
"Akan aku mulai hidupku sekarang tanpa Hawa"
"Haa ah.. Hawa.. Aku merindukanmu~ Aku merindukanmu~", sahut Nuha.
Pagi hari berangkat ke sekolah dengan mengayuh sepeda sambil melenggak lengguk membuat Nuha terbuai dengan imajinasinya sendiri.
"Hai Nuha!", sapa Amalia menepuk pundak Nuha dengan cukup keras. Dia menghampiri Nuha dengan sepeda motornya.
"A- Amalia?!"
"Haha.. Kaget ya?, lagian kamu ini kenapa? Melenggak melengguk gak kayak biasanya. Kurang obat ya?", sindir Amalia.
"Kurang obat?, obat apa?"
"Obat kewarasan lah haha", jawab Amalia.
"Whehe?"
"Mau aku tarik gak nih?"
"Ayo!", sahut Nuha semangat.
Seperti biasa, gadis berambut ombak dengan helm hitam yang menutupi kepalanya begitu perhatian kepada Nuha, dia selalu menawarkan menarik Nuha yang bersepeda dengan sepeda motornya.
Walaupun hanya sebentar, itu sangat berharga bagi Nuha. Karena dia bisa menghemat energi dan waktu 10 menitnya untuk tidak mengayuh sepeda.
Suasana di sekolah cukup tenang di pagi hari ini. Beberapa penjaga juga telah selesai membuka kunci semua ruangan dan kelas, termasuk laboratorium Multimedia. Ruangan tersebut akan digunakan kelas 12F Multimedia untuk melaksanakan jam pelajaran pertama.
Nuha dan Amalia berjalan bersama menuju lab. Multimedia. Dari arah belakang mereka, tampak seorang siswa sedang terburu-buru sehingga menyenggol Nuha. Nuha pun terjatuh.
"So- Sorry, gue gak sengaja", ucap siswa tersebut langsung.
"Kalo jalan itu lihat-lihat!", jawab Nuha serius.
Mata Nuha berubah tajam dan gelap menatap siswa tersebut. Amalia pun kaget melihat perubahan sikap Nuha yang tiba-tiba.
"Punya mata gak sih?!", tegas Nuha sambil mendorong bahu siswa tersebut.
"Nuha? Kamu kenapa?", tanya Amalia heran.
"Gue kan sudah minta maaf. Kok elo tambah nyolot", jawab siswa tersebut berani.
"Ops! Ada apa dengan diriku?", gumam Nuha.
"Apa? Mau ngajak ribut?!", imbuh siswa tersebut membalas mendorong bahu Nuha.
"A-ada apa dengan diriku?", Nuha malah terheran-heran dengan dirinya sendiri.
"Dasar! Cewek gak jelas!", pungkasnya. Siswa tersebut pun berlalu dan meninggalkan Nuha.
"Kamu gak papa kan Nuha?", tanya Amalia khawatir.
"Eh? Iya, umm.. Ma-maaf ya Amalia", jawab Nuha.
"Ya udah yuk jalan lagi"
Di dalam lab. Multimedia, Asa dan Fani sudah duduk di tempatnya, disusul Nuha dan Amalia. Baru saja Nuha menaruh tasnya, Sifa datang dengan menarik perhatian.
"Pagi gays", sapa Sifa.
"Pagi Sifa", jawab Nuha, Asa dan Fani.
Sifa langsung membelakangi mereka dan menunjukkan sesuatu kepada ketiga sahabatnya.
__ADS_1
"Lihat gays! Kacamata baruku"
"Astaga, culun banget!", ejek Asa.
"Kok culun sih?!", Ucap Sifa langsung menampar pundak Asa.
"Aduh!", keluh Asa.
"Haha, keren gak gays?", tanya Sifa.
"Keren keren keren", Nuha dan Fani langsung mengacungkan kedua jempolnya.
"Kacamata ini gratis lho..", ucap Sifa.
"Gratis?"
Guru dan Yuki pun memasuki ruangan. Penampilan Yuki terlihat berbeda dari biasanya. Kedatangannya pun menarik perhatian seluruh siswa yang berada di dalam laboratorium.
"Ganteng bangeett..", sorak seluruh siswa.
"Iya, ganteng banget", Asa pun ikut terpesona.
"Itu kak Yuki?", tanya Nuha heran.
"Ganteng kan gays?, kalo aku mah udah gak heran", jawab Sifa menyombong.
"Jangan-jangan, kacamata itu?", tanya Fani.
"Iyup! Ini kacamata dari kak Yuki", jawab Sifa jujur.
"Astaga, kegantengannya menjadi maksimal", ucap Fani.
"Selamat pagi anak-anak", ucap Guru.
"Wah wah wah.. Kalian seperti melihat artis saja", ucap guru.
