
Nuha merasa sangat senang bahwa Hawa akan kembali lagi kepadanya. Mendengar Hawa memberitahukan tentang caranya, Nuha terus berfikir mencari jalan keluar.
Rasa senangnya bercampur dengan kebingungan. Karena disamping kakaknya tidak bersedia membantu menggambar dirinya, dia kebingungan akan mencari bantuan kepada siapa.
Nuha, masih menginginkan Hawa untuk kembali. Karena meskipun dia telah memiliki Naru dan ketiga sahabatnya, dia masih saja merasa kesepian. Dengan adanya Hawa, di sepanjang waktu dia tidak akan merasa kesepian.
Nuha tidak suka kesepian tapi dia juga takut dikerumuni banyak orang. Apa yang telah terjadi di taman bersama Rafly dan teman-teman komunitasnya itu membuat Nuha benar-benar tremor. Dia terus dirundung kecemasan dan perasaan tidak tenang.
Baruntung Naru berhasil menolongnya. Tapi, dia tidak bisa harus terus mengandalkan Naru. Naru sudah banyak tahu mengenai dirinya. Mengatakan apapun lagi kepada Naru tentang dirinya lagi membuat Nuha merasa takut menjadi beban baginya.
"Kepribadianku sungguh membingungkan," keluh Nuha.
"Aku takut kesepian tapi aku suka menyendiri. Aku suka bermain dengan sahabat-sahabatku, tapi aku tidak bisa puas bahagia. Aku menyukai Naru tapi aku takut menjadi beban baginya. Aku ingin selalu bisa memberikan kebahagiaan bagi orang lain, tapi aku sendiri tidak bisa tulus"
"Nuha, aku sangat mencintaimu. Selama hingga akhir hayatku. Meski kisah kita terlalu dini, tapi aku ingin terus memegang teguh perasaanku ini padamu. Masih ada banyak jalan di depan yang tidak bisa diketahui. Tetap saja, aku ingin terus mencintaimu"
"Semester dua nanti. Aku akan pindah ke sekolah Naru dan belajar bersama dengan teman-temannya sebagai seorang siswi kelas tiga. Aku ingin selalu berada di dekat Naru. Okasan dan Otousan pasti akan mengizinkanku"
"Sketsa ini, seperti ada nyawa di dalamnya. Setelah aku berhasil menyempurnakannya, aku merasa ada aura aneh mengelilingi diriku"
"Nuha, akhirnya aku berhasil keluar dari cermin. Aku telah bebas dan akan bisa menemani hari-harimu lagi. Tapi, sekarang aku bukan lagi menjadi milikmu"
"Selamat menikmati liburan ya Nuha dan kawan-kawan. Dan bagi pembaca yang sudah kembali masuk sekolah, selamat bersemangat sekolah lagi. Semoga kehidupan sekolah kalian selalu berwarna. Berwarna warni seperti pelangi, bukan berwarna kelam nan kusut"
Kehidupan anak sekolah memang seperti puzzle. Meski kamu bertahan di zona nyaman dan tidak ingin terlibat dengan apapun, maka suatu hari kamu akan merasakan kebalikannya.
__ADS_1
Anak sekolah hanya terus memikirkan kehidupan sekolahnya dan menikmati dirinya menjadi seorang remaja bersama kawan-kawannya.
Kehidupan belajar, kehidupan persahabatan, kehidupan percintaan bahkan kehidupan pertengkaran akan dialami oleh semua anak sekolah. Nikmatilah. Jaga diri kalian baik-baik dan jangan sampai melampaui batas. Karena, kehidupan sekolah akan terus dikenang dan dirindukan.
Alhamdulillaah, puzzle teen love bisa selesai sampai 100 bab dan Penulis akan mengakhirinya sampai disini. Selesai tepat di liburan sekolah.
Rasanya nanggung karena seperti belum ada endingnya. Tapi, memang. Kisah ini tidak akan ada endingnya. Sebuah kisah yang berakhir pada kebahagiaan dan rasa cinta tidak bisa berakhir begitu saja.
Ingin rasanya kisah ini terus dilanjutkan hingga tidak tahu kapan batas dari sang waktu.
