
Yuna masih menangis terisak di atas tempat tidur. Sedangkan Raiden mengusap wajahnya kasar memikirkan semua yang terjadi.
Ia menatap tubuh Yuna yang bergetar akibat tangisannya. dalam lubuk hatinya, Raiden pun merasakan iba terhadap Yuna. Ia pun mulai mendekati Yuna.
"Sudahlah jangan menangis lagi, aku akan bertanggungjawab padamu. Sekarang cepat pakai pakaianmu, aku akan mengantarmu pulang," ucap Raiden.
"Aku membencimu Rai, dan aku tidak mau menikah denganmu!."
"Kau pikir aku menyukaimu?!,aku juga sangat membencimu. Asal kau tahu, aku sudah memiliki wanita pujaan ku sendiri. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Kita dijebak, dan sekarang kita tidak bisa berbuat apa-apa."
Yuna terdiam, ia memikirkan ucapan Raiden. "Masa depanku sudah hancur, mana ada pria yang mau denganku nanti.Dan bagaimana kalau nanti aku sampai hamil?, lebih baik aku menerima dia untuk bertanggungjawab saja. Setidaknya dia punya etika baik untuk bertanggungjawab,", ucap Yuna dalam hati.
" Aku menerima tawaran mu untuk bertanggungjawab pada ku," ucap Yuna cepat.
"Hey, tadi kau bilang tidak ingin aku bertanggungjawab padamu, lalu sekarang apa?.Aku tahu sebenarnya kau sangat menyukaiku kan?."
"Kau jangan terlalu percaya diri Rai. Kau sudah menghancurkan masa depan ku. Kalau sampai tidak ada pria yang mau denganku bagaimana nanti?!."
"Jelas saja tidak akan ada pria yang mau denganmu. Kau itu tidak cantik, jelek," cibir Raiden.
"Kau!," ucap Yuna dan langsung berbalik menunjuk Raiden.
Sedangkan Raiden untuk sesaat terpana melihat wajah Yuna tanpa ada polesan makeup namun malah terlihat begitu menawan. Karena kacamata Yuna entah berada dimana sekarang.
"Kenapa dia terlihat begitu cantik dan manis.Ah tidak... apa yang ku pikirkan." Ucapnya dalam hati. Raiden menggelengkan kepalanya kemudian berdiri.
"Sudahlah, sekarang cepat pakai bajumu. Lusa aku akan membawamu bertemu dengan orang tua ku." ucap Raiden dan langsung melangkah keluar dari kamar tersebut
"Dasar menyebalkan!."
***
"Sayang, kau hebat. Ternyata selama ini kau bekerja di perusahaan nomor satu di negara ini. Dan juga bukankah Ars menjalin kerjasama dengan perusahaan mu?," tanya Ajeng saat selesai menyantap sarapannya.
"Iya Mam, dan sekarang waktunya kami untuk berangkat bekerja. Mami dan Papi bisa jalan-jalan kalau mau," ucap Ars menjawab pertanyaan Maminya untuk Alexa.
"Baiklah,Sayang"
"Ayo sayang," ajak Ars, ia pun menggandeng tangan Alexa hingga menuju depan mansionnya.
Alexa pun melepaskan pegangan tangan Ars ketika sudah sampai di depan.
"Kak Ars, aku akan berangkat sendiri," ucap Alexa yang hendak berangkat menuju mobilnya.
"Aku akan mengantarmu," ucap Ars
Membuat langkah Alexa pun terhenti dan menatap Ars.
__ADS_1
"Jangan berfikir macam-macam, aku akan mengantarmu selama Mami dan Papi masih disini," ucap Ars datar.
"Tapi kantor kita berlawanan arah."
"Aku akan tetap mengantarmu, cepat lah masuk!."
Alexa pun dengan kesal menuruti perintah suaminya.
"Aku akan menjemput Mia dulu ke apartemennya," ucap Ars memberitahu.
"Apa kak Ars setiap hari selalu menjemput Nona Mia setiap hari?," tanya Alexa.
"Ya, kenapa?"
"Tidak apa-apa," ucap Nani datar.
"Sungguh ironis," ucap Alexa dalam hati.
Mobil Ars pun sampai di parkiran apartemen Mia. Mia sudah ada di parkiran menunggu Ars.
Mia pun langsung berjalan menuju mobil Ars dan membuka pintu depan.
