
"Gays, hari minggu kita ke CFD yuk", ajak Sifa.
"Are you crazy Sifa?, Sepedaan sampe ke CFD? Gila gila gila", jawab Asa heran.
"Aku juga gak mau Sifa, jauh", Jawab Nuha.
"Ye siapa bilang ke CFD sepedaan?"
Ajakan Sifa yang tiba-tiba tersebut membuat ketiga sahabatnya heran dan terkaget-kaget. Namun, dia tidak bermaksud untuk mengajaknya kesana dengan naik sepeda.
"Lalu kita naik apa kesananya?", Tanya Asa masih heran.
"Gays..", Ucap Sifa menghela nafas sejenak.
"Gini.. Dimas itu mau ngajak aku ke CFD. Kita mau boncengan naik motornya. Kalian ikut yah?"
"Enggak ganggu nih?", sindir Asa
"Enggak lah. Makanya kalian bisa ke CFD naik motor juga", Sifa melirik ke Nuha.
"Eh?", Nuha bingung.
"Ooh gitu. Jelasin dulu donk makanya, bikin kita kaget aja", Jawab Asa.
"Gimana? Setuju nggak?"
"Tapi aku mau naik motornya siapa? Aku kan belum boleh naik motor sendiri. Kalo kakakku tahu pasti juga gak boleh", Jawab Nuha.
"Dasar Nuha masih kecil", Ejek Asa.
"Aku bisa menjemputmu Nuha, kita bisa berangkat bareng naik motorku", Imbuhnya.
"Kalo kamu Fani?", Tanya Sifa.
"Rumahku dekat kok dari tempat CFD, aku bisa jalan kaki or naik sepeda kalo kesana. Santai aja", Jawabnya dengan sambil mencatat pelajaran.
"Okei fix, berarti bisa ya hari minggu kita bareng-bareng ke CFD?", Tanya Sifa menyakinkan.
"Iya bisa", jawab Nuha, Asa, Fani kompak.
Beruntung sekali Sifa. Setiap dia punya rencana untuk ketiga sahabatnya selalu saja berhasil. Feeling dan keyakinannya sangat ampuh.
"Eh, kalian mau ke CFD ya?", Tanya Fiya tiba-tiba.
"Fiya?", Asa kaget.
"Kalo kalian ke CFD jangan lupa mampir di warung aku ya. Aku dan orang tuaku biasa jualan disana"
"Oh okei Fiya, siap!", Jawab Sifa yakin.
"Haaah..", Ketiga bestFANS hanya bisa menghela nafas.
Hari minggu pun tiba. Rencana ke CFD pun tiba. Pukul setengah enam Sifa dan Dimas sudah mulai berangkat. Fani masih tertidur lelap di rumahnya. Nuha pun juga masih tertidur lelap di rumahnya. Sedangkan, Asa sudah mempersiapkan diri dan memanasi motornya.
Rencana Asa menjemput Nuha jam enam. Alarm jam Nuha pun berbunyi, jam enam lebih empat puluh lima menit. Nuha bangun dan bergegas untuk bersiap-siap.
__ADS_1
Nuha menuruni tangga dan menuju dapur menyapa ibu dan kakak, "Selamat pagi Ibu, Kakak".
"Selamat pagi Nuha, jadi ke CFD?", Tanya Ibu.
"Iya Ibu", jawab Nuha.
"Mau ketemuan sama bocah nakal itu lagi", Tanya kakak curiga.
"Hus!" Sanggah Ibu.
"Enggak Kak, kita berempat yang mau ke CFD", Jawab Nuha dengan senyum kecut.
"Aku akan mengawasimu kalo gitu", Ancam kakak dengan menembakkan dua matanya kepada Nuha.
"Kakak!", Bentak Nuha
"Iya iya, kakak percaya", Muha pun langsung patuh.
"Gitu donk", akhirnya Nuha tersenyum manis.
Terdengar suara motor dari luar rumah. Asa telah sampai di depan rumah Nuha. Nuha yang mendengarnya langsung berpamitan kepada Ibu.
"Ibu, Nuha berangkat dulu ya"
"Iya Nuha, hati-hati" Jawab Ibu
Nuha berjalan keluar rumah diikuti Ibu. Asa turun dari motor untuk memberi salam kepada Ibu Nuha. Ibu Nuha pun membalasnya dengan ramah.
Asa dan Nuha berangkat. Menikmati perjalanan sambil mengobrol santai.
"Nuha"
"Kelas tambahan kita jadi beda banget yah tanpa Naru"
"Eh?, umm.."
