
Hari ini adalah hari pembukaan restoran baru Ajeng.Dan ini adalah impian dalam hidupnya, bisa memiliki restorannya sendiri dengan resep-resep yang ia ciptakan sendiri. Sungguh hari ini Ajeng begitu bahagia.
Dengan didampingi suami dan putranya, Ajeng meresmikan restoran barunya itu. Dengan memberikan sedikit pidato kecil di sana.
Banyak tamu undangan yang hadir disana untuk mencicipi makanan cuma-cuma dari restoran Ajeng untuk promosi restoran barunya.
Dan terlihat, bahwa orang-orang sangat menyukai rasa resep masakan Ajeng. Sungguh makanan yang memanjakan lidah orang-orang di sana.
Ajeng pun merasa sangat puas dengan resep masakannya yang membuat orang-orang memuji rasa masakan tersebut.Tidak hanya masakan terkenal di negara itu saja yang menjadi andalan restoran Ajeng, Tapi masakan Indonesia juga sangat digemari oleh orang-orang disana.
Suasananya sangat ramai sekali disana, karena orang-orang yang ingin sekali mencicipi makanan lezat dari restoran Ajeng.
Hingga tidak ada yang menyadari bahwa sedari tadi ada beberapa sepasang mata yang memperhatikan Ajeng disana.
Sedangkan dilain sisi ada Shela dan Harold disana juga ikut menghadiri acara tersebut. Mereka juga membawa beberapa anak buahnya untuk melakukan rencananya yakni melenyapkan Ajeng dan Ars.
Namun orang-orang Jonathan juga sedang mengintai disana kalau-kalau musuh bergerak cepat. Ars pun tak mau kalah, dia juga menempatkan orang-orangnya yang ia ambil dari agen terlatih khusus dalam dunia bawah.
"Sayang, terimakasih karena telah mengizinkan ku melaksanakan pembukaan restoran baruku ini. Aku berjanji setelah ini akan menjalankan usahaku ini dari rumah," ucapnya kepada sang suami.
Jonathan tersenyum menanggapi ucapan sang istri. Namun dalam hatinya terbersit sebuah kecemasan yang sangat besar.
Mata Jonathan sedari tadi terfokus hanya pada istri dan putranya saja. Dia takut kecolongan,karena dia mengetahui ancaman Shela tidak main-main.
Shela bekerjasama dengan ketua mafia tersadis nomor tiga di dunia. Dan Jonathan takut bila terjadi sesuatu yang membahayakan untuk keluarganya nanti.
"Vino jangan lengah, tetap awasi keadaan sekitar!," ucapnya pada sambungan mikrofon kecil yang terpasang di telinganya.
"Baik Tuan!," jawab Vino.
"Hay sayangku, selamat ya atas restoran barunya, semoga sukses selalu," ucap Nani sambil mencium pipi kanan dan kiri Ajeng.
"Terimakasih Na sudah datang ke acara ku."
"Aku akan selalu mendukung mu."
Ajeng melihat di belakang Nani ada Alex disana. Alex pun mendekat dan ingin menjabat tangan Ajeng memberikan selamat kepada Ajeng.Namun dengan segera Jonathan lebih dulu menjabat tangan Alex. Dia tidak rela pria lain menyentuh istrinya.
"Selamat Nona,"
"Sama-sama,"ucap Jonathan menatap tajam wajah Alex sambil menjabat tangan Alex.
" Tuan Jonathan,"Ucap Alex terkejut karena Jonathan yang menyambut jabatan tangannya.
"Na, kapan kau akan memberikan jawabanmu untuk Alex, ini sudah dua hari lho Na," tanya Ajeng.
"Kan harusnya aku menjawabnya besok Je, tapi aku akan memberikan jawabannya hari ini," ucapnya berbisik kepada Ajeng.
__ADS_1
"Terus apa jawaban mu Na?," tanya Ajeng penasaran.
"Rahasia," ucap Nani kembali berbisik di telinga Ajeng. Membuat Ajeng mengerucutkan bibirnya.
"Udah jangan di monyong-monyongin gitu bibirnya kan jadi jelek gitu," ucap Nani terkekeh melihat wajah Ajeng yang ditekuk karena jawabannya.
"Nyebelin!."
"Aunty, Ars pinjam Paman Alex sebentar ya.Ars ingin main dengan Paman Alex," izin Ars.
"Iya sayangnya Aunty, boleh ko main sama Paman Alex," jawabnya.
"Terimakasih Aunty"
"Paman Alex ayo kita kesana," ajak Ars.
"Iya Tuan muda kecil," ucap Alex. Didepan semua orang Alex memang memanggil Ars dengan sebutan Tuan muda kecil.
"Jangan lama-lama nak?!"
"Ok Papi," jawab Ars.
