Puzzle Teen Love

Puzzle Teen Love
Misi kejutan selesai


__ADS_3

"Sifa, apa yang kamu lakukan padaku?", ucap Nuha tanpa emosi kuat. Bahkan suaranya tak mampu mencapai telinga Sifa yang berada di luar gudang peralatan olah raga.


Flashback hari sabtu, 18 Nopember saat di kelas 12F..


"Gays, gimana kalo kita coba buat kejutan ekstrem untuk merayakan hari lahir Nuha", rencana Sifa.


"Kejutan ekstrem? Apa itu?", tanya Fani.


"Kita jebak Nuha ke gudang peralatan olah raga"


"Buat apa?", tanya Asa heran.


"Iya ini buat kejutan ekstremnya. Kita jebak dan kunci Nuha di gudang peralatan olah raga, tapi kalian sudah bersembunyi di gudang tersebut"


"Trus trus?"


"Trus, aku yang akan mengarahkan Nuha ke sana dan menguncinya di sana dalam kegelapan. Apa kalian ada yang takut gelap?"


"Enggak sih", jawab Asa melirik Fani. Fani pun mengangguk.


"Okei. Jadi, gini. Besok senin kita harus sudah berada di sekolah sebelum Nuha datang. Lalu, kita siapkan segalanya di gudang peralatan olah raga. Setelah selesai, kalian nunggu aja di sana sambil sembunyi. Aku yang akan upacara bendera bersama Nuha"


"Trus?"


"Trus, aku akan arahkan Nuha ke gudang tersebut dan mendorongnya masuk ke dalam. Aku kunci pintunya dan aku matikan lampunya"


"Kejam sekali kamu Sifa", sindir Fani.


"Iya sih, kelihatan kejam yah. Tapi, inikan kejutan. Jadi kalian nanti jangan lama-lama menyembunyikan diri Nuha, keburu Nuha takut dan berteriak minta tolong"


"Okelah. Kita harus berhasil Fani", ajak Asa sambil tos.


Flashback end..


Sifa menunggu dengan pasti di luar gudang. Sejenak dia duduk bersantai menunggu aksi selanjutnya dari Asa dan Fani.


Nuha yang merasa sendirian di dalam gudang, terduduk lemas bersandar pintu. Ia kecewa dengan hari lahirnya yang tidak sesuai harapannya.


"Kenapa Sifa melakukan ini padaku?, apa dia kecewa dengan sikapku yang aneh akhir-akhir ini", gumam Nuha.


"Eh, Nuha mulai bicara sendiri Fani", bisik Asa yang sedang bersembunyi di balik rak.


"Aku sampai tidak habis pikir bahwa hari lahirku akan jadi seperti ini. Mendengar Asa dan Fani yang tidak masuk sekolah saja sudah membuatku sedih, dan sekarang aku harus terkunci di dalam gudang ini. Aku harus apa?", Ucap Nuha tertunduk menyembunyikan mukanya di pangkuannya.


"Gimana kalo kita sedikit mengerjain Nuha", bisik Asa.


"Eh?, boleh juga itu", Fani setuju. Mereka berdua mulai terkikik geli.


Tiba-tiba sebuah benda jatuh dari rak, seketika Nuha terperanjak kaget dengan aksi tersebut.


"A-apa itu?"


Beberapa bola juga ikut menggelinding ke arahnya. Ruangan yang minim cahaya dan cukup gelap membuat Nuha tidak bisa fokus melihat apa yang sedang terjadi.


"I-ini bola.. Siapa yang menggelindingkannya"


"Ihh hihi hihihi", ucap Asa mulai menakuti.


"Uw waaaa!!!! Apa itu hantu?, tidak, aku tidak takut hantu"

__ADS_1


"Iih hihi hihihi", Asa mulai terkikik geli dengan perbuatannya sendiri.


"Tidaakkk!" Teriak Nuha, dia langsung menundukkan diri karena ketakutan.


Suasana mulai hening untuk beberapa saat kemudian.


Fani mulai menghitung untuk Asa, "satu.."


"Dua.."


"Tiga.."


Asa dan Fani muncul sambil bernyanyi,


......"Slamat hari lahir.. slamat hari lahir. Slamat hari lahir Nuha..Slamat hari lahir........


...^^^(dengan nada lagu selamat ulang tahun)^^^...


Asa muncul dengan membawa kue tart putih dengan lilin angka 17, berjalan pelan menghampiri keberadaan Nuha.


Cahaya samar pun menerangi keberadaan Asa, membuat Nuha sedikit mengintip.


Sifa yang samar mendengar suara Asa, dia pun menyalakan kembali saklar lampu gudang.


"Byarr", lampu pun menyala lagi dengan terang.


