
Setelah pembelajaran bersama Ibu Mayang selesai, kelas Nuha tiba-tiba dihebohkan dengan sebuah teriakan.
"Yusuuufff!! Apa yang kamu lakukan pada Aya?!", Teriak Yeni sekencang mungkin.
Teman-teman pun menoleh. Terkejut dengan kehebohan yang terjadi.
"Ada apa ini?" Timpal Wahyu.
Melihat Yusuf yang memegang tangan Aya dengan paksa membuat teman-teman berfikiran bahwa Yusuf melakukan hal yang buruk kepada Aya. Padahal, Aya hanya melongo melihat kejadiaannya yang tidak seperti yang dipikirkan teman-temannya.
Teman-teman langsung memukuli Yusuf dengan tas mereka. Suasana belum menjadi tenang malah semakin gaduh. Yusuf pun tidak mampu membela diri.
"Dasar jahat kamu yusuf! Berani banget sama perempuan"
"Iya, berani banget kamu! Rasain ini!"
"Bug"
"Bug bug bug!"
"Aku salah apa teman-teman?" Yusuf melindungi kepalanya dengan tangannya agar kepalanya tidak terkena pukulan.
"Sudah hentikan teman-teman!" Teriak Aya
Yusuf memang anaknya sedikit banci, kepribadiannya tidak seperti anak laki-laki pada umumnya. Mendapat perlakuan seperti itu, Yusuf tidak bisa memberontak dan hanya terdiam menerima pukulan dari teman-temannya.
Kejadian itu dimulai saat Aya hendak memasukkan bukunya ke dalam tas tiba-tiba dia melihat di bawah mejanya ada sesuatu. Sebuah kertas tulis yang dilipat secara sederhana. Aya penasaran dengan kertas itu, dia hendak membukanya tiba-tiba ada yang menyambar tangannya. Memegangnya erat seolah memberi isyarat untuk tidak membuka kertas yang terlipat itu.
Yeni yang melihat kejadian itu langsung histeris. Lalu, teman-teman pada datang dan langsung bertindak tanpa mengetahui terlebih dahulu penyebabnya.
"Maaf ya, Yusuf. Aku tidak sengaja mengambil kertas itu." Ucap Aya sambil mengembalikan kertas itu.
Dengan mulut manyun dan perasaan kesal Yusuf menyahut kertasnya. Dia tidak perkata apa-apa melainkan menunjukkan sikap kesal dan langsung duduk di tempatnya. Melipat tangannya dan manyun. Teman-teman langsung mengerumuni Yusuf dan saling meminta maaf, terutama Yeni yang salah paham dan langsung membuat kehebohan.
"Aku kesal sama kalian semua! Kalian tega!" Keluh Yusuf sembari menggenggam erat kertasnya itu.
"Sebenarnya itu kertas apa Yusuf? Kok kamu sampe gitu banget gak boleh dilihat orang?" Tanya Sifa penasaran
__ADS_1
"Ini surat cintaku.." Jawab Yusuf dengan percaya diri
"Ooooh..." Sorak teman-teman dengan nada genit
"Apaan sih kalian!" Suara Yusuf yang agak banci itu sangat lucu sekali untuk didengar
Teman-teman tertawa bersama. Dan kembali pada kesibukan masing-masing. Namun, belum cukup tenang, ketua kelas tiba-tiba mengumumkan bahwa pagi ini pelajaran kosong. Tentu saja, mereka semua tambah bersorak gembira. Merasa bebas dan merdeka.
"Asik nih pelajaran kosong." Ungkap Asa
"Senang sekali rasanya yah." Fani juga ikut senang mendapatkan jam pelajarannya kosong
"Tapi ngapain nih, gak mungkin juga kan kita harus keluar sekolah atau main ke kantin. Rugi nih kalo jam kosong gini cuma bisa bikin kita bosen..." Keluh Sifa
"Ack! Aku tahu..." Asa seperti punya ide
Asa kemudian maju ke depan kelas meminta saran kepada teman-temannya. Supaya dua jam kosong itu enaknya untuk apa daripada bikin bosan. Lalu, ada yang nyeletuk.
"Nonton film yuk teman-teman. Ada yang bawa laptop kan? Kebetulan aku punya film baru" Saran dari Dea.
Mata teman-teman langsung menuju ke arah Amalia. Amalia yang melihat itu langsung menutup laptopnya dengan pelukannya, tidak mau laptopnya dipinjam oleh teman-teman.
