Puzzle Teen Love

Puzzle Teen Love
Pesona Dilan


__ADS_3

Tok tok tok”


“Selamat siang Pak Hanif”


Terdengar suara ketukan pintu dan suara seseorang yang hendak memasuki ruang bimbingan olimpiade matematika. Pak Hanif sebagai guru pengajar pun membalas salam tersebut dengan santai namun kemudian terkaget.


“Lhoh, Dilan? Ada apa datang kesini? Sedang mencari Naru?” Tanya Hanif


“Maaf Pak, tidak”


“Lalu?”


“Boleh saya bicara sebentar dengan Bapak?”


“Iya, silahkan”


Pak Hanif berkenan menemui Dilan untuk menerima perbincangannya. Beliau pamit sebentar kepada ketiga siswanya tersebut yaitu Juna, Keisha dan Lala untuk berbicara empat mata dengan Dilan di luar kelas.


Dilan hendak menyampaikan maksud untuk meminta izin menggantikan Naru sebagai asisten pembimbing pada hari ini. Dilan beralasan kepada Pak Hanif bahwa ia menggantikan Naru karena Naru sedang mempunyai urusan yang mendesak yang tidak bisa ia tinggalkankan. Namun kenyataannya, dibalik alasan tersebut bukan seperti itu. Dilan hanya ingin memenuhi permintaan Naru untuk mengambil hati Keisha dan mengembalikan mood belajarnya saja.


Pak Hanif pun menerima pengajuan diri dari Dilan, tapi beliau menjadi penasaran dengan urusan Naru yang tidak bisa ia tinggalkan tersebut. Beliau mulai juweh dan rasa keingintahuannya muncul dengan sangat iseng.


“Apa terjadi sesuatu dengan pacarnya?” 


Dilan langsung terkaget, “Maksudnya Pak?”


Pak Hanif tertawa, “Hahaha… Naru itu.. anak cerdas itu.. sekarang sudah punya pacar. Pasti sangat sulit baginya untuk membagi waktu kesibukannya dengan waktu untuk bersamanya?”


“Dasar Naru sialan?!” Batin Dilan


“Makanya saya tadi mencarinya di kelas sudah tidak ada”


“Bapak sampai mencarinya di kelas?” Tanya Dilan semakin kesal


“Hahaha.. ada apa dengamu anak muda?”


“Ti-tidak, maafkan saya Pak, saya kelepasan”


“Hahaha.. anak muda anak muda.. nikmatilah masa mudamu Dilan”


Sambil mulai berjalan memasuki kelas kembali, Pak Hanif melanjutkan ucapannya. Berniat membuat telinga Dilan semakin panas mendengar ucapannya, “Mungkin pacarnya sedang ingin manja dengannya, hahaha” Hanif masih saja tertawa


“Awas elu ya Naru kalo ketemu nanti” Dilan semakin geram


“Ha-Hasying!” Naru akhirnya bersin tidak jelas. Di waktu yang bersamaan, Naru ternyata sedang bersama Nuha dan teman-temannya di rumah sakit. Pikirannya terganggu dan bersin yang tiba-tiba itu membuatnya merasa ada seseorang yang sedang membicarakannya di belakang. 

__ADS_1


“Elo kenapa?” Tanya Asa heran


“Seseorang sedang membicarakanku di belakang” Jawab Naru sambil mengusap ingusnya


“Iya bener, tadi guru matematika mencarimu di kelas tambahan”


“Duh, sampai dicariin segala. Tapi, untung gue sudah serahkan pada Dilan untuk hari ini” Batin Naru dengan sedikit rasa bersalah


“Ngomong-ngomong ada perlu apa elu ngajak bicara empat mata dengan gue, Asa?” Tanya Naru penasaran sambil menatap fokus ke arah Nuha


“Pandanganmu untuk Nuha tidak pernah teralihkan ya Naru” Puji Asa


Naru terdiam malu


Dilan masih diselimuti oleh perasaan kesal dan tangan yang mengepal keras itu ingin sekali segera ia layangkan pukulannya kepada Naru. 


“Silahkan, Dilan. Perkenalkanlah dirimu. Dan, mohon pendampingannya ya” Ucap Pak Hanif


Akhirnya Dilan mulai memperkenalkan diri kepada ketiga calon peserta olimpiade tersebut. Juna dan Lala tidak merasa asing dengan sosok Dilan, mereka sudah tahu dan mengenal tentang siapa sebenarnya Dilan. Mata Lala berkaca-kaca sedangkan Juna tampak tenang mendengarkan. Keisha masih sibuk dengan catatannya. Dilan pun mulai berjalan menghampiri tempat duduk Keisha dan Lala.