"Aku gak nyaman dengan anak kembar itu"
"Aku juga", batin Nuha.
"Nuha!"
"Apa?", Nuha kaget.
"Besok, apa kita pindah kursi aja ya?, Besok kita harus bisa datang lebih awal untuk mengambil kursi yang kosong"
"Boleh begitu?"
"Boleh aja culun!"
"Dasar Asa" Nuha meleyot
"Aku gak mau duduk berada diantara mereka. Pokoknya kita harus bisa pindah kursi"
"Okei" Jawab Nuha singkat.
__ADS_1
Sifa dan Dimas sudah menunggu di tempat janjian, yaitu di depan gedung Mall. Car Free Day, jalan bebas motor yang yang diadakan setiap hari minggu di jam pagi. Jalanan yang digunakan untuk bersepeda santai dan jalan-jalan santai.
Ramai orang sudah berada di sana. Ditambah stand-stand yang berjejer di pinggir jalan, sungguh menarik minat para pejalan kaki. Penjual kaki lima pun juga tidak mau kalah untuk menjajakan dagangannya.
Fani datang dengan sepedanya bersama adik perempuannya. Dia mengajak adik perempuannya yang masih duduk di kelas 2 SMP.
Nuha dan Asa juga sudah sampai. Setelah memarkirkan motor, mereka berdua berjalan menemui Sifa, Dimas dan Fani.
"Hai Asa Nuha, selamat pagi" Sapa Sifa melambaikan tangan dengan ceria
"Yang sudah balikan lagi, rasanya happy banget deh. Huek" Sindir Asa
"Jangan gitu donk Asa", Nasehat Fani
"Iya iya", Asa nyengir
"Ya udah yuk kita jalan", ajak Sifa
Sifa mulai jalan berdampingan dengan Dimas. Fani bersama adiknya, sedangkan Nuha bersama Asa.
"Di daerahku sana juga ada CFD sih gays, tapi kalo kalian aku suruh ke sana pasti kejauhan khan.. Jadi kita janjian aja di CFD sini. Lebih dekat buat kalian kan?", Ucap Sifa
"Iya, makasih ya Sifa kamu sangat perhatian ke kita", jawab Nuha.
"Hueek", Ejek Asa
"Asa, kamu ini kenapa sih?", Fani terheran-heran
"Dia iri deh tu gak punya pasangan", tambah Sifa memanas-manasi
"Hei, ini masih pagi. Udaranya masih segar, kenapa kalian sudah pada panas gini sih", Nuha ikut-ikutan
Mereka langsung tertawa mendengar ucapan Nuha. Suara Nuha itu sangat lembut, namun saat dia mulai bicara banyak suaranya berubah jadi nyaring dan kekanak-kanakan.
"Katanya warungnya Fiya di sekitar sini teman-teman, kita sarapan dulu gimana di warungnya", ajak Fani
"Ide yang bagus tuh. Yuk kita cari", Ajak Sifa
"Sifa..!", Tiba-tiba suara Fiya memanggil
"Nah tu Fiya", Ucap Asa
"Ayo gays", pinta Sifa
"Iya iya," Balas Asa
Seperti rombongan saja, enam anak remaja mampir di warung makannya Fiya. Warung makan Fiya cukup kecil, namun tempat makannya menggunakan tikar yang dialaskan di pinggir jalan. Sehingga sangat cukup untuk menampung beberapa pelanggan.
Setelah mereka selesai makan, mereka melanjutkan jalan-jalannya. Banyak stand yang mencuri perhatian mereka.
Termasuk ada stand peralatan MultiMedia yang sangat menarik perhatian Asa. Asa mengajak ke sana dan semua mengikutinya.
Melihat-lihat peralatan Multimedia membuat Asa terkagum-kagum. Bukan hanya rombongan Asa saja yang menguruminya, namun banyak juga orang lain yang tertarik.
Bahkan bisa mendapat training di tempat, atau hanya sekedar coba-coba. Stand tersebut ternyata dari sebuah universitas. Sehingga sudah dihandle sebaik mungkin.
__ADS_1
Seorang berkaca mata bulat datang sambil menjinjing beberapa alat video shooting. Dia ternyata Yuki, dia baru saja memulai rekaman beberapa peristiwa yang ada di CFD tersebut.
Asa terlihat sangat fokus melihat-lihat alat Multimedia. Nuha yang terlihat sendiri mulai mengarahkan pandangannya ke seluruh wilayah CFD. Tiba-tiba ada seseorang yang menyambar tangannya, mengajaknya pergi.