Fani menurunkan spanduk yang tergulung bersama rumbai-rumbai pemeriah, dan menyalakan party popper.


"Thhuarr!!"


"Thhuaarr!!"


Nuha Terpana kaget melihat kejutan dari Asa dan Fani. Sifa mulai memutar kunci dan membuka pintu.


"Nuha.. Selamat hari lahir.. Kyaaa!!", ucap Asa gemas.


"Kyaaa!! Selamat hari lahir yang ke tujuh belas", susul Fani.


"Horee.. Selamat hari lahir ya Nuha sayang", lanjut Sifa.


Nuha masih terperanga dengan rencana yang telah dibuat oleh ketiga sahabatnya itu. Dia benar-benar tidak tahu dan membuatnya sedikit ketakutan.


"Ka-kalian?"


"kenapa harus repot-repot gini buat aku"


"Apa sih yang enggak buat sahabat sendiri", ucap Sifa bijak.


"Kalian begitu baik. Hampir saja aku mengalami ketakutan dan kesedihan yang mendalam", ucap Nuha


"Hahaha.. Lebay deh kamu", sindir Asa.


"Ayo sini, kita pelukan dulu", ajak Fani sambil membuka lebar kedua tangannya.


"Kita kan BestFANS, persahabatan kita harus selamanya pokoknya", ucap Sifa.


"Kita tutup aja yang pintunya, biar gak ada yang lihat keseruan kita di sini", Ucap Fani berjalan menutup pintu gudang.


Perayaan yang hanya sederhana karena keterbatasan waktu dan kemampuan Asa, Sifa dan Fani. Hanya spanduk bertuliskan "Selamat hari lahir Nuha. Sweet seventeen. Kita bestFANS forever" dan beberapa tempelan rumbai-rumbai berwarna emas menyala.

__ADS_1


Tidak ada balon dan kado-kado yang tertata rapi di meja. Namun, sudah memberikan kesan dan membuat Nuha kembali bahagia.


"Terima kasih my bestie", ucap Nuha.


"Cieee, udah bisa gaul nih", sindir Asa.


"Ehehehe..", Respon Nuha menjulurkan lidahnya.


"Ayo gays, kita makan kuenya", pinta Sifa segera.


"Eh, itu kan kuenya Nuha, kenapa kamu duluin Sifa", sindir Fani.


"Habisnya.. Kuenya sudah melambaikan tangan untuk segera dimakan", ucap Sifa mulai ngiler.


Ayo Nuha", pinta Fani.


..."potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga"...


"Uwwaaa!!", teriak Asa histeris.


Nuha mulai memotong kuenya menjadi beberapa potong. Menaruh di piring kertas dan memberikan kepada Fani yang pertama.


"Terima kasih ya Fani, kamu selalu ada di samping aku", ucap Nuha.


"Panjang umur, sehat selalu ya buat kamu Nuha", balas Fani.


Kemudian, Nuha memberikan kue yang kedua kepada Asa, "Terima kasih ya Asa, kamu itu selalu asik dan suka menghiburku".


"Semoga kamu dan Naru langgeng terus ya"


Nuha jadi tersipu malu. Kemudian, dia memberikan kue yang ketiga kepada Sifa.


"Terima kasih ya Sifa, kamu begitu bijak dan nasehatmu selalu membuatku terkesan"


"Masa sih?, Terhura aku jadinya"


"Haha, terharu kali", jelas Asa.


"Ini kado dari kita bertiga. Jangan dilihat dari harganya ya tapi semoga kado ini menjadi barang yang paling berharga buat kamu", ucap Sifa sambil menyerahkan sebuah kado box berpita warna pink.


"Terima kasih teman-teman"


"Jangan lupa spanduknya juga dibawa ya Nuha, buat kenang-kenangan. Kalo perlu, dipajang di dinding kamar, hihi", canda Asa.


"Siap Asa", Nuha langsung menyetujuinya.


"Gadis kita ini memang sangat penurut ya", puji Fani.


"Uuh.. Udah sweet seventeen. Manis sekali kamu Nuha. Kira-kira Naru akan memberimu kado apa ya untuk hari lahirmu ini nanti?", Sifa mulai bertanya-tanya.


"Hehe.. Dia sama sekali tidak tahu tentang hari lahirku", batin Nuha.


"Aku jadi terlihat kejam kalo mereka bertiga tau bahwa aku tidak memberitahu Naru tentang hari lahirku ini. Aku harus gimana", batin Nuha.


"Setelah misi kejutan hari lahir Nuha, misi selanjutnya adalah kejutan hari lahir untuk Fani. Tunggu ya Fani", ucap Sifa menyeringai.


"Okai", jawab Fani santai sambil hormat.


Mereka berempat langsung tertawa bersama.

__ADS_1


__ADS_2