
“Nuha, aku punya sesuatu untukmu..”
Ucap Naru sambil mengambil sesuatu dari saku celananya. Ia tidak akan melangkahkan kakinya lagi kalau Nuha tidak mengizinkannya. Dia bersandar di pintu kamar Nuha yang terbuka dan melemparkan satu permen untuknya.
“Permen?”
“Masih ingat?”
“Alpenlibel rasa karamel..” Nuha membaca tulisan di kemasan tersebut.
Angin yang masih iseng mengganggu masuk lewat celah jendela yang belum ditutup menarik perhatian Nuha. Dia mendekati jendelanya dan memandang langit gelap di atas sana. Rasa permen tersebut benar-benar mampu menenangkannya.
Naru memperhatikan gadis kesayangannya yang tertutup rapat dengan selimut tebal warna merah bermotif bentuk-bentuk not piano hitam dan putih. Gadis berjubah merah yang tampak sangat menggemaskan.
“Nuha..”
“Maafkan aku ya karna tidak mengabarimu kalo bunda dan ayahku datang ke rumahmu..”
“Umm..”
“Tapi, kamu kan sudah pernah bertemu dengan mereka. Apa mereka memberiku kesan yang tidak baik?”
“Enggak Naru.. Ayah dan ibumu sangat baik. Aku sendiri yang kurang percaya diri untuk menemui mereka. Aku benar-benar gadis yang sangat pesimis Naru.. Maafkan aku”
“Apa aku mempersulitmu lagi?”
“Umm.. Hehe sedikit” Nuha pun menoleh ke arah Naru sambil menampilkan jari piece di dagu sambil meringis.
“Haha lucu..”
“Besok sekolah aku jemput yah pake mobilnya pak sopir” Naru ikutan meringis
“Naruuu?!”
“Ayo Nuha turun, aku akan memaksamu kalo kamu gak mau”
“Naru!”
“Satu..”
“Naru!”
“Duaa..”
“Naruuu!”
“Haha.. Aku tutup pintunya kalo gitu, jadi kamu bisa merapikan diri..”
Naru menutup pintu kamar Nuha dan menunggunya di luar. Nuha masih merasa canggung tapi dia harus berani menghadapi rasa canggungnya tersebut. Dia pun merapikan dirinya kemudian bersedia turun bersama Naru.
Keesokan harinya. Pukul enam lebih seperempat. Mobil Naru sudah berhenti di depan rumah Nuha. Dina ikut bersamanya, membuat Naru sedikit terganggu. Gadis dan pemuda yang sudah memakai seragam sekolah dengan rapi itu kemudian turun dari mobilnya. Berdiri di depan pintu gerbang.
Nuha yang sudah mendapat janji dengan Naru bahwa Naru akan menjemputnya dan mengajaknya berangkat sekolah bersama, dia pun juga sudah bangun pagi-pagi buta. Melakukan olah raga sederhana, melakukan pekerjaan rumah dan membantu ibu memasak di dapur. Sungguh peningkatan yang luar biasa.
“Oh.. karna dia..” Sindir Kak Muha sambil menyangga dagunya dan melirik ke jendela dapur tepat ke arah Naru dan Dina berada.
“Kakak, bantu aku.. bukain pintu gerbangnya donk”
“Gak mau” Muha manyun
__ADS_1
“Hemph!”
Nuha pun berjalan menuju pintu gerbang rumahnya. Naru benar-benar rindu melihat Nuha memakai seragam sekolah lagi. Perjalanan Nuha memancarkan pesona yang membuat Naru semakin kagum.
“Selamat pagi Naru” Ucap Nuha ceria
“Selamat pagi Kak Nuha” Jawab Dina
“Haha iya” Ucap Nuha. Nuha membuka pintu gerbang dan mempersilahkan Dina dan Naru masuk. Baru pintu dibuka sedikit, Dina tiba-tiba melompat memeluk Nuha. Membuat Nuha kaget dan tersanjung saja.
“Kak Nuha.. aku suka kamu” Ucap manja Dina
Nuha hanya tersenyum keheranan sambil menatap Naru, Naru tersenyum membalasnya. Mereka berjalan memasuki rumah bersama-sama.
“Duduklah kalian. Aku tinggal ke dapur dulu ya” Dina dan Naru pun duduk di sofa tamu.
“Nuha, kamu bersemangat sekali nak” Ucap Ibu
Nuha hanya nyengir, “Ibu, apa bekal makananku sudah siap?”
“Sudah, nih” Ibu menyerahkan bekal makanan milik Nuha
Melihat Nuha berada di dapur dan terlihat sibuk disana, ingatan Naru seperti menjadi kenyataan saja. Naru bisa melihat kesibukan Nuha di dapur dari ruang tamu. Ia begitu tenang memandangi kekasihnya itu.
