Puzzle Teen Love

Puzzle Teen Love
Ayolah, gakpapa.


__ADS_3

Liburan sekolah masih terus berlanjut. Nuha dan kakaknya, Muha sedang berada di taman kota. Keadaan dan suasana taman sangat ramai. Banyak pengunjung sedang menikmati momentnya sendiri-sendiri.


Anak-anak kecil sedang bermain kejar-kejaran dan ada juga yang sedang memberi makan rusa. Rusa disana dibiarkan hidup bebas dan berbaur bersama manusia. Ada kebun kelinci dan beberapa angsa putih berenang di aliran kolam sepanjang taman.


Anak-anak muda ada yang bergerombol dengan komunitasnya masing-masing dan ada juga yang sedang bersama sang kekasih.


"Kakak, apa kakak tidak punya pacar?," tanya Nuha.


"Uhuk!," seketika Muha kaget dengan pertanyaan yang menohok dari adiknya yang naif.


"Ada apa kak?"


"Bisa-bisanya kamu nanyain kakak tentang pacar. Jika kakak tanya balik tentang pacarmu apa kamu bisa dengan mudah menjawabnya? Hah?"


"Hehe, gak juga sih. Kalo gitu, aku mau jajan dulu deh"


"Jajan apa? Kakak akan menemanimu"


"Hih!," Nuha malah langsung menginjak kaki kakaknya seraya melanjutkan, "Kakak tunggu aja disini. Aku bisa jajan sendiri"


Muha hanya bisa menarik sekali nafas panjang karena shock dengan perlakuan dan jawaban dari adiknya sambil sedikit menahan rasa sakit.


Banyak stand-stand jajanan berjejer di sepanjang area taman. Nuha mendekati penjual terang bulan. Dia mengantri satu dari seorang pembeli remaja.


"Saya lima ya Pak," ucapnya.


"Baik. Tunggu ya," jawab penjual.


Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya terang bulan pesanan Nuha sudah jadi. Dia memberikan uang dan mengucapkan terima kasih. Kemudian, berjalan menuju tempat kakaknya berada.


Saat dia berjalan, tanpa sengaja Rafly berpapasan dengannya dan langsung menyapa Nuha yang tidak melihatnya dari arah depan.


"Nuha"


Nuha langsung berhenti berjalan dan mencari suara yang memanggil namanya. Dia kaget bahwa Rafly sudah berada di depannya sebelah kanan hanya dengan jarak satu meter.


"Kita ketemu lagi ya," ucap Rafly ramah.


"Um," jawab Nuha dengan mata yang bingung mau menatap ke arah mana.


"Haha, sama siapa kamu jauh-jauh main ke taman ini?," tanya Rafly.


"Sama, kakakku"


"Oh"


"Aku, jalan dulu ya," pungkas Nuha tidak enak hati.


"Eh, tunggu", Rafly langsung menghentikannya lalu melanjutkan, "Ikut aku sebentar yuk. Aku akan mengenalkanmu pada seseorang"


Nuha hanya bisa nyengir keheranan.


"Haha, maksud aku hari ini aku sedang ada pertemuan dengan komunitas jejepanganku. Aku mau mengenalkanmu pada seseorang yang pandai dibidang menggambar. Seperti kamu, Nuha"

__ADS_1


"Apa? Ti-tidak usah. Tidak perlu, maaf"


"Ayolah, gakpapa. Sebentar kok"


"Tapi"


Rafly perlahan langsung meraih tangan Nuha dan berjalan membawa Nuha menuju arah komunitasnya berada. Meski Nuha melangkah dengan langkah yang tidak pasti, dia hanya bisa pasrah mengikutinya.


Sampai disana, Nuha dan Rafly mendapat sambutan meriah nan mengagetkan. Begitu juga, Raffy yang sudah datang lebih dulu jadi ikut kaget melihat kehadiran Nuha, "Ha? Sapu ijuk?," ucapnya tidak percaya.


"Wuiih.. Bawa pacar nih ye", sindir anggota seorang gadis berkuncir kuda.


"Ini temen gue kok," balas Rafly santai diikuti Raffy dengan ucapan yang lebih tegas, "Iya. Itu teman sekolah kami!," dengan mata sinis nan tajam ke arah Nuha.


"Maaf, Rafly. Aku ingin balik"


"Sebentar Nuha, sebentar"


"Uumm.."


"Kalo gitu, ajak dia gabung sama kita-kita donk," ucap gadis berkuncir kuda itu sambil mendekati Nuha dan meraih tangannya untuk mengajak duduk bersama dengan anggota lain.


