
Sebelum menuju rumah sakit, Nani menuruti keinginan suaminya untuk makan di restoran seafood yang ada di jalan J.
Nani mengernyit heran menatap suaminya yang makan dengan lahap dan menghabiskan dua porsi makanan.
"Apa dia benar-benar sakit, kenapa makannya lahap sekali." ucap Nani dalam hati menatap suaminya saat ini.
"Ah...enak sekali makanannya, kenapa kau tidak makan sayang?," tanya Alex menatap Nani.
"Kau saja yang makan sayang, aku tadi sudah sarapan dan masih kenyang."
"Kalau begitu sekarang kita ke dokter ya?,aku ingin tahu apa penyakitmu sayang," bujuk Nani.
"Aku pikir itu hanya maag ku yang kambuh saja sayang."
"Pokoknya kita harus ke dokter, aku tidak ingin sakitmu semakin parah sayang. Setiap pagi kau selalu muntah dan itu membuatku sangat cemas," ucap Nani.
Alex hanya bisa pasrah dengan bujukan istrinya. Setelah membayar makannya Alex dan Nani pun segera ke dokter untuk memeriksakan kesehatan Alex.
****
"Tuan, kondisi Anda saat ini sehat dan tidak ada gejala penyakit apapun," terang sang dokter.
Nani heran dengan hasil kesehatan tubuh suaminya. "Tapi dok, suami saya sering muntah setiap pagi. Dan dia juga muntah bila mencium bau parfum. Bagaimana mungkin suamiku tidak sakit?," ucap Nani.
Dokter mengerutkan keningnya, ia menatap Alex lalu menatap Nani. "Nona silahkan Anda ke dokter Obgyn. Sebaiknya anda harus di periksa," ucap dokter.
"Kenapa saya harus di periksa dok, saya tidak apa-apa. Dan kenapa harus ke dokter Obgyn?, saya tidak ham...," Nani menghentikan ucapannya saat menyadari bahwa bulan ini ia melewati masa haidnya. "Tapi apa mungkin aku hamil?," pikir Nani.
Sang dokter tersenyum dengan pasangan ini.
"Sayang, benarkah kau hamil?," ucap Alex berbinar. Semenjak pertama kali ia melakukannya dengan istrinya, Alex terus berharap semoga istrinya cepat-cepat hamil. Namun ia tidak mau salah menduganya.
Alex pun segera mengajak istrinya ke bagian spesialis Obgyn. "Baiklah dokter terimakasih," ucap Nani membungkukkan badannya.
Mereka pun kemudian ke dokter bagian obgyn untuk memeriksakan kandungan Nani.
"Bagaimana hasilnya dok?," tanya Alex antusias.
Dokter itu pun tersenyum, lalu ia memberikan hasil tes kepada Alex.
Alex membuka hasil tes tersebut dengan hati yang berdebar-debar. Ia sangat berharap istrinya benar-benar hamil. Dengan begitu Nani hanya miliknya.
Alex berbinar saat melihat hasil tes yang menunjukkan bahwa istrinya benar-benar mengandung.
"Bagaimana hasilnya sayang?," tanya Nani.
Alex langsung memeluk istrinya seraya menitihkan air matanya.
"Kita akan menjadi orang tua sayang, Lihatlah disini sekarang sedang tumbuh calon anak kita," ucap Alex.
Nani pun tak kalah senangnya, kini mereka saling berpelukan melupakan rasa bahagia yang menyeruak di hati mereka.
__ADS_1
"Ehm...ehm..," dehem dokter saat melihat pasangan itu terus saja berpelukan.
Seketika mereka pun melepaskan pelukaannya."Maaf dok kami terlalu bahagia,"ucap Nani merasa tidak enak kepada dokter
"Tidak apa-apa Nona, saya mengerti. Kalau begitu saya akan memeriksa kondisi janin dalam kandungan anda. Silahkan berbaring Nona," ucap dokter.
"Baiklah dok." Nani segera berbaring.
Dokter memberikan gel pada perut Nani. Ia pun mulai memeriksa melalui USG.
"Lihatlah Tuan, Nona,ini calon janinnya," tunjuk dokter pada layar USG.
"Kecil sekali dok," ucap Alex.
"Tentu saja Tuan, karena kandungan istri Anda baru memasuki lima Minggu. Setelah ini saya akan meresepkan vitamin untuk perkembangan otak janin kalian," ucap dokter seraya membersihkan gel di perut Nani.
Nani pun kembali duduk bersama Alex.Mereka saling menggenggam tangan satu sama lain.
"Kita akan memiliki anak sayang. Sekarang kalau Tuan Jonathan memamerkan istrinya yang sedang hamil, aku pun juga bisa memamerkanmu padanya," ucap Alex bangga.
Nani memutar bola matanya jengah mendengar suaminya.
"Apa Anda merasa mual atau muntah Nona?, karena biasanya wanita hamil akan mengalaminya." terang sang dokter.