Persahabatan, tidak boleh berakhir begitu saja. Kisah cinta pun juga tidak boleh berakhir begitu saja. Kebahagiaan, tidak boleh berakhir begitu saja. Tapi, kesedihan harus segera diakhiri.
Setelah libur semester satu masih ada semester dua yang harus di tempuh. Kisah ini semakin menarik saja, dimana banyak hal menyejutkan terjadi hanya di waktu liburan sekolah ini. Lalu, apa yang akan terjadi nanti di semester dua di sekolah?
Pasti sangat menarik. Nantikanlah kisah selanjutnya di Puzzle Teen Love S2 (Semester 2). Kita akan terus merindukan masa-masa sekolah kita. Terutama kisah persahabatan dan asmara kita. Iya kan?
Letupan-letupan kisah akan ditambah lagi. Rasa penasaran akan semakin terang.
Penulis akan ungkap kenapa Naru menyembunyikan tahun kelahirannya dan kenapa dia terlihat begitu dewasa. Penulis akan ungkap kisah Hawa selanjutnya. Penulis akan menambahkan romansa bagi Asa Yuki juga Sifa Dimas. Bagaimana dengan Fani? Penulis akan berikan sesuatu kepadanya.
Cerita bertambah dengan adanya Naomi, si gadis jepang. Si kembar Raffy dan Rafly. Penulis akan berikan kisah cinta untuk kak Muah, eh Kak Muha.
Bagaimana dengan Dilan? Tidak mungkin dia akan tersisihkan dan tergantikan?. Iya, Dilan akan tetap memiliki kisah disini.
Meski kisah bahagia sangat menyenangkan, tapi kesedihan, kepedihan, rasa takut, amarah, puncak kebencian harus tetap diberikan. Puzzle, tidak boleh selesai begitu saja.
__ADS_1
Puzzle memiliki bentuk yang sama. Meski bentuknya sama bukan berarti puzzle itu bisa sembarangan dipasangkan dimana saja dan sesuka hati. Kamu harus bisa memasangkan dengan tepat dan akurat.
Itulah Puzzle Teen Love. Teka teki anak sekolah tidak akan ada habisnya. Jika kamu bisa mengakhiri hari ini, pasti masih ada hari esok yang tiba-tiba berbeda.
Terima kasih para pembaca bijak nan budiman yang selalu setia bersama Puzzle Teen Love. Terima kasih menerima apa adanya dari Penulis yang tidak bisa memberikan balasan satu per satu dengan setimpal.
Semoga kebaikan kalian dinilai pahala. Ketulusan kalian menambah keberkahan hidup. Serta kebahagiaan kalian membawakan umur yang panjang.
Terima kasih terima kasih dengan sangat tulus Penulis haturkan untuk kalian semua yang mampir dan setia membaca novel Puzzle Teen Love ini.
Ingat kami selalu ya. Dari si polos Nuha, Si cerdas Fani, si tomboy Asa dan si lebay Sifa. Juga si ceria Hawa.
Dilan si Bintang sekolah. Naru si Jenius. Raffy si Reog. Rafly si ramah bertopeng dan Kak Yuki si ramah asli.
Sayang juga sama kak Muha si kakak ganteng ngeselin. Ada Ibu dan bunda yang penyayang. Ayah yang gagah dan Dina si Adik yang manja.
Jangan lupain unbelieving Pak Suwito. Pak Son yang centil. Pak Hanif yang humble. Bu mayang yang cantik menor dan Pak Sindy yang baik hati.
Akan ketemu dengan karakter baru si Naomi gadis jepang. Guru baru yang cantik dan dua orang dari teman komunitas Raffy Rafly yaitu Muhtar dan Agnes.
Semester 2 dimana harus lebih fokus belajar untuk meraih kelulusan tapi ada saja yang terjadi. Hari demi hari akan dibuat terasa panjang dan banyak. Penulis, tidak akan mengakhirinya begitu saja.
Nantikanlah, insyaa Allaah.
Dan sampai jumpa lali. Entah kapan itu dan iya entah kapan itu Penulis tidak bisa melihat masa depan.
__ADS_1
Sekali lagi. Sampai jumpa..