
"Teman-teman! Nuha hilang", ucap Fani.
"Apa?!"
Asa dan Sifa langsung menoleh kaget dengan ucapan Fani. Mereka berdua sedang fokus dengan peralatan Multimedia sehingga tidak memperhatikannya.
"Nuha ya?" Ucap Yuki
Tiba-tiba Yuki datang. Dia berjalan santai sambil menaruh kembali kamera yang sedang dia bawa. Asa terperanjat.
"Kak Yuki?"
"Aku lihat tadi Nuha dibawa pergi oleh seorang cowok".
"Eh? Siapa kak?"
"Aku juga kurang tau jelas siapa, Mau aku bantu cari?"
"Hm.. Gak usah kak, paling dia Naru"
"Pacarnya Nuha?"
"Iya", Asa dan Sifa terkikik geli.
"Tapi, aku lihat tadi seperti bukan Naru," batin Fani.
Fani yang melihat cukup jelas bahwa cowok tersebut bukan Naru, membuatnya sedikit khawatir. Namun, melihat Asa dan Sifa begitu percaya dia mencoba ikut mempercayainya.
"Naru?", Gumam Nuha.
Cowok misterius sedang membawa Nuha berlari. Tanpa menoleh sedikit pun membuat Nuha terus bertanya-tanya.
"Bukan, dia bukan Naru. Tapi, siapa?"
"Punggungnya sangat berbeda dengannya. Cara berlarinya juga sangat berbeda. Siapa?", batin Nuha.
"Ma-maaf..", ucap Nuha lirih.
Cowok tersebut pun berhenti. Dia sejenak mengambil nafas dan berniat menoleh ke arah Nuha. Nuha melihatnya dengan seksama. Namun, saat dia mulai menoleh seseorang datang dari belakang Nuha. Menutup mata Nuha perlahan dengan telapak tangannya.
"Nuha", ucapnya ramah.
"Naru?", Nuha langsung mengenalinya.
Naru langsung membalikkan badan Nuha dan mengarahkannya ke pelukannya.
"Naru, siapa dia?"
"Bukan siapa-siapa"
Tatapan tajam Naru berikan kepada cowok tersebut. Cowok tersebut hanya membalasnya dengan senyum keramahan dan ketenangan. Seperti senyum seorang joker, apa sebenarnya yang dia sembunyikan?.
"Apa yang elo mau?", tanya Naru serius.
"Haha.. Takut ya?", jawabnya santai.
Naru sedikit menggeram kesal, terlihat pada tangannya yang terus mengepal kuat. Kakinya begitu kokoh berdiri melindungi Nuha.
"Sudah kenal kan sama gue?, Gue Raf-"
__ADS_1
"Tidak perlu", Naru langsung memutus ucapan si Raf- misterius itu.
"Okei.. Nih", Si Raf- beranjak pergi sambil melemparkan sebuah kartu nama dari balik bahunya.
"Gue punya sebuah komunitas jejepangan. Dan stand gue ada di sana. Elo bisa mampir kok", pungkasnya tanpa menoleh. Si Raf- pun berjalan meninggalkan Nuha dan Naru.
"Naru, ada apa?", Nuha masih terdiam ditempat.
Naru pun menggandeng tangan Nuha dan mengajaknya pergi. Berniat mengantarkan Nuha untuk kembali kepada bestFANS.
"Nuha kamu gak papa?", tanya Naru.
"Iya".
Mereka berjalan santai sambil menikmati suasana. Saling terdiam satu sama lain. Nuha memandangi wajah Naru yang lebih tinggi dari dirinya. Begitu tenang dan mempesona.
"Aku canggung", batin Nuha.
Naru masih tenang menatap arah jalan di depannya. Terus berjalan kembali, Nuha semakin kebingungan.
"Bug!", seseorang terdorong jatuh.
"Punch!", sebuah pukulan melayang.
"Kick!", tendangan kaki ikut mendarat di perut seseorang.
Para pejalan kaki mulai mengerubungi mereka.
Ada pertengkaran di sebuah stand yang berada di tempat CFD. Sebuah stand dari komunitas jejepangan. Stand tersebut menjual beberapa aksesoris dan jasa berfoto bersama beberapa artis cosplay.
Ternyata Raffy di sana, ia terlihat sangat emosi dan telah melayangkan beberapa pukulan kepada rekannya. Dia pun juga telah terkena pukulan juga. Terlihat sedikit kesakitan.
Beberapa rekan mereka telah terjatuh karena pukulan dari Raffy. Raffy benar-benar kuat. Rafly menarik Raffy dan mendudukkannya ke sebuah kursi.
