
Bangun untuk olahraga pagi di sekolah tidak menyenangkan bagi Nuha. Apalagi, harus berangkat lebih awal, yaitu jam setengah enam pagi.
Nuha berangkat ke sekolah tetap dengan sepeda mininya. Pagi yang masih petang itu, tidak membuatnya merasa takut menyusuri jalanan menuju ke sekolah.
Selesai memarkirkan sepedanya, dia mulai berjalan menuju halaman sekolah untuk mengikuti pelajaran olah raga.
"Pagi, teman-teman", sapa Nuha.
"Pagi, Nuha", jawab Fani dan Sifa.
"Uuuh! Dingin sekali gays!", Keluh Asa sambil menggosok-gosokkan telapak tangannya dan menghangatkannya dengan nafasnya. Mengusap-usap bahunya dan memeluk dirinya sendiri.
"Gak papa Asa, nanti juga akan hangat. Bentar lagi matahari akan cerah kok", Sifa pun menasehati Asa sambil berdiri bersiap melakukan pemanasan sendiri. Meregangkan kakinya dan menggerak-gerakkan kepala dan tangan seirama sambil berhitung satu sampai delapan.
Obrolan mereka berempat pun berhenti karena salah satu temannya meminta yang lainnya untuk segera berkumpul karena pelajaran olah raga akan dimulai.
Mereka berempat pun berlari bersama menuju ke tempat guru. Saat ada tanjakan, dengan sigap Sifa dan Fani menarik kedua tangan Nuha dan "hup!" Bertiga melompat dengan kompak. Mereka sudah memahami itu bahwa Nuha pasti akan tersandung lagi. Diikuti Asa yang berlari di belakangnya. Mereka berempat pun tertawa bersama.
"Gays, bentar lagi kita akan ujian semester nih, gak kerasa kalo udah mau libur lagi", ucap Sifa.
"Iya bener. Gak kerasa, waktu berjalan begitu cepat"
"Bakalan kangen lagi deh sama kalian"
"Bener juga ya, inikan sudah mau desember", batin Nuha.
"Sifa?!", Panggil Amalia.
Amalia datang dan menyerahkan sebuah flashdisk kepada Sifa, "Nih! Katanya kamu mau minta video k-pop, nih udah aku copikan."
"Kamu masih sempet-sempetan k-popan Sifa?" Tanya Asa tidak percaya .
"Hehe, ketahuan deh. Aku kan santai orangnya", balas Sifa terkekeh santai.
"Ya udah, gue balik ke temenku lagi ya", sahut Amalia.
"Okei. Makasih ya Amalia"
"Ck ck ck ck ck, gue gak habis pikir elo masih saja k-popan Sifa", Asa masih geleng-geleng kepala.
"Ups!"
Pembelajaran Olah raga selesai di jam 7, namun baru jam tujuh kurang seperempat, guru sudah mengakhirinya.
Kelas Nuha mulai bergegas untuk berganti seragam. Asa dan Sifa berjalan menuju kamar mandi sambil menenteng tas sekolahnya, diikuti Fani dan Nuha.
"Eh, tunggu", ucap Nuha.
"Ada apa, Nuha?"
"Seragamku kok gak ada ya?", ucap Nuha sedang meneliti isi tasnya sejenak.
"Walah, ketinggalan po?", tanya Sifa.
"Gak mungkin Sifa, aku yakin gak ketinggalan kok. Oh, aku lupa. Seragamku masih tertinggal di keranjang sepeda"
"Ya udah, aku temenin ngambil kalo gitu", saran Fani.
"Baiklah"
Nuha dan Fani berjalan menuju parkiran. Sedangkan, Asa dan Sifa duluan akan berganti baju di kamar mandi.
__ADS_1
"Iya bener, masih di keranjang", ucap Nuha melihat seragamnya masih di dalam keranjang sepedanya.
"Haha, bisa aja kamu Nuha", balas Fani.
"Ya udah yuk balik lagi. Makasih ya Fani udah mau nemenin aku"
"Iyes", balas Fani ramah.
Saat mereka keluar dari area parkir, sebuah motor tidak sengaja lewat dengan asap kenalpotnya yang kemebul. Sontak Nuha dan Fani batuk terkena polusinya.
"Uhuk.. Uhuk uhuk"
"Uhuk uhuk uhuk"
Rafly datang langsung mengibaskan jaketnya untuk segera menghilangkan asap tersebut.
"Uhuk uhuk"
"Kalian gak papa?", tanya Rafly.
"Raf.. Umm.. Raf-ly", ucap Nuha tidak yakin.
"Iya, gue Rafly"
"Ooh, hehe.. Iya. Makasih sudah nolongin"
"Cowok itu lagi", batin Fani.
