
Nuha dan Naru bersama Raffy dan Rafly menunggu sambil duduk di tangga tanjakan sebuah Ruko yang sedang tutup. Mobil CRV hitam pun datang kemudian berhenti di pinggir jalan dan menarik pandangan mereka.
"Tin tin"
Pak Sopir membunyikan klakson. Naru berjalan mendekatinya. Seorang gadis membuka kaca pintu depan mobil, "Naru" ucapnya.
Raffy menyusul sambil memapah Rafly yang sedang setengah sadar, diikuti Nuha di belakangnya.
"Raffy, elo sama Rafly masuklah. Gue akan meminta Pak Sopir untuk mengantar kalian ke rumah sakit," kata Naru sambil membukakan pintu.
"Naru, kamu tidak ikut?" tanya Naomi.
Naru pun melihat ke arah Nuha yang sedikit menjaga jarak. Dia menghampirinya dan menggenggam tangan Nuha kemudian berjalan mendekati Naomi dan berkata kepada Pak Sopir, "Pak, aku akan menyusul setelah mengantar Nuha. Jadi, berangkatlah sekarang"
"Baik, den" jawab Pak Sopir patuh.
Naomi terus saja menatap ke arah Naru yang sedang berjalan sambil menggandeng tangan Nuha. Menatap si Cowok yang dia sukai itu menaiki sepeda dan memboncengkan gadisnya.
Mobil pun berjalan dan melewati perjalanan mereka berdua. Naru mengayuh sepeda dengan santai.
"Nuha, setelah kita sampai di rumah Fani. Aku akan ke rumah sakit untuk melihat keadaan Rafly"
"Iya"
"Nuha, jangan berfikir kalo kamu mulai cemburu lagi dengan Naomi, ya?"
"Iya" jawab Nuha dengan sedikit menekankan nada bicaranya.
"Nuha, kalo kamu cemburu, aku juga bisa cemburu lho"
"Eh? Kenapa?"
"Dengan dua cowok kembar itu"
"Kok bisa?"
"Salah satu di antara mereka menyukaimu, kan?"
"Tidak. Jangan katakan itu, Naru"
"Ciiit" Naru mengerem sepedanya. Berhenti sejenak dan menatap ke arah Nuha dengan mata menyipit dan bibir yang serius.
"Kenapa? Bukankah kamu juga merasakan itu?" tanyanya dengan sungguh-sungguh.
"Itu.." balas Nuha sambil mengalihkan mata.
"Tuh, kan. Aku bisa melihat ekspresimu, detak jantungmu, tingkah lakumu saat kamu berhadapan dengan seseorang yang menyukaimu. Kamu gak bisa menyembunyikan itu dari aku, Nuha"
"Naru, tapi aku.. Enggak.."
"Aku mengerti Nuha. Kamu hanya akan tetap menyukaiku kan? Hanya saja, ini membuatku tidak nyaman"
"Ke-kenapa?"
"Seolah-olah, itu memberikan harapan bagi mereka yang menyukaimu. Sikapmu yang gemetaran, hatimu yang berdebar-debar dan wajahmu yang tersipu malu itu akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk terus berusaha mengambil hatimu"
__ADS_1
"Naru, aku tidak ingin menjadi seburuk itu dimatamu. Aku juga tidak ingin seperti itu. Aku, aku gak tau harus gimana?"
"Kamu ini, benar-benar menggemaskan yah! Sikapmu itu, bisa membuat orang lain jadi salah paham, tau. Bisa-bisa kamu dimasukin karung jika terlihat menggemaskan seperti itu"
"Eh?!"
"Haruskah aku mengarungmu dan membawamu pulang?"
"Na-Naru, kamu menyeramkan"
"Hahaha, habisnya.."
"Naru! Kamu hampir saja membuatku cemas! Aku sampai takut kalo kamu sedang marah, jadi, jadi kamu hanya menjahili aku saja? Hah?!"
"Dua-duanya, tengil" jawab Naru kemudian kembali mengayuh sepedanya.
"Eeehhh"
...****************...
"Non Naomi, seharusnya Anda di rumah saja jika keinginanmu ikut untuk menjemput Den Naru malah jadi seperti ini," kata Pak Sopir.
Meskipun Naomi tidak mengerti perkataan Pak Sopir, Naomi menjawabnya dengan santai "Daijoubu!"
