
π€π€
" In-In syaa Allah mas .." jawab Dewi dengan tatapan nanar,
"Terima kasih banyak ..sudah bawa mas Tama pulang" ucap tulus Dewi.
"Hmmm.. sama - sama !"jawab Alex dengan mengusap kepala Dewi yang tertutup mukena, " Ma.afin kita bertiga ya.. "ucap Alex _Tomy dan Wily.. dengan tatapan penuh arti.
Dan dianggukkan pelan oleh Dewi..
Ketiga pria tampan itu mengucapkan salam pada wanita bercadar itu..
"Assalamualaikum Dewi... " salam dari mereka bertiga..
" Wa'alaikum salam.. " jawab Dewi kemudian.
**
Setelah kepergian 3 sahabat Tama , Dewi bergegas membersih kan tubuh Tama dengan air hangat, dengan menatap wajah sang suami dewasa nya yang memucat , akibat menahan pengaruh obat perang***g pada dirinya.
"Sayanggg.. " panggil pria dewasa itu dengan menyentuh pipi Dewi yang tak memakai cadar dan penutup kepala .
"Sabar ya mas.. Dewi ambil air wudhu dulu ..!" Jelas Dewi dengan lemah lembut terhadap suami nya.
Dan di anggukkan oleh Tama yang mencoba sebisa mungkin menahan gejolak di dalam diri nya.
Dewi keluar dari kamar mandi dan menΔ£hampiri Tama yang meringkuh dengan memejamkan mata nya seraya menggigit bibir merah nya sendiri.
Dewi mulai mendekat kan diri pada sang suami..
__ADS_1
"Mass.. " panggil Dewi dengan menyentuh pipi Tama dengan lembut .
Tama merasakan sentuhan dari sang istri yang begitu lembut dan jari lentik Dewi yang dingin..
"Sayang .." suara parau Tama.
Sejenak Dewi memejamkan mata, mengambil nafas dalam -dalam.. dan mengeluarkan nya perlahan " huuufff..."
"Bismillah .. lakukan lah mas !?" Ucap Dewi dengan menatap Tama .
Tama meraih tengkuk Dewi , Tama mencoba tak kasar menyentuh sang istri.. , perlahan bibir Tama menyentuh bibir ranum Dewi, sentuhan Tama kini beralih pada leher yang putih mulus itu,
Lalu tangan Tama terulur meraba sesuatu yang kini tak rata lagi , sejenak pria dewasa itu menatap lekat wajah polos sang istri dan mulai menindih tubuh kecil Dewi , lalu Tama pun menuangkan segala hasrat kenikmatan yang sedari tadi tertahan oleh nya dan SELEBIHNYA maaf kan saya.. tak mampu menggerak kan jari iniππ
βββββββππ»βΊοΈma.af ya..π€π€
Dengan sedikit memegang kepala yang serasa pusing..
" SAYANG..!?" panggil Tama , langkah Tama menyusuri setiap ruangan rumah Dewi.
**
Beralih keruangan yang bertuliskan poli KANDUNGAN..
Terdengar suara seorang wanita sedang bertanya dengan nada panik..
" Apa tidak apa- apa dok kandungan saya ?!" Tanya pasien yaitu Dewi, ya.. pagi ini Dewi pergi ke dokter kandungan rumah sakit milik keluarga Malik , pagi ini wanita bercadar itu mengalami pendarahan akibat kejadian semalam yang dilakukan Tama kepada Dewi ,
Selembut apa pun seorang laki- laki dalam urusan kenikmatan, dia tak akan mampu bersikap konsisten tatkala akan mencapai dititik itu ,
__ADS_1
Ditambah lagi pengaruh obat yang diberikan Ketty kepada Tama , sedikit banyak kesadaran pria dewasa itu akan berkurang .
"Seharus nya tuan muda harus bisa menahan terlebih dulu untuk tidak menyentuhmu !" ucap sang dokter wanita
" Karena kandungan mu lagi kurang baik..tapi kenapa malah seperti ini !?" Sergah dokter kandungan yang menangani Dewi, wanita bercadar itu sontak menitih kan air mata dengan tertunduk lalu meraba pelan perut nya yang kini mulai tak rata lagi, terdengar suara dari bibir indah nya yang tertutup kain cadar.
" Ma.afkan kami ! " ucap bergetar Dewi
" kalian BEGITU BERARTI bagi kami berdua .. semoga Allah masih mempercayakan kami untuk memiliki kalian , hiks.... " ucapan doa dari bibir wanita muda itu dengan lirih dengan tertuduk , seraya menahan air mata kesedihan.
" Nona muda harus dirawat .. !!" kali ini suara dokter Santi cukup tegas terhadap Dewi.
" Agar saya bisa memantau perkembangan si kembar didalam !" Saran dokter Santi .
Tanpa berpikir panjang..
Dewi mengangguk cepat ..
"Saya mau dok.. Saya mau !" ucap yakin wanita muda
"Tapi bisa kah saya minta tolong kedokter ?!' pinta Dewi
" Tolong hubungi suami saya, ponsel saya tertinggal karena tadi saya sangat panik " pernyataan jujur Dewi .
" Baik nanti saya usaha kan menghubungi keluarga Malik !?"
Dewi tak sadar.. akan perkataan sang dokter , keluarga Malik bukan suami nya Tama Malik.
π€π€
__ADS_1