
Satu hari lagi, libur semester ganjil akan dimulai. Nuha berangkat sekolah untuk terakhir kali. Setelah memarkirkan sepedanya, dia berjalan menuju gerbang sekolah.
Dia melihat Naru juga baru sampai di sekolah, keluar mobil dari pintu depan dan akan berjalan menuju gerbang sekolah. Seorang gadis menghentikannya. Nuha yang melihatnya sejenak ingin menyelidik.
"Naru," panggil Naomi yang membuka jendela pintu mobil belakang sebelah kanan.
"Ya?," jawab Naru
"Kyoo mo yoihi ni narimasu yooni," ucap Naomi tersenyum manis dan sangat ramah.
"Ack!"
Nuha yang melihatnya dari kejauhan merasa tertusuk dan kalah manis dengan senyuman itu.
Meskipun Naru terlihat memberikan respon dingin, dua orang teman sekelasnya berhasil memergokinya.
"Wadao Naru! Pacar kamu ya?"
"Eh?!" Naru langsung kaget.
"Jangan dingin gitu. Gue tau elo tak pernah deket sama cewek, tapi setidaknya balas senyumannya dengan baik," sahut satu temannya.
Nuha yang melihatnya semakin panas dan hampir saja rambutnya terbakar. Suasana itu seketika memberikan aura untuk Naru. Dia menatap Nuha dari tempatnya berada, seketika Nuha langsung mengalihkan pandangannya untuk acuh, "Hemph!!" Dia berjalan masuk gerbang sekolah.
"Lucu sekali," cengir Naru.
"Baru kali ini aku melihatnya menggembungkan pipi kanannya," lanjutnya.
"Yuk, gays! Kita segera masuk. Takut gangguin!" sindir temannya.
"Kalian ini, mau tau aja urusan orang. Dia bukan pacar gue tau," balas Naru seketika mendahulu perjalanan kedua temannya dan segera menyusul Nuha di depan.
Nuha berhenti dan berada diantara sekerumunan siswa-siswa yang sedang melihat pengumuman di papan pengumuman bersama Sifa.
"Sifa, ada pengumuman apa?"
"Bentar ya, aku ikut tengok-tengok dulu"
Nuha menunggu, sedangkan Naru sudah berada di sampingnya dan menyapa, "Hai Nuha"
"Hemph!", balas Nuha langsung memalingkan muka.
"Kenapa? Sakit gigi?"
"Sa-sakit gigi?!", gumam Nuha di dalam hati.
"Nuha?"
"Heeemph!" Nuha langsung menginjak kaki Naru dan bergegas pergi meninggalkan dia.
"Pengumuman ini tentang-",
"wala? Nuha? Kemana dia?"
Belum selesai memberi jawaban, Nuha sudah meninggalkannya. Dia menanyakannya kepada Naru.
"Naru, kenapa Nuha tiba-tiba pergi?"
"Dia, cemburu lagi" balas Naru pasrah.
"Ck! Elo itu!"
"Mau gimana lagi, ya seperti inilah keadaannya"
__ADS_1
"Ya sudah! Gue temuin Nuha dulu!" Pungkas Sifa dan segera menyusul Nuha di kelas.
Di kelas 12D MIPA, Naru mulai duduk di tempat duduknya. Dua temannya yang melihatnya bersama Naomi kembali mempertanyakan tentang kejadian tersebut.
"Pacar kamu cantik juga ya, Naru"
"Manis lagi"
Selama ini, tidak ada seorang pun yang tahu tentang hubungan Naru dengan Nuha. Yang mengetahui mereka berdua pacaran hanyalah Dilan, kedua sahabatnya dan keempat sahabat Nuha, selain itu ada Kak Muha, Kak Yuki dan keluarga mereka berdua saja.
Mendengar pernyataan dari kedua temannya itu, telinga Dilan sedikit membesar dan ikut menyelidik. Dua sahabatnya langsung mendekati Naru dan dua teman sekelasnya itu.
"Siapa yang sedang kalian obrolkan?" tanya Dika.
"Eh? Dika. Itu, tadi kita berdua mergoki Naru bersama pacarnya. Tapi, sepertinya dia bukan dari sekolah kita. Dia sangat manis seperti cewek jepang," balas Wawan.
"Cieee.."
"Benar itu Naru?" tanya Agung.
"Kalian ini, berhentilah omong kosong," balas Naru.
"Jangan menyangkalnya, Naru. Kami melihatnya kok. Dia tersenyum manis dan terlihat sangat ramah. Siapa coba yang gak bikin jantung ini jadi klepek-klepek,"
"Sudah gue bilang, dia bukan pacar gue," balas Naru masih santai dan mengambil nafas panjang.
"Kalian ini bicara apa sih?!", sahut Dilan dari tempat duduknya.