"Ada apa ini?!", tanya Rafly.
"Dia itu gak becus ikut kerja di komunitas kita", jawab Raffy.
"Kenapa? Apa yang telah dia lakukan?"
"Orang seperti dia kalo tidak diberi pelajaran tidak akan kapok. Makanya gue harus segera urus dia"
Raffy menceritakan bahwa urusan sewa kostum cosplay yang ditangani oleh rekannya telah dikorupsi. Beberapa rekan yang menangani urusan sewa tersebut mengatakan bahwa penyewa tidak melunasi padahal setelah dikonfirmasi oleh Raffy sendiri, para penyewa sudah melunasi.
"Elo, elo, elo, harus bisa bertanggung jawab. Kembalikan uang komunitas kita!", ucap Raffy menghampiri para rekan yang masih ambruk ditempat.
"Gays, ada aksesoris lucu-lucu nih", ucap Sifa.
Sifa bersama Dimas menghampiri stand komunitas milik Raffy dan Rafly. Sifa tidak mengenali mereka. Sedangkan, Asa langsung terperanjat kaget melihat Rafly datang melayani mereka.
"Elo?, buka stand disini?", tanya Asa kaget.
"Benar. Silahkan dilihat-lihat kak", ucap Rafly ramah.
"Kenapa dia tampak berbeda", Asa memicingkan matanya.
"Kamu kenal dengan mereka Asa?", tanya Fani.
"Dia itu teman sekelas aku dan Nuha di kelas tambahan. Dan dia enggak seorang saja", jawab Asa.
__ADS_1
Raffy datang dengan muka masamnya. Duduk bersandar di sebuah kursi di dalam stand.
"Tuh lihat, itu..", ucap Asa.
"Mana Asa?, eh.. Kembar?", jawab Sifa.
"Benar sekali. Mereka saudara kembar", ucap Asa.
"Astaga.. Sangat langka sekali kamu punya teman kembar Asa", ucap Sifa terperanga.
"Sangat mirip sekali. Eh, bentar. Dia itu kan..", Fani mengingat sesuatu.
"Cowok ini, cowok ini yang tadi membawa Nuha pergi", lanjutnya.
"A-apa?!", Asa dan Sifa kaget
"Kenapa kamu enggak bilang Fani?!, Trus, Nuha dimana?", Tanya Sifa mulai panik
"Aku tadi juga kurang jelas sih melihatnya", jawab Fani.
"Teman-teman"
Terdengar suara yang memanggil. Nuha berlari menghampiri ketiga sahabatnya. Sontak, mereka bertiga langsung menoleh ke arah suara yang memanggil.
"Gedubrak!"
"Aduuh.. Aku jatuh lagi..", ucap Nuha santai.
Asa, Sifa dan Fani langsung berlari menghampiri Nuha. Kepedulian mereka langsung muncul untuk membantu Nuha berdiri lagi.
Naru berada di seberang jalan melihat kejadian tersebut. Dia tersenyum melihat tingkah konyol Nuha terlihat lagi. Dia pun berjalan pergi.
"Kamu ini jatuh lagi Nuha, ditempat seperti ini lagi", sindir Asa.
"Hehe.. Udah jadi kebiasaanku", Nuha nyengir.
"Kak Fani, ada batik carnival", ucap adik Fani.
"Eh, bener", Fani mengiyakan.
Suasana Car Free Day semakin meriah karena kedatangan rombongan batik carnival. Sungguh sangat mempesona dan luar biasa peragaan mereka.
Pejalan kaki bersorak sorai dan mulai mengambil gambar untuk mengabadikan moment tersebut.
Sifa dan Dimas terpana melihat mereka. Dimas menawarkan Sifa untuk berfoto dengan mereka.
"Sifa, mau aku foto bersama mereka?", pinta Dimas.
"Boleh. Ayo Dimdim", Ucap Sifa.
Sifa mulai bergaya berfoto bersama dengan salah satu pemeran batik karnival.
Nuha, Asa, Fani dan adiknya masih takjub melihat aksi-aksi mereka. Semua pengunjung, penjual dan pemilik stand-stand ikut menyaksikannya.
Yuki tampak berjalan dan berlari mengikuti rombongan batik carnival yang sedang berjalan. Dia memotret dan beberapa temannya mengambil video menggunakan kamera video.
"Kita disyuting gays", ucap Sifa.
Yuki melambaikan tangan dengan sangat ramah dan melanjutkan pekerjaannya. Keempat bestFANS masih takjub melihat pekerjaan para kameramen tersebut.
__ADS_1