
"Anda tidak apa-apa Nona," tanya pria berbaju hitam yang menolong Ajeng.
"I..iya saya tidak apa-apa, terimakasih Tuan," ucap Ajeng seraya berdiri. Ajeng sedikit syok dengan kejadian barusan, namun dia tidak apa-apa.
Ajeng melihat pria yang menolongnya terluka di sikunya. "Tuan Anda terluka."
Pria itu melihat sikunya kemudian tersenyum "ini tidak apa-apa Nona, yang penting keselamatan Anda. Kalau begitu saya permisi Nona," ucap pria tersebut.
"Tuan biarkan saya mengobati luka anda, itu restoran saya, biarkan saya mengobati Anda disana," tawar Ajeng.
"Tidak perlu Nona menjaga keselamatan Anda adalah tugas saya, saya permisi Nona," ucap pria tersebut kemudian melangkah pergi meninggalkan Ajeng.
"Tugas?," ucapnya pada dirinya sendiri. Ajeng benar-benar beruntung, kalau tidak ada pria tadi,entah apa yang akan terjadi dengan dirinya. Ajeng pun mengurungkan niatnya untuk kerestoran sebrang jalan. Dia akan memesan online saja.
"Tuan, seseorang berniat menabrak Nona Ajeng siang ini," ucapnya pada Vino dari seberang telepon. Ya pria tadi adalah orang suruhan Jonathan untuk melindungi Ajeng dan putranya.
"Apa..?!, ternyata mereka bergerak cepat, lalu bagaimana keadaan nona Ajeng saat ini?."
"Untung Saya menariknya sehingga terhindar dari mobil yang hendak menabraknya Tuan. Nona Ajeng baik-baik saja saat ini," ucapnya.
"Bagus, terus lindungi Nona Ajeng dan Tuan muda kecil!."
"Baik Tuan."
Vino segera melaporkan kejadian tersebut kepada Jonathan. Jonathan menggeram marah. Diapun segera pergi menyusul Ajeng kerestorannya.Jonathan sangat menghawatirkan istrinya.
Jonathan memarkirkan mobilnya asal di depan restoran Ajeng. Dia pun berjalan cepat masuk kedalam restoran tersebut. Bola matanya menatap ke sekeliling mencari keberadaan istrinya.
Jonathan merasa lega tatkala melihat istrinya sedang makan siang bersama dengan putranya dan para karyawannya.
Jonathan berjalan menghampiri istrinya bertepatan dengan istrinya yang berdiri hendak mengambil minum untuk Ars.
"Sayang syukurlah kau tidak apa-apa," ucap Jonathan tiba-tiba memeluk Ajeng,membuat Ajeng terkejut.
Semua karyawan Ajeng pun terkejut melihat Jonathan. Karena mereka tidak tahu kalau Ajeng istri seorang Jonathan Prawira Nugraha,seorang pengusaha muda paling sukses di negara tersebut. Mereka pikir Jonathan belum menikah. Karena Jonathan memang belum mengadakan resepsi pernikahannya.
"Sa..sayang,kau kenapa?, kenapa kau tiba-tiba memelukku seperti ini. Apa kau tidak malu disini ada semua karyawan ku?," ucap Ajeng mengingatkan.
Jonathan yang menyadarinya langsung melepaskan pelukannya kemudian menggandeng istrinya dan mengajaknya duduk.
Para karyawan Ajeng menatap kedua pasangan itu tanpa berkedip. Mereka tidak percaya seorang Jonathan datang ketempat itu. Lebih lagi bos mereka terlihat begitu intim dengan Jonathan.
"Ehmm...ehmmm..," Jonathan berdehem membuat mereka tersadar dan menundukkan kepalanya.
"Eh iya kenalkan ini karyawan saya sayang," ucap Ajeng kepada karyawanya. Para karyawan Ajeng tercengang mendengar panggilan sayang Ajeng kepada Jonathan. Sebenarnya hubungan mereka apa?,pikir karyawannya.
"Saya Jonathan SUAMI Ajeng," ucap Jonathan menekankan kata suami kepada karyawan Ajeng. Sebab rata-rata karyawan istrinya adalah laki-laki.
__ADS_1
Mereka tercengang mendengar pernyataan yang Jonathan katakan.Sedangkan Ars terkekeh melihat tingkah Papinya.
"Kalau kalian sudah selesai makan cepat Pergilah, Saya butuh privasi untuk bersama istri dan anak Saya!," ucapnya dengan menatap tajam para karyawan restoran istrinya.
Ajeng membelalakkan matanya mendengar ucapan suaminya, dia pun memelototi sang suami merasa jengkel dengan sikap suaminya. Namun Jonathan bersikap seolah tanpa dosa dan menghindari tatapan istrinya.
Mendapat tatapan tajam dari Jonathan pun mereka menciut, sehingga mereka berpamitan ingin cepat pergi dari sana.
"Nona Ajeng, karena semua keperluan untuk acara besok sudah selesai, kami mau izin pulang dulu," ucap salah satu karyawannya .
"Kenapa kalian buru-buru, Lihatlah makanan kalian ada yang belum habis. Sebaiknya habiskan dulu," ucap Ajeng.
