
Kai menatap bingung Vio yang seolah menghindarinya. Ia merasa ada yang berbeda dengan sikap Vio padanya hari ini. Kai pun memutuskan untuk kembali duduk di sofa ruangan itu dan menatap Vio dari sana.
Entah mengapa, Kai merasa ada yang aneh saat melihat Vio yang tidak seperti biasanya. Karena sebelumnya Vio yang lebih dulu menyapanya saat mereka bertemu.
Kai terus saja menatap Vio dari tempat duduknya, namun sekalipun Vio tak menoleh ke arahnya.
"Sebenarnya ada apa dengan Vio?," Tanya Kai dalam hati.
Hingga akhirnya Nani dan Vio pun berpamitan untuk kembali. Melihat hal itu, Kai segera beranjak dari tempat duduknya saat melihat Nani dan Vio hendak meninggalkan ruangan itu.
Namun Vio tak menyapanya juga, hingga membuat Kai pun berjalan cepat dan mengejar Vio yang sudah keluar dari ruangan itu.
Nani pun sebenarnya juga merasa heran dengan keponakannya itu. Pasalnya Ia sangat mengetahui bahwa Vio mencintai Kai. Tapi melihat Vio yang acuh saat melihat Kai membuatnya bertanya-tanya dalam hatinya.
"Vio," panggil Kai dari belakang Vio dan Nani, hingga membuat Nani dan Vio pun langsung membalikkan badannya.
"Ya kak, ada apa?," Ucap Vio.
"Aku ingin mengajakmu berbicara sebentar," ucap Kai menatap Vio yang kini tak memandangnya.
" Bibi, apakah Aku boleh mengajak Vio sebentar saja?, Aku janji akan mengantarkan Vio pulang nanti," ucap Kai meminta izin Nani.
"Tapi bibi, Vio sedang ada banyak tugas kuliah hari ini dan harus dikumpulkan besok," ucap Vio beralasan.
"Sebentar saja Vio, kumohon," ucap Kai.
Melihat hal itu, Nani pun menatap sang keponakan dengan lembut. "Vio, sepertinya ada hal penting yang akan Kai bicarakan denganmu. Kau bisa mengerjakan tugas kuliah mu nanti, bibi akan membantumu. Pergilah bersama Kai sebentar!, Mungkin yang akan Kai bicarakan sangat penting," ucapnya lembut membuat Vio tak bisa membantah ucapan bibinya.
"Baiklah, kalau begitu bibi pulang dulu." Ucap Nani kemudian dan langsung meninggalkan Kai dan Vio.
"Apa yang ingin kakak bicarakan?," Tanya Vio setelah Nani pergi. Vio seakan menghindari tatapan Kai padanya
"Kenapa sikapmu padaku hari ini berbeda, Apa Aku melakukan kesalahan padamu Vi?," Tanya Kai akhirnya.
__ADS_1
Ia sungguh bingung dengan sikap Vio yang seolah menghindarinya.
"Mungkin hanya perasaan kak Kai saja." Ucap Vio mengalihkan pandangannya dari Kai.
"Vio, apa kau sudah makan?," Tanya Kai berusaha mencairkan suasana.
"Sudah"
"Sebenarnya kau kenapa Vio, Aku merasa kau menghindari ku hari ini. Apa Aku berbuat salah pada
mu?!," Ucap Kai sudah tidak tahan lagi saat Vio begitu mengacuhkannya.
"Aku tidak apa-apa kak, lebih baik kak Kai antarkan Aku pulang saja,"ucap Vio berusaha menghindari pertanyaan dari Kai.
Geram karena Vio tak menjawab pertanyaan darinya, Kai pun langsung menggandeng tangan Vio dan menariknya menuju ke taman yang ada di rumah sakit itu.
"Kak, Kau mau membawaku kemana?."
"Kita akan berbicara di tempat yang lebih tenang dan nyaman agar Kau bisa menjawab pertanyaan dari ku," ucap Kai seraya menarik tangan Vio. Hingga sampailah mereka di sebuah taman yang ada di rumah sakit itu.
"Sekarang katakan Vio, katakan kenapa hari ini sikapmu berubah padaku," tanya Kai menatap dalam mata Vio yang kini juga menatapnya.
Untuk sesaat keheningan begitu terasa. Kai masih menunggu jawaban dari pertanyaannya. Nampak jelas di guratan wajah Vio yang menatap Kai begitu sendu.
