Puzzle Teen Love

Puzzle Teen Love
Sifa Putus, Naru Galau


__ADS_3

"Gays, aku putus sama pacar aku"


"Apa?!"


Tidak biasanya Sifa setiap berangkat ke sekolah tidak bersemangat seperti itu. Ternyata, ia sedang memiliki masalah. Fani dan Asa yang sudah sampai duluan dan sedang mengobrol, kaget dengan pernyataan yang disampaikan oleh Sifa.


"Sifa, kok bisa kamu putus sama pacar kamu? Gak ada angin gak ada hujan gini kok" Tanya Asa


"Iya, gara-gara kemarin"


Sifa melipat tangannya di atas meja dan menenggelamkan mukanya diiringi tangisan yang mulai terdengar. Fani ikut merasakan kesedihan Sifa begitupula Asa.


"Mungkin kalian perlu membutuhkan waktu untuk menenangkan diri dulu Sifa, jangan terlalu bersedih" Ucap Fani


"Terima kasih Fani" Sifa masih belum mau menunjukkan mukanya


"Pacaran itu sensitif ya, bikin kezel aja. Emangnya kalian bertengkar seperti apa kok bisa sampai putus?" Tanya Asa


"Kemarin kan aku gak bisa bareng pulang sama dia naik bus karna kita sedang ditraktir sama Kak Yuki kan, trus pagi ini kita mau berangkat bareng tapi tadi pagi aku bangun kesiangan dan dia jadi nunggu aku kelamaan jadinya dia kesel dan marah-marah gak jelas"


"Dia udah bad mood gitu, di dalam bus pun dia mendiamkanku selama perjalanan. Trus, saat udah sampe di sekolah dia tiba-tiba bilang putus. Kan gak jelas kan?"


"Aneh juga sih, masa tiba-tiba bilang putus"


"Makanya, jangan terlalu ditangisi dulu Sifa. Mungkin, dia butuh waktu dan akan memikirkannya kembali"


"Iya Fani. Beri aku waktu sejenak ya buat menangis lagi" Ucap Sifa


Asa dan Fani malah terkikik geli mendengar ucapan Sifa


"Ya udah, aku keluar bentar ya?" Ucap Asa


"Eh? Mau kemana?" Sifa langsung penasaran


"Ada deh" Balas Asa


"Ya udah sana keburu jam masuk bunyi"


Asa berniat menemui Kak Yuki untuk menanyai kabar Nuha lewat kak Muha. Ia sendiri tidak punya kontaknya Muha sedangkan pesan WAnya kepada Nuha juga tidak dibalas. Sehingga Asa memberanikan diri untuk bertanya kepada Yuki.


Perjalanan menuju ruang guru, Asa melihat Naru yang terlihat tidak biasanya. Kepalanya tertunduk dan terlihat cuek dengan keadaan. Asa mencoba untuk menyapanya, tapi ternyata diabaikan oleh Naru sendiri. Asa penasaran, apakah juga sama Naru dan Nuha sedang punya masalah seperti Sifa dengan pacarnya.


"Ada apa sih dengan dia?"


Sampai di ruang guru, beruntung kak Yuki sudah ada di tempat. Tanpa pikir panjang Asa langsung menemuinya setelah mengetuk pintu dan memberi salam untuk semua guru yang telah berada di ruang tersebut.


"Kak Yuki"


"Eh, Asa? Ada apa? Duduklah"

__ADS_1


"Kak, bisa bantu saya gak?"


"Bisa. Katakan saja"


"Aku mau minta tolong tanyakan pada kak Muha donk kakaknya Nuha tentang kabar Nuha kenapa dia gak masuk sekolah"


"Oh, bentar ya. Aku akan kirim WA ke dia"


"Terima kasih ya Kak Yuki"


"Sama-sama. Mau ditunggu nih?"


"Umm.. enggak deh. Nanti kalo kita ketemu lagi, tolong kasih tau aku ya kak kalo sudah dibalas WAnya"


"Mau aku traktir makan di kantin?"