Namun Jonathan sudah kembali menatap mereka tajam sehingga mereka pun merasa takut.
"Kami sudah kenyang Nona, terimakasih karena Nona sudah mentraktir kami. Kami permisi Nona Ajeng, Tuan Jon," ucap mereka.
"Yasudah baiklah, kalian boleh pulang. Terimakasih sudah membantuku mempersiapkan semua keperluan untuk acara besok lusa," ucap Ajeng.
"Sama-sama Nona." Akhirnya merekapun segera pergi dari restoran itu.
Setelah kepergian karyawan Ajeng, Ajeng pun kembali menatap tajam sang suami. "Sayang kenapa kau mengusir mereka?!," kesal Ajeng.
"Aku tidak mengusir mereka, bukankah mereka sendiri yang mengatakan ingin segera pergi," kilah Jonathan.
"Iya itu karena kau."
"iya!"
"Sudahlah Pi, Mam, kenapa kalian malah seperti anak kecil?. Papi kenapa menyusul Mami kemari. Bukankah tadi Papi mengatakan akan pulang terlambat karena ada meeting nanti sore?," tanya Ars.
"Papi sudah menyerahkan semuanya kepada Vino Nak.Papi khawatir dengan kalian, jadi Papi memutuskan untuk menjemput kalian kemari."
"Kenapa kau menghawatirkan kami?,kami tidak apa-apa," ucap Ajeng masih sedikit kesal.
"Bukankah tadi kau hampir tertabrak sayang?!."
"Ba..bagaimana kau tahu?," ucap Ajeng terkejut. Begitu juga dengan Ars.
"Mami hampir tertabrak, kenapa Mami tidak bilang sama Ars?."
"Itu karena Mami tidak apa-apa sayang, tadi ada orang yang menolong Mami, tapi saat Mami ingin membantunya mengobati lukanya karena telah menolong Mami, dia malah tidak mau dan pergi sayang," tutur Ajeng.
"Karena dia orang suruhan ku sayang," ucap Jonathan.
"Apa?, jadi selama ini kau memata-matai ku sayang?!," tanya Ajeng.
"Itu untuk menjaga keselamatan mu dan Ars sayang,dan terbukti kan?. Sayang bagaimana kalau kau urungkan saja niatmu membuka restoran ini. Aku mampu memberimu banyak uang untuk semua kebutuhan mu dan Ars,"ucap Jonathan.
__ADS_1
" Sayang, ini adalah impianku sejak lama. Bukankah kita sudah membicarakannya?,"ucap Ajeng.
"Tapi aku tidak ingin membahayakan keselamatan mu dan Ars sayang?!."
"Apa maksudmu sayang, tadi itu karena aku yang ceroboh," sanggah Ajeng.
Jonathan menghembuskan nafasnya kasar, dia bingung ingin memberitahu istrinya tentang Shela yang ingin mencelakai istri dan putranya.
"Sayang, ada yang harus ku katakan padamu," ucap Jonathan.
"Nak pergilah ke ruangan Mami, di laptop Mami ada game baru," ucap Ajeng.
"Ok Mam," Ars yang mengerti pun langsung ke ruangan Ajeng.
Setelah Ars pergi, Jonathan segera menceritakan tentang semuanya. Dan itu membuat Ajeng terkejut.
"Tapi sayang besok lusa adalah pembukaan restoran ini, dan semua persiapan sudah 99%.Bagaimana kalau aku tetap melakukan acara pembukaan restoran ini, tapi setelahnya aku janji akan menjalankannya dari rumah.Bagaimana?," ucap Ajeng.
"Tapi sayang."
"Sayang please... ya...boleh ya, please...!," mohon Ajeng.
Jonathan yang melihat istrinya memohon pun akhirnya luluh.
"Baiklah, tapi kau harus dikawal ketat, aku akan menambah beberapa orang untuk mengawalmu," ucap Jonathan.
"Tapi sayang." Ajeng hendak protes dengan peraturan suaminya.
"Lakukan perintahku, atau tidak sama sekali!"
"Haih...baiklah," ucap Ajeng akhirnya.
Sedangkan di ruangan Ajeng, Ars sedang meretas cctv yang memperlihatkan Maminya hendak menyebrang jalan tadi.
Ars melihat mobil tersebut, dia pun mengikuti kemana mobil tersebut pergi melalui cctv di jalan.
"Siapa pria ini, kenapa dia berniat ingin menabrak Mami?," ucap Ars yang melihat seorang pria sedang kesal. Ars melihat ada tato bunga di tangan pria itu.
"Sepertinya aku pernah melihat tato bunga itu, tapi dimana?," Ars berusaha mengingat dimana ia pernah melihat tato bunga yang ada di tangan pria tersebut.
Disaat Ars berusaha mengingat tato bunga itu, Ars mendengar langkah kaki yang hendak ke ruangan tersebut. Diapun segera menghapus jejaknya di laptop Maminya dan berpura-pura sedang bermain game disana.
Cklek.. pintu ruangan itu terbuka.
"Sayang, kita harus pulang, main gamenya dilanjutkan dirumah saja ya?,"pinta Ajeng.
" Ok Mam."Ars segera turun dari sana dan berlari menghampiri Maminya.
__ADS_1
*************