Puzzle Teen Love

Puzzle Teen Love
Awal bulan Nopember


__ADS_3

"Hari senin pertama di bulan Nopember, okei"


Setelah Nuha meregangkan dirinya dari bangun tidur, dia mengambil kalender di atas meja dan mulai menghitungnya. Dia melingkari tanggal 20 Nopember sebagai hari lahirnya. Sebagai pengingat hari mulai berjalan menuju hari yang dia tunggu-tunggu. Hari lahir Nuha.


"20 Nopember, hihi hari lahir aku. Emang istimewanya apa? Gak ada sih? Keluargaku tidak pernah merayakannya. Cuma, bestFANS selalu memberiku kado" Nuha tersenyum


"Apa Naru tau tentang hari lahirmu Nuha?, Hum.. Sepertinya enggak deh"


Nuha teringat saat dia melihat Golden ID Card milik Naru, dia membaca hari lahir Naru yaitu tanggal 10 Mei. Ia sedikit kecewa karena hari lahir Naru telah berlalu, sehingga dia pun tidak ingin mempertanyakannya kepada Naru.


Nuha tersenyum-senyum sendiri dan berbicara sendiri, kemudian dia melompat dan turun dari kamar untuk membantu ibu di dapur.


"Selamat pagi Ibu"


"Eh? Nuha?, Selamat pagi"


"Nuha mau bantu ibu masak di dapur"


"Waah.. Hebat donk. Bangunmu sampai bisa mengalahkan kakakmu. Ada angin apa nih sayang?"


"Angin? Angin apa ibu?" Nuha malah jadi bingung


"Duuh.. Ibu jadi terharu kamu mau bantu Ibu di pagi-pagi buta ini Nuha sayang"


"Nuha senang kok Ibu"


Nuha membantu Ibu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan di pagi hari, seperti menyapu, menyiram tanaman, menjemur pakaian dan memasak. Setelah selesai ia mulai pergi mandi dan berdandan rapi memakai seragam.


Suasana sarapan pun sangat menenangkan. Muha pun cukup tenang memandangi adiknya yang lumayan mengalami perkembangan. Ia mencoba untuk membiarkannya dulu menikmati apa yang ingin Nuha lakukan dari pada harus menganggunya lagi. Dia khawatir akan membuat masalah kepada adiknya.


"Muha, wisudamu desember kan?" Tanya ibu mengingatkan


"Iya"


"Tanggal berapa? Ibu lupa Muha"


"Tanggal 10 Ibu"


Ibu langsung melingkari tanggal 10 Desember di kalender meja mini bar. Nuha pun juga tidak ingin kalah. Dia meminta ibu juga melingkari tanggal 20 Nopember. Ibu menjadi bertanya-tanya.


"Hari lahirnya Nuha ya? Kenapa? Minta dirayain" Tanya Ibu. Ibu bisa mengingat tanggal tersebut sebagai hari lahir Nuha. Hanya saja ini baru pertama kali Nuha minta tanggal tersebut dilingkari. Apa dia menginginkan sesuatu?


"Enggak kok Ibu.. Hehe.."


"Nuha berangkat ya" Nuha langsung pamit dan memeluk ibunya untuk segera berangkat sekolah.


"Ada apa dengan Nuha, Muha?"


Muha hanya menggelengkan kepala kemudian melanjutkan sarapannya.


Di perjalanan ke sekolah, Nuha mengayuh sepedanya dengan santai. Amalia yang mengendarai motor pun menghampirinya.


"Hai Nuha"

__ADS_1


"Eh, Amalia"


"Mau aku tarik"


"Boleh"


Sudah biasa saat Amalia berjumpa dengan Nuha, dia selalu menawarkan diri untuk menarik Nuha saat bersepeda. Nuha pun tidak merasa takut, melainkan merasa sangat senang.


Sampai di seberang jalan menuju gedung sekolah, Amalia melepas tarikannya dan melambaikan tangan perpisahan. Nuha melanjutkan mengayuh sepedanya. Terlihat Naru sedang berjalan kaki, Nuha pun menyapa sambil terus mengayuh sepedanya sampai ke parkiran. Tiba-tiba topi yang Nuha pakai terlepas terbawa angin. Akhirnya Naru yang menangkapnya.


Naru menunggu Nuha di dekat pintu gerbang.


"Naru.." Nuha melambaikan tangan sambil berlari


"Selalu saja membuatku khawatir" Naru langsung menghampirinya, menangkap tubuh Nuha yang hampir saja tersandung lagi


"Hehe.. Makasih ya Naru"


"Nih, topi kamu" Naru langsung memakaikannya di kepala Nuha. Seperti biasa, Nuha terlihat berbeda dan sangat manis.


