Putraku Adalah Mr. Zero

Putraku Adalah Mr. Zero
PAMZ 110


__ADS_3

Yuna melangkah dengan pasti, Ia tersenyum ketika mengingat kejadian memasak bersama tadi pagi dengan pria yang berstatus suaminya.


Yuna mulai menyadari bahwa ia mencintai Rai. Ya, Ia sudah bisa memastikan bahwa apa yang ia rasakan kepada Rai adalah perasaan cinta.


Yuna terus saja menatap kotak bekal yang Ia bawah dengan senyum yang terus terukir di wajahnya. Namun saat sampai di depan ruangan Rai, Yuna memicingkan matanya saat melihat meja sekertaris yang ada di samping pintu ruangan Rai kosong.


Karena Ia tahu kalau Shinta telah menggantikan dirinya untuk menjadi sekertaris suaminya.


"Kemana Shinta?," Gumamnya. Lalu Yuna kembali melangkahkan kakinya menuju ruangan suaminya dengan perasaan yang begitu berdebar-debar.


Hanya dengan mengingat wajah dan mendengar nama suaminya saja membuat jantung Yuna seakan mau keluar dari tempatnya. Cinta memang sungguh begitu rumit untuk di ungkapkan.


Dengan perlahan Yuna mulai membuka pintu ruangan Rai. Namun samar-samar Ia mendengar suara seorang wanita di dalam sana.


Membuat Yuna kembali berdebar, namun bukan debaran seperti tadi. Dari celah pintu yang Ia buka sedikit itu, Yuna dapat mendengar wanita itu mengatakan cinta kepada pria yang akhir-akhir ini mulai mencuri hatinya.


Yuna menguatkan hatinya untuk melihat apa yang terjadi di dalam. Yuna sedikit terpaku saat melihat wanita itu memeluk tubuh suaminya dari belakang dan dengan lantangnya mengatakan kata cinta untuk suaminya.


"Rai, Aku mencintaimu sayang, Aku mencintaimu," ucap wanita itu.


Deg


Dada Yuna terasa sesak melihat dan mendengar hal yang membuatnya begitu sakit. Hingga Ia pun mulai memundurkan tubuhnya perlahan.


Yuna tidak ingin mengganggu sepasang kekasih itu, Ia akan pergi dari sana. Namun baru beberapa langkah, Yuna kembali menghentikan langkahnya.


"Bukankah wanita itu hanya kekasihnya saja, sedangkan Aku adalah istri sahnya. Dan anak kita juga belum lahir ke dunia ini. Jadi tidak salah kan kalau Aku mempertahankan suamiku?. Setidaknya selama anak ini belum lahir ke dunia ini," ucap Yuna.


Lalu Yuna kembali memutar tubuhnya, menghela nafas panjang untuk mengurangi rasa sesak pada hatinya. Dan berusaha untuk menguatkan hatinya untuk memasuki ruangan suaminya.


Bruak... Yuna membuka pintu itu dengan keras sehingga membuat dua manusia di dalamnya itu terlonjak terkejut menatap ke arah pintu.


"Suamiku, Aku membawakan mu makan siang," ucap Yuna lantang. Dengan langkah anggun Ia mendudukkan dirinya di sofa ruangan itu.


"Wah, ternyata ada Nona Celine disini?, Ada urusan Apa Kau datang ke kantor SUAMIKU?," Tanya Yuna dengan menekankan kata suamiku pada Celine.

__ADS_1


Yuna tersenyum sinis melihat Celine dan suaminya.


Celine terlihat marah pada wanita cantik yang mengaku sebagai istri kekasihnya itu. Celine tidak mengenali Yuna saat ini.


Sedangkan Rai terhenyak, Ia terpaku menatap wajah cantik yang memanggilnya dengan sebutan suami itu.


"Yuna, benarkah dia Yuna istriku?," Ucapnya dalam hati seraya menatap wanita cantik yang tengah duduk dengan elegannya di sofa ruangannya.


"Sayang, siapa dia, kenapa dia mengaku sebagai istrimu Rai?!," Tanya Celine geram.


"D-dia..." Ucapan Rai tercekat, ia masih terpaku menatap istri cantiknya.


"Saya adalah istrinya Nona Celine." Ucap Yuna masih dengan sinisnya.


"Kau...!, Siapa kau mengatakan bahwa kau adalah istri kekasihku huh?!!," Ucap Celine begitu marahnya.


"CK, Kau tidak mengenali ku Celine?, sungguh ironis."


Yuna langsung mengambil sesuatu dari dalam tas kecilnya. Ia mengeluarkan sebuah kacamata tebal dan memakaikannya.