"Pas banget buat Naru. Liburan sekolah ini bisa pacaran sepuasnya tuh sama pacarnya. Cieee"
"Gila ya kalian!" balas Naru seketika beranjak pergi meninggalkan mereka semua.
"Kenapa dia?"
"Elo berdua ini memang gak tau apa-apa ya?!", sahut Agung dengan santai.
"Naru itu sudah punya pacar keles. Dia dari kelas Multimedia, namanya Nuh-"
Belum selesai melanjutkan ucapannya, Dilan langsung menarik leher Agung dengan lengannya.
"Tidak usah dikasih tau!", perintah Dilan.
"Elo itu kenapa?", Dika ikut menyela.
"Sudahlah. Ini kan masalah mereka. Kalian tidak perlu ikut campur," ucap Dilan.
"Apa? Kita gak ikut campur kali. Cuma kasih tau kebenaran untuk mereka berdua itu"
"Sana pergi sana. Bubar bubar!!" perintah Dilan.
Kedua teman kelasnya menggerutu tidak jelas, sedangkan Dika dan Agung pun juga ikut kecewa.
"Ada cewek jepang? Apa Nuha tau ini?" batin Dilan.
Naru keluar kelas dan berniat ingin mencari Nuha. Tapi, perasaan khawatirnya muncul karena dia mengingat ucapan Fani bahwa kelas Nuha sedang dilarang pacaran dan jika ketahuan akan dilaporkan.
"Gue harus gimana?" batin Naru mulai bingung. Dia pun pergi ke tempat parkiran.
Sedangkan, di kelas 12F Multimedia. Nuha dan ketiga sahabatnya saling mengobrol, namun Nuha terlihat diam saja tanpa gairah hidup.
"Nuha.. Kalo kamu gak semangat gini mending gak usah berangkat sekolah tadi," ucap Asa.
"Kamu benar Asa," balas Nuha.
__ADS_1
"Hus! Kamu ini gimana sih Asa?! Kita harus hibur dia donk!" ucap Sifa menampar pundak Asa.
"Kalo gitu, kita main ke rumahku aja yuk!" ajak Fani.
"Wala? Ke rumahmu Fani? Asik juga tuh," sahut Sifa.
"Trus transportnya gimana?" tanya Asa.
"Kamu bisa boncengin Sifa dengan sepeda motornya dan aku akan boncengin Nuha dengan sepedanya," balas Fani santai.
"Gitu ya?", cibir Asa tidak percaya.
"Ayo! Mumpung masih pagi dan masih ada tenaga"
Akhirnya, Nuha dan ketiga sahabatnya akan pergi ke rumah Fani. Asa mengajak Nuha untuk mengambil sepedanya masing-masing di parkiran.
Asa menuju parkiran sepeda motor sedangkan Nuha menuju parkiran sepeda ontel.Dia tidak sadar ada Naru di dekat sepedanya.
"Nuha?"
"Uwack! Na- Naru? What are doing di sini?"
"Haha.. What are doing di sini? Bisa aja kamu bicara"
"Ngapain kamu disini? Mau ngumpetin sepeda aku?"
"Mana ada, Nuha"
"Minggir, Naru. Aku mau main ke rumah Fani"
"Mi-minggir kamu bilang? Segitunya masih cemburu?"
"Enggak. Udah gak ada kata cemburu di kepalaku"
"Lalu? Kenapa masih ngambek?"
"Gak tau!!"
"Nuha.. Aku gak bisa biarin kamu ngambek gini. Apalagi, besok sudah libur sekolah"
"Bagus donk"
"Nuha, kok kamu jadi cuek gitu?"
"Maaf, Naru. Aku sudah ditungguin Fani dan Sifa"
"Terus, kamu gak ingin tau kenapa aku ada disini?"
"Naru!"
"Nuha!"
Naru langsung mengambilkan sepeda Nuha dan menumpanginya, "Ayo naik!" perintahnya.
"Tapi, nanti kalo ada yang lihat gimana?" tanya Nuha dengan polosnya.
"Dasar. Kupikir kamu akan menolakku, ternyata mau juga aku boncengin?" sindir Naru.
"Iya, bukan begitu," balas Nuha memalingkan mata.
"Udah, Nuha. Gak akan ada yang lihat. Percaya sama aku, ayo naik!"
"Ba-baiklah"
__ADS_1
Fani dan Sifa yang menunggu di luar gerbang sekolah melihat kedatangan Asa dari arah parkiran dengan sepeda motornya. Lalu, sedikit samar dan menjadi lebih jelas, mereka melihat Naru dan Nuha menaiki sepeda bersama.
"Aduh aduh.. Mereka berdua itu selalu saja membuat kita khawatir," sindir Sifa mengambil nafas lega dan tersenyum ke arah Fani.