
...🖤🖤...
...Dia tersembunyi namun yang terbaik, tidak terlihat tak membahayakan .
Sama hal nya dengan wanita muda Dewi al khumairah..(19).
Pagi ini Maira berencana pulang dari rumah Tama dengan ojol yang telah ia pesan melalui aplikasi. Perlahan kaki Maira menuruni anak tangga, sesampai nya di bawah Maira melihat seorang ibu paruh baya yang semalam ikut merawat nya .
Ibu paruh baya itu terlihat memberikan arahan kepada setiap pelayan.
" Assalamualaikum ibu.. "
" Wa'alaikum salam... ," dengan membalikkan tubuh , wanita paruh baya yang biasa disapa bik Sari menjawab .
"Perkenalkan nama saya bik Sariwangi , jadi panggil saja saya bik Sari , saya asisten rumah tangga den Tama !" jelas Bik Sari.
" Saya Dewi al khumairah bu'.. ,ma.af .. bik! Maksud saya.." Maira mencoba membenarkan panggilan nya , dengan senyuman ramah yang ditandai menyipit nya kedua mata .
Bik Sari melihat Maira dari bawah kaki sampai atas . Cukup lama bik Sari mengamati penampilan wanita muda di hadapan nya itu .
"Non ini yang dikamar tuan muda semalam kan.?" tanya bik Sari dengan ragu.
"Iya bik , " jawab Maira. "Semalam pak Tama menolong saya yang tiba -tiba jatuh pingsan !" Maira mencoba menjelaskan dengan senyum yang tersimpan dibalik cadar coksu yang dibelikan Tomy atas perintah Tama..
Bik Sari berpikir , ada yang berbeda dengan majikan nya kali ini . Biasanya pak Tama tidak pernah mau membawa pulang orang lain apa lagi seorang perempuan !.
Maira yang melihat bik Sari sedang melamun . Mencoba berkata dengan pelan.
"Saya mau pamit pulang bu..,! Saya ucap kan terima kasih dan maaf kalau saya sudah merepotkan ." Ucap Maira dengan tulus seraya membungkukan sedikit tubuh nya.
"Non Maira sudah izin dengan tuan muda ?" tanya gelisah bik Sari.
"Alhamdulillah bik, saya tadi pagi sudah minta izin pulang . Awal nya pak Tama minta saya untuk diantar pak supir ,tapi saya menolak nya , bagi saya pak Tama dan bibik sudah begitu baik telah menolong saya ,dan saya tidak ingin merepotkan lagi ." Papar Maira.
"Jangan non ,bagaimana kalau tuan muda tau ,bisa-bisa saya dan pak Edi yang akan kena marah . Jadi non Maira mau ya diantar pak Edi ?" rayu bik Sari.
"In syaa Allah pak Tama tidak akan marah !" seru Maira .
Sejenak bik Sari bicara dalam batin..
..seandainya tuan muda dapet istri macam non Maira ... uda shaliha , kalem tidak sombong , pastiiii tuan muda beruntung, tiap hari ada yang ngurusin tak seperti sa'at ini . Tuan Tama walau kaya , mapan , dan tampan , ternyata itu semua tak menjamin , bukti nya sampai sekarang usia tuan muda Tama 30 tahun belum nikah juga !?" .
__ADS_1
Maira melihat bik Sari sedang melamun lagi , dengan perlahan ..Maira meraih tangan bik Sari dan mencium pungung tangan nya . Bik Sari sontak tercengang dengan prilaku santun yang dilakukan Maira.
"Assalamualaikum ... " salam Maira ,dengan membungkuk kan sedikit tubuh nya menyapa para pelayan yang sedari tadi melihat diri nya dan bik Sari .
Maira bergegas keluar dari rumah mewah , hendak menghampiri driver ojol yang telah menunggu nya . Sebelum nya Maira telah membagikan alamat nya ke driver ojol langganan nya .. , mbak Yani ( 25 th).
" Assalamualaikum mbak Yan.. " sapa wanita muda ber cadar sembari meraih helm dari tangan mbak Yani..
" Wa'alaikumsalam mbak Maira.. ,"
Mbak Yani melihat Maira yang keluar dari rumah mewah bak istana itu ,menjadi heran dan timbul pertanyaan ? "Mbak Maira *ngapain sepagi ini berada di**sini,dan rumah siapa ini* ?"
