
“Nuha, kamu tahu gak Kak Yuki juga ikut jengukin kamu lho..”
“Iya kah?”
“Iya, dia sedang bersama kakakmu di bawah..”
“Ooh..” Jawab Nuha santai
Nuha turun dari kasur dan mulai mengobrol asik dengan ketiga sahabatnya. Duduk beralaskan karpet sambil menikmati camilan bersama-sama, seperti sedang pesta piyama saja tapi bukan di malam hari. Mereka menikmati kesenangan mereka bersama.
“Kak Yuk itu.. sudah biasa main ke rumah kok teman-teman” Ungkap Nuha
“Tapi, aku tidak terlalu mempedulikannya sih hehe.. Makanya aku gak tertarik buat ceritain ke kalian” Canda Nuha
“Wah, kamu bisa bercanda juga ya Nuha. Dasar cewek pendiam” Ejek Asa
“Kamu ini, manusia jenis apa sih Nuha? Seperti tidak punya masalah saja. Kamu gak ingin curhat atau sedikit cerita-cerita apa gitu ke kita” Tanya Sifa heran sambil nyemil
“Biasanya, cewek itu kan ribet, cerewet dan minta diperhatikan. Tapi kok kamu bawaannya santai terus. Kamu bukan gadis introvert kan?” Tanya Fani
“Kamu juga santai Fani” Sambung Asa
“Hehe..” Jawab Fani simpel
“Hm.. kadang kala aku merasa tertekan sendiri sih dengan sikapku ini. Yang begitu pendiam dan tidak mudah bergaul dengan baik. Aku sendiri juga bingung” Jelas Nuha
“Eehh.. gak usah melow gini. Kita gak perlu menyalahkan diri kita sendiri atas kekurangan diri kita ini. Setiap manusia pasti punya kekurangan kan. Jadi, adanya persahabatan ini adalah untuk kita selalu bisa saling melengkapi dan mendukung satu sama lain” Ungkap Sifa bijak
“Iya, kita bawa santai aja. Jangan dijadikan beban pikiran” Sambung Fani
“Nuha!” Tiba-tiba Asa langsung memasang wajah serius tepat di wajah Nuha
“A-Asa? Ada apa?” Nuha kaget setengah mati
“Gimana kabarmu sendiri dengan Naru?” Tanya Asa serius
Sifa dan Fani langsung ikutan memasang wajah serius di hadapan wajah Nuha, membuat perasaan nervous dan keringat grogi Nuha bercucuran saja.
“Kabar apa?” Nuha memalingkan matanya
“Hubungan kalian?!” Tanya mereka kompak
“Ka-kami baik-baik saja” Nuha menggaruk-garuk sendiri pipinya yang merah
“Mencurigakan” Ungkap Fani
__ADS_1
“Ke-kenapa?” Nuha jadi merasa tidak yakin
“Hubungan antar kekasih yang terlihat baik-baik saja itu biasanya ada masalah yang tersembunyi, masalah yang tak kasat mata..” Ucap Asa menakut-nakuti
“Kok bisa?!” Tanya Nuha histeris
Asa, Sifa dan Fani sendiri langsung menutup kedua telinga mereka karena kaget mendengar respon Nuha. Membuat suasananya terdengar gaduh lagi oleh Muha dan Yuki.
“Nuha, kamu kan belum lama kenal sama Naru tapi kok tiba-tiba langsung suka. Apa Naru memaksamu?”
“Me- memaksaku? Gak- Gak mungkin Naru kek gitu”
“Benar juga sih. Dibanding dengan Dilan, mungkin cinta Naru ke Nuha lebih tulus dari pada dia. Kalo Dilan mah masih suka mempermainkan hati para wanita. Aku juga gak rela kalo Nuha harus pacaran sama Dilan” Ungkap Sifa
“Wah, aku sebagai sepupunya gak rela kamu ngatain Dilan kek gitu Sifa”
“Hehe.. sori sori Asa”
“Tapi, aku sendiri kurang bisa ya memahami sikap Naru itu, dia itu kadang cuek dan dingin gitu. Aku aja kadang takut sama dia”
“Beneran Asa kamu takut sama Naru? Itu karna kamu sering gangguin dia di kelas tambahan sih. Makanya dia jadi galak sama kamu”
“Iya Fani.. Makanya, aku tuh jadi mengkhawatirkan Nuha kalo tiba-tiba Naru bisa menjadi menakutkan seperti apa yang aku pikirkan”
“Nuha, pokoknya, kalo Naru tiba-tiba sikapnya berubah dan membuatmu tidak nyaman kamu harus langsung bilang ke kita ya”
“I-iya” Nuha semakin kebingungan
“Ngomong-ngomong Nuha, setelah ini kita mau diajak kak Yuki buat lihat tempat syuting film pendeknya lho..” Ucap Fani
“Hampir saja tadi gak jadi jenguk kamu gara-gara ajakan dari kak Yuki yang mendadak itu, tapi untung dia mau nunda dulu buat kita bisa jenguk kamu”
“Kak Yuki bener-bener baik ya gays”
“Baik untuk siapa?”