"Rafly, pacarmu manis sekali. Eh, temenmu," sindir manja dari salah satu anggota lain.


Beberapa anggota pun mulai mengerubungi Nuha yang sudah duduk bersama si gadis berkunci kuda itu. Tiga anggota cowok dan ditambah dua anggota cewek.


Meski mereka sangat ramah dan langsung bisa memberikan hubungan persahabatan, Nuha malah merasa tidak nyaman dengan keadaan tersebut. Perasaannya gelisah dan tangannya mulai mengepal gemetaran.


"Temenmu ini cocok untuk cosplay loly nih. Iya gak gays? Dia pasti akan bisa menarik banyak perhatian. Apalagi, hm.. Kulitnya benar-benar mulus"


"Gabung komunitas kita yuk"


"iya, yuk"


Kedekatan mereka semakin membuat Nuha tidak nyaman. Apalagi ada yang memegang pundak Nuha dari belakang. Dua anggota gadis merangkul kedua tangannya di samping. Dan beberapa anggota lain antusias melihat ke arahnya.


"Kakak.."


Di tempat Muha berada, dia mulai gelisah menunggu adiknya tidak kunjung kembali.


"Kemana sih tu anak. Membuatku cemas saja"


Di sisi lain lain taman, terlihat seseorang sedang berjalan-jalan sendiri sambil membawa kamera kodaknya. Dia memotret area taman dengan terus berjalan.


"Mumpung jam istirahat. Aku mau jalan-jalan sebentar sebelum kembali lagi ke tempat Bunda dan memotret agenda family gatheringnya," ucapnya.


Kemudian dia duduk di kursi sambil terus mengarahkan kameranya kearah sepanjang taman. Saat dia menempelkan mata kanannya di kamera, terlihat spot dengan segerombolan orang yang asik bercanda.


"Semangat betul anak-anak muda itu"


"Tunggu," Dia pun mulai fokus dengan seorang gadis yang berada di antara mereka.


"Nuha?"

__ADS_1


"Rafly, elo membuat si sapu ijuk merasa tidak nyaman tuh," ucap Raffy memperhatikan.


Rafly pun sadar dan segera meraih tangan Nuha untuk melepaskannya dari kerumunan teman-teman. Namun, perbuatan Rafly langsung mengagetkan Nuha. Sehingga, Nuha pun berteriak sekencang mungkin, "KAKAKK!!"


Sontak semua anggota pun kaget dan kebingungan. Tangan Nuha benar-benar mengepal gemetaran. Wajahnya menunduk dan tidak mampu dia angkat.


"Nuha?"


"Sapu ijuk?"


Seseorang pun datang menolongnya dengan langsung memegang kedua pundaknya dan membawanya berjalan menghindar dari mereka semua.


"Nuha, kamu gakpapa?"


Suara itu, langsung membuat Nuha mengangkat kepalanya dan melihat kearah si penolong.


"Naru?"


"Iya, ini aku"


"Um", Nuha pun tersenyum.


"Aku akan mengantarkanmu kembali. Kamu bersama siapa di sini?," tanya Naru.


"Kakak"


"Baiklah"


"Tunggu!," Rafly menyusulnya dan menghentikan langkah Nuha dan Naru yang mulai berjalan.


"Maaf. Maaf Nuha. Aku tidak tahu kalo hal itu membuatmu tidak nyaman," ucap Rafly.


"Aku akan menemuimu lagi setelah mengantar Nuha," Balas Naru, di mana Nuha dan Naru tidak menoleh ke arah Rafly.


Nuha dan Naru berjalan meninggalkan Rafly. Ingin sekali Naru menggenggam tangan Nuha untuk menenangkannya tapi Nuha masih terlihat menundukkan kepala dan kedua tangan mengepal gemetaran.


"Duduk dulu kalo gitu," anak Naru.


Muha yang mulai tidak tenang, dia pun mencari dimana Nuha berada. Kakinya terus melangkah kemana saja demi mencari si adik yang entah dimana.


"Aku harus mengucapkan apa jika aku berhasil menemukannya? Hish! Membuatku cemas saja!"


"Nuha, kamu gakpapa?"


"Takut. Naru, aku takut"


"Kalo gitu, kenapa kamu bisa sama mereka sih?"


"Aku takut Naru"


"Tenanglah. Tidak perlu takut lagi. Aku ada di sini. Ap masih takut?"


Nuha melihat ke arah Naru yang melihatnya dengan aura ketampanannya.

__ADS_1


"Nuha?!"


Akhirnya, Muha berhasil menemukan adiknya. Yang ternyata sedang bersama..


__ADS_2