ya Kai," ucap Alexa diangguki oleh Kai.


Kai tersenyum melihat punggung Alexa yang menghilang dari balik pintu.


Sedangkan Alexa pun kembali memeriksa pekerjaannya. Namun saat ia sedang sibuk memeriksa berkas-berkasnya, ponselnya berdering.


Alexa mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelponnya.


"Halo"


"......................"


Alexa terpaku mendengar ucapan seseorang yang menelponnya. Air matanya langsung luruh membasahi pipinya. Pikirannya berkelana mengingat kebersamaannya dengan kedua orang tuanya.


Alexa pun segera berlari meninggalkan kantor tanpa menghiraukan apapun. Ia segera mengemudikan mobilnya ke apartemennya dengan perasaan yang berkecamuk. Alexa segera memesan tiket pesawat untuk kembali ke London saat ini juga.


"Mama, Papa...," ucapnya dengan derai air mata.


*********

__ADS_1


__ADS_2