“Untuk Asa laaah..” Jawab Sifa, Fani dan Nuha kompak menggoda Asa
“Dasar kaliaan!!!” Teriak Asa kesal
Ruang kamar Nuha menggema dan getarannya membuat Ibu, Muha dan Yuki yang berada di lantai bawah merasa sangat keheranan dengan tingkah mereka.
“Merepotkan sekali punya adik perempuan” Keluh Muha sambil nyeruput es kopinya
“Jangan bilang gitu.. Aku tau pasti ucapan kasar di mulutmu itu berlainan dengan yang ada di hatimu. Kalo di hatimu pasti elo sangat kan menyanyangi adikmu itu” Tandas Yuki
__ADS_1
“Haish! Trus, Elo kesini juga, ngapain? Kok bisa sama mereka?”
“Oh itu.. Gue tadi rencananya mau ajak mereka ke kampus untuk lihat lokasi syuting film pendek kita. Gue mau ajak mereka ikut di project ini”
“Elo mau kasih mereka kerjaan apa? Jangan memberatkan mereka, mereka kan sudah kelas tiga”
“Iya gue tau..”
Waktu pun berlalu, ketiga bestFANS Nuha pamit untuk pergi ke lokasi syuting bersama Yuki. Nuha sebenarnya ingin sekali ikut, namun kakaknya tidak mengizinkannya. Kemudian, Yuki memesan taksi online lagi untuk transportasi mereka ke kampus. Walaupun waktu sudah sore, tapi mereka masih bersemangat.
“Kalian yakin kita tetap ke kampus?” Tanya Yuki di dalam taksi online
“Iya kak” Ungkap Sifa semangat
“Tapi kalian gak usah khawatir, kita disana sebentar saja kok setelah itu aku akan antar kalian pulang lagi dengan taksi online”
“Kamsahamnida kak Yuki” Ucap Fani
Sontak Asa dan Sifa langsung tertawa bersama, mengingat kembali moment saat Fani mengucapkan terima kasih dalam bahasa jepang. Sekarang Fani mengucapkannya dalam bahasa korea. Taksi online pun terus melaju mulus.
“Whuussss”
Di rumah Naru, Naru masih sibuk dengan belajarnya. Dia benar-benar kutu buku. Ibu datang sambil membawakan camilan untuknya dan mulai mengetuk pintu. Naru mempersilahkan Ibunya masuk dan menerima dengan senang hati camilan yang dibawakan oleh ibunya. Ibunya senang melihat anaknya begitu rajin belajar.
“Naru, gimana.. kalo nanti malam kita jenguk Nuha di rumahnya?” Tanya Ibu
“Eh? Tapi bunda, Naru belum tahu Nuha sudah pulang dari rumah sakit atau belum”
“Gak papa, kalo ternyata rumahnya masih sunyi kita bisa langsung ke rumah sakit”
“Bunda.. kenapa Bunda harus repot-repot sih jengukin Nuha?”
“Eeh Naru.. inikan untuk silaturahmi kita kepada keluarganya Nuha. Jangan kamu terus donk yang harus nemui Nuha. Kami sebagai orang tua kan juga punya rasa sungkan”
“Maafin Naru ya bunda, kalo Naru.. umm.. terlalu dini memiliki pacar” Ungkap Naru dengan pipi memerah
“Pacar?” Ibu terkikik geli
“Iya.. semoga kalian langgeng ya. Dan Nuha bisa jadi bagian dari keluarga kita” Sambungnya
“Maksudnya?”
“Jadi mantunya Bunda dan Ayah donk, kamu ini” Pungkas ibu langsung keluar kamar
Sindiran dari ibu semakin membuat Naru tidak berkutik. Wajahnya semerah kepiting rebus dan asap mulai keluar dari kepalanya. Ia benar-benar malu jika bundanya akan membahasnya nanti saat di rumah Nuha, mau ditaruh dimana mukanya nanti.
__ADS_1