"Kalian, habis olah raga?", tanya Rafly.
"Iya", balas Nuha mulai berjalan menuju gerbang sekolah. Rafly berjalan di belakangnya, diikuti Raffy yang berlari dari arah belakangnya lagi.
"Raf! Kok Gue ditinggalin sih?!", keluh Raffy.
"Umm, iya Fani"
Dari arah lain, terlihat Naru turun dari mobilnya. Nuha berhenti sejenak untuk melihatnya.
"Ada apa, Nuha?", tanya Fani.
"Naru", gumam Nuha.
Naru pun juga menatap ke arah Nuha. Tapi, melihat dari arah lain ada Dilan yang berjalan menuju gerbang sekolah, Naru kembali membalikkan badannya.
"Naru?"
"Hai, Nuha", sapa Dilan.
Rafly dan Raffy yang melihat dari belakang Nuha itu langsung menatap tajam dan menyipitkan matanya dengan serius.
"Habis olah raga ya kalian?", tanya Dilan.
"Iya", balas Fani
Di samping itu, Sifa telah selesai berganti baju. Gantian Asa yang masuk ke dalam kamar mandi.
"Sifa, tungguin gue lho?!"
"Okeih!"
Sifa berjalan keluar kamar mandi untuk berjaga di sana. Melihat Yuki sedang berjalan menuju ruang guru, Sifa berlari menghampirinya dan menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Kak Yuki!"
"Sifa?"
"Hehe, selamat pagi kak"
"Pagi, Sifa. Tumben, sendirian?"
"Iya ini habis olah raga, jadi yang lainnya lagi pada ganti baju", balas Sifa.
Asa pun keluar dari kamar mandi, dia mencari-cari keberadaan Sifa, "Dasar Sifa nyebelin. Udah gue suruh untuk nungguin malah kemana dia?", selidiknya.
Akhirnya, dia melihat Sifa sedang bersama kak Yuki. Asa pun berjalan untuk menghampirinya. Tapi, tiba-tiba langkahnya terhenti karena Sifa melakukan sesuatu yang sangat tidak masuk akal.
"Kak, sini deh. Aku mau bisikin sesuatu"
"Hm? Apa?", Yuki mulai memberikan telinganya untuk Sifa.
Namun, seketika Sifa langsung mencium pipi kanan pria seputih salju itu, "Cup!".
Perbuatannya langsung membuat Asa terbelalak. Sedangkan, Yuki pun juga tidak mengerti apa maksudnya.
"SIFA?!", teriak Asa.
"Aku, pamit dulu ya kak", pungkas Sifa.
Sifa langsung berlari menghampiri Asa dan mengajaknya menjauh. Dia tidak ingin melihat Asa ribut dengannya di hadapan kak Yuki.
"Sifa?! Apa maksud loe kayak gitu?"
"Kayak gitu apa, Asa?"
"Keterlaluan ya elo! Berani banget sampe nyium kak Yuki begitu. Mau buat gue cemburu? Hah?", Asa langsung mendorong Sifa dan meninggalkannya sendiri.
Nuha dan Fani pun datang menghampiri Sifa yang sudah terjatuh.
"Sifa, ada apa ini?", tanya Fani.
"Asa, marah sama gue"
"Kok bisa?", Nuha kaget.
Fani membantu Sifa berdiri dan mengajaknya ke kamar mandi untuk menemaninya bersama Nuha berganti baju.
Selesai berganti baju, mereka betiga baru berjalan kembali ke kelas. Terlihat Asa masih memberikan tatapan tajam ke arah Sifa. Ketegangan menyelimuti mereka berdua.
Saat Sifa menghampirinya, Asa langsung beranjak dan pergi dari tempat duduknya. Dia mencari tempat duduk lain untuk menghindarkan diri dari Sifa.
"Asa?", lirih Nuha dan Fani.
"Ayo semua duduk. Duduk kalian semua"
Pak Suwito tiba-tiba datang dengan ketidaksabarannya. Membuat para siswa mulai menyiapkan diri untuk segera duduk di tempat duduknya masing-masing.
"Ada apa ya?", gumam para siswa lain.
"Dengarkan kalian semua, bapak punya pengumuman yang sangat penting. Jadi, buka lebar-lebar telinga kalian dan catat di kepala masing-masing?!", perintah beliau.
"Astaga, terdengar menyeramkan", ucap Yeni.
"Ada apa ya Fani?", Nuha ikut bertanya-tanya.
__ADS_1
"Kalian semua, di bawah tanggung jawab bapak. Mulai sekarang, bapak larang kalian semua untuk PACARAN!"
"Apa?!!"