Puzzle Teen Love

Puzzle Teen Love
Bekal Makanan dan Foto bareng


__ADS_3

"Gays, itu tadi hasil try out dan kelas yang di rolling sudah di tempel di papan pengumuman"


"Fani kamu hebat bisa masuk di kelas A. Mei juga ada di sana. Naru juga ada di kelas A."


"Aku sendiri masih di kelas B nih. Sedangkan Asa masih di kelas D sama Nuha. Nuha, kamu jangan kaget ya. Di kelas D ada Dilan lho.."


Ucapan-ucapan Sifa masih mengganggu pikiran Nuha. Jam sembilan pagi, waktu istirahat. Nuha pergi ke taman belakang dan masuk ke dalam gudang kosong. Ia duduk termenung disana sambil memangku bekal makanannya.


"Aku masih di kelas D. Benar-benar memalukan, sudah hampir satu semester tapi prestasiku tidak ada perkembangannya. Waktu try out pun aku malah sakit lagi. Huh!" Nuha mengeluh


"Aku harus gimana Hawa?, Naru sangat hebat sudah bisa naik ke kelas A. Aku merasa tidak akan bisa menyusulnya"


"Naru tidak akan mempermasalahkannya Nuha", Tiba-tiba suara Hawa hadir terdengar di telinga Nuha


"Hawa? Kau ada?" Nuha mencari-cari


"Hawa?"


"Umm.. Itu hanya halusinasiku saja ternyata" Air mata Nuha menetes.


Asa, Sifa dan Fani sedang mengobrol di depan pintu kelas mereka. Saling bercanda dan hendak pergi ke kantin bersama.


"Di mana Nuha?" Naru tiba-tiba datang


"Cari Nuha ya?, Tadi dia langsung pergi tanpa pamit. Kupikir dia mau menemuimu" Jawab Asa santai


"Eciieee.." Sifa semakin menyindir


Naru langsung pergi begitu saja. Menyusul kemana Nuha pergi. Tidak biasa dia pergi ke taman belakang sekolah di jam istirahat seperti ini, Naru pun kesana.


"Tuh kan gak ada"


Naru melihat Nuha tidak ada di taman belakang sekolah. Namun, terdengar suara kucing sayup-sayup saling mengeong di gudang kosong. Dia pun mulai menghampirinya.


"Nuha.." Sapa Naru


"Naru?"


"Tumben kamu disini?" Naru mendekat


"Ehehe.." Nuha hanya nyangir saja


"Ada apa? Ada masalah?"


"Enggak. Aku.. Aku cuma kangen sama Soya dan Mayo"


"Oh.." Naru mulai semakin mendekat, tapi masih saja ada penolakan di dirinya. Dia mulai bersin tidak tertahankan.


"Ha-Hasying"


Nuha langsung terkikik geli. Dia pun yang beranjak dari tempatnya dan menemui Naru. Mengajaknya keluar dan duduk di bawah pohon taman belakang sekolah.


"Kamu bawa apa Nuha?"


"Ini? Bekal makanan sih"


"Untuk siapa?"


"Untuk aku laah.. Week"


"Dasar!" Naru langsung menjewer pipi kanan Nuha

__ADS_1


"Adududuh.. Kalo kamu mau akan aku kasih Naru" Ucap Nuha masih kesakitan


"Siapa yang masak emang?"


"Ibu"


"Jujur sekali" Naru semakin gemas dan menjewer lagi kedua pipi Nuha hingga melar


"Sakit, baka!" Jawab Nuha kesal


"Baka?"


"Bodoh!"


"Kasar ya kamu Nuha" Geram Naru


"Na- Naru!"


"Hum?"


"Se- selamat ya Naru, kamu sudah berhasil naik ke kelas A. Aku bangga padamu" Ucap sungguh-sungguh Nuha sambil menyerahkan bekal makanannya.


"A, iya. Tapi Nuha.." Naru kurang senang dengan ucapan Nuha namun ia tetap menerima pemberian Nuha tersebut.


"Tapi apa?"


"Tapi aku gak senang sih harus ninggalin kamu"


"Gak papa Naru.. Kamu harus selalu pertahanin prestasimu itu" Nuha masih saya tersenyum


"Apalagi.."


"Apalagi apa?"


"Apa Naru?"


"Gak sih, gak papa" Jawab Naru simple


"Aku khawatir Dilan akan mengganggu Nuha lagi. Apalagi dia mungkin akan lebih serius mendekati Nuha. Dulu aku tidak mempermasalahkannya dia mengganggu Nuha karna itu hanya sebuah rayuan saja dan dia akan mencari target baru. Tapi, sekarang aku jadi cemas. Dilan selalu saja mempermasalahkan hubunganku dengan Nuha. Aku mulai cemburu" Batin Naru sampai bengong


"Naru, kamu bengong?"