"Iya pak, artis dari mana itu pak?", tanya Mega.
"Artis dari Korea", jawab Asa dan Amalia terpesona.
"Kyaaa!!! Bener itu! Uwaaa!!! Oppa!!", sorak seluruh siswi.
"Oppa Yuki! Oppa Yuki! Oppa Yuki!"
Sorakan diikuti tepuk tangan semakin ramai dan membuat gaduh seisi ruangan. Pak Sindy terheran-heran karena beliau tidak mampu menenangkan kelas. Yuki hanya terdiam dan tersenyum ramah di hadapan semua siswa.
"Kak Yuki, kamu ganteng banget!"
"Kak Yuki!!"
"Kak Yuki!!"
"Hebat sekali, hanya karena kacamata bulat bisa langsung menghebohkan panggung", ucap Fani.
"Jangan dikembalikan ya Sifa", pinta Nuha yang ikut terpana melihat perubahan Yuki.
"Oh, tenang saja! Tidak akan aku kembalikan", ucap Sifa semakin bangga.
"Sudah-sudah anak-anak. Ayo kembali fokus ke pelajaran", pinta Pak Sindy.
Pak Sindy adalah guru videografi. Beliau yang membimbing dan mengajarkan siswa mengenal peralatan Multimedia berupa video shooting. Pelajaran yang sangat disukai Asa tentunya.
"Hai Asa", sapa Yuki mendekat.
__ADS_1
"Ka- Kak Yuki?", Asa kaget dan salah tingkah.
"Terlihat aneh ya?", tanya Yuki kurang percaya diri.
"Eng- enggak kak. Ke-keren kok", jawab Asa gemetaran dan grogi memberikan responnya untuk Yuki.
Sifa semakin terkikik geli melihat hubungan Yuki dengan Asa. Nuha dan Fani saling melempar kecurigaan.
"Sifa itu bener-bener sengaja", bisik Fani kepada Nuha.
"Dia memang licik", imbuh Nuha.
"Eh?", Fani kaget.
"Idenya sangat cemerlang. Ada saja kejutan darinya", ucap Nuha terheran-heran.
"Iya, bener kamu Nuha", Fani setuju.
"Hari ini kalian praktek ya!", Ucap Pak Sindy.
"Kalian buat kelompok, lalu bagi tugas untuk saling bergantian menggunakan alat video shooting ini"
"Bebas kalian mengambil spot yang kalian inginkan di luar lab ini, yang terpenting harus ada tema. Buat temanya dulu sebelum kalian melakukan shooting. Mengerti?", ucap Pak Sindy mengakhiri pidatonya.
"Wah! Keren! Pelajaran Pak Sindy itu memang pelajaran yang paling aku suka", ucap Asa gembira.
"Tapi kita mau buat rekaman apa ya?", tanya Fani.
Nuha dan Sifa pun ikut berfikir. Sifa memain-mainkan kacamatanya tanda bahwa ia sedang berfikir serius.
"Kamu sangat cocok dengan kacamata itu Sifa", ucap Nuha.
"Benarkah Nuha?, Hmm.. Baiklah, aku akan memakainya terus kalo begitu", jawab Sifa.
"Kamu gak iri Asa?", tanya Fani.
"Iri kenapa?"
"Karna Sifa mendapat pemberian dari Kak Yuki, apalagi dapat kacamatanya", ucap Fani.
"Gak lah, aku gak iri. Paling juga itu hasil maksa", ejek Asa.
"Dasar kamu Asa!", ucap Sifa kesal.
"Haha, sekalian aja jadiin dia pacar", balas Asa.
"Bener banget kamu Asa. Mana cukup aku satu pacar, mungkin aku bisa jadiin kak Yuki pacar juga", jawab Sifa santai.
Dasar playgirl", jawab Nuha, Asa dan Fani kompak.
Merekam video diluar kelas memang sangat menyenangkan. Beberapa kelompok sudah bergerak dan melaksanakan tugasnya. Bahkan ada yang berani merekam pembelajaran di kelas dari salah satu kelas.
Kelompok Nuha mengambil tema pembawaan acara berita dengan Sifa dan Fani sebagai pembawa acaranya. Nuha dan Asa yang melakukan proses perekaman menggunakan kamera video.
"Sifa! Yang serius donk bawain beritanya", ucap Nuha tegas.
"Eh?", Sifa dan Fani kaget.
"Kalian gak tau apa?! Bawa alat ini tuh berat. Aku capek tau?!", ucap Nuha.
"Sini sini sini biar aku lagi aja yang gantiin", pinta Asa.
"Kamu kan tadi udah menang banyak Asa, sekarang kan giliranku!", tegas Nuha.
__ADS_1
Asa, Sifa dan Fani menjadi terheran-heran dengan sikap Nuha.