Puzzle Teen Love

Puzzle Teen Love
Guru baru, Kakak?


__ADS_3

Nuha bersama teman sekelasnya sedang melaksanakan pembelajaran Desain di laboratorium Multimedia.


"Ya ampun.. Susah banget deh." Keluh Asa


"Aku tuh gak bisa ngelakuin ini. Tanganku kaku kalau harus mendesain gini. Apa lagi kan aku gak suka pelajaran desain grafis." tambahnya lagi.


Asa mengeluh lagi sambil manyun. Bibirnya terus saja manyun mencibiri kelemahannya sendiri. Di jurusan Multimedia, Asa lebih suka praktik di lapangan dan bermain-main dengan kamera dan video. Dia paling tidak suka berkutik dengan yang namanya komputer dan desain grafis.


"Makanya kamu harus latihan terus, Asa." Sindir Sifa


"Iya-iya." Jawab Asa sambil fokus menyelesaikan hasil latihan desain vectornya.


Guru pun memasuki ruang lab komputer, Lab MultiMedia. Dengan seseorang yang mengikutinya dari belakang. Semua mata menoleh ke arah guru yang sudah datang. Mata Nuha semakin terbelalak melihat orang yang berada di samping guru. Ternyata itu Kakaknya sendiri.


"Kakak?!" Nuha terkejut dengan kedatangan Kakaknya


"Kakak?" Banyak suara yang mengulang ucapan Nuha


Kakak Nuha, Muha adalah mahasiswa semester akhir jurusan IT di sebuah Universitas yang telah menyelesaikan sidang skripsinya, sehingga setelah itu ia mencari sebuah kesibukan. Guru Multimedia Nuha ternyata mengenalnya yang sama-sama dari Universitas yang sama. Namun, Gurunya lebih senior dari Muha. Dan beliau sudah lulus kuliah.


"Nih, anak-anak. Pak guru bawakan asisten ganteng yang akan membuat kalian lebih rajin lagi belajar desain grafis." Ucap Pak Son


Pak Son sendiri adalah guru Multimedia yang mengajarkan desain grafis vektor dan Web desain. Guru ganteng yang sangat ramah namun menurut desas desus yang ada, Pak Son adalah guru playboy yang suka merayu dan ngegombalin siswi di sekolahnya.


Para gadis bersorak manja terpesona dengan Muha. Sedangkan, yang cowok merasa tertandingi dan tidak mau kalah untuk lebih berbakat darinya.


Seketika mata Nuha dan mata Kakaknya saling beradu dengan kilatan petir yang menyambar diantara keduanya. Gangguan petir akan datang mengganggu kehidupan Nuha di sekolah.


"Baik. Silahkan perkenalkan dirimu wahai anak muda." Pinta Pak Son


"Selamat pagi. Nama saya Muha. Panggil saja Kak Muha. Saya dari Universitas yang sama dengan Bapak Darsono. Dan beliau meminta saya untuk mendampinginya dalam pelajaran desain grafis, agar kalian lebih optimal dalam mengerjakan ujian praktik yang akan datang. Senang berjumpa dengan kalian dan semoga kita bisa bekerja sama dengan baik." Ucap Kak Muha.


"Ya ampun.. namanya pun juga sama. Dia Nuha dan dia Muha. Seperti anak kembar saja" Timpal Aya yang berada di bangku sebelah kiri.

__ADS_1


"Iya? Ada pertanyaan?" Kak Muha menoleh ke arah Aya.


Aya menjadi grogi dan berkeringat dingin, mendengar suara kak Muha Aya terbuai, "Su-suaranya melelehkan hatiku.." Teriak manja Aya sambil mengoyang-goyangkan pundak Mega yang berada di sampingnya.


"Apa yang Kakak lakukan di sini?!" Katus Nuha.


Kak Muha yang sedang menghampiri Nuha pun berbisik, "Tentu saja mengganggumu." Sindir Kakak


"Ya ampun Nuha.. Kakakmu ganteng bingits!!.."


Sifa berdebar-debar melihat Kak Muha yang lebih dekat.


"Luarnya aja yang ganteng, tapi aslinya bikin kesal 180 derajat." Sindir Nuha ke Kakak dengan lirikan tajam yang membuat kakak tidak mau kalah.


