
π€π€
Segar nya angin di pagi hari , dengan kicauan burung- burung kecil yang bersahutan , Allah sungguh baik menciptakan semua nya dengan berdampingan ..
**
Pagi ini..
Dewi turun perlahan hendak menuju dapur , dilihat nya dapur sudah ada kepala asisten rumah tangga beserta chef yang sedang memulai tugas nya masing - masing.
" Assalamualaikum .." ucap salam wanita bercadar itu.
" Wa'alaikum salam !?.." jawab kepala Asisten rumah tangga beserta yang lain nya yang saat itu mendengar suara lembut Dewi.
Orang- orang yang berada di dapur merasa terkejut dengan kedatangan Dewi .
" Non Dewi ?! Sedang apa didapur ?" Tanya heran kepala asisten.
" Saya aa-a?! " jawab ragu Dewi.
" Sebenar nya saya mau masak bik ?!" jawab Dewi kemudian .
Kepala asisten pun tersenyum mendengar penuturan sang Dewi..
" Non Dewi.. kembali saja ke kamar , saya takut tuan Tama mencari nona! " usir bibik secara halus.
Dewi yang memang memiliki sifat penurut terhadap orang yang lebih tua akhir nya mengiyakan ucapan bik Sari , tanpa tersinggung ..
" Baik bik.. maaf kan saya sudah mengganggu " jawab Dewi dengan berlalu.
**
Sesampainya dikamar , Dewi melihat Tama sedang menggendong Afwa.. Dengan langkah perlahan Dewi menuju suami dan salah satu putra nya.
" Sudah bangun sholeh nya Umma.. ? " ucap Dewi sembari mengambil alih Afwa dari sang suami .
" Maaf mas.. tadi saya ke bawah lihat- lihat dapur ?!" Ucap Dewi mencoba menjelas kan kepada suami dewasa nya . Yang telah menatap nya..
" Untuk apa kedapur .. Hmm..?!" Tanya Tama dengan mengusap rambut Dewi yang tak tertutup krudung instan nya.
" Saya -aa !?" Jawab pelan dan ragu Dewi.
__ADS_1
"Saya belum terbiasa mas.. , apa- apa harus serba dilayani !?" Ucapan Dewi dipagi ini membuat Tama tertawa kecil lalu mencium kening istri kecil nya itu.
"Sayanggg.. , aku sebagai suami sangat bersyukur memiliki istri yang mandiri seperti Mu, Tapiii..!?" Ucap Tama tertahan lalu tersenyum.
"Sayang habis melahirkan jangan terlalu banyak bergerak .. ! " suara pelan dan sabar dari bibir Tama menasehati istri kesayangan nya .
"Heeheee ... iya mas , terima kasih sudah di ingatkan " jawab Dewi dengan cengiran lalu memeluk tubuh sixpeck suami dewasa nya.
**
Hari -hari keluarga kecil Tama nampak harmonis, Dewi yang usianya terpaut cukup jauh dari Tama, Tama yang pembawaan nya dingin- angkuh- cuwek dan tidak menerima kata penolakan , kini berangsur berkurang karena sifat Dewi sang istri yang selalu berusaha menetral kan sifat sang suami .
Agar tak selalu menjadi suatu kewajiban yang HARUS tapi lebih cenderung dilihat dari manfaat dan muhdhorot nya suatu keputusan dan kebiasaan itu sendiri.
**
Setelah Sholat dzuhur Dewi mendapat notifikasi dari Tama , memberi tahu bahwa dirinya tak bisa pulang makan siang , bab Tama dan Tomy sedang melakukan pengecekan di lokasi tender yang lagi dikerjakan.
Wanita berhijab besar itu melangkah kesuatu ruangan yang ia belum pernah memasukinya..
Entah kenapa kali ini Dewi ingin sekali memasuki ruangan itu, namun ia takut untuk memasukinya sebelum mendapat izin dari sang suami .
Dengan duduk disofa, Dewi merogoh kantong tunik nya yang bewarna Denim dan meraih ponsel dan menghubungi nomor lelaki halal nya.
**
Sebuah senyuman terbentang nyata saat mata tajam itu melihat layar ponsel milik nya.
Tama sedikit menepi dari krumunan orang yang ikut mengontrol jalan nya proyek lalu Tama duduk di sebuah tepian trotoar jalan .
" ASSALAMU..' " ucap bersamaan dari bibir keduanya.