"Eh?" Naru pun tersadar


"Aku akan belajar dengan rajin supaya aku juga bisa sehebat kamu Naru" Ucap Nuha tersipu malu


"Jangan berusaha sendiri Nuha"


"Maksudnya?"


"Aku mau kok belajar bareng sama kamu"


"Ehehe.. Mau modus ya?"


"Eh? Modus? Emang kamu tau apa itu modus?"


"Modal Dusta"


"Pandai ya kamu! Belajar dari siapa itu?" Ejek Naru


"Dari Sifa lah"

__ADS_1


"Nuha.. Aku itu jujur sama kamu. Gak pake dusta-dusta seperti itu"


"Iya Naru.. Aku tau. Aku cuma bercanda kok. Maaf yah"


"Aku tambah sayang deh sama kamu Nuha" Tiba-tiba Naru memeluk Nuha dengan lembut


"Aku harap, aku tidak akan membuatmu sedih ya Nuha. Aku bener-bener sayang sama kamu. Kamu percaya kan sama aku?"


"Iya, aku percaya sama kamu Naru" Nuha tersenyum


"Terima kasih Nuha"


"Um."


"Kita makan sama-sama ya bekal makanannya"


"Okei" Jawab Nuha ceria


Di teras kelas, ketiga bestFANS masih mengobrol asik sambil menunggu kedatangan Nuha. Sifa melihat temannya yang sedang membawa kamera.


"Charly.. Oppa Charly!" Ucap Sifa melambaikan tangan ketika Charly sedang menuju kelasnya sambil asik memegang kamera


"Ada apa Sifa? Kok kamu panggil aku Charly sih?"


"Iya, namamu kan Charlina. Lebih keren kalo dipanggil Charly. Iya kan gays?"


"Tapi kan kamu bisa panggil aku Karlina, biasa aja gituh"


"Enggak, lebih keren Charly. Oppa Charly"


"Ah! Terserah elo deh. Lagian kenapa harus pake Oppa segala. Sifa, jangan membuatku bingung"


"Charly.. Kamu itu kan tomboy, cewek tomboy. Kayak Asa juga tomboy, tapi tomboynya Asa itu lebih ke cewek judes. Kalo tomboynya kamu itu lebih ke cewek ganteng. Rambutmu aja kayak cowok trus suaramu juga udah kek cowok. Kayak Oppa deh"


"Dasar Sifa, suka banget bikin ide sendiri" Keluh Asa


"Ehehe.. Oppa, ayo fotoin kita donk" Pinta Sifa


"Tapi Nuha mana? Tumben gak sama kalian? Biasanya kan kalian berempat?" Tanya Charly


"Eh itu Nuha. Pas banget dia balik ke kelas" Ucap Fani


"Pas banget. Okei, aku fotoin kalo gitu" Balas Charly


"Nuha.. Cepat sini!" Pinta Sifa


Nuha pun berjalan cepat menuju ketiga sahabatnya. Sifa langsung mengajak Nuha foto bareng tanpa basa basi, takut guru akan segera datang. Nuha pun mengiyakan ajakan Sifa. Mereka berempat akhirnya bisa foto bareng.


Duduk berjejer empat di kursi teras sambil menyangga dagu ala-ala gaya imut memang sangat manis sekali untuk mereka berempat. Kemudian, berdiri di depan pintu sambil gaya bebas juga membuat hasil foto menjadi keren.


Adalagi foto jongkok dengan kepala bertumpuk di balik pintu seolah-olah mengintip seseorang bersama juga membuat hasil foto semakin lucu saja.


Dan terakhir adalah foto saat mereka melompat bersama. Di adegan itu, mereka harus mengulanginya beberapa kali karena hasil tangkapan kamera kadang kala tidak pas dan tepat. Membuat mereka semakin berusaha keras.


"Maaf ya gays, ulangi lagi" Pinta Charly


"Okai" Jawab Sifa masih santai


"Duh, gak kompak. Ada yang sudah melayang ada yang sudah turun duluan. Ulangi lagi gays"


"Makanya, dihitung yang bener Oppa" Sifa mulai ketus

__ADS_1


"Iya kalian itu lompatnya harus bareng. Tingginya harus sama. Kamu juga Sifa, hitunganku belum selesai kamu udah lompat aja" Charly ikutan ketus


"Oke-oke.. Kita harus bisa teman-teman!" Ajak Sifa lebih bersemangat lagi.


__ADS_2