Lamunan mbak Yani pun berakhir ketika suara lembut Maira terdengar ditelinga nya..
" Ayo.. jalan mbak Yann .. ?!" pinta Maira dengan menaiki motor .
" Eh..! I-iya mbak ,ma.af agak melamun.. !?" sahut Yani..
"Pagi - pagi tidak boleh melamun ..?! Pamalik kata orang dulu mbak " sambung Maira .
" Ah mbak Maira bisa aja, itu kan menurut orang dulu ,sedang kan kita orang jaman melenial mbak Mai... ?!"
" Siap ! kita berangkat mbak ." ucap Yani dengan segera menarik pedal gas motor .
" Bismillah .. ,nggak usa laju- laju ya mbak Yann... !? " pinta Maira lagi.
Yani pun mengarahkan jari kanan nya yang membentuk O dan melaju dengan kecepatan sedang .
Tanpa di sadari Maira dan Yani. Sepasang mata tua dan supir nya ,dari malam hingga pagi ini mencari tahu keberadaan nya .
Dengan cepat seseorang itu memberi perintah orang suruhan nya untuk mengijak perdal gas dan mengikuti kedua wanita didepan nya.
" Ikuti kedua perempuan di depan ! dan Pastikan jangan sampai kehilangan jejak !!?" Perintah seorang wanita yang sedang duduk di jok belakang..
" Apa mau nya gadis itu ? kenapa dia masih berhubungan dengan Chandra ? Apa dia merencanakan sesuatu ,selama aku masih hidup tidak akan aku biarkan gadis pembantu itu merusak pernikahan Anis dan Chandra putra ku, sampai kapan pun aku tidak akan sudi menerima gadis miskin seperti mu menjadi menantu ku !!" Gumaman itu terlontar dari mulut mantan mertua Maira .( mama Clara 53 tahun).
Dimana tadi malam Anis telah mengadu kepada wanita paruh baya itu ,melalui sambungan telfon ..
" Hallao maaa... " suara Anis dengan sesegukan.
" Halllo juga sayang.. , kamu nangis nak..?? " Tanya Clara.
__ADS_1
" Maa.. mas Chandra maaa !? " Hiks... tangis Anis mulai pecah disebrang telfon sana..
" Chandra kenapa nak.. ? Kamu berantem lagi dengan suami mu ??" Tebak Clara ..
" iya maa... " Jawab Anis dengan suara pelan..
" Haaaahhh.." helaan nafas wanita paruh baya itu pun terdengar.
" Berantem kenapa lagi nakk... ? Chandra tak perna pulang lagi.. ?? " Beberapa pertanyaan terlontar dari Clara..
" Lain.. maa... " tangis Anis makin menjadi.. " Wanita itu dan mas Chandra diam -diam masi berhubungan MAA ...!? Anis tidak terima jika Maira merebut mas Chandra " adu Anis kepada mertua nya..
Wajah tua Clara seketika menegang , setelah mendengar cerita Anis .
" Tenang lah.. sayang ggg , wanita miskin itu tidak akan bisa berbuat macam - macam kepada mu atau pun Chandra..!!" sambung Clara sang mama mertua..
" Mama akan mengurus wanita miskin itu , malam ini juga.. !!" ucapan Clara dengan tatapan kebencian pada Maira.
Hingga ke esokkan hari nya .
Tanpa disangka Clara benar - benar merealisasikan ucapan nya .
" Pantas saja aku tidak bisa mendapat informasi tentang nya dari semalam , ternyata dia berada di kediaman keluarga Malik.. "
Seringai licik dari bibir tua Clara terpancar.
**
Dijalan raya yang pagi ini terlihat lengah.
Yani melirik kearah sepion motor matic milik nya yang kini tengah melaju dengan kecepatan sedang .
"*Se**pertinya mobil sedan itu sedari tadi terus mengekor dibelakang ! ckk.. Jangan panggil Yani kalau aku tidak bisa putar balik mengerjai itu mobil !?" batin Yani* ..
Yani membelok kan motornya kearah tak semestinya..
" Loh mbak Yani ini kita mau kemana ?????"
...Tulisan Bersambung Q.C....
...🖤🖤...
__ADS_1