Puzzle Teen Love

Puzzle Teen Love
Cinta Sejati


__ADS_3

"Ini semua gara-gara kamu Naru!", bentak Nuha.


"Nuha?", ucap Naru.


"Enggak!!", Jawab Nuha tidak membenarkan ucapannya.


"Nuha semakin dalam jatuh cinta kepadamu. Hatinya, pikirannya, sudah dipenuhi olehmu. Dan, adanya diriku, sudah tidak dibutuhkan lagi", ucap Nuha.


"Bukan! Bukan seperti!", jawab Nuha mengelak.


..."Sejak Nuha berada di rumah sakit waktu itu hingga sekarang, dia sudah tidak bisa berkomunikasi dengan Hawa. Jiwa imajinasinya"...


..."Hawa rela sudah tidak menampakkan dirinya karena dia telah percaya kepadamu"...


..."Karna dia sudah menemukan kebahagiaannya sendiri, yaitu bersama elo bocah nakal"...


..."Namun dengan sekejap sedihnya hilang karena bersamamu. Dia sudah jatuh ke dalam perasaannya yang begitu dalam kepadamu"...


Naru terdiam mengingat segala ucapan dari Muha kepadanya. Dia ikut bersedih, kenapa jadi seperti ini. Padahal, Muha sudah membuka hatinya dan mengizinkannya untuk menjaga Nuha.


"Aku tidak pernah tidak sedikitpun untuk tidak membutuhkanmu Hawa. Aku tidak pernah berfikir bahwa keberadaan Naru akan mengganggumu. Masalah yang lalu sudah selesai. Tidakkah kamu ikut merasa bahwa aku masih bahagia Hawa?"


"Ja-jangan egois", ucap Nuha lirih sambil sesenggukan.


"Kamu adalah diriku, kamu tidak perlu menjadi orang lain bagiku. Kita adalah satu. Segala apa yang aku rasa, kita rasakan bersama. Segala apa yang aku mau, kita hadapi bersama"


..."Aku, aku tidak akan meninggalkan Nuha begitu saja. Lagian, sebentar lagi hari lahir Nuha akan tiba. Aku harus memberikan moment yang sangat bahagia untuk dirinya"...


..."Untuk itu, izinkan aku untuk bisa bersamanya kak, aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja"...


"Aku tidak akan meninggalkan Nuha apapun alasannya, aku yang telah melibatkan dirinya dengan perasaan cintaku ini. Aku akan tetap membuatnya bahagia", ucap Naru sambil ia mengingat kembali ucapannya sendiri.


"Akan aku buat Naru jadi membencimu Nuha", ucap Nuha atas ucapan Hawa.


"Ja-jangan Hawa", jawab Nuha sendau.


Nuha berbalik, ia hendak berlari meninggalkan Naru. Tapi, "gedubrak!!", dia jatuh.


Nuha masih keukeh dan berusaha berdiri sendiri. Kembali berlari dan, "gedebug!!", jatuh lagi.


"Sa-saakiiiitt!!!", teriak Nuha sampai ke langit ke tujuh.


...****************...


"Nuha, masih belum kembali nih gays", ucap Sifa.


Guru sudah menerangkan setengah pelajarannya di kelas 12F. Fani dan Asa cukup tenang untuk mencatat walaupun hatinya bertanya-tanya tentang Nuha.


"Dia selalu menyelesaikan masalahnya sendiri, huh!", keluh Fani.


"Kasihan dia, padahal kita sahabatnya dan selalu memahaminya. Tapi, dia memang orang yang tidak mudah terbuka", ucap Sifa.


"Makanya kita harus selalu menghibur dia", jawab Asa sambil menggerak-gerakkan alisnya.


"Asa, apa kamu mau mencoba kacamata dari kak Yuki ini?", ucap Sifa pamer.


"Iu gelay, gak ah. Cupu!", jawab Asa ketus.


"Eh, cupu dari mana?, keren tau!, Aku jadi terlihat lebih pandai kalo pakai kacamata ini", ucap Sifa.

__ADS_1


"Kelihatan doank", sindir Asa


"Ya gakpapa kan ya, walaupun cuma kelihatan tapi itu sudah memberikan aura positif. Bahwa, orang yang melihat diriku ini tau kalo aku gadis yang pandai", jawab Sifa bangga.


"Cupu! Cupu ya cupu", Asa kesal.


"Asa! Serius dikit napa sih"


"Aku sama kamu itu gak bisa serius Sifa. Ah! Baiknya aku duduk sama Fani aja. Huh! Mumpung Nuha gak ada", ejek Asa menjulurkan lidahnya untuk Sifa.


...****************...


"Nuha, kamu gakpapa?", tanya Naru sambil menawarkan permen baru.