“Kakak kelas itu, pesonanya tidak pernah habis membuat para gadis terkagum-kagum” Juna merasa cemburu


“Hai Kak Dilan, aku Lala” Ucap Lala dengan mata yang berkaca-kaca


Dilan membalasnya dengan tersenyum.


Akhirnya, Keisha pun mengangkat kepalanya. Merasa penasaran dengan siapa sosok yang Lala maksud. Dilan tanpa basa-basi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengambil hati gadis sombong nan manja itu. Keisha kaget, melihat sosok seorang cowok yang tinggi, putih dan tampan telah berdiri di depan mejanya. Hatinya pun berdebar-debar.


“Kudengar, namamu Keisha yah?” Tanya Dilan dengan ramah


“Um.. I-Iya..” Mendengar suara Dilan Keisha sedikit tersipu dan memalingkan matanya


“Kenalin, aku Dilan. Karna kamu adik kelasku, jadi panggil aku Kak Dilan ya” Pinta Dilan


Dilan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan tanda berkenalan dengan Keisha. Keisha semakin gugup dan semakin menjaga imagenya. Lala tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu. 


“Orang yang mudah jatuh cinta memang seperti itu yah” Gumam Lala


“Pandai kamu” Dilan langsung memuji ucapan Lala, membuat Lala semakin berbunga-bunga


“Yosh! Okei! Sebagai reward hari ini kalau kalian bisa berlatih sungguh-sungguh dan berhasil mengerjakan tes dari saya, saya akan traktir dan memenuhi permintaan apapun dari kalian!” Ucap Dilan memecah suasana 


Pak Hanif pun tidak segan memberikan tepuk tangan untuk siswa-siswanya dan menambahkan semangat untuk mereka.


“Kamu memang hebat mengambil hati murid saya Dilan” Ucap Hanif

__ADS_1


“Aku juga gak mau kalah, aku juga harus bisa minta traktir pada kak Dilan” Gumam Juna semakin bersemangat


Lala semakin berkaca-kaca sedangkan Keisha juga ingin mencobanya. Mendapatkan kesempatan ditraktir dan dipenuhi segala permintaannya adalah keberuntungan yang harus dia dapatkan juga.


“Naru, gue mau tanya” Ucap Asa


“Kenapa elu gak pernah berkirim pesan ataupun telfonan dengan Nuha?” Tanya Asa


“Eh? Elo masih nanyain itu?” 


“Iyalah, ini penting. Gue gak mau ya kalo elo sampe mempermainkan sahabat gue. Dan, kalo sampe perasaanmu terhadapnya masih setengah-setengah”


Naru masih berfikir mencari jawabannya.


“Gue sayang sama Nuha. Bahkan seratus persen dan lebih dari itu gue bener-bener jatuh cinta sama dia. Gue bener-bener cinta sama dia”


“Yaelah, segitunya bucin” Ejek Asa mengganggu perasaan Naru


“Tapi..” 


“Tapi? Tapi apa?!” Asa mengubah moodnya


“Untuk sekarang, gue gak bisa seegois ini untuk memiliki Nuha seutuhnya. Gue ingin Nuha tetap dengan kehidupannya sendiri dan selalu menikmati kebahagiaannya sendiri.”


“Maksudnya gimana? Haah?!”


“Lihat aja itu!  Sifa aja sampai marah ke dia”


“Hah?” Asa mulai bingung


“Kebersamaan gue dengan Nuha membuatnya buta dan cemburu. Padahal gue pikir, gue juga gak sering-sering banget ketemu Nuha. Apalagi kalo kita harus berkomunikasi juga lewat HP, duh.. gue gak mau kalo membuat hubungan persahabatan kalian menjadi semakin rumit gara-gara gue” Jelas Naru


“Dasar pacar yang gak pernah nuntut. Salut gue!” Asa gemas dan memuji Naru sambil mengalungkan lengannya ke leher Naru


“Makanya, gue gak mau menjadi pengganggu diantara kalian berempat”


Asa langsung tertawa


“Sudahlah, kalian pulang saja saja” Pinta Naru


“Eh? Kenapa?”


“Kasihan Nuha, dia sedang sakit tapi Sifa malah badmood kedia”


“Okei, okei.. Serahkan Sifa ke gue dan Fani. Sebagai gantinya, jagain Nuha kita ya! Bikin dia bahagia, awas kalo suatu hari dia sampai ngeluh kekita gara-gara dia kecewa sama elu”

__ADS_1


“Iya, gue ngerti”


__ADS_2