"Jangaaan!! aku ingin nonton video k-popku sendiri..." Amalia benar-benar tidak mengizinkan laptopnya dipinjam
"Punyaku aja nih. Kamu punya film apa Dea?" Sambung Lisa.
"Film horor"
"Waaah asiiik... seru pasti! Ayo cepet-cepet dipasang." Pinta Asa tidak sabaran.
Wahyu mulai menutup pintu kelas supaya tetap aman dan tidak ada yang melihatnya.
Ada yang asik sendiri nonton video k-pop yaitu gengnya Amalia, ada yang tetap serius belajar yaitu gengnya Mei. Di pojok belakang kelas ada yang tampak mencurigakan si gengnya anak cowok entah apa yang mereka lihat dilaptopnya sendiri. Tapi, walau sibuk sendiri-sendiri mereka juga sambil ikut nonton film.
Wahyu sebagai ketua kelas ikut bersenang-senang menonton film horor. Dia mulai menarik turun layar LCD dan menghubungkan kabel proyektor pada laptop Lisa dan Lisa memulai memutar filmnya.
"Sepertinya menegangkan sekali." Ucap Sifa
__ADS_1
"Iya." Jawab Nuha dengan santai
Asa kemudian kembali ke tempat duduknya dan memasang wajah tidak sabaran, kakinya bergerak-gerak, hatinya pun ikut berdebar-debar.
"Lebay deh kamu, Asa." Sindir Fani
"Habisnya...aku udah gak sabaran nih. Rasanya bikin tegang." Ucap Asa
Asa sebenarnya takut nonton film horor tapi dia juga ingin nonton mencoba seberapa menegangkannya dan kehisterisnya dia kalau nonton. Dia ingin sekali mengungkapkan ekspresinya itu.
Film pun dimulai. Dengan diawali sebuah keluarga sedang melakukan perjalanan wisata ke pantai. Di dalam mobil itu, ada sepasang suami istri dan satu anak cowok kecil dan satu anak cewek berusia remaja bersama satu sahabatnya. Mereka bersenandung riang menikmati perjalanannya.
"Kira-kira apa yang ingin kalian lakukan nanti di pantai anak-anak?." Tanya ibu itu
"Aku ingin main air, Mah." Jawab anak cowok kecil itu
"Kalau kamu, Tiara?" Tanya ibu untuk anak bungsunya itu
"Ada deh Mah, banyak deh pokoknya, iya kan Celsy?" Jawab Tiara sambil mengobrol dengan Celsy nama sahabatnya.
Tiba-tiba cuaca menjadi mendung dan gelap. Terdengar suara gemuruh di udara. Kilat pun terlihat di langit menyambar-nyambar di daerah sekitar hutan di sepanjang perjalanan mereka. Suara kilat yang begitu menggelegar membuat seisi mobil panik dan histeris. Sebelum seisi mobil berteriak, Asa malah berteriak mendahului.
"Aaaaa...!"
Histeris Asa membuat kaget beberapa temannya, hingga mereka juga ikut-ikutan histeris.
"Asa, kendalikan dirimu!" Pinta Sifa
"Ya ampun...kayakke nakutin banget deh..." Asa berdebar-debar menyaksikan film itu
Ayah yang menyetir mobil itu menjadi tidak fokus dalam berkendara. Kilat masih terus menyambar dan jalanan semakin tidak terlihat karena gelapnya. Seisi mobil sangat ketakutan dan hilang kendali. Tiba-tiba ada yang membuka pintu kelas.
"Ceklek. Ngeeek..." Suara pegangan pintu yang sedang ditekan dan seseorang membuka pintu kelas, perlahan-lahan hingga suara nyaringnya membuat seisi kelas berteriak dan ketakutan.
"Aaaaaa!!!"
Seisi kelas berteriak lagi. Ada yang menutup telinganya ada juga yang menutup matanya. Benar-benar menghebohkan.
__ADS_1
Pintu semakin lebar terbuka dan tampak seorang ibu guru berpawakan pendek dan sedikit gemuk, wajahnya sedikit sepuh dengan dandanan make-up yang cukup tebal. Mengagetkan seisi kelas Nuha. Dan ternyata itu ibu guru yang hendak mengajar kelas Nuha namun beliau datang terlambat. Dan kelaspun tidak jadi kosong.