Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 87


__ADS_3

"Terimakasih Ars," ucap Mia saat Ars mengantarkan dirinya ke apartemennya.


Siang ini, setelah mendapatkan kerjasama kontrak. Ars mengantarkan Mia, ia akan mulai memindahkan Mia ke devisi lain besok.


"Mia, maafkan aku. Tapi aku berterimakasih karena kau sudah menjadi sekertaris ku selama ini."


"Tidak apa-apa Ars, istrimu memang lebih penting," ucap Mia. Ia pun segera menutup pintu mobil dan meninggalkan Ars menuju apartemennya.


Ars merasa bersalah, tapi ia sangat mencintai Alexa. "Ini yang terbaik," ucap Ars. Lalu ia pun menjalankan mobilnya untuk pulang ke mansionnya.


***


Alexa duduk di taman sendirian menahan sesak di hatinya. Ia kecewa, merasa dibohongi oleh suaminya. Alexa mencintainya, tapi ia juga membencinya.


Mia pun saat ini begitu frustasi karena Ars benar-benar memindahkannya ke devisi lain. Tapi ia masih yakin bahwa Ars sebenarnya mencintainya. Hanya saja karena menikah dengan Alexa membuat Ars teralihkan dengan pernikahannya.


Mia melihat stok sayuran di kulkasnya habis. Ia pun berniat untuk membelinya ke minimarket di dekat taman kota. Karena jaraknya tidak terlalu jauh dari apartemennya.


Setelah memastikan semua belanjaannya sudah lengkap, Mia pun segera membayarnya ke kasir.


Karena lelah berbelanja, Mia memutuskan untuk singgah sejenak di taman dekat minimarket tersebut.


Namun pandangannya teralihkan saat ia melihat sosok Alexa yang sedang sendirian disana. Mia pun menghampiri Alexa.


"Nona Alexa," panggil Mia.


Alexa menoleh,ia melihat wanita yang membuat hatinya porak poranda saat ini. Air matanya hampir menetes saat melihat Mia. Tapi ia berusaha menahannya.


"Kenapa Nona Alexa berada di sini sendirian?," tanya Mia.


"Aku hanya sedang menenangkan pikiran dan hati ku," ucap Alexa datar. Ia menahan semuanya di dadanya.


"Kalau boleh tahu dari apa Nona?,mata Anda juga terlihat sembab, apa terjadi sesuatu Nona?."


Alexa menatap Mia dengan pandangan yang begitu nanar. "Sudahlah Nona Mia, kau tidak usah munafik, aku tahu kau mencintai suamiku kan?!, aku bisa melihatnya dari sikap dan caramu melihat suamiku!.Bukankah kau baru saja meeting dengan suamiku?!."


Alexa sudah tidak bisa menahan sesak dihatinya lagi. Ia seorang istri, dan ia begitu cemburu saat melihat wanita lain melihat suaminya dengan pandangan penuh cinta.


"Apa maksudmu Nona Alexa?, aku tidak mengerti dengan yang kau katakan.Ya, memang kami baru saja selesai meeting, dan Ars juga mengantarkan ku pulang barusan," ucap Mia. Ia sebenarnya tahu Ars yang tidak jujur kepada Alexa karena masih menjadikannya sekertarisnya. Ia juga berniat untuk memanas-manasi Alexa dengan mengatakan bahwa Ars mengantarkan dirinya tadi.


"Apa kau mau berpura-pura di depanku?!.Kau bisa berpura-pura di hadapan suamiku. Tapi ingat lah. Suamiku tidak pernah mencintaimu.Dia hanya menganggapmu sebagai seorang teman saja, tidak lebih. Kau jangan salah mengartikan semuanya."


"Tahu apa kau soal cinta Nona Alexa!.Apa kau tahu?!, aku sudah jauh lebih dulu mencintai suamimu itu.Tapi dia malah menikahi mu karena keterpaksaan. Aku yakin sebenarnya Ars juga akan mencintaiku kalau kau tidak ada." Ucap Mia.