Lalu mereka berdua pun tersenyum , Tama siang ini yang sedang dipenuhi kepenatan dan rasa lelah yang teramat seketika sirna , ketika meliha istri shaleha nya menyapa via VC dengan sifat pemalu disertai wajah yang kemerah -merahan.
"Mas dulu ya !" Ucap Tama dengan tersenyum , dan dianggukan oleh Dewi.
" Assalamualaikum sayanggg.. " ucap salam Tama dengan senyuman termahal nyaπ€.
Dewi melihat sang suami tersenyum dengan menggunakan helm proyek dan rompi sefty yang berwarna hijau muda .
"Wa'alaikum salam Mas... " jawab Dewi dengan tersenyum cantik dan entah kenapa Dewi dikala itu tiba - tiba menggigit bibir bawah nya yang berwarna kepink -pink an. Jiwa kelakian Tama dengan secepat kilat bangkit melihat perbuatan istri nya siang itu .
__ADS_1
"Tuhannn .. kenapa musti siang begini aku harus merasakan kebangkitan nya, sedangkan masih ada 11 hari lagi aku baru bisa menyentuh nya ....!?" batin Tama yang secara reflek langsung menyandar kan tubuh tegap nya kedinding pembatas jalan tol dengan kepala yang ikut menempel di dinding beton tersebut.
Dengan mengusap -usap wajah guna menghilangkan rasa kurang ajar pada diri nya yang datang menyapa di kala terik matahari membakar sanu bari seorang Bos besar sekelas Tama Malik ππ kemudian Tama memberi tatapan seorang lelaki dewasa yang sedang menginginkan pasangan nya.
" Mass.. ma.af saya ganggu !?' Ucap Dewi dengan sesekali menunduk.
" Tidak .. sayangg.., istri ku ini tidak pernah mengganggu suami nya !" Jawab Tama dengan lembut. " Ada apa HMM..?" lanjut Tama dengan mendekat kan kamera ponselnya kearah wajah nya.
" Emm.. boleh tidak saya masuk ruangan kerja nya mas Tama yang ini ?!" Ucap Dewi dengan mengarahkan kameranya kedepan pintu .
Tama mengerutkan kedua alis nya seraya memastikan secara jelas obyek yang sedang di ambil oleh sang istri.
" Untuk apa sayang ?!" Tanya Tama heran .
" Ingin saja mas.. , karena tidak ada yang saya lakukan setelah bayi - bayi lucu kita tidur " jawab Dewi dengan tersenyum.
Tomy yang menyadari sedari tadi Tama yang menepi namun tak lekas kembali , Tomy pun mencoba mencari pria berkaca mata itu , dan akhirnya Tama pun ditemukan oleh pria play boy interlokal , Tomyπ€
" Dasar KAMPRET.. dia disini ternyata !?" Gumam Tomy .
" Astaga .. kenapa lagi itu frezer bergerak ..senyam senyum sendiri , siapa sih yang jadi lawan bicara nya!? " ucap Tomy penasaran.
" Jangan... Sayang ! Tunggu mas pulang ya , nanti mas ajak masuk keruangan itu !?" Sahut Tama , Dewi yang tak mendapat izin dari sang suami pun akhir nya hanya mengangguk patuh.
" Baik mas.. " ujar Dewi selanjut nya .
" HMM.. " sahut Tama,
" Assalamualaikum mas..!?" salam Dewi
" Wa'alaikum salam sayang " Tama.
panggilan pun berakhir..
Suara pria meng kaget kan Tama yang sedang memejam kan mata , sembari bersandar guna menetral kan gejolak dalam diri yang datang tanpa kenal waktu jika terhadap istri kecil nya.
" AYO.. Tammm... , kelamaan elu mangkir nya , ingat profesional Tam ... !!!" Ucap Tomy dengan bersendekap tangan dan bersandar didinding pembatas jalan.
Tama yang terkejut dengan kehadiran Tomy ..
" CKK.. Resek Lu.. ! Makanya NIKAH , biar elu tahu rasanya dan nikmat nya memiliki seseorang yang selalu elu rindu kan di setiap saat dan ingin selalu bersama nya !" Sungut Tama dengan membayangkan tingkah Dewi siang ini.
__ADS_1
" HAHH ... itu lagi yang elu ucap kan !? Kayak tidak ada kata -kata lain nya !" Seloroh Tomy dengan berlalu.
π€π€