
Hari Selasa, Rabu dan Kamis adalah hari dimana ada kelas tambahan di jam setelah jam reguler selesai. Dilaksanakan dari pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Setelah satu bulan berlalu akan diadakan tryout untuk menguji kemampuan anak kelas 12 kemudian kelas akan dirolling sesuai hasil dari tryout tersebut.
Nuha masih saja di kelas D. Kemampuan belajarnya benar-benar sangat standar. Dan mulai hari ini, dia akan lebih bersungguh-sungguh belajar dan menaikkan level supaya bisa naik tingkat.
Walaupun Sifa sudah memberitahunya sebelumnya, Nuha masih belum menyadarinya. Saat dia bersama Asa masuk ke kelas D, ternyata kelas tersebut sudah penuh dengan para siswa. Termasuk siswa yang Nuha kenal seperti, Ziya, Ito, beberapa teman kelas Fnya dan Dilan. Dia sedikit terganggu oleh Dilan.
Nuha melihat tempat duduknya telah dipakai oleh orang lain, begitu pula tempat duduk Asa. Nuha dan Asa masih mencari-cari tempat duduk yang kosong. Ada di baris kedua sebelah kanan dekat pintu masuk kelas. Akhirnya Nuha duduk di kursi baris kedua, urutan kedua dari sebelah kanan. Asa duduk di kursi sebelah kirinya.
“Hai Nuha. Lama gak jumpa” Sapa Ziya
“Ziya? Oh iya.. Kamu.. umm.. Di kelas D ini lagi?” Nuha sedikit sungkan menanyakannya
“Iya nih. Tryout kemarin aku kurang fokus mengerjakannya, jadi turun ke D lagi deh. Hehe” Jawab Ziya simple
“Siapa Nuha?” Tanya Asa
“Asa, ini Ziya. Teman pertama saat aku di kelas D awal dulu itu” Jawab Nuha
“Ziya, ini Asa. Sahabat aku” Imbuhnya
Asa dan Ziya saling melempar sapaan dengan ramah. Terlihat seorang siswa di belakang Nuha tampak sinis dan sedikit merasa kesal. Sedangkan, siswa di depan dan di belakang Asa ikut memperhatikan.
“Nuha, kamu tidak ingin menyapaku?” Tanya siswa cowok di belakang Nuha
“Aduh, Ada Dilan” Batin Nuha
“Elo mah gak usah” Timpal Asa
“Dasar!” Dilan pun mengeluh dan menenggelamkan mukanya lagi ke dalam meja.
Saat Asa hendak mengambil sesuatu dari dalam tasnya, tiba-tiba penggarisnya ikut terdorong keluar dan terjatuh. Nuha langsung tanggap begitu pula seorang siswa di depan dan di belakang Asa. Mereka bertiga reflek bersamaan mengambil penggaris Asa yang terjatuh di lantai.
Nuha terpaku menatap kedua siswa cowok tersebut. Terlihat sangat asing dan berbeda dari siswa yang lain, tapi Nuha seperti melihat sebuah kaca.
“Ke-Kembar?!” Nuha histeris berteriak
Guru pun memasuki kelas. Nuha salah tingkah dan kembali ke tempat duduknya. Ia malu menarik perhatian bagi siswa yang lain, termasuk guru yang sedang masuk ke dalam kelas.
__ADS_1
“Ada apa mbak?” Tanya guru
“Eh, bu guru.. umm.. maaf.. gak papa bu.. maaf” Ucap Nuha terbata-bata
“Nuha Nuha..” Asa menggeleng-gelengkan kepala heran
“Hai.. kenalan yuk” Ajak siswa yang berada di depan Asa
“Tidak.. jangan lagi..” Nuha pesimis tidak ingin mengenal cowok lagi, dia takut akan timbul prasangka-prasangka aneh di dalam hatinya maupun hati siswa tersebut kepadanya.
“Naru..” Ucap Nuha lirih
“Aku Raffy” Ucap cowok yang berada di depan Asa
“Dan di belakang gadis judes ini. Itu dia Rafly” Imbuhnya
“Apa? Elo bilang gue gadis judes” Asa ikut menimpali
“Nuha itu milik gue. Kalian jangan ikut campur ya” Ucap Dilan galak
“Sudah anak-anak. Tolong kembali fokus ke depan kelas” Ucap guru
Raffy dan Rafly adalah siswa kembar dari kelas 12A reguler jurusan Bahasa. Sedangkan, Ziya teman lama Nuha adalah siswa dari kelas 12C reguler jurusan MIPA.