"Ck, Lihatlah Nona Mia, sekarang kau memperlihatkan dirimu yang sebenarnya. Kau merasa dirimu yang paling mengenal suamiku, kau merasa kau yang lebih dulu mencintainya?."


"Ya, cintaku lebih besar daripada cinta mu, dan aku akan membuktikan bahwa Ars lebih mencintaiku daripada mencintaimu!.Kau melihat sendiri kan Nona Alexa, suamimu berbohong padamu hanya untuk mempertahankan diriku sebagai sekertarisnya," ucap Mia tersenyum sinis.


"Kau memang wanita yang tidak tahu malu Nona. Kau dengan terang-terangan menyatakan bahwa kau mencintai suami orang lain di depan istrinya?.Sungguh hebat!," cibir Alexa.


"Ya, dan aku akan membuktikan bahwa Ars lebih memilih ku dari pada kau Nona Alexa. Kau akan melihatnya sebentar lagi." ucap Mia yakin, ia pun segera meninggalkan Alexa.


"Sungguh miris sekali. Baiklah, aku akan membuktikan ucapanmu Nona Mia. Kalau memang ternyata kak Ars lebih memilih mu, aku menyerah. Aku akan melepaskannya untuk mu," ucap Alexa. Ia pun dengan gontai meninggalkan taman itu dan pulang ke mansionnya.


Setelah sampai di rumah, Alexa sebenarnya enggan untuk kembali. Hatinya benar-benar sakit dengan kebohongan suaminya. Namun dia akan membuktikan ucapan Mia sekali lagi.


"Alexa, sayang kau sudah pulang?, kau dari mana saja, aku mencarimu kemana-mana." ucap Ars khawatir. Ia belum menyadari bahwa Alexa sudah mengetahui kebohongannya.

__ADS_1


Alexa menatap Ars begitu dingin, ia sungguh membenci Pria di depannya itu. Namun ia benci saat melihat tatapannya yang membuatnya menjadi luluh. Ia pun memalingkan wajahnya dari Ars.


"Kenapa kau diam saja Lexa?, apa terjadi sesuatu?. Aku benar-benar cemas mencarimu. Aku ingin bertanya kepada Vio, tapi kata pelayan dia sedang tidur. Aku juga tidak bisa menghubungi ponsel mu," ucap Ars.


"Apa tidak ada hal yang ingin kak Ars katakan padaku?, kau tidak menyembunyikan sesuatu padaku kan?." tanya Alexa. Ia ingin tahu apakah Ars akan jujur padanya atau tidak.


"Sesuatu apa, aku tidak menyembunyikan sesuatu darimu sayang," ucap Ars.


Mulai besok Mia sudah tidak bekerja sebagai sekertarisnya lagi. Ars sudah memindahkan Mia tadi siang setelah Ars sudah menanda tangani surat kerja sama itu. Jadi Ars berfikir Alexa tidak akan tahu bila kemarin-kemarin Mia masih menjadi sekertarisnya.


"Sungguh kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku kak?," tanya Alexa kembali. Namun Ars menggelengkan kepalanya dan tersenyum padanya.


"Ternyata aku memang tidak ada artinya untuk mu kak. Sebenarnya kau menganggap ku apa?, istri bodoh yang bisa kau bohongi kapan saja. Kau benar-benar menghancurkan hatiku kak. Dan ini sungguh sakit sekali," ucap Alexa dalam hati.


"Kau kenapa sayang?, kenapa dari tadi sikapmu tidak seperti biasanya?," ucap Ars masih belum menyadari kesalahannya.


"Ada yang ingin ku katakan padamu kak," ucap Alexa.


"Apa sayang, katakanlah"


Belum sempat Alexa melanjutkan ucapannya, ponsel Ars berdering. Nama Mia tertera disana.