"Apa sekarang Kau sudah mengenali ku?!," Tanyanya dengan semirik senyum ejekan.


"Kau!!, Gadis murahan yang rela menjual tubuhmu untuk mendapatkan kekasihku?!. Dasar murahan!!," Cibir Celine.


Plak...


Mendengar ucapan Celine terhadap Yuna membuat emosi Rai tersulut. Rai tidak suka orang lain mencemooh sang istri. Karena Yuna adalah gadis polos yang berhasil membuat hatinya campur aduk saat ini.


"Jaga ucapan mu Celine!!"


Celine memegang pipinya yang begitu ngilu akibat sebuah tamparan dari Sang kekasih. " Rai, kenapa kau menamparku?!, Kau membelanya?!," Tunjuk Celine pada Yuna.


"Yuna memang istri ku Celine, dan juga, hubungan kita juga sudah berakhir. Jadi jangan pernah Kau menganggap bahwa dirimu adalah kekasihku. Hubungan kita sudah berakhir sejak beberapa hari yang lalu. Jadi pergilah dari kantor ku!!." Sentak Rai.


Membuat Celine mengepalkan tangannya menahan marah. Marah karena nanti Ia akan kehilangan ladang uang nya. Celine baru mengetahui bahwa Rai ternyata adalah bagian dari keluarga Nugraha Dan Anthony. Makanya dengan segala cara Ia mendekati Rai, dan Ia beruntung saat Ia tahu bahwa Rai sudah menyukainya sejak dulu. Jadi Ia tidak perlu repot-repot untuk mengambil hati Rai.

__ADS_1


Tapi kini, semua hancur karena Yuna. Celine dengan marah berjalan menghampiri Yuna.


"Kau!!, dasar wanita jelek, murahan, Kau tidak pantas untuk menjadi istri kekasihku!!," Ucapnya marah. Celine melayangkan tangannya hendak memberikan tamparan untuk Yuna.


Namun tanpa di sangka, Yuna segera berdiri dan menangkap tangan Celine dan memelintirnya ke belakang. Hingga membuat Celine meringis kesakitan.


Rai terperanjat melihat pemandangan di depannya itu. Tiga kata yang keluar dari mulut Rai saat ini, yaitu "istriku sungguh keren". Rai melupakan kalau Yuna juga pandai karate sebelumnya.


"Kau yang murahan karena dengan tanpa malunya sudah mendekati suamiku!," Ucap Yuna penuh penekanan. Lalu Ia hendak membanting tubuh Celine, namun suara Rai pun menghentikannya.


"Hentikan Yuna!," Teriak Rai, membuat Yuna menatap tajam sang suami.


"Kau tidak rela Aku membantingnya Rai?," Ucapnya tidak percaya karena suaminya menghentikannya.


"Sayang, jangan salah sangka. Apa kau tidak memikirkan anak kita. Aku tidak ingin Kau dan anak kita kenapa-napa nanti," ucap Rai khawatir melihat Yuna hendak membanting tubuh Celine.


Yuna berfikir sejenak, ucapan suaminya memang benar. Iapun tidak ingin terjadi sesuatu dengan anaknya nanti. Dengan kasar Yuna melepaskan cekalan tangannya pada Celine.


Celine masih meringis kesakitan memegangi tangannya yang terasa sakit akibat pelintiran tangan Yuna tadi.


"Sekarang pergilah, atau Aku benar-benar akan membantingmu Celine!!," Ucap Yuna begitu dingin.


Celine akhirnya keluar dari ruangan Rai dengan kesal bercampur merasakan sakit pada pipi dan tangannya.


Sedangkan Rai segera menghampiri Yuna dan tersenyum manis menatapnya. Membuat Yuna melihat Rai begitu heran.


"Kau kenapa Rai?."


"Aku kagum padamu, Kau keren,dan Kau adalah Yuna istriku." Ucap Rai dengan mantap.


"Kau tidak marah padaku karena Aku menyakiti kekasihmu kan Rai?."


Rai menggelengkan kepalanya dan tersenyum. "Aku bukan kekasihnya, Yuna. Aku adalah suamimu" Ucap Rai dan langsung membawa Yuna kedalam pelukannya.


Saat ini Yuna memang sangat membutuhkan sebuah pelukan setelah kejadian barusan. Yuna berfikir Rai akan marah padanya. Namun ternyata suaminya malah membawanya ke dalam pelukan hangat yang membuatnya merasa begitu nyaman.

__ADS_1


***


Aduh 😱 kok gak tamat² ya?. padahal udah seribu kata lebih. othor dah dapet ending yang tepat. Tapi kok gak sampe² 😭😭. Masih ada part Vio dan Kai 😭😭


__ADS_2