"Gak nolongin, malah nawarin permen", sahut Nuha.


"Mau gak?"


"Iya", jawab Nuha sambil membuka mulutnya.


"Nah, gitu kan manis. Dari tadi debat mulu sama Hawa. Gak kasihan sama aku sampe melongo terheran-heran".


"Uhuk! Hihi.. Hahahahaha", Nuha seketika tertawa.


"Kok ketawa?", tanya Naru heran sambil membantu Nuha membenarkan dirinya dan mengajaknya duduk nyaman di bawah pohon.


Nuha masih tertawa geli mendengar respon Naru yang begitu santai. Seolah, ucapan darinya sudah berlalu begitu saja.


"Udah Nuha.."


"Hihi.. Hahahaha.."


"Lucu ya?", tanya Naru tersenyum melihat ekspresi Nuha.


Nuha mengangguk.


"Enak?"


Nuha mengangguk masih menahan tawa.


"Haa ah. Tau gini, dari tadi udah aku kasih permen aja ke mulut meongmu itu", ucap Naru menghela nafas.


"Meong~", ucap Nuha menirukan.


"Nah bener gitu", sindir Naru.


Nuha masih menahan tawanya, membuat Naru semakin gemas. Tidak ada yang tidak sempurna sedikit pun dari Nuha di mata Naru. Keanehan, kemarahan, kesedihan, kekonyolan Nuha tidak akan mempengaruhi cintanya kepada Nuha. Dia akan tetap dan selalu menggandeng tangan Nuha dan menjadikannya cinta sejati.


"Cup!", Kecup Naru dibibir Nuha.


Naru memberikan senyuman, Nuha pun tersenyum. Perasaan Naru semakin lega. Dia kembali memberikan kecupan di bibir Nuha, sedikit lebih lama.


Nuha tersipu malu, Naru tersenyum. Naru memeluk Nuha lebih lembut dan sayang. Mengusap mesra kepala dan membelai lembut rambut indahnya.


"Apa sudah lebih baik?"


"Um", Nuha mengangguk.


"Syukurlah", ucap Naru simple.

__ADS_1


"Maafkan aku Naru"


"Tidak perlu minta maaf"


"Ini dari Hawa"


"Eh?"


"Aku jadi semakin aneh kalo aku selalu berganti gaya bicara seperti ini", keluh Nuha.


Naru hanya menggeleng-gelengkan kepala saja. Dia masih memeluk Nuha, berharap pelukannya bisa menenangkan perasaan Nuha dan Hawa.


"Meong..", Soya Datang mendekat.


Hidung Naru mulai geli, Hasying", dia bersin.


"Meong.."


"Soya, kamu juga mau minta peluk?", tanya Nuha dengan polosnya.


"Ha- hasying"


"Haa ah, aku lemah sama kucing Nuha", Naru menenggelamkan mukanya lebih dalam ke pelukan Nuha.


"Ha- hasyimm"


"Meong"


"Naru, kamu gakpapa?"


Naru menggelengkan kepala dan melepas pelukannya. Mukanya sedikit gatal dan hidungnya pun semakin merah. Dia benar-benar alergi dengan kucing.


"Nuha, maafkan aku. Bisakah aku menghindar sebentar dari Soya?"


"I-iya, ayo kita kembali aja ke kelas", ajak Nuha.


"Kamu yakin, kamu sudah tidak apa-apa?"


"Iya Naru. Santai aja, aku bisa kok mengatasi Hawa", Nuha tersenyum sambil membelai Soya.


"Aku bangga padamu Nuha. Aku akan selalu memberimu kebahagiaan", ucap Naru.


"Hawa, kamu sangat berharga bagi Nuha. Aku tidak pantas mengambil Nuha darimu, bahkan aku pun tidak berani mengambil Nuha dari para sahabatnya. Jadi, jangan khawatir. Aku sangat mencintai Nuha sepenuh hati tapi aku tidak akan mengambil Nuha dari kalian", lanjutnya.


"Hasying"


"Naru, ayo!", ajak Nuha menggandeng tangan Naru dan berjalan bersama.


"Bye Soya!"


"Cantik banget kamu Nuha", batin Naru.


Nuha dan Naru berjalan menuju kelas. Mereka saling melempar senyum dan tawa.


"Lain kali, kita panjat pohon bersama ya", ajak Naru.


"Eh? Umm..", Nuha menunduk malu.


"Gadis ini benar-benar seperti puzzle. Sangat rumit tapi menyenangkan. Semakin aku dekat dengannya, semakin dalam cintaku padanya", batin Naru.

__ADS_1


"Aku tidak akan takut dengan masa depan. Akan aku buktikan bahwa cintaku untuk Nuha adalah Optimis. Dan keyakinanku tidak akan goyah".


__ADS_2