
Dengan sedikit menjaga jarak, Naru memperhatikan Nuha yang masih bergembira bersama Hawa yang tidak terlihat. Nuha sedang menikmati kebersamaannya bersama Hawa, Hawa sendiri tanpa sadar sedang bebas dan bermain-main di udara. Seolah mereka telah melupakan kejadian waktu lalu.
"Aku sudah mengerti kok, Naru"
"Tanpa Hawa bercerita pun, ketika ia sudah kembali lagi ke tubuhku aku langsung bisa memahaminya. Tidak ada yang bisa kita sembunyikan satu sama lain"
"Kadangkala, kejadian yang selalu mendadak terjadi itulah yang memang menyebalkan dan memunculkan pikiran-pikiran negatif. Tapi, memang aku sendiri tidak bisa membohongi diriku sendiri, bahwa aku ternyata orang yang mudah panik. Aku masih perlu belajar banyak untuk bisa mengendalikan sifatku ini" Nuha pun tersenyum
"Kamu begitu mengagumkan Nuha"
"Terima kasih, Naru"
"Tadi pagi, Hawa ternyata pulang ke rumah. Ia ingin menyapa ibu supaya ibu tidak khawatir tau bahwa aku tidak ada di rumah. Makanya, dia menampakkan dirinya menjadi diriku asli. Tapi, taruhannya memang sangat menyakitkan"
"Taruhan?"
"Rasanya sakit. Jantungku seperti berhenti dan aku jadi merasa mau mati", Nuha langsung tertawa supaya ungkapannya tidak terlalu dianggap serius oleh Naru dan membuatnya khawatir.
"Nuhaaa" Lirih Naru
"Gak papa Naru" Nuha terus tersenyum
"Kuharap, kamu tidak akan melakukan itu lagi ya"
"Siap! Master!" Nuha langsung memberikan hormat kepada Naru. Naru tersenyum menghargainya.
"Nuha, Kak Muha jadi marah lhoh" Ucap Hawa yang masih melayang-layang di udara.
"Aku tahu, dia pasti akan marah besar"
"Dia akan menguburmu hidup-hidup kalo hari ini nanti kamu pulang" Hawa menakut-nakuti
"Haa?! Masa aku pulang mau dikubur? Gak mau pulang ah kalo gitu"
"Kalo kamu gak pulang, dia akan menjemputmu secara paksa"
"Merepotkan sekali?, Kamu bikin masalah aja deh Hawa!"
"Itu kan karna kamu sendiri Nuha!"
"Aku gak bikin masalah. Kamu yang bikin masalah!"
"Jangan salahkan aku donk!"
"Makanya jangan bikin masalah!"
"Kalo gitu aku gak akan balik ke tubuhmu!"
"Nah itu kan, bikin masalah lagi?! Jangan jahat deh Hawa!"
"Biarin, aku akan membuatmu malu setengah mati lagi dihadapan Naru"
__ADS_1
"Ja-jangan gitu donk. M-mmoo Onichan no Baka!!"
"Haa ~syungg!!" Kak Muha yang berada entah dimana kena bersin hebat karena sedang disindir oleh adiknya sendiri.
Nada manja dan tingkah konyol Nuha muncul lagi, membuat Naru selalu terheran-heran sendiri. Gadis kesayangannya benar-benar sangat menggemaskan jika seperti itu.
"Nuha, nanti pulang aku antar ya?"
"Eh? Apaaa?!" Nuha dan Hawa teriak bersama
Seketika Naru tertawa.
Di kelas saat jam istirahat berbunyi, Nuha mulai berjalan dan memasuki kelas. Sontak, membuat siswa yang masih di kelas kaget dan terheran-heran melihat Nuha yang tiba-tiba masuk sekolah. Asa langsung menarik Nuha menuju tempat duduknya.
"Nu-Nuha? Kukira kamu gak masuk sekolah" Ucap Fani
"Maaf ya teman-teman, aku tadi terlambat" Jawab Nuha
"Kamu gakpapa Nuha? Gak lagi sakit kan?" Tambah Sifa
"Aku baik-baik saja teman-teman" Jawab Nuha
"Lututmu, lututmu gakpapa juga kan Nuha?" Tanya Asa
"Sudah sangat baik" Nuha tersenyum bangga
"Aaa~ aku tau, pasti Naru yang telah mengobatinya" Sindir Asa
"A-Asa!!" Nuha jadi kepergok
"Bu-bukan begitu"
"Udah, sini ayo ceritain! Se-mu-a-nya! Pokoknya tidak boleh bohong dan tidak boleh ada yang ditutup-tutupin!" Jelas Sifa
Dengan kesusahan menelan ludah sendiri, Nuha dengan berat hati mulai menceritakan tentang kejadian kemarin yang keluar kelas bersama Asa dan tiba-tiba adik kelasnya sengaja menabraknya sehingga membuat Nuha jatuh serta buku sketsanya jadi berhamburan.