"Eh? Enggak, enggak usah hehe.. terima kasih"


"Nanti aku akan ke kelas kamu kalo WAnya udah dibalas"


"Eng-enggak usah kak, nanti kalo kita ketemu lagi"


"Ketemu lagi? Eeh.. Aku gak mengerti" Gumam Yuki heran


"Ya udah ya kak, aku kembali ke kelas dulu"


"Iya" Yuki masih terheran-heran


"Dari mana aja sih kamu Asa?" Sifa penasaran


"Enggak kemana-mana yoo.. Eh, aku tadi lihat Naru. Tapi dia tampak lesu dan aneh"


"Mengalihkan pembicaraan" Ketus Sifa


"Sedih gak ketemu Nuha kali" Ucap Fani yang tiba-tiba


"haha.. bisa aja kamu Fani"


"Btw, Nuha kenapa ya kok gak masuk dua hari ini. Aku WA gak dibalas sih"


"WAku juga gak dibalas sama dia"


"Apa dia sakit? Atau kenapa? Benar-benar tidak ada kabar"


"Naru aja juga gak tau sih" Ucap Asa


"Eh?! Kok bisa?"


"Entahlah. Mereka ternyata memiliki hubungan yang aneh. Masa udah pacaran gitu gak saling kirim pesan atau telfon-telfonan gitu"

__ADS_1


"Apa mereka enggak serius kali ya?"


"Tapi mereka kan saling suka"


"Hmm.. mencurigakan"


Entah kenapa obrolan mereka berubah menjadi saling menggosipkan hubungan Nuha dan Naru. Kekhawatiran mereka tentang Nuha yang tidak masuk selama dua hari malah berganti topik mengulik tentang hubungan Naru dan Nuha yang berhasil membuat mereka tambah penasaran. Fani akhirnya sadar dan menegur perbuatan tersebut.


"Heh, kalian ini malah gosipin Nuha sih, gak baik tau"


"Iya juga sih. Trus gimana donk, kita gak tau sama sekali kabar tentang Nuha. Apa kita perlu ke rumahnya?"


Di kelas 12D jurusan MIPA. Naru melamun tidak bersemangat menjalani kehidupannya.


"Gue gak bisa apa-apa kalo harus berurusan dengan orang dewasa. Bagi gue, urusan orang dewasa lebih rumit daripada cinta itu sendiri" Gumam Naru


Naru terus menghela nafas sambil menatap langit dari balik jendela ruang kelasnya.


"Gue sudah mikirin matang-matang tentang cintaku ini tapi jadi terganjal gara-gara ada orang-orang yang ikut terlibat"


Naru masih saja menghela nafas, "Haa ahh.. Apa yang harus aku lakukaan?!" Geramnya


Melihat Dilan memasuki kelas dan menuju tempat duduknya. Naru langsung mengalihkan permasalahnya dan berniat langsung menghampiri Dilan.


"Dilan, gue bisa minta tolong sama elo gak?"


"Apa?"


"Ajakin juniorku jalan donk. Biar mood belajarnya membaik"


"Aneh aja elo. Bisa-bisanya bilang gitu"


"Ayolah.. anggap aja ini permintaan dari 3 permintaanmu yang ingin kau kabulkan. Satu aja ini udah cukup kok"


"Ini sudah hari ke berapa haaah?! Udah gak guna permintaanmu itu" Ketus Dilan


"Please lah Dilan. Satu ini aja kok"


"Kenapa? Apa ada hubungannya dengan Nuha?"


"Hah.. Gue juga gak ngerti, ada aja yang repot-repot cemburu terhadap hubungan gue sama Nuha"


"Lah?! Apa menurutmu gue ini bukan korban cemburumu juga. Gue sampe ingin menghajarmu habis-habis karna itu. Tapi, untung gue orangnya baik" Dilan mulai menyombong


"Tapi, masalah kita udah selesai kan?" Naru merajuk


"Iu~ gelay, elo kenapa sih, kayak bukan Naru yang gue kenal"


"Makanya.. bantuin gue biar masalah gue ini juga segera usai. Elo kan pandai merayu gadis"

__ADS_1


"Akhirnya elo mengakui pesonaku juga. Oke deh"


"Dia mudah terbuai dengan kesombongannya sendiri" Gumam Naru memicingkan bibirnya


__ADS_2