"Sebentar sayang," ucap Ars. Ia pun segera mengangkat panggilan tersebut.


Alexa tahu itu dari Mia.Hatinya hancur berkeping-keping. Ternyata yang Mia katakan memang benar. Ars mungkin memang mencintai Mia, dan ia tidak akan pernah lepas dari Mia.


Alexa memegangi dadanya yang begitu sesak. Semuanya terasa sia-sia. Kata-kata manis suaminya hanya ada di bibirnya saja. Mungkin nama Alexa memang tidak pernah ada di hati suaminya.


"Sayang, bisa kita bicarakan nanti saja. Sekali ini saja izinkan aku untuk menemui Mia. Saat ini asmanya sedang kambuh. Aku harus membelikan dia obat. Ku mohon sayang, sebentar saja. Setelah itu aku tidak akan pernah menemuinya lagi," ucap Ars memohon.


"Bisakah kau menemaniku saat ini kak," ucap Alexa memohon.


Alexa akhirnya hanya menganggukkan kepalanya. Menahan segala sesak di dadanya.


Setelah Alexa menyetujuinya, Ars pun segera meninggalkan mansionnya menuju apartemen Mia untuk memberikannya obat.


Perasaan Alexa semakin hancur saat ini, suaminya telah memilih untuk menemui Mia daripada menemaninya. Mulai sekarang Alexa benar-benar akan menyerah. Percuma dia mempertahankan bila suaminya tidak ingin dipertahankan.


Alexa kembali mengambil kunci mobilnya saat mobil suaminya pergi menuju apartemen Mia.


pikirannya kacau saat ini memikirkan tentang pernikahannya yang baru saja membaik, tapi dalam sekejap akan hancur begitu saja.


Mungkin dari awal pernikahan mereka salah, karena berawal dari sebuah keterpaksaan. Dan kini mungkin benar-benar akan berakhir.


"Aku kalah, dan kau yang menang Nona Mia. Ucapanmu memang benar, dan aku yang kalah. Dan aku menyerah, aku menyerah mempertahankanmu kak Ars. Karena pada dasarnya kau yang tidak ingin ku pertahankan," ucapnya dengan terus menitihkan air matanya.


Ia menghentikan mobilnya saat berada di sebuah taman. Hari pun mulai gelap, seakan mengerti akan yang Alexa rasakan saat ini. Ia berjalan menuju sebuah kursi taman yang ada di taman itu.


Alexa menumpahkan air matanya, Ia sungguh sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit yang menjalar di hatinya. Tangisannya begitu pilu, mungkin inilah akhir dari perjuangan cintanya untuk suaminya.


Namun disaat itu, sebuah tangan mengulurkan memberikan sapu tangan untuknya. Membuat Alexa mendongak melihat ke arah orang tersebut.


"Kai" ucapnya di sela tangisannya.


Ya, orang itu adalah Kai. Saat pulang dari kantornya, tanpa sengaja ia melihat sebuah mobil terparkir di sebuah taman. Dan Kai begitu mengenali pemilik mobil itu.


Kai pun memutuskan untuk hanya sekedar menyapa Alexa. Namun ia malah melihat wanita yang sangat ia cintai menangis begitu pilu seorang diri di sebuah taman. Sedangkan hari sudah mulai begitu gelap.

__ADS_1


Hatinya seperti tersayat melihat tangisan Alexa yang begitu pilu. Ia pun mendekatinya dan mengulurkan sebuah sapu tangan untuknya.


"Bukankah kau mengatakan kau begitu bahagia kemarin. Lalu ini apa Alexa?. Apa dia menyakitimu?." tanya Kai yang saat ini duduk di samping Alexa dan menyeka air mata Alexa.


"Kai, bolehkah aku meminjam punggung mu?." Hanya itu kata yang keluar dari mulut Alexa.


Kai pun berbalik memunggungi Alexa. Alexa pun menyandarkan kepalanya di menumpahkan tangisannya kembali di punggung Kai.