"Naru, ayo kita masuk"


"Eh, tunggu" Naru langsung memegang tangan Nuha


"Ada apa?"


"Nuha, hari ini nanti aku dan guru akan mengantar adik kelas yang mau olimpiade matematika. Doakan ya semoga lancar"


"Iya" Nuha tersenyum manis


Nuha mengeluarkan spidol permanen dari dalam tasnya dan menuliskan sesuatu di telapak tangan Naru.


"Naru, berikan tanganmu"


"Gimana?" Naru bingung


"Gini" Nuha meraih kedua tangan Naru dan membuka kedua telapak tangannya. Menulis kata "Na" di telapak tangan kiri dan kata "Ru" di telapak tangan kanan.


"Naru. Baguskan?"


"Maksudnya gimana Nuha?"


"Coba deh dibuka saling bergantian. Pasti lucu. Aku yakin kamu pasti akan tersenyum dan percaya diri" Ucap Nuha jujur


"Begini?" Naru mulai menggerakkannya


Dia akhirnya tersenyum dan merasa geli sendiri dengan semangat yang diberikan Nuha untuknya. Apalagi Nuha ikut membacanya sambil menggelengkan kepala dan dengan nada kekanak-kanakan. Naru semakin gemas.


"Na- Ru"


"Na- Ru"


"Na- Ru"

__ADS_1


Naru tertawa geli. Naru kemudian melepas syalnya dan memakaikannya ke leher Nuha. Melingkarkannya simpel dan serapi mungkin. Serta merapikan rambut Nuha yang mulai panjang di bawah bahu.


"Kita tukaran ya?" Nuha kemudian melonggarkan topinya dan mencoba memakaikannya di kepala Naru. Dia sedikit kesulitan karena harus jinjit untuk meraih kepala Naru. Naru tersenyum gemas.


Saat wajah mereka saling mendekat dan mata mereka saling bertatapan, jantung mereka jadi saling berdebar-debar. Mata Naru berani namun Nuha mulai tidak fokus. Bel masuk pun mengganggu.


"Naru ganteng banget" Batin Nuha


Nuha memberanikan diri dan, "Cup!" Dia memberikan kecupan untuk Naru dan langsung berlari meninggalkannya.


Naru kaget sekaligus merasa senang hingga tenaganya menjadi lebih full karena kecupan manis dari Nuha. Dia tersenyum menatap kepergian Nuha.


Seseorang sedang menunggu di depan kelas Nuha. Nuha teringat ternyata dia adalah adik kelas Naru yang mengikuti olimpiade. Gadis itu membawa sesuatu, buku sketsa Nuha yang akan dia kembalikan kepada pemiliknya.


"Kak Nuha"


"I-iya?"


"Ma-maafkan aku. Tolong maafkan aku, karna aku sudah membuat masalah dengan kakak" Ucap Keisha sambil menyerahkan buku sketsa Nuha dengan sungguh-sungguh


"Eh? Tidak apa-apa" Nuha kaget dengan permintaan maaf Keisha yang sangat sungguh-sungguh


Keisha masih menundukkan kepalanya.


"Umm.." Nuha jadi bingung


"Semoga, olimpiadenya lancar ya. Kamu pasti bisa dan membawa keberhasilan" Ucap Nuha memberi semangat dan tersenyum ramah


"Dia bahkan rela tersenyum manis dan sangat ramah kepadaku" Batin Keisha


"Namamu siapa?" Tanya Nuha


"Eh? Aku Keisha kak. Dari kelas 11 MIPA"


"Keisha, good luck ya! Chayo! Semangat! Aku yakin kamu bisa dan pasti menang" Ucap Nuha sungguh-sungguh


"I-iya kak, terima kasih" Keisha benar-benar merasa tersanjung dan tersipu malu


"Terima kasih juga karna kamu mau mengembalikan buku sketsaku, Keisha"


"Ka-kakak"


"Gak usah dipikirin lagi. Fokus pada olimpiademu. Aku yakin kamu pasti berhasil"


"Iya kak, kalo gitu.. Aku pamit ya"


"Iya, hati-hati Keisha" Ucap Nuha sambil melambaikan tangan melihat Keisha berjalan meninggalkannya.


Entah kenapa Nuha terlihat sangat ramah, ceria dan bersemangat menjalani hari-harinya sekarang. Dia merasa sedang sangat bahagia.


"Nuha ayo cepat! Kita akan terlambat upacara" Ajak Fani


"A iya Fani, aku taruh dulu tasku ya"

__ADS_1


"Iya, ayo cepat aku tunggu" Ucap Fani


__ADS_2