"Dan kau,Jaga Ars dengan baik!," tunjuk Jonathan pada Alex.
"Baik Tuan"
"Bagaimana Paman, apa kau sudah menemukan seseorang yang memiliki tato bunga seperti yang kukirimkan padamu?!," tanya Ars.
"Ya Ars, dan tato bunga seperti itu hanya dimiliki oleh keluarga Anthony. Keluarga itu adalah seseorang yang paling disegani di beberapa negara.Mereka terkenal dengan kekayaannya.Dan juga memiliki suatu organisasi dunia bawah yang tak terkalahkan.Dan kabarnya setelah wafatnya Tuan Anthony, organisasi itu menjadi pecah belah, banyak penghianat dalam keluarga tersebut. Dan satu lagi, mereka sedang mencari pewaris yaitu Putri dari Tuan Anthony yang ia titipkan pada supirnya waktu masih bayi, dan sampai sekarang mereka masih mencari dimana keberadaan supir itu Ars. Hanya sampai disitu informasi yang dapat saya gali," tutur Alex.
"Cukup hebat!, tapi kenapa dia menginginkan nyawa Mami. Apa hubungan Mami dengan keluarga itu?," ucap Ars.
"Mungkin Nona tanpa sengaja telah berurusan dengan keluarga itu mungkin." Alex menerka-nerka.
"Entahlah Paman. Yang paling penting saat ini kau perintahkan orang-orang kita untuk selalu menajamkan penglihatannya saat ini.
" Baiklah Ars "
"Kalau begitu ayo kita kembali kesana Paman!," ajak Ars.
Sesampainya di tempat Maminya dan Papinya tadi Ars sudah tidak mendapati keberadaan keduanya. Hanya tersisa Nani yang berada di sana.
"Aunty, mana Mami dan Papi?," tanya Ars.
"Oh, tadi setelah kalian pergi, Tuan Jonathan sedang berbicara dengan Tuan Vino kesana," tunjuk Nani ke arah lain.
Ars mulai merasa cemas sekarang. "Dan Mami?"
__ADS_1
"Mamimu tadi ke toilet, aunty ingin menemaninya tapi Mamimu menolak, jadi dia pergi sendiri ke toilet," ucap Nani menjelaskan.
"Apa!," ucap Ars dan Jonathan yang kini sudah kembali bersamaan.
Jonathan, Alex dan Vino segera berlari kearah toilet yang berada tidak jauh dari sana. Dan itu toilet yang ada di luar restoran.
Jonathan masuk kedalam toilet wanita tersebut.Tak ada orang disana,Jonathan pun berteriak memanggil nama Ajeng, namun tetap saja tidak ada sahutan. Jonathan pun mulai membuka satu-persatu pintu toilet yang ada di sana. Dan nihil, Ajeng tak berada disana.
Ponsel Jonathan tiba-tiba berdering, membuatnya menggeram.Namun dia juga mengangkat panggilan tersebut.
Setelah mematikan panggilan tersebut, raut wajah Jonathan menjadi merah padam. Yang menelponnya adalah Harold. Dia telah membawa istrinya ke sebuah bangunan tua tidak jauh dari sana.
"Ada apa Tuan?," tanya Vino.
"Mereka berhasil membawa istriku!.Kau ajak Ars bersama kalian!," ucapnya pada Alex.
"Vin, siapkan orang kita menuju tempat yang aku tunjukkan nanti!," titahnya. Rasa khawatir menyeruak dalam hati Jonathan.
Alex segera mengantarkan Nani pulang.
"Aunty, Ars ingin ke tempat Paman Alex," rengeknya pada Nani.
"Tapi sayang, bagaimana nanti kalau papimu bertanya?," sanggah Nani
"Biarkan Ars bersamaku Nona, dia akan aman di rumahku," ucap Alex.
Dengan terpaksa Nani setuju, toh Alex lebih bisa melindungi Ars, karena Alex mantan seorang tentara.
"Baiklah, jangan kemana-mana, tetaplah dirumah Paman Alex sayang?!," ucapnya pada Ars.
"Ok aunty."
Alex dan Ars pun masuk ke mobil, mereka berhenti di parkiran sebuah supermarket. Ars kembali meretas cctv di restoran Maminya dan melihat kemana Harold membawa Maminya pergi.
Dan seperti biasa, tidak membutuhkan waktu lama Ars bisa melacak dimana Maminya saat ini.
"Paman suruh mereka ke gedung tua di jalan X, Mami berada di gedung tua disana!."
"Baiklah!"
"Sekarang ayo kita kesana,Kita harus cepat, Harold adalah seorang yang kejam!," ucap Ars.
"Baiklah Ars, ayo kita selamatkan Mamimu!."
Mereka pun kini menuju arah gedung tua dimana Ajeng dibawa oleh Harold dan Shela.
*****************
__ADS_1