"Menangis lah bila itu bisa mengurangi rasa sakit mu Lexa," ucap Kai.


"Kenapa kau selalu ada di saat hatiku terluka Kai," ucap Alexa dalam hati.


Setelah beberapa saat, Alexa sudah merasa begitu tenang. Ia tidak ingin menceritakan masalahnya kepada Kai.


"Kai, terimakasih selalu ada untukku," ucap Alexa. Saat ini hatinya merasa tenang saat Kai memegang tangannya.


"Walaupun kau tidak ingin menceritakan apapun kepadaku. Aku ingin menjadi sandaranmu ketika kau sedang terpuruk Lexa," ucap Kai.


Setelah melihat tangisan Alexa yang begitu pilu. Kai sudah bertekad untuk merebut Alexa. Ia tahu Alexa menangis pasti karena suaminya. Biarlah ia menjadi egois dengan merebut milik orang lain. Namun Kai sungguh tidak bisa melihat Alexa yang menangis begitu pilu. Karena dirinya pun juga merasa sakit melihatnya.


"Alexa, ini sudah malam, aku akan mengantarmu pulang," ucap Kai lembut.


Alexa tersenyum menganggukkan kepalanya. Hatinya sedikit merasa tenang saat ini.


Merekapun mulai beranjak dengan saling berpegngan tangan. Kai sungguh bahagia karena Alexa tidak menolak saat dirinya menggandeng tangannya. Mereka saling berpandangan dan tersenyum saat ini. Sungguh ,Kai mampu menenangkan hati Alexa saat ini.


"Aku akan mengantarkanmu dengan mobil ku Lexa. Biarkan supirku yang membawa mobil mu," ucap Kai di anggukki Alexa.


Namun saat Kai hendak membukakan pintu mobilnya untuk Alexa. Seseorang menariknya dan memukulnya dengan membabi buta. Hingga membuat Alexa berteriak histeris dibuatnya.


Alexa terkejut saat mengetahui siapa yang memukuli Kai. Ia pun berlari menghadang orang tersebut agar pukulannya tidak lagi mengenai Kai.


Seketika pukulan itu pun terhenti. Ia tidak mungkin memukul seseorang yang begitu sangat ia cintai.


"Menyingkirlah Lexa!," ucap Ars pelan.


"Tidak!"


"Jadi kau rela bila aku memukul mu hanya untuk melindunginya?. apa kau mencintainya?!," tanya Ars.


Alexa tidak menjawab pertanyaan Ars. Namun Ars tahu arti diam itu.


Ars memejamkan matanya sejenak. Lalu ia pun menarik tangan Alexa dengan paksa.


Namun Kai pun mencekal tangan Alexa yang lain. "Kalau kau membawanya hanya untuk menyakitinya, lepaskan dia!.Aku akan membahagiakan dia lebih dari pada kau!," ucap Kai.


Ars mengepalkan tangannya, ia pun menarik paksa tangan Alexa hingga terlepas dari tangan Kai.


Ars kembali memberikan satu pukulan kepada Kai. "Dia istriku!,kau ingat?!. Aku lebih berhak dari pada kau!," ucap Ars kemudian ia pun meninggalkan Kai dan menarik istrinya menuju mobilnya.


Ars benar-benar takut kehilangan istrinya. Ia dapat melihat arti tatapan istrinya kepada Kai.


"Apa dia pria yang Alexa cintai selama ini?.Tidak, ini tidak boleh terjadi, Alexa istriku dia hanya milikku!." ucap Ars dalam hati.


***


๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ Teringat jaman dulu...

__ADS_1


Tangan othor sampe kriting tapi masih belum sampai di part yang othor mau ๐Ÿ˜ข.Dilanjut hari Selasa lagi genks. Sudah 1700 kata lebih, biarkan othor bernafas sejenak๐Ÿ˜‚.


Happy reading...


__ADS_2