Dia mengatakan dalam bahasa jepang yang Penulis terjemahkan sebagai berikut, "Tidak apa-apa Pak Sopir. Aku sudah senang hanya dengan melihat wajahnya saja. Jadi, gak perlu mencemaskanku"
"Tapi, Non. Den Naru dan Non Nuha itu-"
"Sstt, tidak perlu dilanjutin. Aku sudah tau kok"
"Gadis itu, siapa? Dia berbicara menggunakan bahasa jepang?" gumam Raffy dalam hati. Sedangkan, Rafly tertidur sejenak di pundak Raffy.
"Aku tau kalo Naru memiliki pacar. Tapi, jika aku bisa terus menunjukkan pesonaku padanya, aku pasti bisa sedikit demi sedikit memenangkan hatinya" ucap Naomi dalam hati. Dia terus tersenyum bangga dengan apa yang sedang dia pikirkan.
Naru dan Nuha telah sampai di rumah Fani. Setelah mestandartkan sepedanya, Naru berpamitan dengan Nuha, "Nuha, aku akan ke rumah sakit sekarang" ucapnya.
"Iya. Terima kasih ya Naru sudah mau mengantarku sampai di rumah Fani"
"Tidak masalah. Met liburan yah"
"Apa?"
"Kan, udah libur semester satu. Aku pasti akan merindukanmu, Nuha. Dua minggu liburan dan tidak bertemu denganmu pasti akan sangat berat"
"Hehe"
"Love you, Nuha"
"Eh? Na-Na-Naru, mereka akan mendengar itu" Jawab Nuha langsung salah tingkah di hadapan Sifa dan Asa.
"Ahaha"
"Duh, kalian ini. Terus saja bucin, udah pergi sana kau Naru!" perintah Asa dan langsung menarik tangan Nuha.
Naru pun tersenyum manis kepada Nuha, sedangkan Nuha terlihat sangat sungkan karena kedua sahabatnya terus saja memperhatikannya.
__ADS_1
"Bucin banget sih Naru itu sama kamu, Nuha", cibir Sifa sambil melipat tangannya.
"Hehe"
"Gays! Es tehnya udah ready nih!" panggil Fani.
"Okayy" balas Asa.
Naru berjalan meninggalkan Nuha dan mencari angkutan umum untuk segera menyusul ke rumah sakit dan melihat keadaan Rafly dan Raffy di sana.
Sesampainya di sana, Rafly dan Raffy sudah berada di dalam ruang IGD dan segera ditangani. Naomi dan Pak Sopir menunggu di luar ruangan. Naru datang menghampiri mereka.
"Gimana keadaan mereka?" Tanya Naru.
"Mereka sedang ditangani, Den" jawab Pak Sopir.
Naru berjalan dan masuk ke dalam ruang IGD. Di sana, Rafly sudah bisa duduk dan sadar dengan penuh. Dia mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada Naru karena telah menolongnya.
Tapi, Naru malah menolaknya.
"Nuha yang telah melihat kalian berdua tawuran sehingga dia memintaku untuk menolong kalian. Jadi, berterima kasihlah kepadanya" ucapnya.
"Haha.. Jujur sekali. Elo gak papa kalo kita berterimakasih padanya?" tanya Raffy memancing.
"Ck"
Naru hanya bisa menahan geram dan kesal melalui ekspresi wajahnya. Rafly melihatnya serius.
"Cewek itu, apakah dia saudaramu?" tanya Raffy.
"Apa?"
"Tapi gue lihat dia tidak mirip denganmu"
"Sudahlah, Raffy"
Rafly langsung menghentikan ucapan Raffy yang seolah-olah terus memancing keadaan Naru. Dia memberikan isyarat untuk meminta Raffy mengucapkan terima kasih kepada Naru.
"Okelah, oke! Thanks ya Naru sudah nolongin kita. Gue, jadi berhutang budi padamu"
"Kalo kalian sudah selesai, gue bisa sekalian antar kalian pulang" ajak Naru.
"Gak usah. Kita bisa pulang sendiri nanti. Elo duluan aja, Naru. Sekali lagi, gue ucapin thanks banget"
"Ya sudah. Gue pamit sekarang ya"
Naru keluar dari ruang IGD dan mengajak Pak Sopir juga Naomi untuk segera pulang ke rumah.
"Keberadaan cewek jepang itu, pasti akan mempersulit Nuha. Haha" cibir Raffy tidak habis-habis.
"Sudahlah, Raffy. Kita tidak perlu mencampuri urusan mereka" balas Rafly.
"Elo itu juga, sampai kapan elo menyembunyikan perasaanmu itu kepadanya? Hanya karna dia sudah menjadi milik Naru, bukan berarti elo harus terus-terusan menyembunyikan perasaanmu itu padanya, Rafly"
"Ck, elo itu tau apa, hah?!"
__ADS_1