"Nona Alexa," ucap Mia terkejut.
Ia berfikir Ars menjemputnya sendirian seperti sebelumnya. Dan dia selalu duduk di depan, jadi Mia langsung membuka pintu depan.
Mia pun segera pergi ke kursi belakang dengan hati yang kesal.
"Kalau Nona Mia ingin bertukar tempat, aku akan pindah ke belakang," ucap Alexa.
"Tidak perlu, biarkan Mia di belakang," ucap Ars dingin dan langsung menolak ucapan Alexa.
Membuat suasana di dalam mobil itu penuh dengan aura dingin.
Sampai di kantor, Alexa pun segera turun dari mobil Ars.Sedangkan Ars segera melajukan mobilnya menuju kantornya.
"Ars, kenapa kau harus repot-repot untuk mengantarkan Nona Alexa ke kantornya. Arah kantor Nona Alexa dan kantor kita kan berlawanan arah. Apa kau sudah mulai jatuh cinta dengan Nona Alexa Ars?," tanya Mia yang kini duduk di kursi depan sebelah Ars.
"Mami dan Papi ada di mansion ku sekarang. Jadi aku harus bersikap layaknya seorang suami istri di depan mereka," ucap Ars.
"Tapi disini tidak ada orang tuamu Ars."
"Sudahlah Mia, kenapa kau terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga ku!."
Mia menundukkan kepalanya mendengar ucapan Ars. "maaf," ucap Mia.
Ars pun mengemudikan mobilnya dengan cepat agar cepat sampai di kantornya.
__ADS_1
***
"Lexa, kau tidak membawa mobilmu?," tanya Kai saat turun dari mobilnya dan melihat Alexa berjalan masuk kantor.
"Kai, kau mengagetkan ku," ucap Alexa mengelus dadanya saat tiba-tiba suara Kai terdengar di belakangnya.
Kai terkekeh. "Maafkan aku Lexa. Kau belum menjawab pertanyaan ku."
"Oh itu, aku diantar oleh suamiku Kai ."
"Tumben sekali, bukanya waktu itu kau mengatakan bahwa dia...."
"Mami dan Papi mertuaku sedang ada di mansion, jadi untuk beberapa hari kedepan mungkin suamiku akan sering mengantarku."
Kai terdiam, ia tersentak saat mendengar Alexa mengatakan kata suamiku kepadanya. Tapi ia tidak boleh egois, karena Alexa memang sudah memiliki suami.
"Kalau begitu ayo kita ke ruangan ku, aku ingin kau membacakan jadwalku untuk hari ini."
"Baiklah Tuan Kai," ucap Alexa tersenyum.
Merekapun pergi memasuki ruangan CEO.
"Kita hari ini ada jadwal meeting dengan perusahaan D'Anha Corp untuk membicarakan perencanaan pembangunan hotel yang akan kita bangun." ucap Alexa membacakan jadwal untuk Kai.
"Baiklah, kalau begitu sebelum kita bertemu dengan perusahaan D'Anha Corp. Bagaimana kalau kita ke restoran depan untuk menikmati secangkir kopi," tawar Kai.
"Tentu," ucap Alexa tersenyum. Merekapun pergi ke kedai depan untuk menikmati secangkir kopi hangat.
"Lexa, bagaimana hubungan mu dengan suamimu. Apa dia masih bersikap dingin kepadamu?," tanya Kai.
"Beberapa hari ini suamiku tidak bersikap dingin lagi Kai," ucap Alexa seraya menyeruput secangkir kopinya.
"Benarkah, itu sungguh suatu kabar bagus. Kau pasti merasa senang kawan," ucap Kai menahan cemburu.
"Kau salah Kai, suamiku bersikap baik kepada ku karena ada Mami dan Papi di rumah. Mungkin saat Mami dan Papi kembali ke London nanti sikapnya akan kembali lagi seperti semula."
"Aku selalu mendoakan kebahagiaan mu Lexa," ucap Kai tulus.
"Terimakasih Kai, kau teman terbaikku."
****
"Ars, Tuan Kai dari perusahaan Kimura Corp sudah datang. Dan dia menunggu kita di ruang meeting," ucap Mia.
"Baiklah, persiapkan semuanya," ucap Ars yang langsung berdiri dan melangkah menuju ruang meeting di ikuti Mia di belakangnya.
****
__ADS_1