Nani dan Alex pun saling menatap, lalu mereka pun menceritakan yang terjadi kepada sang dokter.
"Yang Tuan Alex alami adalah sindrom couvade. Mungkin Anda terlalu berempati memiliki keinginan untuk memiliki anak. Sehingga saat istri Anda hamil, Anda bisa merasakan yang disebut dengan istilah ngidam. Itu bisa terjadi karena kecemasan berlebih sehingga tubuh mengeluarkan hormon stres yang disebut kortisol. Tapi Anda tidak perlu khawatir, seiring berjalannya waktu itu akan sembuh dengan sendirinya ," tutur sang dokter panjang lebar.
"Ini sudah saya resepkan vitaminnya, Nona harus lebih memperhatikan asupan nutrisi makanan yang Anda makan untuk pertumbuhan janin Anda. Dan selamat untuk kalian," ucap dokter tersenyum.
"Baiklah dok, terimakasih untuk penjelasannya. Kalau begitu kami permisi dok," ucap Alex. Lalu mereka pun keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan yang bahagia.
.
.
.
"Sayang, pokoknya kau tidak boleh melakukan apapun. Minta tolong pelayan jika membutuhkan sesuatu. Mulai sekarang janhan bekerja, aku yang akan menghandle pekerjaan di kantor," ucap Alex.
Kini ia mengantarkan Nani pulang. Ia tidak ingin istrinya kecapekan yang akan berpengaruh terhadap janin dalam kandungan istrinya.
Nani pun menuruti perintah suaminya, ia pun akan menjaga kandungannya agar selalu sehat.
"Baiklah sayang."
"Kalau begitu aku kembali ke kantor sayang," ucap Alex seraya mengecup kening istrinya.
Namun saat Alex hendak menjalankan mobilnya, ia teringat sesuatu. Ia pun kembali keluar dari mobil.
"Sayang,"panggil Alex.
__ADS_1
Nani yang hendak masuk kedalam mansionnya pun menoleh ke belakang. Ia heran melihat suaminya kembali.
" Ada apa sayang, apa ada yang ketinggalan?,"tanya Nani.
"Aku mau parfum milikmu sayang," ucap Alex membuat Nani terbelalak.
"Tapi untuk apa sayang?."
"Aku merasa nyaman bila mencium aroma parfum milikmu sayang, Kemarikan parfum milikmu," pinta Alex.
Nani membuka tasnya dan mengeluarkan parfum miliknya. "ini sayang," ucap Nani memberikan parfumnya.
"Terima kasih sayang," ucap Alex, lalu ia menyemprotkan parfum istrinya pada tubuhnya.
"Aku akan membawa parfum ini sayang," ucap Alex, lalu ia pun kembali ke mobil dan berangkat kembali ke kantor.
Nani melongo melihat kelakuan suaminya itu. "Semoga saja suamiku tidak ngidam yang aneh-aneh lagi nanti," ucap Nani. Ia pun melangkah masuk kedalam mansion.
Hingga delapan bulan berlalu,
Saat ini Ajeng sedang bertaruh nyawa dalam ruang persalinan. Ya, hari ini Ajeng sedang melahirkan anak keduanya.
Jonathan menemani Ajeng berada di ruang persalinan.
"Owe...owek....," Suara tangisan bayi membuat Ajeng dan Jonathan menitihkan air matanya.
Jonathan benar-benar merasa sangat terharu menyaksikan istrinya berjuang untuk melahirkan anak keduanya. Ia membayangkan bagaimana Ajeng dulu berjuang sendirian melahirkan Ars. Ia sungguh-sungguh sangat menyesalinya.
Jonathan menangis menciumi wajah istrinya.
"Sayang, maafkan aku karena dulu membuatmu berjuang sendirian saat melahirkan Ars. Maafkan aku sayang," ucap Jonathan.
Ajeng mengusap lembut wajah suaminya, lalu ia berkata. "Sayang, yang lalu biarlah berlalu. Yang terpenting sekarang kau ada di sini bersama kami."
Jonathan menatap lembut sang istri lalu ia mengecup kening istrinya.
"Terima kasih sudah menerimaku dengan segala kekurangan ku sayang."
Ajeng tersenyum menatap suaminya.
"Selamat Tuan, Nona, bayi anda laki-laki dan dia sangat sehat," ucap suster.
Jonathan dan Ajeng pun saling berpandangan. Selama hamil Jonathan dan Ajeng menyembunyikan jenis kelamin bayinya dari Ars. Mereka tidak ingin Ars kecewa,namun sekarang mereka bingung bagaimana caranya mereka memberi tahu Ars.
cklek.. pintu ruangan tersebut terbuka.
"Mami, Papi mana adik perempuan Ars?," tanya Ars.
Jonathan dan Ajeng pun menelan ludah mereka bingung bagaimana caranya menjelaskan kepada putranya itu.
...***********...
__ADS_1
Efek vaksin dosis 2 membuat author tak berdayaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