NOTE: -REMINDER-
Sekolah Nuha adalah sekolah umum sekaligus sekolah yang memiliki kejuruan. Sehingga namanya adalah Sekolah Menengah Kejuruan Atas atau disingkat SMKA. Sekolah unik yang satu-satunya ada di kota tempat tinggal Nuha. Sekolah tersebut memiliki enam kelas, dengan dua kelas jurusan MIPA, dua kelas jurusan Bahasa dan dua kelas jurusan Multimedia.
“Makin aneh aja kelas D kita Nuha” Ucap Asa ketus
“Iya” Nuha mengeluarkan air mata buayanya
“Kamu gak kangen Naru?” Canda Asa
Dilan yang mendengarnya langsung sensi, “Jangan ada Naru di telinga gue! Asa! Awas elo ya kalo coba-coba lagi”.
Dilan benar-benar terlihat sangat berbeda, pesonanya terlihat sedikit meredup karena ada badai di dalam hatinya.
__ADS_1
“Asa, baru aja hari pertama. Jangan bicara seperti itu” Bisik Nuha
Padahal Nuha sendiri juga baru saja merindukan Naru, karena dia merasa terganggu dengan kelas Dnya yang terlihat sangat berbeda. Dia ingin mengeluhkannya kepada Naru.
“Hawa.. aku melihat di kelas D ini ada siswa kembar. Ini sangat asing bagiku. Tapi, aku jadi mengingatmu lagi. Bahwa kita pun sama, kembar seperti mereka. Hanya saja, mereka berdua nyata. Sedangkan, aku dan kamu.. aku.. dan kamu.. kamu.. di mana Hawa?” Batin Nuha
“Kalian berdua ini benar-benar sangat kembar ya, gue sampe belum bisa membedakan kalian” Ucap Asa melirik kedua cowok kembar sambil mencari-cari perbedaannya.
“Gampang banget kalo kalian mau mengingat kita” Ucap Raffy yang berada di depan Asa
“Eh?” Asa penasaran
“Kalo di belakang itu kan Rafly. Dia sedikit lebih kurus dari gue, lebih kalem, pendiam dan lebih ramah juga dari gue” Jawab Raffy jujur
“Hm.. benar juga ya..” Asa berfikir
“Rafly juga terlihat lebih ganteng daripada elo” Sindir Asa kepada Raffy
“Haha.. bisa aja elo” Balas Raffy
Hari ini pelajaran di kelas tambahan D adalah bahasa indonesia. Guru mulai mengabsen satu per satu siswa yang berada di kelasnya, kemudian baru melanjutkan pelajaran. Para siswa tampak serius memperhatikan pelajaran. Sedangkan, Dilan masih terpaku menatap Nuha yang berada di depan.
“Akhirnya gue bisa sengaja sekelas dengan Nuha. Prediksiku sangat tepat untuk bisa turun kelas di kelas D. Sedangkan Nuha juga masih tetap di kelas D” Gumam Dilan
Nuha sedikit bergidik ngeri berada duduk di depan Dilan. Perasaan tidak nyaman dan terasa terancam seperti menghantuinya. Dia tidak ingin Dilan mulai mengganggunya lagi seperti dulu.
Niat Nuha untuk bersungguh-sungguh akhirnya goyah juga. Nuha sedikit mengeluh dan bersedih. Dia berusaha untuk terus memperhatikan guru dan mencatat dengan baik supaya perasaannya bisa teralihkan.
“Bahasa Indonesia memang sangat membingungkan ya” Keluh Asa mengacak-acak rambutnya sendiri
“Aku juga bingung Asa” Batin Nuha ikut mengeluh
“Haha.. santai aja. Bahasa Indonesia itu mudah kok. Kalo kalian mau berteman dengan kita, kita bisa ajari kalian dengan sangat mudah” Ucap Raffy menoleh ke belakang
“Jangan modus ya kalian berdua..!!” Ancam Asa dengan melemparkan telunjuknya kepada Raffy dan Rafly. Raffy terlihat garang namun Rafly meresponnya dengan tenang dan tersenyum.
Rafly mengarahkan pandangannya kepada Nuha, dia penasaran dengan Nuha. Gadis berkucir air mancur itu menarik perhatiannya.
__ADS_1