Seketika Nuha pingsan dan Naru langsung menolongnya. Membawanya pulang hingga Nuha pun tidur di rumahnya. Paginya ia sedikit menemui masalah sehingga membuatnya jadi terlambat pergi ke sekolah.
"Udah.. jangan tanya apapun lagi yah!" Nuha benar-benar grogi
"Eits! Pasti donk. Harus ada 5W dan 1H!" Sifa ngeyel
"Tuh kan, aku kan gak suka banyak bicara"
Nuha menangis buaya
"Kamu harus bisa membuka diri Nuha, apalagi kitakan sahabat. Harus saling terbuka donk!'
"Kita kan BestFANS" Kata Fani mengingatkan
"Duh aduuh~ hubungan kalian sudah sejauh ini yah. Berkembang dengan sangaaat manis" Ungkap Asa
__ADS_1
"Ta-tapi, ini bukan sebuah kesengajaan Asa"
"Kita tau kok, ini semua karena takdir, takdir yang telah mengatur hubungan kalian menjadi semakin manis" Ungkap Fani
"Manis, seperti..
"MADU!!" Ucap ketiga sahabat Nuha bersamaan
"~madu, di tangan kananku, ~racun, di tangan kiriku" Asa malah menyanyi. Membuat mereka berempat jadi tertawa bersama.
Mereka berempat jadi tidak pergi ke kantin karena waktu telah mereka habisnya hanya untuk mengorek informasi dari Nuha. Namun, itu tidak membuat masalah bagi mereka. Yang terpenting, kebersamaan dan selalu harmonis dengan sahabat kesayangan itu yang paling penting. BestFANS.
Hari ini tidak ada jadwal di kelas tambahan. Nuha merasa cukup lega karena dia tidak perlu memikirkan Naru saat Naru sendiri tidak ada di kelas tambahan. Di kelasnya sendiri, Nuha lebih tenang dan santai berfikir karena sedang bersama dengan ketiga sahabatnya, sehingga ia tidak terlalu memikirkan pacarnya itu.
Saat pelajaran setelah istirahat dimulai lagi, Asa bertanya-tanya, "Nuha"
"Iya?"
"Adik kelas kemarin kamu mengenalnya?"
"Aku.. kurang jelas sih melihatnya. Emangnya kenapa?"
Fani dan Sifa jadi ikut pasang telinga.
"Dia itu ternyata adik kelas didikan Naru"
"Didikannya? Maksudnya, dia adik kelas bimbingan Naru dalam mengikuti olimpiade matematika?"
"Nah itu tau.."
"Hayo.. ada apa dengan kalian?" Sifa mulai kepo
"Dia kayaknya gak suka kamu deh. Kamu harus bisa berhati-hati darinya ya Nuha" Ucap Asa
"Bila perlu, Aku yang akan melawannya kalo dia berani lagi mengganggumu" Tambahnya
"Asa.. gak usah repot-repot deh pasang badan buat Nuha. Kan ada Naru. Naru yang akan memarahinya" Ucap Sifa santai
"Teman-teman.. jangan Naru terus donk" Nuha semakin meleyot
"Enggak kok Nuha. Santai aja sama kita-kita" Tambah Fani
"Kalian memang sahabat terbaik. Aku, sangat berterimakasih kepada kalian. Kalian begitu baik"
"Iya donk, kita kan BestFANS!!" Ucap Sifa semangat
"Fani Asa Nuha Sifa, Terbaikk!!" Ucap Asa dan Fani lebih semangat lagi.
Mereka berempat jadi saling berpelukan. Kemudian berjalan keluar kelas di jam istirahat kedua. Kebetulan Kak Yuki lewat, Kak Yuki langsung berniat hendak mengajak mereka berempat mengikuti suatu kegiatan di kampusnya.
"Kak Yuki, lama gak jumpa" Ucap Sifa dengan senang
__ADS_1
Kak Yuki tersenyum namun lebih memberikannya kepada Asa.
"Cciieeee" Sorak ketiga sahabat Asa.