“Kak Naru, sering-sering jemput Kak Nuha di rumahnya ya” Pinta Dina
“Kenapa emang?”
“Karna aku juga ingin selalu bersama kak Nuha”
“Ooh.. Tapi dia punya kakak yang galak lho..”
“Kak Muha?”
“Hehe..”
Muha pun lewat, berjalan sinis melewati mereka berdua sambil memakan roti tawar yang nyangkut di mulutnya. Gayanya begitu keren saat berjalan.
“Sering-sering ya kalian ke sini” Ucap sinis Muha
“Tu dibolehin kak Muha” Ucap Dina senang
“Dia hanya menyindir untuk membuat kita menjadi tidak nyaman Dina” Batin Naru
Muha pun keluar rumah begitu saja. Nuha muncul dengan sudah rapi dan membawa bekal makanan di tangan kanannya.
“Yuk berangkat” Ajak Nuha
Nuha memeluk ibunya untuk berpamitan dengan beliau, Dina dan Naru memberi salam dengan berjabat tangan. Mereka bertiga pun mulai masuk mobil dan mobil mulai melaju.
“Gimana kabarmu Nuha?” Tanya Naru
”I’m Fine!” Jawabnya tegas
Mobil pun kembali melaju…
Dina sudah sampai di sekolahnya. Mobil pun melaju lagi. Perasaan Nuha sedang senang hari ini. Tubuhnya telah kembali sehat dan sudah full Charge. Nuha bergumam sambil bersenandung memandangi perjalanan yang sedang mereka lewati.
“Nuha, kamu terlihat sangat gembira hari ini” Ucap Naru
“Iya” Jawab Nuha singkat
__ADS_1
“Kenapa?”
“Gak tau yah kenapa, tapi rasanya hatiku sangat lega dan perasaanku senang”, Nuha terus menatap pemandangan dari balik kaca mobil.
“Apa pertemuanmu dengan bunda dan ayahku tadi malam lancar?” Tanya Naru iseng
“Eh? Kan kamu juga bisa lihat sendiri kan Naru” Nuha pun menoleh
“Haha.. aku cuma iseng tanya kok. Kamu langsung menoleh saja” Sindirnya
“Makasih ya Naru” Ucap Nuha
“Untuk apa?”
“Kamu itu sangat baik. Kedua orang tuamu pun juga baik. Dina juga sangat baik. Aku.. Aku sampai tidak percaya bahwa diriku yang naif ini bisa bertemu dengan kalian semua” Ucap Nuha tulus sambil menundukkan kepalanya bermain-main dengan jari jemarinya.
“Terima kasih kembali ya Nuha, kamu juga sangat baik”
Nuha masih tertunduk malu-malu kucing. Tiba-tiba sopir mengerem dengan mendadak. Membuat Nuha hampir saja menubruk kursi yang berada di depannya. Naru dengan sigap menahan dahi Nuha dengan lembut.
“Aku benar-benar sangat menyayangi Nuha. Aku tidak ingin meninggalkannya” Batin Naru dengan perasaan sedih.
“Kamu gak papa Nuha?” Tanya Naru khawatir
“Umm..”
Naru kemudian memeluk Nuha dengan sangat lembut. Memeluknya dengan sepenuh hati. Begitu sangat sayang.
“Aku sangat menyayangimu Nuha” Ucap Naru lirih
“Umm..”
Hingga mobil pun berhenti, “Naru” Ucap Nuha
“Iya?”
“Kita udah sampai” Jawab Nuha
“Okei..” Naru melepas pelukannya dan membuka pintu mobil diikuti Nuha.
Mereka berjalan beriringan menuju gedung sekolah. Saling melempar senyum dan bergandengan tangan.
“Kamu harus selalu bahagia ya Nuha” Pinta Naru
“Iya” Jawab Nuha tersenyum
“Aku senang mendengarnya. Yuk masuk”
“Um!” Jawab Nuha
Naru menemani Nuha sampai di depan kelas 12F Multi media. Mereka pun berpisah dengan saling melambaikan tangan. Perasaan Nuha sangat senang hari ini, membuat Naru merasa sedih saja. Tidak tahu apa yang sedang disembunyikan Naru dari Nuha. Nuha tidak tahu itu.
“Hai Nuha” Panggil Fani ketika Nuha juga mengarah kepadanya, ke tempat duduknya
“Selamat pagi Fani”
“Selamat pagi Nuha”
“Aku senang kamu sudah masuk sekolah lagi Nuha”
“Iya”
__ADS_1
“Teman-teman.. berita besaaar!!” Ucap Sifa yang berlari memasuki kelas menuju Nuha dan Fani. Nuha dan Fani pun menyambutnya dengan senang-senang saja atas kebiasaan Sifa yang seperti itu.