Helaan nafas itu jelas terdengar di telinga Kai yang membuatnya semakin penasaran akan jawaban dari pertanyaannya.
"Apa kak Kai mencintai kak Lexa?," Tanyanya dengan raut wajah sedih.
Kai terpaku mendengar pertanyaan dari Vio. Dari mana Vio bisa mengetahui perasaannya kepada Alexa?.
"Dari mana Kau mengetahuinya Vi?. Apa Alexa mengatakannya padamu?."
Vio tersenyum kecut mendapat pertanyaan sekaligus mengetahui bahwa ternyata Alexa pun mengetahui perasaan Kai terhadapnya.
__ADS_1
"Jadi kak Lexa mengetahui perasaan kak Kai padanya?, Jadi selama ini kalian membohongi ku?."
"Apa maksudmu Vio, Aku tidak pernah bermaksud untuk membohongimu."
Vio mulai menitihkan air matanya, tak pernah Vio merasakan hal yang begitu sakit seperti saat ini. Dalam hidupnya Ia belum pernah merasakan apa itu cinta. Namun sekarang saat Ia baru merasakannya, Vio baru merasakan sisi lain dari sebuah cinta.
Cinta memang begitu indah, namun ada sisi lain dimana cinta itu akan membuat kita juga merasakan begitu sakit karenanya.
"Kak, Apa Kau tahu?, Sikapmu padaku itu membuat ku menjadi salah paham. Kau membuatku berpikir bahwa kau menyukaiku. Dan apa kau tahu kalau aku jatuh cinta padamu kak," ucap Vio sesenggukan, Ia sudah tidak bisa menahan hatinya yang begitu sakit.
Pernyataan Vio yang mengatakan bahwa Vio jatuh cinta pada Kai, dan melihat air mata Vio membuat Kai begitu sakit.
Perasaan Kai untuk Alexa masih begitu indah di hatinya. Kai memang ingin melepaskan perasaan itu dengan cinta yang baru. Tapi perasaannya untuk Vio belum bisa dikatakan cinta.
Kai memang menyayangi Vio, tapi untuk cinta, Kai belum bisa memastikannya untuk saat ini.
Kai mengusap air mata yang menetes di pipi Vio.
"Maafkan aku Vio karena aku tidak menyadari perasaanmu padaku." Ucapnya sendu.
"Kenapa kak Lexa juga membohongi ku, dia selalu mendorongku agar bisa bersama dengan kakak. Tapi dia sendiri tahu bahwa hatimu hanya untuknya."
" Vio, Kau jangan menyalahkan Lexa. Karena dia tidak bersalah, akulah yang mencintainya. Mungkin Lexa ingin menyatukan kita." Ucap Kai lembut, tangannya dengan lembut terus saja mengusap likuid bening yang terus saja membasahi pipi gadis di depannya itu.
Vio sedikit mencelos saat Kai malah membela Alexa, namun ucapan Kai memang benar. Vio tahu Alexa selalu mendukungnya untuk bersatu dengan Kai. Tapi walaupun begitu, sampai saat ini pun Ia masih merasakan cinta Kai yang begitu besar untuk Lexa, apakah Ia akan mampu untuk membuat hati Kai berpaling padanya?. Entahlah, Vio merasa tidak akan mampu membuat Kai berpaling padanya.
"Kau benar kak, tapi Aku sudah menyerah untuk membuat mu jatuh cinta padaku. Itu serasa begitu mustahil kak. Cinta mu untuk kak Lexa begitu besar." Ucap Vio lirih.
Deg...
Mendengar kata menyerah dari mulut Vio membuat hati Kai bergetar. Sungguh Ia tidak ingin Vio menyerah, Kai ingin Vio selalu mencintainya walaupun cinta untuk Vio belum hadir di hatinya.
"Tidak Vio, Aku tidak ingin Kau menyerah, Aku ingin kau selalu mencintaiku hingga cinta ini hadir untuk menyambut cintamu Vio. Kau tahu? Aku ingin saat aku mencintai seorang wanita, itu adalah kamu Vio. Kumohon jangan pernah menyerah untuk mencintai ku," ucap Kai dan merengkuh tubuh Vio kedalam pelukannya.
__ADS_1
***
Othor beneran gak dapet feel bikin eps ini ðŸ˜, dah mau othor tamatin, tapi minta sarannya dong untuk ending yang tepat gimana 🤧🤧