
“Nuha, apa sudah lebih baik?”
“Umm..”
“Ada apa? Kok sedih?”
“Enggak Naru.. gak papa..”, Nuha mulai melepaskan diri dari pelukan Naru.
“Baiklah..”, Naru pun melepaskan pelukannya.
“Ya udah, yuk jalan lagi. Nanti kamu keburu pingsan lagi”, Canda Nuha.
“Eh?”, Naru jadi sedikit tersendir
Mereka berdua berjalan lagi menuju kantin. Tiba-tiba seorang siswa keluar dari kamar mandi yang mereka lewati. Dia adalah Raffy.
“Eh, teman baru”, Ucap Raffy
Raffy kaget melihat Nuha sedang berjalan bersama Naru. Begitu pula Nuha, tapi Nuha berusaha untuk tetap tenang dan mengendalikan diri.
“Sedang pacaran ya?”
Sindir Raffy. Dia melipat kedua tangannya dan menyandarkan diri di dinding. Sifatnya mulai iseng dan ingin mengganggu kebersamaan Nuha dan Naru.
“Kamu mengenalnya Nuha?”, Tanya Naru
“U-Umm..”, Nuha hanya tertunduk
“Haha.. kita teman sekelas di kelas tambahan D. Tapi gue lupa siapa namamu? Gadis pendiam sepertimu, ternyata diam-diam menghanyutkan juga ya. Benar-benar sangat polos” Sindir Raffy
“Tidak usah didengarkan Nuha”
Naru terus menggandeng tangan Nuha dan mengajaknya pergi meninggalkan Raffy. Tidak ingin membuat urusan dengan Raffy. Tapi Raffy masih keukeh untuk mengganggu mereka. Tanpa segan Raffy meraih tangan Nuha dan seketika langkah mereka terhenti lagi.
“Jauhkan tanganmu” Ucap Naru menghempas tangan Raffy
“Na-Naru” Ucap Nuha sedikit ketakutan
“Nuha kamu gakpapa?” Tanya Naru khawatir
“Cih!” Raffy mengejek
“Cowok ini kasar ternyata. Gue tidak ingin Nuha mendengar kata-kata kotor keluar dari mulutnya. Tapi, ini benar-benar sangat mengganggu.”
“Kalian berdua mau kemana? Hah?, Oh.. gue tahu.. berduaan begini pasti mau bercum-”
Belum selesai Raffy mengucapkan kata-kata kotornya Naru langsung melayangkan pukulannya kepada Raffy, namun meleset. Rasa lapar di perutnya mengganggu tenaganya. Tubuhnya menjadi sedikit tidak seimbang.
Mata Nuha bergetar, dia mulai ketakutan melihat Naru dan Raffy. Dia tidak ingin melihat mereka berdua bertengkar dan adu jotos. Naru yang melihat ekspresi Nuha benar-benar merasa cemas.
“Memukul yang benar itu seperti ini. Hah!” Ucap Raffy semakin keras dan gantian melayangkan pukulannya kepada Naru.
“Bug!” Naru terjatuh
“Damn! Gue heran, elu itu Naru kan? Siswa paling berprestasi di sekolah ini. Bisa-bisanya punya pacar. Ngapain punya pacar? Mengganggu saja” Ucap Raffy
“To-tolong hentikan” Ucap Nuha lirih
“Elo juga” Raffy menatap tajam ke arah Nuha
Naru semakin khawatir.
“DASAR GADIS MUR-”
Naru langsung mendorong Raffy dengan lengannya hingga Raffy terjatuh. Rafly pun datang dari arah belakang, langsung menutup kedua telinga Nuha dengan lembut.
“Jangan didengarkan ya” Ucap Rafly ramah
Ini kesempatan Naru untuk mengajak Nuha melarikan diri. Dia sedikit kaget melihat cowok yang tiba-tiba datang tersebut yang ternyata wajahnya mirip sekali dengan Raffy. Naru menggandeng tangan Nuha dan mengajaknya pergi meninggalkan mereka berdua.
“Tunggu! Dasar anj*ng!” Raffy mengumpat
“Jaga bicaramu Raffy!” Bentak Rafly
__ADS_1
“Kenapa elo harus kesini?”
“Karna gue tau, elo pasti mau berulah”
“Dasar saudara yang suka ikut campur!”
“Sudahlah Raffy. Alasan ke kamar mandi tapi lama sekali tidak kembali. Dan keyakinan gue benar ternyata elo hanya ingin berulah”
“Makanya tidak usah ikut campur urusan orang!”
“Elo saudara gue. Gue berhak ikut campur”
“kayak anak kecil saja” Raffy pun beranjak pergi meninggalkan Rafly
Rafly masih terdiam di tempatnya. Dia termenung melihat kepergian Nuha, “Dia Nuha.. ternyata sudah punya pacar ternyata” Gumamnya
“Naru, kamu gakpapa?”