"Anak ini.. Tuh lihat. Dia ini juga, luarnya aja yang manis tapi mulutnya ini pedas sekali kalo bicara." Ucap Kak Muha kesal sambil mencubit pipi Nuha dengan keras


Nuha dan Kak Muha masih terus saling beradu kekesalan. Asa yang masih fokus dengan latihan desainnya kemudian mencoba mencuri perhatian si Kakak, "Kak Muha, ajarin aku donk bikin desain vektornya ini."


"Bahan-bahannya sudah Bapak share di komputer masing-masing di data D folder Poster yaa.."


"Kalau kalian menemukan kesulitan tentu saja kalian bisa meminta bantuan pada Bapak dan pada Kak Muha itu. Oke, mengerti?" Sambung Pak Son mengakhiri penjelasan


"Kakak akan terus mengawasimu ya Nuha!."


Ucapan Kakak yang sambil menyentil dahi Nuha, membuat Nuha sedikit menciut dan kakak pergi mulai berkeliling mendampingi teman-teman yang merasa kesulitan.


Nuha bingung dengan ucapan Kak Muha. Dia menjadi tidak leluasa berada di sekolahnya. Dia terus bertanya-tanya dalam pikirannya kenapa Kak Muha berkata seperti itu. Menyebalkan sekali bagi Nuha dan Nuha seperti anak kecil saja yang harus terus diawasi.


"Aku kan udah besar." Keluh Nuha sambil mengelus-elus bekas sentilan dari Kakaknya.


Melihat Kak Muha berjalan menjauh, Asa langsung menghentikannya lagi. Ternyata Asa belum berhasil mencuri perhatian si kakak sedari tadi.


"Kak Muha! Sini donk, ini gimana ya, gabungin 2 gambar agar terlihat menyatu gitu? Kok gak bisa lembut ya aku pake brushnya." Keluh Asa.

__ADS_1


Asa sengaja menyita waktu Kak Muha demi mendapatkan perhatiannya. Sehingga membuat teman lain menjadi iri dan kesal pada Asa.


"Asa gantian doonk..." Pinta Sifa tidak mau kalah.


"Kak Muha, sini! Ajarin aku ini gimana?" Panggil salah satu teman Nuha.


"Aku juga kak, aku gak bisa bikin kalo gak diajari kakak" Candaan mulai bertambah dimana-mana


Teman-teman malah saling beradu memperebutkan perhatian dari Kak Muha. Pak guru yang melihat itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan mulai bertindak.


"Halooo.. Kalian ini gimana sih?! Malah saling berebut!"


"Sekarang kita buat kesepakatan saja. Yang meminta bantuan hanya boleh 5 menit saja kalau sudah beri kesempatan pada yang lainnya agar mereka juga bisa mendapatkan bantuan juga." Ucap Pak Son membuat kesepakatan


"Tapi, kalau kalian bisa mengerjakan sendiri dengan mandiri itu malah lebih bagus. Bapak akan kasih reward bagi kalian yang mandiri." Ucap Pak Son menumbuhkan semangat kepada murid-muridnya.


Semua murid bersorak. Sebagian murid tertarik dengan kesepakatan dari Pak Son. Namun, ada juga yang merasa acuh dan tetap menginginkan perhatian dari kak Muha. Hari ini benar-benar hari yang mengejutkan bagi Nuha dan teman-temannya.


"Mimpi apa aku tadi malam? Kelasku jadi semakin heboh dengan adanya Kakak."


Nuha menghela nafas dan memandangi kejadian yang sedang terjadi. Dia tidak habis pikir akan ada kakaknya di sekolahnya.


Nuha dan Fani dengan tenang mengerjakan tugas mendesain posternya dan tidak menghiraukan Kak Muha yang sibuk dengan teman-temannya. Sedangkan, Asa dan Sifa masih saling berebut meminta perhatian dari Sang Kakak Guru. Kak Muha sendiri tetap santai dan ramah membantu teman-teman Nuha menyelesaikan tugasnya.


"Aku dulu, Asa."


"Tidak, aku dulu, Sifa."


"Aku dulu!"


"Tidak! Aku dulu!"


Suara Asa dan Sifa menggema sampai ke langit ke tujuh.

__ADS_1


__ADS_2