Naru dan Nuha duduk di bangku kantin. Mereka berdua saling mengkhawatirkan satu sama lain. Nuha pun beranjak.
“Mau kemana?” Tanya Naru
“Aku.. aku akan memesankan makanan untuk kita berdua” Jawab Nuha
“Aku akan menemanimu”
“Naru..”
Setelah mendapatkan makanan untuk mereka berdua, mereka kembali ke tempat duduknya. Tidak lupa Nuha memesan segelas es kristal. Nuha mengeluarkan sapu tangannya dan membungkuskannya dengan satu buah es kristal.
“Nuha, mau ngapain?”
“Bi-bibirmu terluka”
“Ah, ini? Sedikit, gakpapa kok”
“Tapi..”
Naru melihat Nuha begitu mengkhawatirkannya. Dia pun menerima perlakuannya. Nuha dengan perlahan mengusap luka di bibir Naru dengan sapu tangannya yang dingin. Perlahan dan sebaik mungkin.
“Iya..”
“Benar-benar membuatku kaget”
“Maafkan mereka ya Naru”
“Eh? Kenapa kamu harus memintakan maaf untuk mereka Nuha?"
“Karena mereka adalah teman sekelasku. Aku jadi merasa gimana gitu”
“Kamu memang sangat peduli ya" Naru memegang kedua pipi Nuha
"Hangat" Nuha sedikit kaget
"Iya kah?", Naru melepasnya dan mulai memakan makanannya karena dia sudah merasa lapar sekali.
"Naru.."
"Hm?"
"Kamu biasa minum obat dengan dosis tinggi?"
"Iya, kenapa emang?"
"Enggak sih. Cuma.. Membuatku sedikit khawatir?"
"Khawatir kenapa Nuha?"
"Khawatir kalo kamu kekurangan waktu untuk istirahat"
"Gakpapa.. Kalo udah sembuh kan udah enakan"
"Naru.."
__ADS_1
"Nuha, kamu juga makan donk"
"Iya" Nuha mulai makan
"Gitu donk" Naru tersenyum
"Kamu makannya banyak Naru"
"Karna habis sembuh itu rasanya perutku sangat kosong. Jadi ingin makan"
"Naru, kamu harus selalu jaga kesehatan ya. Karna aku tau kamu itu begitu sibuk dan lupa mementingkan diri sendiri"
"Iya Nuha.. Kamu juga ya"
"Kalo aku mah gak usah dikasih tahu Naru.. Waktu aku itu kebanyakan buat tidur dan malas-malasan. Hehe"
"Syukurlah.. Membuatku lega kalo begitu"
Naru malah senang melihat Nuha menikmati hari-harinya sesuai apa yang dia inginkan sendiri. Dia juga tidak mempermasalahkannya atau menuntut lebih.
"Naru.."
"Iya?"
"Hari senin itu.. Keisha datang ke kelas aku"
"Lalu?"
"Dia telah mengembalikan buku sketsaku"
"Bagus donk"
"Gimana olimpiadenya? Aku, aku telah mencoba memberinya semangat sih"
"Ooh.. Semangat itu dari kamu ya?, Makanya dia terlihat senang dan percaya diri melaksanakan OSNnya"
"Uwaa~ Syukurlah"
"Kamu terlihat sangat senang Nuha"
"Iya aku senang sekali, ternyata aku bisa memberikan semangat untuk orang lain"
"Bukan untuk dia aja sih"
"Eh? Emang siapa lagi yang telah aku beri semangat?"
"Aku donk" Naru masih terus mengunyah makanannya dan tersenyum lucu
"Hum hum.."
Naru telah selesai makan. Ia menutupnya dengan mengemut permen. Dia memang selalu membawa permen di saku celananya.
"Kamu mau permen Nuha?"
"Umm.. Boleh"
Naru kemudian mengupaskan permen untuk Nuha, "Sini aku suapin"
Pipi Nuha sedikit memerah menerima suapan dari Naru, Nuha menerimanya namun tiba-tiba langsung melepehnya.
"Lhoh kok dilepeh?" Naru langsung menangkapnya
"Naru permennya pedas"
"Eh? Kamu gak suka permen pedas?"
"Iya.. Kupikir ini permen yang biasanya itu. Aku lebih suka yang itu. Aku gak suka permen pedas" Nuha memalingkan matanya
"Maaf yah, ini aku ganti"
Naru mengambil permen alpenlibel kesukaan Nuha, mengupasnya dan mengulangi lagi menyuapinya.
"Humm~ ini baru aku suka" Nuha tersenyum manis
__ADS_1
"Manis sekali" Puji Naru